muisumut.or.id-Berastagi, Peserta Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, yang terdiri dari perwakilan MUI Sumut, MUI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, dan Ormas se-Sumatera Utara, melaksanakan salat subuh berjamaah di 3 Masjid di sekitar Berastagi Cottage pada tanggal 30 Juli 2023. Ketiga Masjid yang dipilih sebagai tempat salat berjamaah ialah Masjid Agung, Masjid Baturrahim, dan Masjid Istihrar.
Usai melaksanakan salat subuh berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausyiah singkat di masing-masing Masjid. Di Masjid Agung, tausyiah diisi oleh Prof. Abdullah Jamil, Ketua Komisi Dakwah MUI Sumut. Di Masjid Baiturrahim, tausyiah disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Jamil, MA, selaku Ketua Umum MUI Kota Binjai. Sementara itu, di Masjid Istihrar, K.H. Akhyar Nasution, Lc, selaku Ketua Bidang HLNKI MUI Sumut, menjadi pembicara dalam tausyiah tersebut.

Dalam ceramahnya, Prof. Muhammad Jamil, membahas tentang buku karya Imam al-Nawawi berjudul “Al-Azkar al-Nawawiyah”, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan 400 halaman teks Arab dan 200 halaman terjemahan. Tema utama dalam buku tersebut adalah tentang dzikir dan upaya untuk menuju Surga, yang menjadi refleksi dalam usaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satu hadis yang disampaikan dalam ceramah mengenai “taman surga” menarik perhatian hadirin. Prof. Muhammad Jamil, menjelaskan bahwa taman surga tersebut adalah halaqah zikir, tempat berkumpulnya malaikat-malaikat Allah yang mencari tempat-tempat zikir untuk bergabung dalam halaqah tersebut.
Dalam konteks ini, Prof. Muhammad Jamil, menegaskan bahwa menghadiri halaqah zikir dapat memantapkan hati orang yang berada dalam majelis tersebut, serta menyebarkan kebaikan dalam hati kita, sebagaimana tercantum dalam firman Allah “Inna anzalnahu fee laylatil qadar”.
Prof. Muhammad Jamil, kemudian mengutip hadis yang menjelaskan empat hal yang diperoleh oleh orang yang berzikir: pertama, malaikat bergabung dengan mereka; kedua, rahmat Allah diturunkan kepada mereka; ketiga, ketenangan hati mereka; dan keempat, Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya.
Dalam konteks kekinian, Prof. Muhammad Jamil, menyampaikan perlunya setiap tokoh memiliki zikir yang tetap dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya memperkuat batin dan mencapai riyadul jannah.

Di samping itu, tausyiah Ustadz Akhyar Lc menguraikan dengan teliti dan detil peristiwa hijrah yang bersejarah tersebut, mulai dari persiapan yang matang hingga perjalanan menuju Madinah yang penuh cobaan.
Dengan mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut, Ustadz Akhyar Lc mengajak para jamaah untuk meneladani sikap Rasulullah SAW dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan pentingnya mengamalkan ajaran agama dengan benar serta menguatkan hubungan dengan Allah SWT.
Selain itu, di Masjid Agung, Prof. Abdullah, yang menjadi pentausyiah di Masjid Agung juga menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada para jamaah.
Acara ini juga dihadiri oleh masyarakat setempat yang merupakan jemaah masjid, yang antusias mengikuti tausyiah. Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam acara ini dapat memberi inspirasi dan manfaat bagi perkembangan spiritual dan kehidupan umat di Sumatera Utara. (Yogo Tobing/Aidil Harbi)






