Sunday, February 22, 2026
spot_img

MUI Kota Pematang Siantar Gelar Pelatihan Bagi Guru Agama: Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

muisumut.or.id-Pematang Siantar, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematang Siantar mengadakan sebuah pelatihan bertajuk “Pelatihan Kolaborasi Guru Agama: Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan, Pemuda, dan Kaderisasi MUI, yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru agama di wilayah tersebut. Acara berlangsung selama dua hari berturut-turut, yaitu pada Rabu (23/8/2023) dan Kamis (24/8/2023), di Aula MUI Kota Pematang Siantar yang terletak di Jalan Kartini.

Sebanyak 130 guru agama dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK/MA se-Siantar, turut serta dalam pelatihan ini. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengajak para peserta untuk berkolaborasi dalam mendukung berbagai program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah.

Dalam rangkaian pelatihan ini, terdapat dua sesi yang memberikan materi berharga kepada para peserta. Sesi pertama dipimpin oleh Suwarni MPd dan Julianna SPd, dua narasumber yang diundang khusus dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara. Mereka menyampaikan materi yang berfokus pada “Eksplore Modul Ajar dan Bahan Ajar pada Aplikasi Platform Merdeka Mengajar”.

Sesi kedua diisi oleh Suliyah SPD dan Rahmad Nasution SPd MPd, yang membawakan materi tentang “Strategi dan Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi Guru Pendidikan Agama Islam”.

Dalam sambutannya, Ketua DP MUI Kota Pematang Siantar, Drs. H. M. Ali Lubis, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman para guru Pendidikan Agama Islam di Kota Pematang Siantar. Hal ini penting agar para guru dapat melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka dengan baik di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Ali Lubis juga mengharapkan agar para guru Pendidikan Agama Islam mampu menjadi tenaga pendidik yang profesional dalam menerapkan strategi dan praktik pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Salah satu peserta pelatihan menyatakan rasa terima kasih kepada MUI Kota Pematang Siantar atas penyelenggaraan pelatihan ini. Ia mengungkapkan, “Dengan mengikuti pelatihan ini, kita sebagai guru bisa belajar sekaligus memahami, untuk selanjutnya kita ajarkan kepada anak didik kita masing-masing.”

Sebagai informasi tambahan, konsep Pelajar Pancasila mengacu pada gambaran pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi, karakter, dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Di samping itu, ada pula konsep Pelajar Rahmatan Lil Alamin, yang menggambarkan pelajar yang taat beragama, berakhlak mulia, dan menjunjung nilai-nilai moderat.

Dalam mengembangkan profil Pelajar Pancasila, terdapat enam dimensi yang diakui. Pertama, dimensi Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta Berakhlak Mulia. Kedua, dimensi Berkebhinekaan Global. Ketiga, dimensi Bergotong-royong. Keempat, dimensi Mandiri. Kelima, dimensi Bernalar Kritis. Dan terakhir, keenam, dimensi Kreatif.

Pelatihan ini menjadi upaya nyata dalam mempersiapkan para guru agama sebagai agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif dalam dunia pendidikan, sejalan dengan semangat kurikulum merdeka dan pembentukan karakter pelajar yang komprehensif. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles