Tuesday, April 21, 2026
spot_img

Keberangkatan Perdana Jemaah Haji Sumatera Utara: Kloter 1 Siap Menuju Tanah Suci

Medan, muisumut.or.id – Selasa 21 April 2026 Sebanyak 360 jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 resmi memasuki Asrama Haji Medan, Selasa (21/4/2026). Keberangkatan perdana ini menandai dimulainya fase operasional haji tahun 2026 di Sumatera Utara dengan berbagai peningkatan layanan signifikan.
Rombongan perdana ini telah mulai memasuki Asrama Haji Medan pada Selasa, 21 April 2026 sejak pukul 06.00 WIB untuk menjalani proses administrasi, kesehatan dan lain-lain.
Kloter pertama jemaah haji dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada hari Rabu, 22 April 2026 pukul 03.05 WIB dan insya Allah mendarat di Bandara Udara Amir Muhammad Madinah pada pukul 08.00 WAS
Kloter satu KNO ini direncanakan akan pulang kembali di tanah air pada Selasa 2 Juni 2026 sekitar pukul 03.15 WIB dini hari.

Ketua Bidang Keuangan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang juga Ketua Perkumpulan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Provinsi Sumatera (FK KBIHU-SU) mengonfirmasikan, seluruh jemaah dalam kloter pertama ini insya Allah berangkat tanpa ada yang tertunda atau gagal berangkat.
Kloter 1 ini terdiri dari warga asal Kota Binjai orang dan Kota Medan dengan rincian sebanyak 354 orang jemaah. Asal Binjai 223 orang, Medan 131 orang dan ditambah 6 orang petugas haji, ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara dan Ketua PPIH Embarkasi Medan, DR. H. Zulkifli Sitorus, M.A
“Kloter 1 berangkat semua, tidak ada yang gagal berangkat. Kami sudah menyiapkan skema kedatangan hingga keberangkatan agar jemaah merasa nyaman sebelum menempuh perjalanan panjang,” kata Zulkifli.
Beliau memberikan penekanan khusus mengenai Kartu Nusuk yang menjadi inovasi utama tahun ini.
Belajar dari evaluasi tahun 2024 dan 2025, di mana banyak jemaah tidak mendapatkan kartu nusuk hingga pulang.
Tahun ini kartu identitas digital dan fisik tersebut dibagikan lebih awal, katanya

Pesan KH Akhyar kartu nusuk harus selalu dibawa jemaah haji, karena kartu tersebut merupakan identitas tunggal yang diakui pemerintah Arab Saudi untuk mengakses area-area ibadah.
“Kartu ini harus terus melekat di badan jemaah, kecuali saat mandi. Karena kartu ini adalah identitas resmi saat berada di Tanah Suci. Tanpanya , pergerakan jemaah di wilayah Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) akan sangat sulit,” ucapnya.

Peningkatan Pelayanan
Menurut Zulkifli Sitorus
Peningkatan layanan lain yang menonjol tahun ini adalah akses jemaah di Bandara Internasional Kualanamu.
Jika sebelumnya jemaah haji sering kali diberangkatkan melalui terminal kargo, tahun ini jemaah akan diperlakukan layaknya penumpang internasional reguler.
“Jemaah akan diberangkatkan dari Kualanamu, bukan dari terminal kargo lagi. Tahun ini langsung menuju Terminal Internasional Gate 12 melalui garbarata. Ini merupakan bentuk penghormatan dan upaya memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu Allah,” ujar Zulkifli.
Secara total, Sumatera Utara memberangkatkan 5.972 jemaah pada musim haji 2026. Jumlah ini sedikit mengalami penyesuaian dari data sebelumnya guna memastikan seluruh kuota terserap maksimal.

Harapan
Kami dari FK KBIHU berharap agar semua proses berjalan dengan baik. Kita semua ingin jemaah dapat beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci sehingga mampu mencapai predikat haji mabrur dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat,” tutur KH Akhyar.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles