muisumut.or.id-Deli Serdang, Bidang Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar program pembinaan masyarakat desa guna memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan mewujudkan suasana damai di wilayah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu, 25 Muharram 1445H / 12 Agustus 2023.Sebelumnya, kegiatan serupa telah berlangsung di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Sicanggang, Kabupaten Langkat pada tanggal 5 Agustus 2023.
Acara penutupan program tersebut turut dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang mewakili Bupati Langkat, serta Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Syaiful Abdi Siregar, SH, MA. Ketua MUI Kabupaten Langkat, Zulkifli Ahmadian, LC, juga hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Syaiful Abdi mewakili Bupati Langkat menyampaikan pentingnya keberlanjutan pembinaan di wilayah yang luas seperti Langkat.Pada Sabtu, 12 Agustus 2023, Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Provinsi Sumut juga menyelenggarakan program serupa di Kecamatan Pantai Labu Pekan.

Dalam upaya “Pembinaan Masyarakat Desa dengan Ukhuwah Islamiyah,” Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut menyatakan tujuan pembinaan ini adalah menciptakan suasana damai di Indonesia. Peserta sebanyak 40 orang diharapkan dapat menjadi agen perubahan di Desa Paluh Baji.Program pembinaan ini berlangsung selama dua bulan, mulai dari 17 Juni 2023 hingga 12 Agustus 2023, dengan total enam pertemuan.
Dr. Abdul Rahim, salah seorang koordinator program, berharap generasi muda, terutama pemuda dan pemudi, dapat menjadi pelopor dalam membangun dan membina masyarakat desa. Dia menegaskan bahwa upaya ini adalah untuk memastikan bahwa semangat kebangsaan dan kerukunan terus berlanjut hingga ke masa depan.Abdul Rahim menekankan pentingnya nilai-nilai kerukunan dan ukhuwah Islamiyah dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dr. H. Irwansyah, SHI, MH, membahas implementasi Ukhuwah Islamiyah di Sumut dari perspektif sosiologi dan hukum. Ia menjelaskan bahwa Ukhuwah Islamiyah merujuk pada persaudaraan dan kebersamaan dalam Islam yang berpotensi menciptakan masyarakat yang harmonis.
Selain itu, Dr. H. Muhammad Yafiz, M. Ag, membahas Islam sebagai doktrin pemikiran dan pengamalan. Ia menyajikan Islam sebagai sumber wahyu melalui Al-Qur’an dan Sunnah, serta sebagai pemikiran yang meliputi kalam Allah, filsafat, tasawuf, dan fiqh. Pada sisi lain, Islam juga diwujudkan sebagai pengamalan budaya dan peradaban.
Program ini juga menekankan komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan dan radikalisme, serta sikap yang akomodatif terhadap budaya lokal. Semua ini merupakan bagian dari visi Islam Rahmatan Lil Alamin, yang mengandung makna bahwa Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. (Yogo Tobing)






