muisumut.or.id-Serdang Bedagai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Serdang Bedagai, melalui Bidang/Komisi Pemuda dan Kaderisasi, telah sukses menyelenggarakan Dialog Interaktif Politik Perspektif Islam dan Kriteria Pemimpin Islam. Acara ini berlangsung di SMAN I Tebing Syahbandar pada hari Ahad (30 Juli 2023) dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Bupati Sergai H. Darma Wijaya, Waketum MUI Sergai, Kiyai Sunarto, S.Pdi, Bendahara MUI Sergai H. Abdul Malik, Camat Tebing Syahbandar, perwakilan dari Polsek, Kormil, MUI 5 kecamatan, SipisPis, Dolok Merawan, Bandar Khalifah, Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar, serta perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah, NA, IPM, GP Anshor, IPA, Pemuda Muslimim Sergai, Permais Sergai dan beberapa tokoh masyarakat Serdang Bedagai.
Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan MUI Sergai dan berharap acara semacam ini dapat rutin diadakan di setiap kecamatan. Ia juga mengakui pentingnya mendalami perspektif politik dalam Islam untuk mencari pemimpin yang berkualitas dan mampu mensejahterakan masyarakat.
Dalam dialog interaktif ini, hadir sebagai narasumber DR Faisal Riza, MA, yang menyampaikan makalah tentang Politik Islam, Sekularisme, dan Politik Islam Substansif. Sementara itu, Mukhlis MA menyampaikan materi tentang kriteria Pemimpin Islam, termasuk di dalamnya berpegang teguh kepada ajaran Agama Alloh SWT, bertanggung jawab, jujur, bersikap adil, tidak mencari jabatan, serta senantiasa mempermudah urusan orang lain dan menolak segala bentuk rasisme.
Salah satu peserta dalam acara itu mengajukan pertanyaan terkait boleh tidaknya membahas politik di masjid. DR Faisal Riza, MA, dengan tegas menjawab bahwa memang diizinkan untuk membicarakan politik di masjid, namun dengan catatan tidak digunakan untuk kampanye politik.
Acara dialog interaktif ini berlangsung dengan sukses, memberikan wawasan baru bagi peserta tentang perspektif politik dalam Islam dan kriteria pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan pemahaman politik berbasis nilai-nilai keislaman di masyarakat Serdang Bedagai. (Yogo Tobing)






