Medan, muisumut.or.id, 28 Februari 2026 — Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara kembali menggelar Pengajian Ramadhan yang disiarkan dari Studio Podcast Kewa MUI Sumut, Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan yang bertepatan dengan 10 Ramadhan 1447 H ini mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Ramadhan”.
Pengajian Ramadhan tersebut menghadirkan narasumber drg. Hj. Raudhatul Jannah, MKM, anggota KPRK MUI Sumut yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pasar Merah Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program dakwah edukatif KPRK MUI Sumut untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya terkait kesehatan keluarga selama menjalankan ibadah puasa.
Dalam pengantarnya, host Hamifah Harefa yang juga anggota KPRK MUI Sumut menyampaikan bahwa program bincang Ramadhan ini bertujuan menghadirkan kajian yang tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga memberikan wawasan praktis bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari selama bulan suci.
Penyebab Bau Mulut Saat Berpuasa
Dalam pemaparannya, drg. Raudhatul Jannah menjelaskan bahwa bau mulut saat berpuasa atau halitosis merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat dipahami secara medis.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah menurunnya produksi air liur (saliva) karena tidak adanya aktivitas makan dan minum selama sekitar 13–14 jam. Padahal, air liur memiliki fungsi penting sebagai pembersih alami rongga mulut, menghambat pertumbuhan kuman, serta menjaga keseimbangan tingkat keasaman (pH) di dalam mulut.
“Ketika mulut menjadi kering, bakteri lebih mudah berkembang dan inilah yang sering menimbulkan bau mulut saat berpuasa,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan beberapa faktor lain yang dapat memicu bau mulut, antara lain sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi setelah sahur serta gangguan kesehatan seperti naiknya asam lambung akibat kondisi perut kosong.
Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Ramadhan
Dalam kesempatan tersebut, drg. Raudhatul Jannah juga membagikan sejumlah tips praktis agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.
Ia menyarankan agar umat Islam menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah berbuka atau sebelum tidur pada malam hari, serta setelah sahur sebelum waktu subuh. Kebiasaan ini penting untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut.
Selain itu, ia juga menganjurkan untuk membersihkan lidah menggunakan pembersih lidah, menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi, serta berkumur menggunakan obat kumur atau bahan alami seperti air rebusan daun sirih atau air garam.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola konsumsi selama Ramadhan dengan meminum air putih minimal delapan gelas pada malam hari, memperbanyak makanan berserat seperti buah dan sayur, serta menghindari makanan beraroma tajam seperti petai, jengkol, dan bawang.
“Selain itu, hindari merokok karena merokok juga dapat memicu bau mulut,” tambahnya.
Persiapan Sebelum Ramadhan
Lebih lanjut, ia menyarankan agar masyarakat melakukan pemeriksaan gigi sebelum memasuki bulan Ramadhan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menangani berbagai masalah gigi seperti gigi berlubang, karang gigi, atau sisa akar gigi yang rusak yang dapat menjadi sumber bau mulut.
Menurutnya, menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya penting bagi kesehatan, tetapi juga bagian dari adab dalam Islam.
“Islam mengajarkan kita untuk tidak mengganggu orang lain, termasuk dengan bau badan atau bau mulut. Dengan napas yang segar, kita bisa berkomunikasi dengan lebih nyaman, bahkan tersenyum pun menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Memahami Hadis tentang Bau Mulut Orang Berpuasa
Dalam sesi dialog, host juga menyinggung sebuah hadis yang menyebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.
Menanggapi hal tersebut, drg. Raudhatul Jannah menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan kasih sayang dan penghargaan Allah kepada orang yang berpuasa, bukan berarti seseorang boleh mengabaikan kebersihan diri.
Menurutnya, dalam ajaran Islam justru sangat ditekankan pentingnya menjaga kebersihan, termasuk kebersihan mulut. Rasulullah ﷺ bahkan menganjurkan umatnya untuk bersiwak, karena selain membersihkan mulut juga mendatangkan keridaan Allah.
Etika Menasihati Teman
Ia juga menyinggung pentingnya etika dalam menasihati orang lain, termasuk ketika ingin mengingatkan seseorang yang memiliki masalah bau mulut.
“Dalam Islam kita dianjurkan untuk saling menasihati dalam kebaikan. Namun, cara menyampaikannya harus dengan kata-kata yang baik dan tidak mempermalukan orang tersebut di depan orang lain,” jelasnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Menutup pengajian Ramadhan tersebut, drg. Raudhatul Jannah juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda, khususnya Gen Z, yang saat ini sangat memperhatikan perawatan kulit atau skincare.
Ia mengingatkan bahwa merawat wajah memang penting, namun kesehatan gigi dan mulut juga merupakan bagian penting dari estetika wajah.
“Gigi adalah bagian dari wajah yang membentuk struktur estetika. Jika gigi tidak dirawat dengan baik, maka kecantikan wajah juga akan terpengaruh. Karena itu, perawatan gigi dan mulut merupakan satu kesatuan dengan perawatan wajah,” ungkapnya.
Kegiatan pengajian Ramadhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari menjaga kualitas ibadah selama bulan suci Ramadhan.
Dengan mulut yang sehat dan napas yang segar, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman serta menjaga kualitas komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.






