Sunday, March 22, 2026
spot_img

Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut Jalin Kerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumut untuk Perkuat Literasi Wakaf Produktif

Medan, muisumut.or.id – 21 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan pengembangan wakaf produktif di Sumatera Utara, Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan pertemuan kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan dan implementasi wakaf produktif, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Sumatera Utara, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BI Sumut, yaitu Fika Habbina (Manajer), Putra Rizki (Asisten Manajer), Diennissa Putriyanda (Staf) dan Ali Sakti HN serta dari P2WP MUI Sumut, termasuk Dr. Akmaluddin, Ali Suman Daulay, Mulyo Ponconiti, dan Fahri Roja Sitepu.

Meningkatkan Literasi Wakaf Produktif di Masyarakat

Dalam pertemuan ini, kedua pihak menekankan pentingnya literasi wakaf produktif bagi pengurus MUI di tingkat kabupaten/kota, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat umum. Kegiatan ini akan disampaikan dalam momen safari Ramadhan mendatang. Dengan pendekatan edukasi yang interaktif, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap potensi wakaf produktif dapat meningkat, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umat.

Direktur P2WP, Dr. Akmaluddin, menyatakan, “Wakaf produktif memiliki potensi besar dalam membangun ekonomi umat. Kami akan bekerjasama dengan BI untuk memperkuat literasi dan implementasi wakaf produktif agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.”

Dukungan Teknologi dalam Pengelolaan Wakaf

Sebagai bagian dari upaya digitalisasi ekonomi syariah, BI juga memperkenalkan aplikasi Satu Wakaf Indonesia. Platform digital ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi dalam wakaf secara transparan dan profesional. Aplikasi ini memungkinkan donatur untuk menyalurkan wakaf dengan mudah serta memantau pengelolaannya secara real-time, sehingga memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas dana wakaf.

Ali Sakti Nasution, perwakilan BI Sumut, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem wakaf yang modern dan inklusif. “Dengan adanya platform digital dan sinergi dengan berbagai pihak, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami dan turut serta dalam wakaf produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ungkapnya.

Mendorong Sinergi dan Kolaborasi

Selain fokus pada edukasi dan digitalisasi, BI dan P2WP juga berkomitmen untuk menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan syariah dan akademisi, guna memperkuat ekosistem wakaf produktif. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai program wakaf yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pengelolaan wakaf untuk sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan.

Dengan pertemuan ini, BI dan P2WP MUI Sumut berharap literasi dan partisipasi masyarakat dalam wakaf produktif semakin meningkat. Sinergi yang kuat antara berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pengembangan sektor wakaf yang lebih produktif serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles