Medan, muisumut.or.id 25 Februari 2025 – Santri Rumah Tahfiz As-Sakinah mengadakan studi banding ke Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) dan Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan santri dalam bidang keilmuan Islam serta kewirausahaan berbasis wakaf.
PTKU MUI Sumut dikenal sebagai lembaga yang mencetak kader ulama dengan fokus pada penguasaan kitab kuning. Berbeda dengan Rumah Tahfiz As-Sakinah yang menitikberatkan pada hafalan Al-Qur’an, PTKU menyiapkan santri untuk menjadi ahli agama, pengamal, dan penjaga nilai-nilai Islam. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan santri di PTKU sepenuhnya ditanggung oleh MUI Sumut.
Sementara itu, P2WP hadir sebagai laboratorium kewirausahaan bagi santri PTKU. Sekretaris P2WP, Muhammed Mulyo Ponconiti, menjelaskan bahwa lembaga ini didirikan untuk mengubah paradigma bahwa ulama hanya bisa berceramah. “Alhamdulillah, P2WP telah berkembang ke berbagai bidang bisnis, seperti urban farm, jurnal, podcast, Halalmart, dan Kedai Wakaf,” ungkapnya.
Ustadz Imran, pengawas Rumah Tahfiz As-Sakinah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar santri dapat melihat dan belajar langsung terkait bisnis serta manajemennya. “Kami ingin mereka tidak hanya memahami teori dari kurikulum, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang bisa dikolaborasikan dengan pembelajaran di rumah tahfiz,” ujarnya.
Salah satu peserta, Syihab, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kegiatan ini sangat positif, kami mendapatkan banyak ilmu baru, khususnya mengenai urban farming yang dikembangkan oleh MUI Sumut,” katanya.
Menanggapi kegiatan ini, Ustadz Alfi Syahri Dalimunte, S.Pd., selaku pengasuh PTKU MUI Sumut, menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan agama dan kewirausahaan bagi generasi santri. “Santri harus dibekali dengan wawasan yang luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga keterampilan lain yang dapat menunjang kemandirian mereka di masa depan. Studi banding seperti ini menjadi langkah yang baik untuk membuka wawasan mereka terhadap realitas dunia kerja dan bisnis,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Tata Usaha (KTU) MUI Sumut, Ustadz Muhammad Puadi Harahap, M.Pd., Sekretaris P2WP Muhammed Mulyo Ponconiti, S.Pd., serta Manager Urban Farm, Aidil Harbi Ritonga, S.H. MUI Sumut berharap kolaborasi antara pendidikan keagamaan dan wirausaha ini dapat terus berkembang, sehingga melahirkan generasi ulama yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi.






