Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Safari Ramadan P2WP MUI Sumut di Siantar: Komitmen Menjadi Kota Wakaf Produktif

Pematangsiantar, muisumut.or.id | 11 Maret 2025 – Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali menggelar Safari Ramadan 1446 H dengan fokus pada penguatan gerakan wakaf produktif. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor MUI Kota Pematangsiantar dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum MUI Kota Pematangsiantar, Drs. H.M. Ali Lubis, Sekretaris Umum H. Ahmad Ridwansyah Putra, serta unsur Dewan Pimpinan dan Ketua MUI Kecamatan se-Pematangsiantar. Turut hadir Deputi Gubernur Bank Indonesia Pematangsiantar, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag), perwakilan Badan Wakaf Indonesia, serta ormas Islam lainnya.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Wakaf Produktif

Pematangsiantar menjadi kota ketiga dari lima kota yang dikunjungi dalam Safari Ramadan P2WP MUI Sumut tahun ini. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum strategis untuk membahas peran wakaf produktif dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Direktur P2WP MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum. didampingi Tim P2WP Rsutam MA, Fahri Roja, Ari Syahputra serta Syahrul, Akmal menegaskan bahwa wakaf produktif bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi ekonomi bagi umat.

“Wakaf bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga solusi ekonomi bagi umat. Dengan pengelolaan yang profesional, wakaf dapat menjadi sumber daya ekonomi yang mampu mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan wakaf produktif harus didukung dengan regulasi yang kuat serta sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan sektor keuangan syariah.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Dalam sesi sambutan, Muqarabin, Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif MUI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ekonomi syariah dan wakaf produktif.

“Kami dari BI menyambut baik kegiatan ini dan siap mendukung MUI dalam mendorong wakaf produktif. Kami juga akan berkolaborasi untuk mereplikasi serta memodifikasi konsep ini agar lebih optimal dalam penerapannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar, Al Ahyu, M.A., menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung gerakan wakaf produktif.

“Kami siap berkolaborasi untuk menjadikan Kota Pematangsiantar sebagai kota wakaf yang berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Al Ahyu.

Diskusi dalam forum ini mengungkap beberapa tantangan utama dalam pengembangan wakaf produktif di Kota Pematangsiantar, antara lain kurangnya literasi masyarakat tentang wakaf produktif, isu trust (kepercayaan), serta pentingnya tata kelola yang transparan dan profesional.

MUI Pematangsiantar Siap Bentuk Lembaga Wakaf

Sebagai langkah konkret, Ketua Umum MUI Kota Pematangsiantar, Muhammad Ali Lubis, menyatakan kesiapan MUI untuk membentuk Lembaga Wakaf guna mendukung pengelolaan wakaf yang lebih produktif dan terstruktur.

“Kami akan segera membentuk lembaga khusus untuk wakaf produktif agar dapat dikelola secara lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.

Safari Ramadan ini diharapkan dapat menjadi momentum dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya wakaf produktif sebagai instrumen penguatan ekonomi umat. Dengan kolaborasi yang erat antara MUI, pemerintah, perbankan syariah, serta masyarakat, Kota Pematangsiantar diharapkan dapat menjadi salah satu model kota wakaf produktif di Sumatera Utara.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles