muisumut.or.id-Medan, Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh KoranMedan.Online pada Sabtu, 19 Agustus 2023, terungkap bahwa Dr. Muhammad Sontang Sihotang S.Si, M.Si diduga telah memberikan pernyataan salah setelah mengikuti Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara. Dalam laporan tersebut, Sontang menyarankan agar MUI Sumut lebih memusatkan perhatian pada langkah-langkah mencegah tindak kriminal, seperti perbuatan begal dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), daripada meneliti/mendalami atau memahami aliran Tarekat.

Prof. Fachruddin Azmi, selaku Ketua Bidang Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Sumut, memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Ia menjelaskan bahwa MUI Sumut memiliki 12 Komisi, salah satunya Komisi Penelitian dan Pengkajian yang bertugas untuk melakukan penelitian dan pengkajian terhadap berbagai aspek, termasuk tarekat-tarekat yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Prof. Dr. Fachruddin Azmi menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara pernyataan yang diberikan oleh Dr. Muhammad Sontang Sihotang dengan tema utama FGD, yaitu “Perkembangan Tarekat di Sumatera Utara”. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut dilontarkan dalam konteks yang berbeda, mengindikasikan kurangnya pemahaman Sontang terhadap esensi FGD yang tengah berlangsung.
Lebih lanjut, Prof. Fachruddin menjelaskan bahwa Sontang sebenarnya tidak termasuk dalam daftar undangan resmi untuk menghadiri FGD MUI Sumut. Namun, Sontang memohon kepada panitia registrasi untuk diizinkan bergabung mengikuti acara tersebut. Penting untuk dicatat bahwa kehadiran Sontang dalam FGD bukanlah dalam kapasitas sebagai pembicara atau narasumber.
Di samping itu, Prof. Fachruddin menyayangkan penyebaran berita tersebut karena dapat mengarah pada pemahaman yang keliru di kalangan masyarakat. Hal ini berpotensi merugikan nama baik MUI Sumut. “Pernyataan yang diulas dalam berita tersebut tidak relevan dengan fokus FGD kami, yang telah ditentukan sebelumnya,” tegas Prof. Fachruddin. Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bersikap kritis dan bijaksana dalam menilai informasi yang mereka terima, guna menghindari pengaruh dari berita yang mungkin memiliki agenda tertentu. (Yogo Tobing)






