Medan, muisumut.or.id., Senin, 29 Desember 2026 — Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Aceh Tamiang. Pelepasan tim bantuan dilakukan pagi ini, Senin (29/12), sekitar pukul 09.15 WIB dari Kantor MUI Sumatera Utara.
Tim bantuan LPPOM MUI Sumut dipimpin langsung oleh Direktur LPPOM MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Ir. H. Basyaruddin, M.Si. Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian berkelanjutan MUI Sumut terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah.
Pengiriman bantuan ke Aceh Tamiang tersebut menegaskan bahwa MUI Sumut secara kelembagaan telah berulang kali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terdampak bencana, baik di Sumatera Utara maupun provinsi tetangga. Melalui koordinasi lintas bidang dan lembaga, MUI Sumut konsisten hadir tidak hanya melalui seruan moral dan doa, tetapi juga aksi nyata di lapangan
Prof. Basyaruddin menyampaikan bahwa kehadiran langsung tim LPPOM diharapkan dapat memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa nilai kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran ulama dan lembaga keumatan.
“Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari komitmen MUI Sumatera Utara dan LPPOM untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana. Ini adalah tanggung jawab sosial dan keumatan yang harus dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Direktur LPPOM MUI Sumut, Prof. Dr. H. Ir. H. Basyaruddin, M.Si
Selain menjalankan tugas kemanusiaan, Prof. Basyaruddin juga baru saja terpilih sebagai Ketua Bidang Halal MUI Provinsi Sumatera Utara dalam kepengurusan hasil MUSDA X MUI Sumut. Amanah tersebut semakin menguatkan peran strategis beliau dalam mengembangkan ekosistem halal sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
MUI Sumut berharap bantuan yang diberangkatkan dapat membantu meringankan beban warga Aceh Tamiang serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi musibah dengan semangat kebersamaan dan solidaritas umat






