Monday, March 30, 2026
spot_img

Halal Bihalal MUI Sumut Bahas Penguatan Kemandirian Lembaga

Medan, muisumut.or.id., Senin 30 Maret 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam suasana penuh keakraban di bulan Syawal 1447 H. Momentum silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas langkah-langkah strategis menuju kemandirian organisasi, khususnya dalam bidang keuangan dan penguatan lembaga-lembaga penunjang di lingkungan MUI Sumut.

Kegiatan Halal Bihalal ini dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, di Aula MUI Sumatera Utara, Jalan Majelis Ulama/Automotive Ujung No. 3 Medan, dan dihadiri oleh Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, para Ketua Komisi, Lembaga, serta Badan di lingkungan MUI Sumatera Utara.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh pengurus dan undangan yang hadir.

“Selamat Hari Raya Idulfitri, taqabbalallahu minna wa minkum, semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Dalam suasana kekeluargaan di bulan Syawal tersebut, Buya Maratua juga menyampaikan amanah dari hasil Mukernas MUI yang menekankan pentingnya kemandirian organisasi. Menurutnya, MUI Sumut telah mulai mengambil langkah-langkah konkret dengan membentuk sejumlah bidang dan lembaga strategis.

Beberapa di antaranya adalah Bidang Keuangan, lembaga filantropi melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Lembaga Ekonomi, Lembaga Wakaf, serta Lembaga Amal Usaha Syariah.

“Ini merupakan momentum bagi kita untuk menuju kemandirian. Dengan penguatan lembaga-lembaga ini, kita berharap MUI dapat menjalankan berbagai program keumatan dengan lebih optimal,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumut, Prof. Hasballah Thaib, LC, MA, menegaskan bahwa MUI memiliki posisi strategis sebagai rumah besar umat Islam.

“Rumah umat Islam memang banyak, tetapi rumah besar umat hanya MUI. Saat ini MUI menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak perlu khawatir, laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanun. Saya yakin jika pada masa kepemimpinan sebelumnya kita mampu berbuat banyak, maka pada masa sekarang pun kita dapat melakukan hal yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus bersama-sama mendukung kepemimpinan Ketua Umum dalam memperkuat peran MUI di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Prof. Hasan Bakti Nasution juga menyampaikan ucapan minal ‘aidin wal faizin kepada seluruh pengurus. Ia menegaskan bahwa gagasan kemandirian yang disampaikan oleh Ketua Umum merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran pengurus.

“Ada saat kita berpikir, ada saat kita bertindak. Dengan jumlah pengurus yang mencapai lebih dari 500 orang, ini merupakan potensi besar. Jika kita bersama-sama, insya Allah tidak ada yang sulit,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Sulidar, MA menekankan bahwa semangat kemandirian perlu terus dibangun, namun dukungan dari pemerintah daerah melalui APBD tetap merupakan hak masyarakat yang juga harus diperjuangkan.

“APBD itu adalah hak rakyat. Ulama harus tetap tegak dalam memperjuangkan kepentingan umat,” ujarnya.

Dari unsur lembaga, Marasamin Ritonga, SH, MH, yang mewakili Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LADUI), menyampaikan kesiapan lembaganya untuk mengabdi dan bekerja secara maksimal dalam mendukung program-program MUI Sumut.

“Kami siap mengabdi dan bekerja semaksimal mungkin. Terkait pendanaan MUI, itu memang merupakan hak kita. Yang penting kita bersama-sama menjaga niat agar MUI dapat berjalan dengan baik dan mandiri,” katanya.

Ia juga menyampaikan pentingnya adanya tokoh-tokoh yang terus mengingatkan dan memperkuat dukungan terhadap MUI, termasuk melalui komunikasi dengan berbagai pihak.

Hal senada juga disampaikan oleh Dra. Hj. Rusmini, MA dari Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK). Ia menegaskan bahwa pihaknya siap berjuang dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan untuk mendukung kemajuan dan kemandirian MUI.

“Kami di KPRK akan berusaha semampunya untuk berjuang dan berkontribusi demi kemajuan MUI,” ujarnya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, sejumlah peserta juga mengusulkan berbagai gagasan untuk memperkuat kemandirian MUI, di antaranya dengan mengelola berbagai potensi ekonomi umat secara profesional, termasuk kemungkinan investasi melalui kepemilikan saham pada sektor-sektor yang halal dan produktif.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, MUI Sumut berharap semangat kebersamaan dan ukhuwah dapat semakin memperkuat langkah organisasi menuju kemandirian serta meningkatkan kontribusi bagi umat dan masyarakat luas.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles