Medan, muisumut.or.id – Rabu, 22 April 2026 – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dikukuhkannya sembilan pengurusnya sebagai Guru Besar di UIN Sumatera Utara Medan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat integrasi antara keilmuan akademik dan otoritas keagamaan di Sumatera Utara.
Adapun sembilan pengurus yang dikukuhkan sebagai Guru Besar tersebut adalah:
Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.Ag (Sekretaris Umum)
Prof. Dr. Arifinsyah, M.Ag (Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah)
Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag (Ketua Komisi KAUB)
Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag (Ketua Komisi Seni Budaya)
Prof. Dr. Sudirman Suparmin, Lc., M.A (Wakil Ketua Komisi Fatwa)
Prof. Dr. Sahkholid Nasution, M.Ag (Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian)
Prof. Dr. Sahrul, M.Ag (Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian)
Prof. Dr. Hasrat Effendi Samosir, M.Ag (Wakil Ketua LUUJI)
Prof. Dr. Salamudin, M.A (Anggota Komisi Halal)
Pengukuhan ini dinilai sebagai capaian strategis dalam memperkuat posisi ulama tidak hanya sebagai pembimbing umat, tetapi juga sebagai pengembang ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai Islam.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut.
Menurutnya, pengukuhan para pengurus MUI sebagai Guru Besar merupakan bukti nyata bahwa ulama memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus dalam membangun peradaban umat.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas dikukuhkannya para pengurus MUI Sumatera Utara sebagai Guru Besar. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan ulama di dunia akademik akan semakin memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, Dr. Maratua berharap para Guru Besar yang baru dikukuhkan dapat menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan pemikiran Islam yang moderat, solutif, dan kontekstual.
“Semoga amanah ini membawa keberkahan dan menjadi cahaya ilmu bagi umat, serta mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis dalam membangun peradaban Islam yang unggul,” tambahnya.
Pengukuhan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi intelektual Muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual.





