muisumut.or.id., Makkah Al-Mukarramah, 13 Mei 2026 — Jamaah haji asal Embarkasi Kualanamu (KNO) Sumatera Utara menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Di tengah suasana spiritual tersebut, sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara juga turut menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah pada musim haji 1447 H/2026 M.
Adapun pimpinan MUI Sumut yang saat ini berada di Tanah Suci di antaranya Drs. Sotar Nasution, M.HB selaku Bendahara Umum MUI Sumut, Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., MA selaku Sekretaris MUI Sumut, Dr. Nasir Karim, LC, MA Ketua MUI Sumut serta K. H. Akhyar Nasution selaku Ketua MUI Sumut.
Total jamaah haji dari Embarkasi KNO Sumatera Utara tahun ini berjumlah 17 kloter. Sebanyak 13 kloter tergabung dalam gelombang pertama dengan rute menuju Madinah Al-Munawwarah terlebih dahulu sebelum ke Makkah Al-Mukarramah, sementara kloter 14 hingga 17 tergabung dalam gelombang kedua yang langsung menuju Makkah sebelum nantinya melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Dr. Tohir Ritonga yang juga bertugas sebagai Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter 15 asal Kabupaten Deli Serdang menyampaikan bahwa secara umum jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah seluruh jamaah menjalankan ibadah dengan aman dan tertib. Koordinasi petugas berjalan baik dan seluruh unsur pelayanan bekerja secara intensif dan terintegrasi,” ujarnya dari Makkah, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kelancaran pelaksanaan ibadah tidak terlepas dari kerja sama seluruh petugas haji, mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, tenaga kesehatan, hingga Petugas Haji Daerah (PHD) yang terus mendampingi jamaah.
Dalam kesehariannya, jamaah melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di mushalla hotel maupun masjid sekitar tempat penginapan. Sebagian jamaah juga melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dengan memanfaatkan layanan bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam.
Namun petugas kloter tetap mengimbau jamaah agar tidak memaksakan diri untuk setiap waktu shalat pergi ke Masjidil Haram, terutama pada siang hari. Hal ini mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem di Kota Makkah yang berkisar antara 40 hingga 42 derajat Celsius dan diperkirakan dapat mencapai 45 derajat Celsius pada waktu tertentu.
Meski demikian, semangat ibadah jamaah tetap tinggi. Jamaah memanfaatkan momentum berada di Tanah Haram untuk memperbanyak amal ibadah, mulai dari shalat sunnah rawatib, dhuha, tahajud, witir, tasbih, hingga memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan zikir.
Seluruh jamaah juga telah melaksanakan umrah wajib. Sementara jamaah yang kondisi kesehatannya baik turut melaksanakan umrah sunnah, khususnya pada waktu tengah malam atau menjelang subuh ketika suhu udara lebih bersahabat bagi jamaah Indonesia.
Selain itu, pembimbing ibadah secara rutin memberikan tausiah dan motivasi keagamaan guna menjaga kualitas spiritual jamaah. Bimbingan juga dilakukan secara daring untuk memudahkan penyampaian informasi kepada jamaah. Berbagai media edukasi dan motivasi ibadah turut disiapkan agar jamaah semakin semangat dalam meraih haji mabrur dan sa’i yang masykur.
Keberadaan para pimpinan MUI Sumut di Tanah Suci juga menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan doa bersama bagi keberkahan umat, daerah, dan bangsa. Mereka turut mendoakan agar seluruh jamaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan keselamatan hingga kembali ke tanah air.
Laporan ini disampaikan dari Makkah Al-Mukarramah, Rabu 13 Mei 2026 M bertepatan dengan 25 Dzulqa’dah 1447 H.





