Wednesday, April 29, 2026
spot_img

JULEHA: Garda Depan Kehalalan Daging dan Penguatan Ekosistem Halal di Sumatera Utara

Lubuk Pakam, muisumut.or.id., 23 April 2026 — Komitmen memperkuat ekosistem halal di Sumatera Utara kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang merupakan hasil kolaborasi antara LPPOM MUI Sumatera Utara, Bank Indonesia Perwakilan Medan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjamin kehalalan produk daging di tengah masyarakat.

Halal: Dari Kewajiban Syariat Menuju Standar Global

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Basyaruddin menegaskan bahwa kebutuhan terhadap produk halal kini telah berkembang melampaui kewajiban religius dan menjadi standar global dalam industri pangan serta ekonomi syariah.

Mengacu pada Al-Qur’an, beliau menegaskan larangan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi dalam QS. Al-Maidah: 3, serta perintah mengonsumsi yang halal dan thayyib dalam QS. Al-Baqarah: 168.
“Penyembelihan bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi merupakan ibadah yang mencakup dimensi syariat, etika, kesehatan, dan kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran JULEHA menjadi titik krusial dalam menjamin kehalalan rantai produksi daging.

Pelatihan JULEHA: Membangun SDM Halal yang Kompeten

Pelatihan ini dirancang secara sistematis untuk melahirkan tenaga JULEHA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga integritas dan kesadaran syariah yang kuat.

Tiga capaian utama pelatihan ini meliputi:

  • Kompetensi Syariah, memahami hukum dan tata cara penyembelihan sesuai Al-Qur’an dan Hadits
  • Kompetensi Teknis, menguasai teknik penyembelihan halal, higienis, serta memenuhi prinsip kesejahteraan hewan
  • Kompetensi Profesional, menjunjung integritas, bekerja sesuai SOP, serta mampu terlibat dalam sistem jaminan halal dan ketertelusuran produk

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa profesi JULEHA telah bertransformasi menjadi profesi strategis berbasis standar nasional (SKKNI), bukan sekadar pekerjaan tradisional.

    Sinergi LPPOM MUI dan Bank Indonesia: Menguatkan Ekonomi Syariah

    Perwakilan Bank Indonesia Medan, Fika Habbina, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membentuk “serdadu halal” yang akan menjaga integritas industri halal ke depan.

    Sinergi ini memberikan dampak strategis, antara lain:

    • Mendorong integrasi industri halal dari hulu ke hilir
    • Membuka peluang ekonomi umat
    • Meningkatkan standarisasi profesi JULEHA
    • Mendukung visi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia

      Peran Strategis Daerah dan MUI                            Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution, menegaskan bahwa penyembelihan merupakan titik kritis dalam penentuan kehalalan daging, sehingga kehadiran JULEHA bersertifikat menjadi sangat penting.

    • Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, mengingatkan prinsip dasar dalam Islam:
      “Halal itu jelas dan haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat.”

      Ia menegaskan peran MUI sebagai Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah) dan Himayatul Ummah (pelindung umat) dalam memastikan kejelasan batas halal dan haram, termasuk dalam konsumsi daging.

    • Dari Pelatihan Menuju Gerakan Halal Berkelanjutan

      Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada penciptaan tenaga kerja, tetapi juga membangun gerakan halal berbasis masyarakat. Ke depan, program ini diharapkan mampu:

      • Melahirkan JULEHA profesional dan berdaya saing
      • Membentuk jaringan JULEHA di seluruh Sumatera Utara
      • Meningkatkan jaminan kehalalan produk daging
      • Memperkuat kolaborasi lintas sektor

      Para peserta juga diharapkan menjadi duta halal (halal ambassador) yang menyebarkan kesadaran halal di tengah masyarakat

    • Penutup: Halal sebagai Pilar Peradaban Ekonomi Umat

      Pelatihan JULEHA ini menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi syariah tidak hanya berbasis kebijakan, tetapi juga bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.

      Melalui sinergi antara Majelis Ulama Indonesia, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia, Indonesia semakin mendekati visinya sebagai pusat industri halal global.

      Pada akhirnya, kehalalan tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga kepercayaan, kesehatan, etika, serta keberlanjutan peradaban umat

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles