Monday, May 25, 2026
spot_img

Ketua FK KBIHU Sumut Dipercaya Menjadi Imam dan Khatib Wukuf Arafah Kloter 17 KNO

Medan, muisumut.or.id., 25 Mei  2026 — Ketua Perkumpulan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Sumatera Utara (FK KBIHU SU), KH Akhyar Nasution, dipercaya menjadi imam dan khatib pada pelaksanaan Wukuf Arafah bagi jamaah Kloter 17 KNO asal Kota Medan dan sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, Selasa, 26 Mei 2026 bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1447 H.

Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat petugas kloter yang dipimpin Ketua Kloter, Dr. H. Muhammad David Saragih, S.Ag., M.M., yang saat ini menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tebing Tinggi, bersama Pembimbing Ibadah (Bimbad) H. Sumarno, S.Ag., M.M.

KH Akhyar Nasution yang juga menjabat Ketua Bidang Keuangan dan Filantropi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara dinilai memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman yang mumpuni dalam membimbing jamaah haji, khususnya pada momentum puncak ibadah haji di Padang Arafah.

Selain aktif di organisasi FK KBIHU Sumut, KH Akhyar Nasution juga dikenal sebagai pimpinan KBIHU Dhuyufur Rahman Kota Medan yang selama ini aktif melakukan pembinaan dan pendampingan jamaah haji dan umrah.

Dalam keterangannya bersama Bendahara Umum MUI Sumatera Utara, Drs. H. Sotar Nasution, M.HB., KH Akhyar Nasution menjelaskan bahwa wukuf di Padang Arafah merupakan salah satu momentum spiritual terbesar dalam ibadah haji.

Menurutnya, wukuf menjadi kesempatan agung bagi jamaah untuk memperbanyak taubat, memohon ampunan dosa, serta berharap pembebasan dari api neraka.

“Di tempat inilah Allah SWT mengabulkan doa-doa terbaik dan membanggakan hamba-hamba-Nya yang berkumpul dalam keadaan hina, merendahkan diri, dan penuh harap kepada-Nya,” ujarnya.

Ia juga menguraikan sejumlah hikmah penting dari pelaksanaan wukuf di Arafah. Di antaranya adalah sebagai refleksi Padang Mahsyar, di mana seluruh manusia berkumpul tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan.

“Wukuf mengajarkan bahwa semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya,” katanya.

Selain itu, momentum wukuf juga menjadi sarana makrifat atau kesadaran diri. Jamaah diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi untuk merenungi hakikat penciptaan, menyadari kelemahan diri, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KH Akhyar Nasution menambahkan, Hari Arafah juga memiliki makna penting dalam sejarah Islam, yakni sebagai momentum turunnya wahyu terakhir Surah Al-Ma’idah ayat 3 yang menandai kesempurnaan agama Islam.

Karena itu, ia berharap seluruh jamaah haji dapat memanfaatkan momentum wukuf dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat mulia tersebut.

“Semoga seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur dan mendapatkan limpahan rahmat serta ampunan Allah SWT,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles