muisumut.or.id., Masjid Alharam artiya Mesjid yang mulia. Mesjid ini berada di kota suci Makkah Almukarrah dalam wilayah Kerajaan Arab Saudi (KSA).
Pertama sekali dibangun oleh dua Nabi yang mulia, ayah dan anak, yakni Nabi Ibrahim dan Ismail as., atas perintah Allah Swt.
Mesjid inilah yang pertama sekali dibangun sepanjang sejarah peradaban Islam. Setelah empat puluh tahun Masjid Alharam dibangun barulah dibangun Masjid Alaqsha.
Kiblat umat Islam pertama sekali adalah menghadap Masjid Alaqsha, setelah 16 bulan maka turunlah perintah Allah Swt. agar Nabi Saw. berpaling menghadap Ka’bah. Ini menjadi ketetapan sampai hari kiamat tiba.
Diakhir zaman Dajjal akan memasuki semua kota untuk mengajak penduduknya mengakui ia sebagai tuhan, hanya kota Makkah Almukarramah dan Madinah Almunawwarah yang tidak bisa ia masuki karena Allah perintahkan Malaikat-Malaikat untuk menjaga dua kota suci tersebut.
Siapa yang masuk ke kota suci Makkah Almukarramah maka ia akan aman dan tenang serta nyaman.
Ada benda-benda dan tempat bersejarah yang terkenal di dalam Masjid Alharam dan sering dikunjungi jamaah umrah atau haji adalah:
1. Ka’bah
Ka’bah adalah bangunan dengan bahan batu-batu persegi empat yang dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as. atas perintah Allah Swt.
Selalu dipakaikan kain penutup Ka’bah (kiswah), yang sulaman kaligrafinya berbahan emas. Setiap tahun diganti, negara-negara Islam berlomba dalam berfartisifasi menyiapkan kiswahnya.
Ka’bah adalah pusat arah menghadap ibadah umat Islam dan ia merupakan kiblat seluruh muslim.
Diatas Ka’bah di atas langit yang ke tujuh letak Baitul Ma’mur, tempat thawafnya Malaikat dan setiap hari tujuh puluh ribu Malaikat masuk ke dalamnya untuk beribadah dan tidak keluar lagi sampai hari kiamat.
Jika manusia thawaf di bumi mengelilingi Ka’bah, maka Malaikat di langit thawaf mengelilingi Bait Alma’mur.
Thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dengan mengirikan Ka’bah menjadi diantara rukun haji dan umrah.
Ka’bah adalah simbol pemersatu umat muslim di dunia, karena dalam ibadah semua menghadap kepadanya.
Orang yang shalat di dalam Ka’bah boleh menghadap ke arah mana saja karena dia sudah berada di dalam kiblat.
Makhruh shalat di atas Ka’bah karena terkait pelanggaran pemuliaan kepada Ka’bah.
Ummat Islam tidak menyembah Ka’bah tetapi menyembah pemilik Ka’bah, yakni Allah Swt.
Lokasinya di dalam area Masjid Alharam di bagian tengah.
2. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah tempat pijakan kaki Nabi Ibrahim as. saat membangun Ka’bah bersama anaknya Nabi Isma’il as. Lokasinya dekat dengan pintu Ka’bah, namun karena semakin bertambah banyak orang yang thawaf dan menghalangi jalan ketika thawaf maka dipindahkan dari posisi awal ke belakang sekitar ± 7 meter.
Sunnah shalat dua rakaat setelah thawaf dibelakang maqam Ibrahim atau setentang, dengan membaca surah Alkafirun pada rakaat yang pertama dan surah Alikhlas pada rakaat yang kedua, setelah membaca surah Alfatihah.
Dalam riwayat, batu yang diinjak Nabi Ibrahim as. akan meninggi jika Nabi Ibrahim akan meletakkan batu ke atas dan akan menurun ketika Nabi Ibrahim as. mengambil batu yang disodorkan Nabi Ismail as. dari bawah. Ini semua terjadi atas kuasa Allah Swt.
3. Hajar Aswad
Hajar Aswad artinya batu hitam. Batu ini berasal dari surga dan pada hari kiamat nanti dia dikembali ke surga. Pada hari kiamat dia akan melapor kepada Allah Swt. siapa saja yang pernah menciumnya di dunia.
Batu ini berwarna hitam, menurut riwayat dahulu warnanya putih lalu berubah menjadi hitam akibat dosa-dosa manusia.
Bentuknya terpecah jadi beberapa batu kecil.
Dalam setiap memulai thawaf sunnah menciumnya jika tidak memungkin maka sunnah melambainya tiga kali dan mengecup telapak tangan sebanyak tiga kali.
Menciumnya, tidak wajib maka tidak dianjurkan menciumnya jika takut bahaya atau membahayakan orang lain karena berdesakan.
Umar bin Khatthab ra. pernah mengatakan: Wahai batu! Kalau bukan karena aku melihat Rasul menciummu maka aku tidak akan menciummu.
Ini artinya batu itu adalah makhluk, tidak boleh dinyakini memberi manfaat dan mudharat, karena yang mendatangkan manfaat dan menolak mudharat hanya Allah Swt.
Tidak boleh menzalimi orang lain untuk dapat menciumnya.
Posisinya persis disatu sudut Ka’bah dan manjadi start awal memulai thawaf.
4. Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah tempat dahulu Nabi Ismail as. waktu masih bayi diletakkan Siti Hajar ketika ingin mencari air, yang pada akhirnya air memancar dengan deras dari tanah yang dihentakkan Ismail as. dengan menggunakan kakinya.
Diatas Ka’bah persis diatas Hijir Ismail dibuat pancuran yang terbuat dari emas. Jika turun hujan maka airnya akan memenuhi ruang Hijir Ismail. Biasanya jamaah haji dan umrah akan berebut untuk mendapatkan airnya yang turun dari pancuran tersebut, untuk mengambil barokah.
Siapa yang shalat di dalam Hijir Ismail maka seperti shalat di dalam Ka’bah.
Lokasinya rukun Syami (sudut barat laut) dan rukun Iraqi (sudut timur laut). Area ini dibatasi oleh dinding setengah lingkaran yang dikenal dengan nama Alhathim.
5. Bukit Safa dan Marwah
Dua bukit ini dekat dengan Ka’bah, sejajar dengan Hajarul Aswad. Di bukit Shafa inilah Siti Hajar naik untuk melihat letak air karena Nabi Ismail as. kehausan. Setelah naik teryata Siti Hajar tidak melihat ada air lalu ia berlari ke bukit yang tidak terlaluh jauh dari Ka’bah, namanya Marwah. Namun sudah tujuh kali ia berlari dari bukit Shafa menuju Marwah namun air tidak juga ditemukan, yang akhirnya ia melihat dari bukit Marwa air memancar dengan deras dari tanah yang diinjak Nabi Ismail as.
Allah Swt. kuasa menurunkan hujan atau mengeluarkan air dari dari batu seketika Nabi Ismail as. yang masih bayi menangis kehausan, namun Allah Swt. ingin mengajarkan kepada manusia harus berusaha dalam mendapatkan sesuatu dan menjalani kehidupan di dunia ini. Manusia disuruh berusaha dengan maksimal, profesional dan optimis namun wajib diyakini hasil dari usaha itu hanya dari Allah Swt. mewujudkan.
Bukit Shafa dan Marwah menjadi saksi usaha seorang ibu dalam menjaga kebutuhan buah hatinya dan usaha yang maksimal dalam mendapatkan reziki dari Allah Swt.
Dua bukit ini berada di dalam Masjid Alharam, menjadi tempai sa’i bagi jamaah haji dan umah sebanyak tujuh kali, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marham. Ini menjadi rukun dalam ibadah haji dam umrah.
6. Air Zamzam
Air zamzam adalah air yang memancar akibat hentakan kaki Nabi Isma’il as. ketika masih bayi, yang diletakkan Ibunda Siti Hajar dekat Ka’bah karena ingin mencari air ke bukit Shafa dan Marwah.
Air zamzam adalah air yang paling mulia di muka bumi ini, sesudah air yang pernah mengalir dari celah jari-jari Nabi Saw. Kejadian ini paling masyhur terjadi saat Perang Hudaibiyah (sering disebut juga sebagai peristiwa Bai’atur Ridwan), dimana pasukan muslim mengalami krisis air yang parah.
Selain di Perang Hudaibiyah, mukjizat serupa juga pernah terjadi dalam beberapa kesempatan lain di luar perang, seperti saat peristiwa Perang Tabuk dan perjalanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan minum serta wudhu para Sahabat.
Air zamzam salah satu kuasa Allah Swt., airnya seteril tidak perlu dimasak lagi agar bisa diminum. Oleh karena itu minum air zamzan boleh duduk dan berdiri, karena aman dar kuman dan bakteri.
Berdasarkan hadis Nabi Saw. bahwa fadhilah air zamzam sesuai dengan niat orang yang minum.
Lokasi air mata sumur Zamzam berada di bawah Ka’bah.
Tahun 2003 saya menunaikan ibadah haji dari Mesir dan sempat turun ke bawah melihat langsung mata air zamzam yg sudah dilindungi dengan kaca dan kerangkeng, airnya memancar mengalir menuju pipa besar yang sudah disiapkan. Namun setelah tahun berikutnya pintu jalur ke bawah ditutup dengan berbagai alasan, sehingga sekarang tidak bisa terlihat lagi secara langsung.
Semoga Allah Swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk meminum air yang berkah dan mulia ini di dalam Masjid Alharam dan Masjid Nabawi.
Jarwal Makkah Almukarramah, Jum’at 15 Mei 2026 M/27 Dzulqa’dah 1447 H
Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc. MA (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia Sumut Kloter 15 KNO/Dekan FAI Univa Medan/Sekretaris MUI Sumut/Anggota Dewan Fatwa Alwashliyah)





