muisumut.or.id-Jakarta, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang terjadi dalam layanan haji, yang mengakibatkan jamaah haji tidak mendapatkan pelayanan yang memadai dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Menanggapi peristiwa ini, Menteri Agama (Menag) Indonesia mengirimkan protes resmi kepada Pemerintah Arab Saudi.
Menurut Dr. Amirsyah Tambunan, ada beberapa faktor yang menyebabkan insiden ini terjadi, salah satunya adalah manajemen pelayanan jamaah haji yang lemah, terutama dalam hal menerapkan nilai-nilai istiqamah atau konsistensi, inovasi, singkronisasi, dan sinergi (KISS). Oleh karena itu, diperlukan sikap proaktif untuk mengatasi masalah layanan haji dan memperkuat penerapan KISS di masa depan. Hal ini bertujuan agar pelayanan haji menjadi lebih baik, ramah, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, terutama bagi jamaah haji lanjut usia yang harus menjadi prioritas dalam pelayanan.
“Sangat penting untuk memuliakan jamaah haji, yang merupakan tamu Allah, dalam arti yang luas. Dengan demikian, penyelenggaraan haji yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dapat dilaksanakan dengan nyaman, tertib, dan teratur oleh petugas yang memiliki pengetahuan, komitmen, dan rekam jejak yang baik dalam melayani jamaah haji,” tegas Amirsyah Tambunan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen MUI juga menekankan perlunya peningkatan kompetensi petugas dalam melayani jamaah haji, termasuk pengetahuan, komitmen, dan rekam jejak yang baik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa jamaah haji mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan memadai sesuai dengan tuntutan ibadah haji.
Dengan adanya perhatian serius terhadap masalah ini, diharapkan bahwa kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji dapat ditingkatkan sehingga kejadian insiden semacam ini dapat dihindari di masa mendatang. MUI dan Menag Indonesia berharap agar pelayanan haji menjadi lebih baik dan memberikan pengalaman yang positif bagi jamaah haji, sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi. (Yogo Tobing)






