Thursday, May 21, 2026
spot_img

12 Maqam Tasawuf dalam Ibadah Haji (Upaya Menggapai Haji Mabrur)

muisumut.or.id., Dalam pelaksanaan ibadah haji seyogianya maqam-maqam dalam tasawuf harus dirasakan dan dihayati, agar hajinya mabrur, umrah masykur dan dosanya maghfur.

Maqam tasawuf dalam ibadah haji adalah tingkatan spritual yang dicapai seorang yang haji melalui usaha dan latihan dalam beribadah. Untuk mencapai kedekatan kepada Allah, seorang sufi harus menaiki tangga maqam secara berurutan dan tidak bisa melompati tahapan sebelum tugas spiritualnya selesai.
Adapun maqam-maqam tasawuf dalam ibadah haji ialah:


1. Taubat
Orang yang akan berangkat ke tanah suci untuk haji, umrah dan ziarah wajib taubat dengan sebenar-benarnya. Memperbanyak istighfar, meninggalkan dosa, benjanji tidak mengulangi, menyesali dan meminta izin kepada orang yang dizalimi serta mengembalikan hak-hak orang lain yang dikuasai.
Meniggalkan tanah air menuju tanah suci wajib dengan keinginan yang kuat untuk tidak melakukan dosa lagi, baik dosa kepada Allah Swt. atau kepada makhluk-Nya.
Taubat yang benar akan membuat pelaksanaan ibadah haji lancar.
2. Wara
Orang yang berhaji harus wara’ yaitu meninggalkan perkara yang syubhat dan haram. Tidak boleh memiliki atau menguasai harta atau benda yang belum jelas halal atau haramnya, terlebih lagi yang sudah pasti haram.
Jika biaya haji dari yang syubhat atau haram maka hajinya ditolak, tidak diterima Allah Swt.
Tidak pantas orang yang hartanya dicampuri dengan syubhat dan haram untuk datang ke tanah suci menjadi tamu Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt. baik tidak menerima kecuali yang baik-baik saja.
Wara’ akan menerangi perjalanan haji dan memberkahi setiap langkah di tanah suci.
3. Zuhud
Orang yang haji harus menjadikan dunia hanya ditangannya saja, jangan sampai masuk apalagi bersarang di hati. Tidak tama’ dan rakus dalam urusan dunia, akan tetapi hanya mencari harta seukuran kebutuhannya.
Zuhudnya orang yang haji dengan berpenampilan sederhana, tidak bermewah-mewahan dan jauh dari kesombongan. Penginapan dan makanan serta minuman yang sederhan juga.
Zuhud bukan maksdunya meninggalkan dunia tetapi menjadikan dunia sebagai alat mendapat ridha Allah Swt.
4. Faqir
Orang yang haji harus meraskan kefaqiran di hadapan Allah Swt. Bahwa dia tidak memiliki apa-apa, jangankan harta, kebun, aset dan lain-lain, bahkan kain ihram yang dia pakai, itu semua adalah milik Allah Swt
Sebagaimana dahulu manusia lahir tidak membawak sehelai benang, demikian jugalah ketika dia hidup dan meninggalkan dunia ini. Sekalipun secara zahir tertulis namanya disurat tanah dan kendaraan namun pada hakikatnya adalah milik Allah Swt. Milik Allah Swt. semua apa yang ada dilangit dan dibumi.
Semua manusia adalah faqir dihadapan Allah Swt., tidak ada yang memiliki kecuali Zat Yang Maha Memiliki.
5. Syukur
Orang yang haji harus memperbanyak syukur kepada Allah Swt. atas nikmat sehat, harta dan bisa berangkat ke dua tanah suci, Makkah Almukarramah dan Madinah Almunawwarah. Tidak semua orang yang sehat dan banyak harta akan Allah Swt. panggil datang sebagai tamu-Nya (Dhuyufurrahaman). Menjadi tamu Allah Swt. adalah kemuliaan yang sangat tinggi.
Jamaah haji yang bersyukur dibuktikan dengan lisan yang selalu berzikir, amalan shalihah dan keyakinan bahwa semua nikmat semata-mata pemberian Allah Swt.
Kesyukuran orang yang haji akan memudahkan urusannya dan betambahnya nikmat yang lain.
6. Sabar
Dalam pelaksanaan ibadah haji sangat diperlukan kesabaran, mulai dari pendaftaran haji sampai selesai pelaksanaan ibadah haji.
Kesabaran antri sampai belasan bahkan puluhan tahun baru bisa berangkat, karena banyaknya umat Islam yang mendaftar. Sabar ketika antri dalam banyak kegiatan selama d tanah suci. Sabar dengan cuaca yang sampai 45⁰c. Sabar dengan kelakuan tingkahlaku sebagian orang yang kita jumpai selama pelaksanaan ibadah haji.
Harus kita yakinkan dalam diri kita bahwa sabar itu penuh dengan keindahan dan Allah Swt. bersama orang-orang yang sabar.
7. Tawakkal
Orang yang haji pasti meninggalkan keluarga dan harta benda, naik pesawat ± 8 jam, menuju kota yang mungkin belum pernah dia kunjungi, bertemu dengan orang-orang yang berbeda bahasa dan budaya.
Mungkin ada anak kecil yang ditinggalkan, keluarga yang sakit, kebun yang perlu perawatan, usaha yang perlu pengawasan. Semua ini sangat memerlukan tawakkal yang bulat kepada Allah Swt., jika tidak maka hati akan selalu gelisah dan pikiran kacau yang berakibat kepada kurangnya kekhusukan dalam beribadah selama di tanah suci.
Dengan tawakkal maka hati orang yang haji akan tenang dan konsentrasi dalam melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dari ihram sampai tahallul.
Jika mereka datang untuk memenuhi panggilan Allah Swt. maka pasti Allah Swt. akan menjaga yang ditinggalkan dan memuliakan tamu-tamu-Nya.
8. Ridha
Ridha adalah kemantapan hati dalam menerima segala yang Allah Swt. takdirkan, dari waktu mendaftar haji sampai kembali ke tanah air.
Usaha yang maksimal harus dilakukan dan ditempuh namun keberhasilan hanya Allah Swt. yang menentukan.
Orang yang haji harus ridha dengan takdir Allah Swt. atas dirinya dan keluarganya. Namun perlu ditanamkan dalam hati bahwa Allah Swt. tidak pernah dan tidak akan menzalimi hamba-Nya sekalipun kafir, tetapi hamba itulah yang mezalimi dirinya sendiri.
Ridha adalah kunci ketenangan dan kedamaian.
9. Mahabbah
Mahabbah adalah kecintaan yang disandarkan kepada Allah Swt. Cinta tanah haram, cinta Masjid Alharam, cinta Ka’bah, cinta Maqam Ibrahim, cinta Hajarul Aswad, cinta bukit Shafa dan Marwah, cinta padang Arafah, tanah Muzdalifah, bumi Mina dan lontaran tiga jumrah.
Kecintaan kepada semua itu harus didasarkan karena cinta kepada Allah Swt., karena Dia yang Menciptakan dan Dia yang Memiliki serta Dia yang Menanamkan cinta pada hati orang yang haji.
Dengan adanya cinta kepada Allah Swt. akan menjadikan semua aktifitas dan kegiatan haji akan terasa nikmat, semangat dan penuh dengan makna.
10. Muraqabah
Orang yang haji harus merasakan pengawasan langsung dari Allah Swt., karena itu harus menjaga adab-adab, baik mulai keluar dari rumah sampai kembali lagi ke tanah air bahkan sampai akhir hayat.
Ia selalu merasakan pengawasan Allah Swt., baik pagi atau siang serta malam hari. Waktu sendiri atau beramai-ramai ia yakin Allah Swt. mengawasinya.
Ramai terasa meski sendiri karna Allah Swt. selalu menyertai, terasa sendiri meski di tempat yang ramai karena hanya fokus kepada Allah Swt. saja, itulah muraqabah.
Rasa muraqabah akan muncul jika orang yang haji membersihkan hati dan menggunakan harta yang halal untuk keperluan ibadah haji.
11. Musyahadah
Orang yang haji harus selalu merasakan bahwa ia menyaksikan ilmu, iradah dan kuasa Allah senantiasa menyertai setiap detik langkah, perbuatan dan aktifitasnya. Ia tidak pernah melupakan Allah dalam hati, pikiran dan lisannya. Seolah-olah dia melihat Allah Swt., meskipun ia tidak akan sanggup melihat Allah Swt. di dunia ini.
12. Makrifah
Pengenalan kepada Allah Swt. adalah puncak maqam bagi jamaah haji. Pengenalan akan hakikat diri yang tercipta dari setetes air yang hina, lahir tanpa sehelai benang, hidup dengan penuh ketergantungan kepada Allah Swt., dan pada waktunya akan mati dikuburkan menjadi santapan cacing tanah. Hinakanlah dirimu dihadapan Tuhanmu yang Maha Sempurna.
Siapa yang mengenali hakikat dirinya maka dia akan mengenali Tuhannya. Sebaliknya, siapa yang jahil atas kekurangan dirinya maka dia tidak akan mampu mengenali kesempurnaan Tuhannya.
Jika maqam-maqam ini dilewati dan dirasakan orang yang haji maka hajinya in syaa Allah mabrur yang balasannya surga dan ridha Allah Swt.
_Amin ya Rabbal Ka’bah wa Shahibah Rahmah_

_Nashrum minallah wafathun qarib_
_Wabasysyirish mukminin_
_In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum_

Jarwal Makkah Almukarramah, Kamis 21 Mei 2026 M/4 Dzul Hijjah 1447 H
*Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc. MA* (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia Sumut Kloter 15 KNO/Pengurus PW Alwashliyah Sumut/Dekan FAI Univa Medan/Sekretaris MUI Sumut/Anggota Dewan Fatwa Alwashliyah/Alumni PP. Nurul Falah Tj. Marulak)

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles