Medan, muisumut.or.id. – Peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi antarlembaga Islam. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., menyampaikan materi bertajuk “Urgensi Kolaborasi dan Sinergitas Ormas Islam terhadap Harakah Islam Menurut Nahdlatul Ulama”.
Dalam pemaparannya, Prof. Muzakkir menjelaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban, memperkuat pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara. Menurutnya, keberadaan berbagai organisasi Islam di Indonesia merupakan kekayaan yang harus dirawat melalui semangat persaudaraan dan kerja sama.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan pandangan dalam berbagai persoalan keagamaan tidak seharusnya menjadi penyebab perpecahan. Sebaliknya, keberagaman tersebut perlu dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan umat yang lebih baik.
“Kolaborasi dan sinergitas antarlembaga menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Umat Islam harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun teknologi,” ujarnya.
Prof. Muzakkir juga menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) selama ini berpegang teguh pada sejumlah prinsip utama, seperti tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Keempat prinsip tersebut menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, dan berkeadilan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat tiga bentuk persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan). Ketiga konsep tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan antarsesama sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pandangannya, harakah Islam tidak hanya dipahami sebagai gerakan dakwah, melainkan juga sebagai upaya kolektif untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, akademisi, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih kuat.
Menurutnya, kebangkitan umat Islam pada masa mendatang juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, penguatan pendidikan, peningkatan literasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia pun mengajak seluruh organisasi Islam di Sumatera Utara untuk terus memperkuat komunikasi dan memperluas kerja sama demi mewujudkan kemaslahatan umat.
“Kita harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk berpecah belah. Dengan persatuan, umat Islam akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara,” katanya.
Pemaparan tersebut sejalan dengan tema Milad ke-51 MUI Sumatera Utara, yaitu “Kita Rajut dan Kokohkan Silaturahmi Antarormas Islam Menyongsong Kebangkitan Islam demi Terwujudnya Masyarakat yang Adil, Makmur, dan Berdaulat.”
Melalui kegiatan tersebut, MUI Sumatera Utara berharap semangat ukhuwah dan kolaborasi dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan berbagai gagasan, program, dan gerakan yang memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.





