Medan, muisumut.or.id., 16 September 2026 — Dalam rangka mematangkan persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Tarekat Naqsyabandiyah dan Perubahan Sosial”, Bidang/Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Sumatera Utara melakukan kunjungan silaturahmi dan dialog kepada Tuan Guru Besilam Langkat, Syekh Dr. Zikmal Fuad, Rabu (16/9/2026).
FGD tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, di Aula MUI Sumatera Utara. Kunjungan dilakukan untuk menghimpun pandangan dan masukan dari ulama serta tokoh tarekat sebagai bagian dari persiapan substansi kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut, Syekh Dr. Zikmal Fuad menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pelaksanaan FGD. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk memperkuat eksistensi dan pemahaman mengenai tarekat, khususnya Tarekat Naqsyabandiyah, sekaligus melihat kontribusinya dalam kehidupan keislaman dan dinamika perubahan sosial di Sumatera Utara.
Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait substansi dan arah pembahasan yang diharapkan dapat memperkaya pelaksanaan FGD. Dengan demikian, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan tarekat dan pemikiran keislaman yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar panitia untuk mempersiapkan FGD secara lebih matang. Dialog dengan para ulama dan tokoh tarekat dinilai penting untuk memperoleh perspektif yang berangkat dari pengalaman dan perkembangan kehidupan keagamaan di Sumatera Utara.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Prof. Dr. Fahruddin Azmi, MA; Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., MA; Dr. Muhammad Riduan Harahap, M.Pd.; dan Dr. Syahril Rambe, M.Pd.
Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi dan kekeluargaan. Dialog tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan FGD sebagai ruang ilmiah dan dialog konstruktif dalam mengkaji keberadaan serta kontribusi Tarekat Naqsyabandiyah di tengah perubahan sosial masyarakat Sumatera Utara.





