Friday, November 6, 2026
spot_img

Lembaga Wakaf MUI Sumut Salurkan Al-Qur’an Ke Hotel dan Rumah Makan Muslim di Tomok

Samosir, muisumut.or.id. — Kegiatan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara di Kabupaten Samosir tidak hanya berfokus pada penyaluran wakaf Al-Qur’an ke masjid dan lembaga pendidikan Islam. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim juga memperluas kegiatan dengan menyasar sektor pariwisata, antara lain melalui penyaluran mushaf Al-Qur’an ke tempat penginapan dan rumah makan serta pendataan usaha kuliner Muslim untuk direkomendasikan dalam Majalah Media Ulama.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Gondang Sivaly, tempat penginapan yang berada di kawasan Samosir. Di lokasi tersebut, tim Lembaga Wakaf MUI Sumut menyerahkan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan wakaf di ruang-ruang publik, termasuk sektor akomodasi pariwisata.

Selain penyaluran wakaf, tim juga melakukan pendataan rumah makan Muslim yang beroperasi di kawasan Samosir. Pendataan ini ditujukan untuk menghimpun informasi mengenai tempat makan yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat dan wisatawan Muslim. Hasil pendataan tersebut direncanakan akan diolah dan dimuat dalam Majalah Media Ulama sebagai bagian dari penyediaan informasi layanan bagi umat, khususnya mereka yang berkunjung ke kawasan wisata Danau Toba.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Lembaga Wakaf MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., juga mendapat amanah untuk menjadi khatib di Masjid Pariwisata Al-Ikhlas, Tuktuk Siadong. Kehadiran tim di masjid tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus silaturahmi dengan masyarakat Muslim di kawasan wisata.

Selanjutnya, tim Lembaga Wakaf MUI Sumut menyerahkan Al-Qur’an ke Rumah Makan Nona Tuktuk yang berlokasi tepat di Kampung Tao Toba I. Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk perluasan jangkauan wakaf Al-Qur’an, tidak hanya pada lembaga keagamaan dan pendidikan, tetapi juga pada tempat usaha yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dan pariwisata.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di kawasan Tuktuk, tim kemudian melanjutkan perjalanan dari Samosir menuju Ajibata. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Lembaga Wakaf MUI Sumut untuk memperluas jangkauan program wakaf sekaligus membangun jejaring informasi mengenai kebutuhan masyarakat Muslim di kawasan pariwisata.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Lembaga Wakaf MUI Sumut berupaya menghadirkan manfaat wakaf secara lebih luas. Penyaluran Al-Qur’an, penguatan kegiatan keagamaan, serta pendataan rumah makan Muslim menunjukkan bahwa pelayanan keumatan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan informasi dan kebutuhan wisatawan Muslim di Sumatera Utara.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles