Medan, muisumut.or.id – Sabtu, 25 April 2026 — Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan pengajian edukatif di dua lokasi, yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan dan Lapas Anak, sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan dan edukasi kesehatan bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengajian rutin bulanan di Lembaga Pemasyarakatan.
Pada kegiatan di Lapas Perempuan, hadir Dra. Hj. Mazidan Nur, MA dan Dra. Hj. Dariantini yang memberikan penguatan keagamaan serta motivasi kepada warga binaan perempuan agar senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, pada kegiatan di Lapas Anak LPKA, KPRK MUI Sumut menghadirkan drg. Raudhatul Jannah, MKM yang juga merupakan Kepala Puskesmas Pasar Merah, bersama Hamidah S.PdI. Dalam pemaparannya, drg. Raudhatul Jannah menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama berada di Lapas. Ia menjelaskan bahwa kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan penyakit, termasuk membiasakan mandi teratur, mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta kebersihan lingkungan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pola makan sehat, serta menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik dan olahraga ringan. Tidak kalah penting, menurutnya, adalah menjaga kesehatan mental dengan cara beribadah, membangun mindset yang positif, mengikuti program keterampilan pembinaan, serta menumbuhkan sikap berpikir optimis dalam menjalani kehidupan
“Warga binaan juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Lapas” ujarnya.
Sementara itu, Hamidah S.PdI dalam tausiyahnya mengajak para warga binaan untuk menjadikan masa di Lapas sebagai momentum introspeksi diri (muhasabah) dan titik balik menuju kehidupan yang lebih baik. Ia menegaskan pentingnya menjaga optimisme serta keyakinan akan masa depan yang lebih cerah.
“Lapas bukan akhir dari perjalanan hidup,
Ia juga menambahkan bahwa manusia terbaik bukanlah yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan mereka yang mau memperbaiki diri dan terus berusaha menjadi lebih baik.
Kegiatan di Lapas Anak berlangsung interaktif dengan sesi praktik menyikat gigi, dan cuci tangan 6 langkah yang diikuti langsung oleh anak-anak binaan. Selain itu, diselingi dengan kuis dan tanya jawab yang menambah antusiasme peserta, di mana anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan diberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi.
Sebagai penutup, seluruh anak yang hadir di masjid Lapas Anak mendapatkan bingkisan berupa sikat gigi, sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini
Melalui kegiatan ini, KPRK MUI Sumut berharap dapat memberikan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga kesehatan fisik dan mental, guna mempersiapkan warga binaan sehat dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan





