Medan, muisumut.or.id., 3 Oktober 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara turut menghadiri kegiatan Salat Subuh berjamaah dan tausiah di Masjid Al-Falah, Kampung Dadap, Medan, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 150 jamaah tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kehidupan keumatan melalui kegiatan masjid.
Salat Subuh berjamaah tersebut dihadiri Dr. H. Musa Rajekshah bersama masyarakat sekitar Jalan Alfalah Kampung Dadap serta sejumlah jamaah dari Riau. Kegiatan diinisiasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Utara dan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Prof. Muzakkir.
Dari unsur MUI Sumut hadir Prof. Saparuddin Srg, Ketua Bidang Ekonomi MUI Sumut, Dr. Kaswinata, serta sejumlah pengurus MUI Sumut. Kehadiran jajaran MUI Sumut menjadi bagian dari silaturahmi bersama unsur organisasi keumatan dan masyarakat dalam memperkuat fungsi masjid sebagai ruang ibadah, pembinaan umat, dan silaturahmi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua BKPRMI Sumut Syafrizal Hrp, dr. Faisal Balatif, Usman Balatif selaku Ketua BKM Masjid Al-Falah, Irhamuddin Siregar, M.A. selaku Ketua DMI Sumut, serta sejumlah pengurus DMI Sumut, MES Sumut, dan PP Sumut. Turut hadir para tuan guru dan tokoh masyarakat Medan.
Dalam tausiahnya, Prof. Muzakkir mengingatkan jamaah mengenai pentingnya sedekah sebagai salah satu amal yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri. Ia mengajak jamaah menjadikan waktu setelah Salat Subuh sebagai momentum untuk membiasakan diri bersedekah.
“Apakah bapak dan ibu tadi sudah sedekah Subuh?” tanya Prof. Muzakkir kepada jamaah.
Ia kemudian menyampaikan gagasan untuk kembali mengaktifkan kegiatan yang disebut SUBBJECK, akronim dari Subuh Berjamaah Bersama Bang Ijeck. Gagasan tersebut diarahkan sebagai kegiatan yang dapat menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan keumatan melalui Salat Subuh berjamaah.
Bagi MUI Sumut, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari penguatan silaturahmi antarorganisasi Islam dan masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya ulama, tokoh masyarakat, organisasi keumatan, dan jamaah dalam membangun kepedulian terhadap kehidupan umat.
Kegiatan Subuh berjamaah di Masjid Al-Falah tersebut ditutup dengan silaturahmi antara jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengurus organisasi keumatan yang hadir.





