Medan, muisumut.or.id | Senin, 2 Maret 2026 —
Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Live Streaming Pengajian Ramadan dengan tema “Manajemen Keuangan dalam Rumah Tangga di Bulan Ramadan”. Kegiatan ini berlangsung di Studio Podcast MUI Sumut pada Senin (2/3/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dipandu oleh Dra. Hj. Rusmini, MA., selaku Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) MUI Sumut, dengan menghadirkan Dahriantini, MA. sebagai narasumber yang membahas strategi pengelolaan keuangan keluarga secara bijak selama bulan suci Ramadan.
Dalam pemaparannya, Dahriantini menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan keluarga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan, khususnya di bulan Ramadan yang sering kali diikuti dengan peningkatan pengeluaran rumah tangga. Ia menekankan pentingnya perencanaan dan kedisiplinan dalam mengatur pendapatan agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi tanpa menimbulkan pemborosan.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui secara jelas total pendapatan keluarga, baik yang berasal dari penghasilan suami, istri, maupun sumber lainnya seperti usaha sampingan atau bonus. Dengan mengetahui total pendapatan, keluarga dapat menyusun perencanaan anggaran secara lebih terarah.
“Transparansi antara suami dan istri dalam urusan keuangan sangat penting. Dengan keterbukaan, keluarga dapat menyusun rencana keuangan yang realistis dan menghindari kesalahpahaman dalam rumah tangga,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar keluarga menyusun anggaran bulanan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu, seperti kebutuhan pangan, pendidikan anak, serta kewajiban pembayaran rutin. Selain itu, sebagian pendapatan juga perlu dialokasikan untuk tabungan, sedekah, dan dana darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Dahriantini turut mengingatkan agar masyarakat menghindari perilaku konsumtif dan pembelian impulsif, seperti membeli barang secara spontan hanya karena diskon atau promosi. Menurutnya, kebiasaan tersebut sering kali menjadi penyebab utama pemborosan dalam rumah tangga.
“Jika ada keinginan membeli sesuatu yang bukan kebutuhan pokok, sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Pertimbangkan manfaatnya dan pastikan sesuai dengan anggaran yang telah disusun,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan teknologi keuangan yang kini semakin mudah diakses, seperti aplikasi pencatat keuangan, layanan mobile banking, maupun berbagai instrumen investasi digital yang tersedia.
Beberapa instrumen investasi yang dapat dipertimbangkan antara lain tabungan emas, sukuk, serta reksa dana syariah yang dinilai relatif aman dan dapat dimulai dengan nominal yang kecil.
“Sekarang banyak pilihan investasi yang bisa dimulai dari nominal kecil. Ini bisa menjadi langkah awal dalam menyiapkan masa depan keluarga, terutama bagi mereka yang tidak memiliki dana pensiun,” katanya.
Lebih lanjut, Dahriantini menegaskan pentingnya melibatkan seluruh anggota keluarga dalam perencanaan keuangan. Menurutnya, keterbukaan mengenai kondisi keuangan keluarga dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk hidup hemat serta memahami nilai-nilai kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam, khususnya di bulan Ramadan.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam mengelola keuangan, memiliki tabungan, serta menghindari utang yang tidak diperlukan. Dengan manajemen keuangan yang baik, keluarga diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih tenang dan terhindar dari masalah finansial di masa depan.
Kegiatan pengajian ini menjadi bagian dari program dakwah digital MUI Sumut dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga, agar mampu mengelola keuangan rumah tangga secara bijak, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.






