Medan, muisumut.or.id, 18 April 2026 – Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, penguatan ukhuwah Islamiyah dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Islam. Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof. Dr. Arifinsyah, M.Ag, dalam wawancara bersama Tim Media Infokomdigi MUI Sumut melalui aplikasi WhatsApp.
Menurut Prof. Arifinsyah, ukhuwah Islamiyah tidak sekadar dipahami sebagai hubungan emosional di antara sesama Muslim, tetapi merupakan ikatan persaudaraan yang lahir dari persamaan akidah, nilai, dan tujuan hidup. Persamaan dalam keyakinan tersebut menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk menjaga persatuan serta membangun peradaban yang lebih bermartabat di tengah perubahan global yang semakin dinamis.

Ia menjelaskan bahwa konsep ukhuwah memiliki landasan yang sangat jelas dalam ajaran Islam. Salah satunya ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 yang menyatakan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Ayat tersebut, menurutnya, mengandung pesan agar umat Islam senantiasa menjaga persaudaraan, memperbaiki hubungan ketika terjadi perselisihan, serta menghindari segala bentuk konflik yang dapat melemahkan kekuatan umat.
Dalam konteks geopolitik global saat ini, Prof. Arifinsyah menilai umat Islam menghadapi berbagai tantangan, termasuk upaya pelemahan nilai-nilai keislaman dalam percaturan dunia. Ia mengingatkan bahwa munculnya konflik, polarisasi, maupun berbagai narasi yang berpotensi memecah belah umat harus disikapi dengan kewaspadaan dan kedewasaan. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk tidak mudah terprovokasi serta tetap menjaga semangat persatuan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam aspek teologis maupun fikih merupakan keniscayaan dalam kehidupan umat Islam. Namun perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan terjadinya perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus dikelola dengan sikap saling menghormati dan semangat persaudaraan demi tujuan yang lebih besar, yaitu membangun peradaban Islam yang kuat dan berkontribusi bagi kemanusiaan.
Prof. Arifinsyah juga menjelaskan bahwa konsep ukhuwah dalam Islam tidak hanya terbatas pada ukhuwah Islamiyah, tetapi juga mencakup ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan serta ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan. Ketiga dimensi ukhuwah ini menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Dalam konteks Indonesia, menurutnya, ukhuwah wathaniyah memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan bangsa dalam bingkai konstitusi dan kehidupan bernegara. Sementara itu, ukhuwah insaniyah menegaskan pentingnya menghormati sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Menghadapi tantangan geopolitik global saat ini, Prof. Arifinsyah mengajak umat Islam untuk menyatukan potensi dan kekuatan yang dimiliki. Persatuan umat, menurutnya, merupakan kunci dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan global serta menjaga eksistensi dan kemuliaan peradaban Islam.
Karena itu, ia berharap momentum global saat ini dapat menjadi titik kebangkitan bagi umat Islam untuk semakin memperkuat ukhuwah, menegakkan nilai-nilai keadilan, serta menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).





