Medan, muisumut.or.id., 3 Mei 2026 — Pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh Bidang Seni Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali berlangsung dengan khidmat di Masjid Agung Medan, Ahad (3/5/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bidang/Komisi Seni Budaya MUI Sumut dengan Majelis Dzikir Az-Zikra Sumatera Utara yang dipimpin oleh dr. Hj. Maryam Lubis.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan pelaksanaan sholat tasbih serta dzikir bersama, yang diikuti oleh para jamaah dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin bulanan dalam rangka memperkuat spiritualitas umat melalui pendekatan seni, budaya, dan nilai-nilai keislaman.
Pada edisi Ahad pertama bulan Mei 2026 ini, tausiyah disampaikan oleh Sekretaris Komisi Seni Budaya MUI Sumut, Ustadz Heri Syahputra, M.Th. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema “Empat Perkara yang Dirampas dari Manusia”, yang sarat dengan pesan moral dan refleksi kehidupan
Ustadz Heri menjelaskan bahwa terdapat empat hal yang pasti akan “diambil” dari manusia tanpa dapat dihindari. Pertama, Malaikat Maut yang mencabut ruh secara paksa ketika ajal tiba, sebagai pengingat bahwa kematian tidak dapat ditunda. Kedua, harta yang akan berpindah kepada ahli waris, sementara pertanggungjawaban tetap melekat pada si pemilik di hadapan Allah. Ketiga, jasad yang akan hancur dan dimakan oleh tanah serta cacing, menegaskan pentingnya memperhatikan kebutuhan ruh melalui ilmu dan amal. Keempat, pahala amal yang dapat berpindah kepada orang lain akibat perbuatan zalim, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Sahih Muslim tentang orang yang bangkrut di akhirat.
“Pengajian kali ini sangat menyentuh hati dan menjadi pengingat agar kita senantiasa berbuat baik,” ungkap salah seorang jamaah dari AMTI IB Medan
Sementara itu, Ketua Bidang Seni Budaya MUI Sumut, Wan Khairunnisah, bersama Sekretaris Nani Ayum Panggabean, menyampaikan komitmennya untuk terus menggiatkan program ngaji dan dzikir ini secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai upaya menenangkan hati serta mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi Seni Budaya MUI Sumut, antara lain OK Syahril, Sakdiyah Rahman, dan Nuraini Simangunsong.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara rutin, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat semakin membumi dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat peran MUI Sumatera Utara dalam pembinaan umat melalui pendekatan spiritual dan kultural





