Medan, muisumut.or.id. 15 September 2026 — Keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara berduka atas wafatnya Prof. Dr. H. Amroeni Drajat, M.Ag., ulama dan Guru Besar Filsafat Islam yang selama ini turut memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan dan kegiatan keumatan di Sumatera Utara. Almarhum wafat pada Senin, 14 September 2026, dan disalatkan pada Selasa, 15 September 2026, di Masjid Jami’ Al-Ikhlas, Jalan Pengabdian, Desa Bandar Setia, setelah salat Zuhur, sebelum kemudian dimakamkan di Perkuburan Muslim, Jalan Lapangan, Pasar 15 Bandar Setia
Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya almarhum. Ia menilai kepergian Prof. Amroeni Drajat merupakan kehilangan bagi dunia akademik sekaligus bagi organisasi dan masyarakat Islam di Sumatera Utara.
“Atas nama keluarga besar MUI Provinsi Sumatera Utara, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Prof. Dr. Amroeni Drajat, M.Ag. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan beliau, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan,” ujar Maratua.
Memiliki Jejak Pengabdian di MUI Sumut
Prof. Dr. Amroeni Drajat bukan sosok yang asing bagi lingkungan MUI Sumatera Utara. Dalam perjalanan pengabdiannya, almarhum tercatat pernah menjadi Anggota Komisi Pendidikan MUI Provinsi Sumatera Utara periode 2006–2010. Selain itu, almarhum juga tercatat aktif dalam kegiatan keumatan melalui Komisi Penelitian MUI Kota Medan, bahkan dipercaya sebagai wakil ketua pada periode yang sama.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan perhatian almarhum terhadap pengembangan pendidikan Islam, penelitian keislaman, serta penguatan kualitas kehidupan umat. Kiprahnya di lingkungan MUI menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian intelektualnya di Sumatera Utara.
Bagi MUI Sumut, kontribusi almarhum tidak hanya tercermin melalui jabatan formal, tetapi juga melalui kapasitasnya sebagai akademisi dan narasumber dalam berbagai forum ilmiah dan keislaman. Pengalamannya dalam berbagai seminar, diskusi dan kegiatan ilmiah turut memperkaya khazanah pemikiran Islam di Sumatera Utara. Dalam CV almarhum tercatat berbagai kegiatan sebagai narasumber, pembicara, moderator, pemakalah dan ketua panitia dalam forum ilmiah keislaman.
Guru Besar Filsafat Islam
Prof. Amroeni Drajat lahir di Balapusuh, Brebes, Jawa Tengah, 12 Februari 1965. Almarhum merupakan Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin. Pendidikan tingginya ditempuh di IAIN Sumatera Utara pada jenjang S1 bidang Aqidah dan Filsafat, kemudian melanjutkan S2 dan S3 bidang Kajian Islam di IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Karier akademiknya berkembang sejak menjadi tenaga pengajar di Fakultas Ushuluddin IAIN Sumatera Utara pada 1995. Selanjutnya almarhum dipercaya menduduki berbagai jabatan akademik, mulai dari Lektor Muda, Lektor Kepala, hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 1 Juli 2008. Almarhum juga pernah dipercaya sebagai Ketua Program Studi Pemikiran Islam, Pembantu Dekan Fakultas Ushuluddin, serta memimpin program studi di lingkungan Pascasarjana IAIN Sumatera Utara.
Produktif Menulis dan Mengembangkan Pemikiran Islam
Selain sebagai pendidik, Prof. Amroeni dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah. Di antara karya yang tercatat dalam riwayat akademiknya adalah Falsafat Illuminasi, Suhrawardi: Kritik Falsafat Peripatetik, Filsafat Islam buat yang pengen tahu, Ulum Alquran, Hikmat Alam, serta sejumlah karya dan penelitian lainnya.
Almarhum juga aktif dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional. Pengalaman tersebut antara lain mencakup seminar internasional mengenai perdamaian dan hak asasi manusia dalam perspektif agama, pemikiran Said Nursi, hubungan Indonesia–Timur Tengah, tasawuf dan tantangan kontemporer, perkembangan hadis, hingga berbagai forum kajian Al-Qur’an dan pemikiran Islam.
ProfDrAmroeniDrajatMAg
Ketua Umum MUI Sumut Dr. Maratua Simanjuntak berharap warisan keilmuan dan pengabdian Prof. Amroeni Drajat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi ulama, akademisi dan aktivis keumatan di Sumatera Utara.
“Semoga ilmu yang telah beliau ajarkan, karya yang beliau tinggalkan, dan pengabdian beliau untuk umat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” pungkas Maratua.
MUI Sumatera Utara mengajak seluruh keluarga besar umat Islam untuk mendoakan almarhum. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebajikan beliau dan menempatkan Prof. Dr. Amroeni Drajat, M.Ag. di sisi-Nya dalam keadaan husnul khatimah.





