Thursday, August 27, 2026
spot_img

Ketua Umum MUI Sumut Buka Muzakarah Ekonomi, Dorong Kebangkitan Ekonomi Umat

MEDAN, muisumut.or.id. 27  Agustus 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang Pemberdayaan Ekonomi menggelar Muzakarah Ekonomi Sukses Story dan Presentase Bisnis Umat dengan tema “Membangun Integrasi Ekosistem Bisnis Umat untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan”, Kamis (27/8/2026), di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara, Jalan Majelis Ulama No. 3/Sutomo Ujung, Medan.

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur MUI, perbankan syariah, lembaga wakaf, pengusaha, koperasi, serta pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi umat yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Muzakarah Ekonomi tersebut, menegaskan bahwa penguatan ekonomi merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian dan kebangkitan umat.

Menurut Maratua, MUI berupaya mengambil peran nyata dalam menghidupkan dan mengembangkan sektor UMKM yang ada di tengah masyarakat. Meskipun sebagian besar masih berskala kecil, UMKM tersebut merupakan potensi riil yang harus diperkuat secara bersama-sama.

“MUI berusaha menghidupkan UMKM. Meskipun kecil, namun itulah yang saat ini ada. Kita akan bersama-sama menjadi penggerak ekonomi keumatan,” ujar Maratua.

Ia menegaskan, cita-cita membangun kemandirian ekonomi umat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara ulama, pemerintah, perbankan syariah, lembaga wakaf, dunia usaha, koperasi, dan pelaku UMKM.

Karena itu, Maratua mengajak seluruh elemen yang hadir untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita kebangkitan Islam pada abad ke-15 Hijriah. Menurutnya, kebangkitan tersebut tidak hanya membutuhkan kekuatan spiritual dan intelektual, tetapi juga sangat ditentukan oleh kekuatan ekonomi umat.

“Untuk itulah kami meminta agar kita bersama-sama mewujudkan cita-cita kebangkitan Islam abad ke-15. Kebangkitan itu sangat ditentukan oleh kekuatan ekonomi,” tegasnya.

MUI Dorong Ekonomi Umat dengan Mengharap Ridha Allah
Maratua juga mengajak peserta menjadikan muzakarah ekonomi bukan sekadar forum diskusi, tetapi sebagai momentum untuk melahirkan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi umat.

“Dengan mengharap ridha Allah, kita lakukan muzakarah ekonomi ini,” katanya.

Ia menilai, pengembangan ekonomi umat harus dibangun dengan semangat kebersamaan dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi umat Islam untuk menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Maratua juga menyinggung pentingnya peran umat Islam dalam membangun industri halal. Ia mengungkapkan sebuah realitas bahwa dalam praktiknya MUI tidak jarang memberikan sertifikasi halal kepada perusahaan yang pemiliknya bukan Muslim.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa umat Islam tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus semakin banyak tampil sebagai pemilik, pengusaha, produsen, dan penggerak industri halal.

“Anehnya, kita dari MUI tidak jarang memberikan sertifikat halal kepada non-Muslim karena merekalah yang memiliki perusahaan. Karena itu, keikutsertaan Bapak-Ibu turut membantu keberadaan umat Islam,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pengusaha dan pelaku UMKM Muslim meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu mengambil posisi strategis dalam rantai ekonomi dan industri halal.

Maratua berharap Muzakarah Ekonomi tersebut dapat menghasilkan gagasan, jaringan kerja sama, serta langkah nyata untuk memperkuat ekonomi umat di Sumatera Utara.   “Semoga muzakarah ini membawa berkah,” tutupnya.

Hadirkan Berbagai Pemangku Kepentingan Ekonomi Umat
Ketua Panitia Muzakarah Ekonomi, Prof. Dr. Saparuddin Siregar, mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi umat yang terintegrasi. Menurutnya, penguatan ekonomi umat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara lembaga keumatan, lembaga keuangan syariah, wakaf, koperasi, pengusaha, dan pelaku UMKM.

“Kita ingin muzakarah ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menjadi titik awal untuk membangun ekosistem bisnis umat. Karena itu, kita menghadirkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam pengembangan ekonomi, mulai dari perbankan syariah, wakaf, koperasi, pengusaha hingga pelaku UMKM. Kita ingin potensi-potensi tersebut dipertemukan sehingga dapat saling menguatkan,” ujar Prof. Saparuddin.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan ekonomi umat adalah masih terpisah-pisahnya berbagai potensi yang sebenarnya cukup besar. Karena itu, MUI Sumatera Utara berupaya menjadi salah satu penghubung agar kerja sama dan kemitraan antarpelaku ekonomi umat dapat berkembang.

“Yang kita bangun bukan hanya hubungan antara pemodal dan pelaku usaha, tetapi sebuah ekosistem. Ada pembiayaan, ada usaha, ada pasar, ada wakaf, ada koperasi, ada pendampingan, dan ada sertifikasi halal. Kalau semua ini terintegrasi, insya Allah UMKM umat dapat naik kelas dan menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar,” jelasnya.

Prof. Saparuddin menambahkan bahwa forum tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama konkret setelah kegiatan berlangsung, termasuk pengembangan pembiayaan syariah, optimalisasi wakaf produktif, penguatan koperasi, serta perluasan akses pasar bagi UMKM.

“Kita berharap setelah muzakarah ini ada tindak lanjut yang konkret. Jangan sampai kita hanya berbicara tentang kebangkitan ekonomi umat, tetapi tidak membangun instrumen dan kerja sama untuk mewujudkannya. MUI ingin mendorong agar para pemangku kepentingan ini duduk bersama, melihat potensi yang ada, kemudian bergerak bersama,” katanya.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema muzakarah, yakni membangun integrasi ekosistem bisnis umat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles