muisumut.or.id., Medan, 21 September 2026, Komisi Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan seni dan budaya Islami sebagai bagian dari media dakwah yang edukatif, kreatif, dan dekat dengan masyarakat. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut diwujudkan melalui pembentukan dan pembinaan Hadhroh Annuriyah/MT Annur Komplek Taman Permata, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Kelompok hadhroh ini dibentuk dan dibina sebagai wadah bagi anggota Majelis Taklim Annur untuk mengembangkan potensi seni Islami, khususnya dalam bidang hadhroh, pembacaan selawat, serta seni musik bernuansa keislaman. Kehadiran Hadhroh Annuriyah diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat dan kreativitas, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang mampu menghadirkan pesan-pesan keagamaan melalui pendekatan seni dan budaya.
Pembinaan Hadhroh Annuriyah/MT Annur dilakukan di bawah bimbingan langsung Ustadz Said Alwi, anggota Komisi Seni dan Budaya MUI Sumatera Utara. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para anggota memperoleh pendampingan dalam teknik permainan alat musik hadhroh, kekompakan kelompok, penguasaan irama, pembacaan selawat, penataan penampilan, hingga penguatan pemahaman bahwa seni Islami merupakan salah satu media dakwah yang dapat memberikan kesejukan dan nilai-nilai spiritual kepada masyarakat.
Program pembinaan ini merupakan bagian dari upaya Komisi Seni dan Budaya MUI Sumatera Utara untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok seni Islami di tengah masyarakat. Seni dan budaya dipandang memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan keagamaan dengan cara yang santun, menarik, serta mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Hadhroh Annuriyah/MT Annur yang beranggotakan para ibu dan jamaah Majelis Taklim Annur menunjukkan perkembangan yang positif. Berkat latihan, pembinaan, dan semangat para anggota, kelompok tersebut telah mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam sejumlah kegiatan di Kota Medan. Keikutsertaan mereka dalam berbagai kegiatan menjadi pengalaman penting sekaligus bukti bahwa pembinaan seni dan budaya Islami yang dilakukan secara terarah mampu melahirkan kelompok yang aktif dan siap berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Penampilan Hadhroh Annuriyah tidak hanya berorientasi pada aspek hiburan, tetapi lebih utama diarahkan sebagai bagian dari syiar Islam melalui lantunan selawat dan seni hadhroh. Dengan demikian, setiap penampilan diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan suasana religius di tengah masyarakat.
Keberadaan kelompok ini sekaligus menunjukkan bahwa majelis taklim dapat dikembangkan menjadi ruang pemberdayaan umat yang lebih luas. Selain menjadi tempat belajar dan memperdalam ilmu agama, majelis taklim juga dapat menjadi wadah pengembangan kreativitas, kebersamaan, keterampilan, serta pelestarian seni budaya Islam yang memiliki akar kuat dalam kehidupan masyarakat.
Komisi Seni dan Budaya MUI Sumatera Utara memandang pembinaan kelompok seni Islami seperti Hadhroh Annuriyah/MT Annur memiliki nilai strategis, khususnya dalam menjaga agar perkembangan seni dan budaya tetap sejalan dengan nilai-nilai akhlak, syariat, serta semangat dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Seni tidak hanya diposisikan sebagai ekspresi keindahan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai kebaikan, mempererat persaudaraan, dan membangun kehidupan masyarakat yang religius serta harmonis.
Di bawah pembinaan Ustadz Said Alwi, Hadhroh Annuriyah/MT Annur diharapkan terus meningkatkan kualitas penampilan, memperluas pengalaman, serta semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan kebudayaan, baik di wilayah Percut Sei Tuan, Kota Medan maupun daerah lainnya di Sumatera Utara.
Pembentukan dan pembinaan Hadhroh Annuriyah/MT Annur ini sekaligus menjadi salah satu wujud nyata peran Komisi Seni dan Budaya MUI Sumatera Utara dalam melakukan pembinaan umat melalui pendekatan seni dan budaya. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi majelis taklim serta komunitas masyarakat lainnya untuk menjadikan seni Islami sebagai media dakwah, pendidikan, silaturahmi, dan penguatan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Dengan semangat kebersamaan, konsistensi dalam berlatih, serta pembinaan yang berkesinambungan, Hadhroh Annuriyah/MT Annur Komplek Taman Permata Desa Kolam Percut Sei Tuan diharapkan tumbuh menjadi kelompok hadhroh yang semakin berkualitas dan mampu membawa nama baik majelis taklim serta Komisi Seni dan Budaya MUI Sumatera Utara dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat.





