muisumut.orid. Medan, 14 September 2025, Relawan bekerja, bertindak atas sukarela tanpa paksaan, dan tanpa mengharapkan imbalan finansial atau keuntungan materi. Mereka menyumbangkan waktu, tenaga, dan kemampuan mereka untuk membantu orang lain, kelompok, atau organisasi, dengan tujuan memberikan manfaat bagi kepentingan umum atas dasar ikhlas semata mata karena Allah.
Memotivasi Etos Kerja Relawan Islami ini , MUI SU menggelar kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Relawan Sosial dan Kebencanaan Kepada Pengurus Sosben MUI SU dan MUI Kab/Kota Se Sumatera Utara pada hari Sabtu – Ahad tanggal 13-14 14 September 2025 di Hotel Grand Darussalam Medan. Penyelenggara kegiatan ini dipercayakan kepada Pengurus Bidang dan Komisi Sosial Bencana yang menjadi Ketua Panitia Laila Rohani dan Sekretarisnya Nani Ayum Panggabean.
Ketua Umum MUI SU Bapak Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan arahan pada pembukaan bahwa “Bencana alam sudah jelas terpampang nyata dihadapan kita. Sementara bencana Moral seperti KDRT, lemah akhlak , begal, narkoba, lalainya orang tua dalam pendidikan agama kepada anaknya sehingga anaknya tidak mengerti sholat dan lain sebagainya. Tugas mulia Sosben daerah untuk menyampaikan dakwah ini .

Etos Kerja Islami Bagi Relawan Sosial dan Kebencananaan, Prof Dr. H.Asmuni,MA Sekum MUI SU sebagai narasumber menyampaikan dalam paparannya bahwa Kriteria Etos Kerja Islami itu adalah niat ikhlas, pekerjaan harus diniatkan ibadah, bekerja dengan amanah, jujur, bertanggung jawab demi kemashlahatan umat.
Adapun materi tentang sosial disampaikan narasumber Sri Dewi Natadinigrat,SE,MM,MSi tentang Pemberdayaan Inklusif Bagi Disabilitas dan Lansia Dalam Peningkatan Kualitas Hidup .Beliau menyampaikan bahwa penyandang disabilitas dan lansia diperkuat fungsi sosialnya secara mandiri dan dengan cara normal, diikutkan dalam program pembangunan inklusif, diberdayakan sesuai minat dan kemampuan yang dimilikinya dan ditingkatkan kesejahteraanya.
Materi kebencanaan lebih fokus pada masalah banjir disampaikan oleh Manutur Parulian Naibaho, S.Sos,SH,MSi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumatera Utara menyampaikan Kesiapsiagaan menghadapi banjir seperti naik ke tempat lebih tinggi, ajari anggota keluarga penyelamatan dini, rencanakan kebutuhan pokok , antisipasi sengatan listrik, menyelamatkan barang berharga dan dokumen di tempat aman.
Ada hal menarik setiap sesi jadwal kegiatan ada pemberian Gipt Mumtaz kepada peserta aktif bertanya, menjawab dan sempurna dalam praktik berupa tas ransel, buku, payung , selimut, handuk puch serba guna, dll hal ini menambah kegiatan semakin semarak.
Kegiatan pentutup peserta Sosben MUI SU, Kabupaten Kota dan juga ada dua Pengurus Warga DAS binaan Sosben MUI SU lokasi sungai Babura melakukan praktik lapangan dengan mengenderai truk serba guna BPBD PROVSU supaya peserta merasakan sensasi kebencanaan. Praktik lapangan tentang Kesiapsiagaan Mengatasi Banjir ini dilaksanakan di Taman Cadika Medan Johor dibawah bimbingan Instruktur Satgas Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provsu dengan menaiki perahu karet BPBD.





