Tuesday, March 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 17

Pelatihan Ekonomi MUI Sumut: Sinergi Masjid, Bank Syariah, dan Pemerintah Daerah

muisumut.or.id.,Medan, 19 Agustus 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melalui Bidang Ekonomi menggelar kegiatan pelatihan pemberdayaan ekonomi umat yang dibuka di Aula Kantor MUI Sumut, Medan, Selasa (19/8/2025). Pelatihan ini akan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (20/8/2025).

Ketua Bidang Ekonomi MUI Sumut, Prof. Saparuddin, menyampaikan bahwa setiap masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap masjid.

“Jika zakat produktif dikelola dengan baik, dijadikan pinjaman bergulir, maka tidak ada lagi orang miskin. Anak-anak mampu sekolah, pengobatan bisa gratis, dan umat terhindar dari jeratan rentenir. Kita harapkan Bank Sumut Syariah turut berperan aktif dalam mendukung hal ini,” ungkap Prof. Saparuddin.

Bupati Langkat, Syah Afandin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya momentum ini sebagai gerakan kebangkitan ekonomi umat. Ia mengingatkan bahwa meskipun umat Islam mayoritas, potensi yang ada sering kali belum dimanfaatkan secara optimal.

“Saya baru saja bertemu Presiden dan beberapa Menteri, terungkap bahwa 90 persen aset ekonomi dikelola segelintir orang. Di bumi Allah ini, ketika keberkahan tidak hadir, pasti ada sesuatu yang salah. Para pahlawan dulu memerdekakan negeri ini dengan pekikan Allahu Akbar, maka kini kita harus melanjutkan perjuangan dengan membangkitkan ekonomi umat. Kita minta bank syariah dan BUMD mencari terobosan nyata untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Syah Afandin.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menegaskan bahwa isu ekonomi merupakan masalah mendesak yang perlu segera diatasi. Ia mengaitkan kondisi ini dengan pesan Buya H. Anwar Abbas serta pidato Presiden RI yang menekankan pentingnya persatuan.

Mengutip perkataan  K.H. Ma’ruf Amin, 50 tahun lalu MUI didirikan untuk menyatukan ormas-ormas Islam. Namun sekarang justru terlihat masing-masing ormas sibuk dengan kepentingannya. Kita harus kembali kepada tujuan awal MUI, yaitu persatuan dan kebangkitan umat,” jelas Dr. Maratua.

Beliau juga menceritakan pengalamannya menghadiri Rakornas PINBAS di Kalimantan Timur pada akhir Juli lalu. Salah satu contoh sukses adalah perusahaan kopi Darul Mursyid yang siap masuk ke pasar ekspor dengan syarat kepemilikan lahan 2.000 hektar.

Ini bukti bahwa peluang selalu ada jika kita serius. Dulu ada PINBUK, sekarang PINBAS. Kita harus mampu bersaing dan membuka mata bahwa umat Islam menginginkan kemajuan. Karena itu, kami mengajak rekan-rekan bank syariah dan para narasumber untuk benar-benar membantu memberdayakan ekonomi umat,” pungkas Dr. Maratua.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya program-program konkret pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid, yang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga zakat, serta para pelaku usaha.

MUI Sumut Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Tokoh Sumut Ibrahim Sakti Batubara

muisumut.or.id. Medan, 19 Agustus 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya tokoh Sumatera Utara, Ibrahim Sakti Batubara. Almarhum berpulang ke rahmatullah pada Selasa dini hari (19/8) pukul 03.45 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik, Medan, dalam usia 73 tahun.

Kabar duka ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat Sumatera Utara secara umum. Ibrahim Sakti Batubara dikenal sebagai tokoh persyarikatan yang gigih, memiliki loyalitas tinggi, serta berperan besar  di Sumatera Utara.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, M.A., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya almarhum.

Saya atas nama MUI Sumatera Utara menyampaikan turut berduka. Dia sahabat saya, dan bagi saya beliau adalah sosok pejuang. Beliau telah banyak memberi kontribusi bagi umat dan daerah ini,” ungkap Dr. Maratua saat memberikan pernyataan di sela kegiatan Pelatihan Entrepreneurship di Aula MUI Sumut, Selasa pagi.

Sosok Orator, Aktivis, dan Politisi

Selain kiprahnya di Muhammadiyah, Ibrahim Sakti Batubara dikenal luas sebagai orator ulung dengan gaya komunikasi yang lugas dan jelas. Hingga menjelang wafatnya, beliau tetap memegang teguh idealisme dan sering memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah yang dinilainya belum berpihak pada rakyat.

Di ranah politik, Almarhum memiliki perjalanan panjang. Ia lahir di Huta Godang, 12 Mei 1952, dan aktif dalam gerakan mahasiswa sejak 1977/1978. Pasca-reformasi, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan tercatat sebagai salah satu deklarator partai tersebut di Sumatera Utara.

Karier politiknya dimulai dari kursi legislatif Kota Medan, di mana ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Medan periode 1999–2004 sekaligus menjabat Wakil Ketua. Selanjutnya, ISB melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2004–2009 dan dipercaya sebagai Ketua Fraksi PAN. Puncaknya, beliau terpilih sebagai anggota DPR-RI periode 2009–2014 dari Daerah Pemilihan I Sumatera Utara.

Rencana Pemakaman

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhum akan dikebumikan ba’da salat Dzuhur hari ini. Rumah duka beralamat di Jalan Jermal 4 No. 28, Medan.

Kepergian Ibrahim Sakti Batubara meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Sumatera Utara. Namun, perjuangan, keteguhan, serta dedikasinya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang Muhammadiyah, perpolitikan, dan pembangunan daerah ini.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un.

Haul 10 Tahun Ustaz Syamsul Anwar Adnan besok Launching Buku Sejarah Hidupnya

0

muisumut.or.id, Medan, 15 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati 10 tahun wafatnya Alm. Ustaz H. Syamsul Anwar Adnan Lubis (2015–2025), keluarga dan panitia akan menyelenggarakan Haul Ke-10. Acara akan dimeriahkan oleh Haflatul Qur’an dan gema shalawat dari qari-qari nasional dan internasional pada Sabtu, 16 Agustus 2025, di kediaman almarhum di Jalan Manggis, Kelurahan Silalas, Medan Barat.

Rangkaian acara dimulai sore dengan ziarah dan doa bersama di makam almarhum pukul 16.00–17.00 WIB. Puncak peringatan akan berlangsung malam hari setelah shalat Isya (pukul 20.00 WIB) dengan tilawah Al-Qur’an dan gema shalawat oleh qari-qari terkemuka, antara lain Aiman Ridwan (Malaysia), serta qari unggulan dari berbagai daerah seperti H. Syamsuri Firdaus (NTB), Salman Amrillah (Bandung), Sidiq Mulyana (Tasikmalaya), H. M Zaini Lubis, H. Darwin Hasibuan, Ahmad Khairi Novandra, dan Muhammad Rahim dari Sumut.

Dalam rangkaian acara panitia juga akan meluncurkan buku berjudul “Jejak Cahaya Sang Guru Al-Qur’an dari Tanah Deli”, sebuah kompilasi yang merekam kiprah almarhum serta kenangan dari keluarga, sahabat, tokoh agama, dan para muridnya. Buku ini menjadi bukti sejarah bahwa alm. adalah tokoh guru yang istiqamah dan dikenal tegas dalam mengajarkan Al Quran.
Alm. Ustaz Syamsul Anwar Adnan merupakan Dosen pertama di Pendidikan Kader Ulama MUI Sumatera Utara pada angkatan 2006-2009 pada masa Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, Lc., MA sebagai Direkturnya . Syamsul Anwar Adnan dikenang mahasiswa PKU sebagai sosok guru/DOSEN di PKU MUI Sumatera Utara yang disiplin dan benar-benar istiqamah. Acara yang diinisiasi oleh keluarga karena kerinduan dan kecintaan pada almarhum Ujar Darwin Hasibuan selaku ketua penitia didampingi Mahmud Nukman (Bendahara) dan Muarrif Gusdriansyah selalu Sekretaris.

Acara Puncak Tasyakur Milad 50 Tahun MUI Sumatera Utara Digelar Meriah di Kampus UMN Al Washliyah

muisumut.or.id., Medan, 14 Agustus 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar acara puncak Tasyakur Milad ke-50 pada Kamis (14/8/2025) di Auditorium Kampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Jalan Gedung Arca, Medan. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan setengah abad kiprah MUI, setelah sebelumnya dilaksanakan ziarah ke makam para pendiri, pengajian akbar, bimbingan konseling, serta pengobatan gratis.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Sumatera Utara dihadiri Wakil Gubernur, Kepala Bagian Kesra Setdaprov Sumut, Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, M.A., unsur Forkopimda Provinsi Sumut, Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Lanud Soewondo, Komandan Lantamal I Belawan, Kapolda Sumut, Kajati Sumut, Ketua DPRD Sumut , Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumut  Kakanwil Kemenag Sumut,  Wali Kota Medan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ketua Baznas Sumut Prof. Dr. Muhammad Hatta, jajaran Dewan Pimpinan MUI Sumut, anggota DPD RI Muhammad Nuh, SYekh Ali Akbar Marbun, pimpinan pesantren, Rektor UMN Al Washliyah Dr. H. Firmansyah, M.A., Ketua BPH Al Washliyah UMN Hari Mulyono, para rektor perguruan tinggi se-Sumatera Utara, pimpinan ormas Islam, keluarga para ketua umum MUI terdahulu, serta pimpinan perbankan seperti Bank Sumut dan Bank Muamalat.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, M.A., menjelaskan bahwa pihaknya turut mengundang keluarga para ketua umum MUI terdahulu sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka. Ia juga memaparkan bahwa MUI Sumut berdiri pada 11 Januari 1975, lebih dahulu dibandingkan MUI Pusat yang lahir pada 26 Juli 1975.

Kita sudah berusia 50 tahun. MUI menyebut dirinya Shoduqul Hukumah, sahabat pemerintah sekaligus pelayan umat. Ketua Umum MUI Pusat pernah mengibaratkan MUI seperti kue bika: dibakar dari bawah dan dari atas. Selama ini MUI telah melaksanakan berbagai program, mulai dari penyuluhan di Lapas, siaran langsung di radio, hingga kegiatan di berbagai komisi,” ujar Prof. Hasan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara atas dukungan moral dan finansial, serta kepada Forkopimda, keluarga besar UMN Al Washliyah, dan semua pihak yang turut menyukseskan perayaan ini.

“Semoga ini menjadi tanda bahwa persaudaraan kita semakin kuat. Semoga kita sehat, dan kehadiran MUI selalu diharapkan umat Islam, khususnya di Sumatera Utara,” tutupnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, dalam acara puncak ini MUI Sumut juga menyerahkan bingkisan dan piagam penghargaan kepada keluarga para ketua umum MUI Sumut periode sebelumnya. Momen ini menjadi wujud nyata penghormatan atas dedikasi dan kontribusi para pemimpin terdahulu dalam membangun MUI Sumatera Utara.

Acara puncak ini turut menampilkan pemutaran video dokumenter perjalanan 50 tahun MUI Sumatera Utara, yang menggambarkan kiprah organisasi dalam membimbing, melayani, dan memperjuangkan kepentingan umat Islam di daerah

PT Gadikah Mandiri Islami Wujudkan Hadiah Umrah untuk Alumni PTKU MUI Sumut pada Gebyar Muharram 1447 H

0

muisumut.or.id, Medan, 13 Agutus 2025 – Alumni Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara akan diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. Keberangkatan ini merupakan bagian dari program hadiah umrah yang diberikan pada momentum Peringatan Gebyar Muharram 1447 H, Sabtu 12 Juli 2025 lalu.

Pada kegiatan tersebut, diserahkan empat hadiah umrah: tiga di antaranya dipersembahkan oleh Yayasan Hufaz Centre Indonesia untuk bilal mayit laki-laki, bilal mayit perempuan, dan imam masjid; sedangkan satu hadiah khusus untuk alumni PTKU MUI Sumut dipersembahkan oleh PT Gadikah Mandiri Islami.

Pendiri PT Gadikah Mandiri Islami, Dr. H. Muhammad Nasir, LC, MA, menyatakan komitmennya untuk setiap tahun memberangkatkan satu alumni terbaik PTKU MUI Sumut pada momentum Muharram. Untuk tahun ini, terpilih Muhammad Alvi Syahri Dalimunthe, alumni yang saat ini mengabdi di MUI Sumut sebagai pengurus asrama PTKU.

Alvi akan berangkat pada Kamis, 14 Agustus 2025, dengan agenda enam hari di Madinah (14–19 Agustus), lima hari di Mekkah (20–25 Agustus), dan transit di Kuala Lumpur pada 26 Agustus sebelum kembali ke Medan.

Pelepasan keberangkatan dilakukan pada Rabu, 13 Agustus 2025, usai salat Magrib di Masjid Ar Rahmah, Kompleks MUI Sumut. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur PTKU, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution; Ketua Alumni PTKU, Muhammad Puadi Harahap, M.Pd; Sekretaris PTKU, Dr. Irwansyah, M.HI; serta mahasiswa PTKU MUI Sumut.

Dalam sambutannya, Prof. Hasan Bakti Nasution menyampaikan terima kasih kepada PT Gadikah Mandiri Islami atas kepeduliannya terhadap kader ulama. Ia juga berpesan kepada Alvi agar ringan tangan membantu jamaah lain, khususnya yang berusia lanjut.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ketua Alumni PTKU, Muhammad Puadi Harahap, turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya.

Bagi alumni, ini adalah kesempatan belajar dan beribadah yang tidak boleh disia-siakan. Luruskan niat hanya karena Allah, dan jadikan momen ini sebagai sarana belajar menjadi tamu Allah sekaligus membantu sesama jamaah yang membutuhkan,” pesannya.

Program umrah bagi alumni PTKU ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh kader ulama untuk terus berkhidmat dan memberi manfaat bagi umat.

MUI Sumut Ziarahi Makam Prof. Dr. H. Abdullah Syah, Ulama Kharismatik Tiga Periode Ketua Umum

muisumut.or.id., Langkat, 13 Agustus 2025 — Keluarga Besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara bersama MUI Kabupaten Langkat melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik, Prof. Dr. H. Abdullah Syah, di Pematang Serai, Tanjungpura, Langkat, Rabu (13/8/2025).

Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Milad 50 Tahun MUI, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA, dan diikuti lebih dari 80 orang. Hadir Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua Umum Dr. H. Arso dan Dr. H. Ardiansyah, Bendahara Umum Drs. Sotar Nasution, MHB, para ketua dan sekretaris bidang, mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut, serta para peziarah lainnya.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa, sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai ulama besar dan teladan bagi banyak generasi.

Prof. Dr. H. Abdullah Syah memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian di MUI Sumut. Sebelum menjabat Ketua Umum MUI Sumut selama tiga periode, beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Komisi Fatwa. Bahkan, ketika wafat pada tahun 2021, beliau tengah mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut. Kiprah dan keteladanannya menjadi warisan berharga bagi umat dan organisasi.

Dalam sambutannya, Dr. H. Maratua Simanjuntak mengenang almarhum sebagai sosok guru yang membimbing dengan penuh kasih dan ketegasan.

Beliau adalah guru saya sekaligus guru kita semua. Sosok yang memimpin MUI Sumut dengan penuh dedikasi selama tiga periode. Saya mendapat amanah untuk melanjutkan perjuangan beliau, dan insya Allah akan saya jaga sebaik-baiknya. Cinta dan doa kita akan selalu menyertai beliau,” ujarnya penuh haru.

Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Ardiansyah, mengutip pesan Imam Nawawi dalam kitab Ya Ayyuhal Walad bahwa kemuliaan seseorang dapat terlihat saat wafat dan setelah wafat.

Hari ini kita melaksanakan sunnah hasanah. Almarhum Prof. Dr. H. Abdullah Syah adalah guru kita, dan kehadiran kita di sini menunjukkan kesan mendalam bersama beliau. Semoga Allah memberkahi kehadiran kita,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, yang mengapresiasi dukungan MUI dan seluruh keluarga besar dalam kegiatan ziarah ini.

Di tengah terik matahari, semoga kehadiran kita menjadi penghilang panas di Padang Mahsyar nanti,” ucapnya.

Sebelum ziarah ke makam Prof. Dr. H. Abdullah Syah, rombongan MUI Sumut juga telah menziarahi makam ulama besar Syekh Yusuf Ahmad Lubis di Jalan Gelugur Darat, Medan, sebagai rangkaian penghormatan kepada tokoh-tokoh ulama yang telah berjasa besar bagi umat dan daerah.

MUI Sumut Usulkan Wisata Ramah Muslim dan Penguatan Infrastruktur Halal di Kawasan Danau Toba

muisumut.or.id., Medan, 12 Agustus 2025 — Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof. Saparuddin Siregar, mewakili MUI Provinsi Sumatera Utara mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi halal di provinsi ini. Usulan tersebut disampaikan dalam paparan data yang menjadi bahan bagi Delegasi Republik Indonesia pada pertemuan IMT-GT Chief Minister and Governor Forum ke-22 yang akan diselenggarakan di Trang Thailand.

Dalam paparannya, Prof. Saparuddin mengajukan tiga poin penting, yaitu:
Menjadikan tempat-tempat wisata di Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba, sebagai destinasi wisata ramah muslim yang memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari fasilitas ibadah hingga Kuliner Halal.
Menyiapkan lokasi-lokasi KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat) untuk memastikan ketersediaan makanan halal yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Menambah populasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Sumatera Utara guna menjamin suplai daging halal yang mencukupi dan berkualitas.

Acara paparan berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025 di Ruang I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara. Rapat dipimpin oleh Dr. Faisal Arif Nasution,S.Sos., M.Si Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pertemuan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Basarin Yunus Tanjung, M.Si serta Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP.

Hadir pula sejumlah undangan penting, antara lain Dr. Azizul Khalis, selaku GM Badan Pengelola Geopark Caldera Toba, Perwakilan para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Perwakilan Kepala Biro Setda Provinsi Sumatera Utara, ASITA Sumut, Kadin Sumatera Utara, serta Perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Prof. Saparuddin menegaskan, penguatan infrastruktur halal dan pengembangan wisata ramah muslim akan memberi nilai tambah signifikan bagi sektor pariwisata Sumatera Utara, sekaligus memperkuat posisi kawasan Danau Toba di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Konsep wisata ramah muslim bukan hanya soal label, tetapi memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan muslim dari sisi layanan, kuliner, dan fasilitas. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif,” ujar Prof. Saparuddin.

Dengan langkah strategis ini, Sumatera Utara diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan IMT-GT yang menggabungkan keindahan alam dengan layanan pariwisata halal kelas dunia.

MUI Sumatera Utara Gelar Ziarah ke Makam Para Ketua Umum sebagai Rangkaian Milad ke-50

muisumut.or.id., Medan, 12 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Milad ke-50, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar kegiatan ziarah ke makam para Ketua Umum MUI Sumut terdahulu, Selasa (12/8/2025). Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Kantor MUI Sumut, Jalan Sutomo Ujung, Medan.

Rombongan ziarah yang dipimpin langsung Ketua Panitia Milad ke-50, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, terlebih dahulu mengunjungi makam Drs. H. Djalil Muhammad di Jalan H. M. Yamin, Medan. Selanjutnya, rombongan menuju makam H. Mahmud Azis Siregar, MA di Jalan Pasar Merah, Medan, dan terakhir ke makam H. Hamdan Abbas yang berlokasi di kompleks pemakaman Masjid Raya Al-Mashun, Medan.

Prof. Hasan Bakti Nasution menjelaskan, kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa dan kontribusi para Ketua Umum MUI Sumut terdahulu dalam membangun dan membina umat di Sumatera Utara.

Ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi juga bentuk penghormatan atas dedikasi para tokoh MUI yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi keberlangsungan organisasi dan pembinaan umat. Ini adalah rangkaian dari peringatan Milad ke-50 MUI Sumut,” ujar Prof. Hasan.

Dalam kegiatan ini, hadir sejumlah tokoh MUI Sumut, di antaranya Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak; anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumut, Dr. Hasnan Syarif Panggabean; Ketua Panitia Milad, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA; dan dari Unsur Ketua Bidang  Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA; , Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, LC, MA;  Drs. Mhd. Hatta Siregar, SH, M.Si;  Drs. Palit Muda Harahap, MA, KH. Akhyar Nasution, LC, MA, dan dari unsur Sekretaris bidang Drs. H. T. Darmansah, MA, Dr. H. Arifinsyah, MA, Dra. Hj. Wan Khairunnisah, MA, Dra. Hj. Nani Ayum Panggabean, serta KTU MUI Sumut M.Pd, Mhd. Puadi Harahap, SH, M.Pd, dan pengurus lainnya Drs. Darwis Ritonga, Sahrul, S.Pd, dan Mhd. Yazid Zahrowi.

Prof. Hasan juga menyampaikan bahwa kegiatan ziarah akan dilanjutkan pada Rabu (13/8/2025) dengan mengunjungi makam Syekh Yusuf Ahmad Lubis di Jalan Gelugur Darat, Medan, dan makam Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA di Tanjungpura, Langkat.

Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, MUI Sumut berharap generasi penerus dapat meneladani semangat, pengabdian, dan komitmen para pendahulu dalam memajukan dakwah dan menjaga persatuan umat di Sumatera Utara.

MUI Sumut Gelar FGD Pemetaan Dakwah di Daerah Perbatasan Labuhanbatu Selatan


muisumut.or.id., Labuhanbatu Selatan, 11 Agustus 2025— Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Mapping/Peta Dakwah di daerah perbatasan, Senin (11/8/2025) di Aula Kantor Camat Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

FGD ini bertujuan untuk memetakan profesionalitas, metode dakwah, materi para da’i, serta strategi penyampaian pesan dakwah di wilayah perbatasan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengukur respon jamaah terhadap dakwah yang disampaikan para da’i, sekaligus mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi, serta merumuskan solusi terbaik demi pengembangan dakwah di masyarakat perbatasan.

Kegiatan dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu Selatan H. Makmur Ismail Harahap, S.Pd.I, Ketua Baznas Labuhanbatu Selatan M. Yusuf Nasution, Ketua IPHI Labuhanbatu Selatan H. Ahmad Fadli Tanjung, Camat Torgamba Boy Gusman, serta perwakilan ormas Islam dan para da’i yang bertugas di desa-desa perbatasan antara Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Rokan Hilir.

Narasumber utama, Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag, Sekretaris Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara, menegaskan bahwa dakwah di daerah perbatasan memerlukan pemahaman mendalam terhadap adat istiadat dan budaya lokal. “Pendekatan yang mengakomodasi kearifan lokal akan memudahkan masyarakat menerima pesan dakwah. Kerja sama tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat sangat penting untuk membangun sinergi dan memanfaatkan jaringan dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu Selatan, H. Makmur Ismail Harahap, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam memperkuat peran da’i di daerah perbatasan. “Dakwah di wilayah perbatasan memerlukan strategi khusus, karena di sini terjadi pertemuan beragam budaya dan kebiasaan. Melalui FGD ini, kita berharap lahir peta dakwah yang tepat sehingga pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat sampai dengan baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para tokoh dan perwakilan organisasi yang telah memberikan kontribusi pemikiran. “Sinergi ini menjadi modal utama untuk memperkuat dakwah sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan beragama di perbatasan,” tambahnya.

Dr. Sugeng Wanto juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan dakwah dan menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan strategi ini, dakwah di daerah perbatasan diharapkan mampu berjalan efektif, menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dan berkontribusi pada penguatan persatuan umat.

Milad ke-50 MUI, MUI Sumut Kembali Galang Dana Peduli Palestina di Pengajian Akbar

muisumut.or.id., Medan, 9 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUI Sumatera Utara (Sumut) kembali menggalang dana untuk peduli perjuangan rakyat Palestina. Kegiatan ini berlangsung pada acara Pengajian Akbar yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (9/8/2025), dan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Dr. H. Anwar Abbas.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Panitia, Dr. Arfifinsyah, M.Ag, menyampaikan orasi yang mengangkat tema perjuangan rakyat Palestina. Dengan penuh semangat dan haru, ia menegaskan, “Mungkin angka yang kita berikan tidak seberapa, namun itu menunjukkan di mana posisi kita. Kita akan terus bersama Palestina.” Ia mengibaratkan perjuangan tersebut seperti seekor burung pipit yang ikut memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. “Mungkin tak seberapa air yang dibawanya, namun itu cukup menandakan di mana posisi dia di hadapan Allah.”

Lebih lanjut, MUI Sumut melalui Bidang Hubungan Luar Negeri yang diketuai oleh KH. Akhyar Nasution, LC, MA, aktif mengkampanyekan penggalangan dana peduli Palestina secara berkelanjutan. Pada tahap keenam ini, jumlah donasi yang terkumpul telah melebihi Rp 130 juta dan akan disalurkan melalui MUI Pusat di Jakarta untuk diteruskan ke rakyat Palestina.

Sebelumnya, MUI Sumut telah menyalurkan donasi dalam beberapa tahap sebagai bentuk komitmen dan kepedulian umat Islam di Sumatera Utara terhadap penderitaan saudara di Palestina, yaitu:

  • Tahap 1 (7 November 2023): Rp 745.000.000,-

  • Tahap 2 (1 Desember 2023): Rp 1.000.000.000,-

  • Tahap 3 (18 Desember 2023): Rp 1.622.290.000,-

  • Tahap 4 (30 Mei 2024): Rp 855.000.000,-

Dengan total donasi yang telah disalurkan hingga tahap kelima mencapai Rp 4.757.790.000,-, angka tersebut menunjukkan betapa besar kepedulian umat Islam Sumatera Utara terhadap perjuangan kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

MUI Sumut berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan memperkuat dukungan moral serta material bagi Palestina sebagai bagian dari solidaritas umat Islam global. Acara pengajian akbar sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah dan menegaskan peran strategis MUI sebagai lembaga keagamaan yang peduli pada isu-isu kemanusiaan internasional.