Saturday, April 18, 2026
spot_img
Home Blog Page 17

MUI Sumut Kunjungi YASPI Balige dalam Rangka Safari Dakwah

muisumut.or.id., Balige, 25 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Safari Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, tim MUI Sumut melakukan kunjungan ke Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) Balige, Kabupaten Toba. Tim Safari Dakwah kali ini terdiri dari Dr. H. Arso, M.Ag., Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., Dr. Ridwan Harahap, dan Ust. M. Alfi Syahri Dalimunthe, S.Pd.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah YASPI, Mangatur Marpaung, S.Pd., bersama para guru dan peserta didik. Dalam sambutannya, Mangatur menjelaskan bahwa Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) Balige berdiri sejak tahun 1980 pada bulan September. Pendirinya antara lain adalah Ustaz H. Arso, H. Harahao Huein Hasibuan Sibarani, dan sejumlah tokoh muslim lainnya di Balige.

Keberadaan sekolah ini lahir dari semangat para pendiri agar anak-anak muslim di Balige memiliki lembaga pendidikan Islam sendiri,” ujar Mangatur Marpaung.

Saat ini, YASPI Balige memiliki empat ruang belajar (lokal), dengan jumlah peserta didik sebanyak 62 orang — terdiri dari 32 siswa laki-laki dan 30 siswi perempuan. Jumlah tenaga pengajar sebanyak empat orang, ditambah satu kepala sekolah. Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Sabtu, dengan hari Jumat sebagai hari libur.

Mangatur menambahkan, sekolah ini telah mengantongi izin mendirikan bangunan hingga tiga lantai, meski saat ini baru satu lantai yang terbangun. Secara kelembagaan, YASPI juga memiliki izin operasional untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), Aliyah (MA), hingga Perguruan Tinggi. Namun, karena keberadaan MI dan MTs lain yang berjarak hanya sekitar 200 meter, maka ke depan direncanakan pengembangan YASPI difokuskan pada pendirian Perguruan Tinggi Islam.

Menariknya, sekolah ini juga menerima dua peserta didik berkebutuhan khusus (ABK), yaitu Sean dan Bima. Keduanya merupakan anak autistik yang kini menunjukkan perkembangan positif.

“Anak inklusif perlu didampingi oleh anak-anak normal. Kami melihat perubahan luar biasa, seperti Bima yang kini mulai ikut sholat dhuha setelah melihat teman-temannya. Dulu ia mudah marah dan menjerit bila disentuh, kini sudah bisa ditenangkan dengan lembut,” ungkap Mangatur.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Safari Dakwah MUI Sumut tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga turut memberikan motivasi dan pengajaran langsung kepada para peserta didik serta guru-guru. Para anggota tim berbagi kisah inspiratif tentang semangat menuntut ilmu, pentingnya menjaga akhlak, dan peran guru sebagai teladan bagi generasi muda.

Kami ingin anak-anak di YASPI Balige tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak. Begitu juga dengan para guru, agar terus semangat membimbing dengan penuh keikhlasan,” ujar Dr. Akmaluddin Syahputra.

Sementara itu, Dr. H. Arso, M.Ag., yang juga Pembina YASPI sekaligus salah satu pendirinya, menuturkan bahwa berdirinya sekolah ini berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya lembaga pendidikan Islam di daerah tersebut.

Dulu saya berdoa agar tidak ada lagi anak-anak muslim di Balige yang harus bersekolah di lembaga non-muslim. Cukuplah tiga anak saya yang dulu menempuh pendidikan di sana. Alhamdulillah, doa itu dikabulkan Allah dengan berdirinya sekolah Islam ini,” kenang Dr. Arso haru.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen MUI Sumut dalam memperkuat dakwah berbasis pendidikan, terutama di daerah minoritas muslim. Melalui kegiatan seperti ini, MUI berharap dapat menumbuhkan semangat keislaman, mempererat silaturahmi, serta memperkuat peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi berilmu dan berakhlakul karimah.

Gunakan Akal dan Potensi Ekonomi Umat sebagai Amanah Allah: Safari Dakwah MUI Sumatera Utara di Balige Ajak Umat Bangkitkan Ekonomi Halal dan Produktif

Balige, 25 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Safari Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Toba, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., bersama Dr. Ridwan Harahap menyampaikan pesan  tentang pentingnya menggunakan akal sebagai titipan Allah SWT yang paling berharga bagi manusia.

Dengan akal pikiran, manusia diberi kehormatan menjadi makhluk Allah yang istimewa sekaligus khalifah di muka bumi,” ujar Dr. Akmaluddin di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Iqra (bacalah), menjadi bukti nyata betapa Islam menempatkan akal dan ilmu pada posisi yang sangat mulia.

Menurutnya, banyak ayat dan hadis yang menegaskan keutamaan akal serta kewajiban menuntut ilmu agar manusia tidak kehilangan arah dalam mengelola amanah yang diberikan Allah. “Akal adalah cahaya yang membimbing manusia pada kebenaran, maka jangan biarkan ia padam karena kebodohan dan kemalasan,” ujarnya

Sebagai Direktur Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut, Dr. Akmaluddin juga menyoroti pentingnya memikirkan ekonomi umat sebagai bagian dari tanggung jawab keislaman. Ia meneladankan sosok Rasulullah SAW sebagai figur sempurna yang bukan hanya nabi dan rasul, tetapi juga seorang entrepreneur yang sukses, demikian pula para sahabat beliau.

Dalam tausiyahnya, Dr. Akmaluddin mencontohkan kisah Usman bin Affan yang membeli Sumur Raumah di Madinah dari seorang Yahudi. “Awalnya pemilik sumur enggan menjual, namun dengan negosiasi yang bijak dan niat tulus untuk umat, Usman berhasil membeli lalu mewakafkannya untuk kepentingan masyarakat. Itulah wujud ekonomi berbasis iman dan kemaslahatan,” jelasnya.

Melihat konteks daerah Balige, Dr. Akmaluddin mengajak masyarakat untuk “membaca potensi” lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi umat. Ia menilai ada dua potensi besar yang bisa digarap bersama

Pertama, produk khas Balige yakni kacang Siobuk yang memiliki cita rasa unik dan khas. “Produk ini sangat potensial untuk dikembangkan, disertifikasi halal, dan dipasarkan lebih luas. Terlebih pemilik usahanya adalah seorang Muslim, sehingga penguatan sertifikasi halal akan memberi nilai tambah bagi umat,” ujarnya.

Kedua, wisata halal di kawasan Danau Toba, yang menurutnya menyimpan peluang besar bagi pengusaha Muslim. “Ternyata ada dua pelaku usaha Muslim yang memiliki lokasi wisata di pinggir Danau Toba. Ini potensi luar biasa yang perlu diperhatikan dan disokong bersama oleh umat serta MUI,” tambahnya.

Dr. Akmaluddin menutup tausiyahnya dengan ajakan agar umat Islam Balige tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri, tetapi menjadi pelaku utama dalam ekonomi lokal berbasis nilai-nilai Islam. “Gunakan akal, ilmu, dan iman untuk membangun peradaban ekonomi yang berkah. Inilah bentuk nyata dari tugas kekhalifahan yang Allah amanahkan kepada kita,” pungkasnya

Safari Dakwah MUI Sumut di Samosir Berlanjut: Prof. Hasan Bakti Ajak Jamaah Jaga Kekompakan dan Memakmurkan Masjid

muisumut.or.id, Samosir, 25 Oktober 2025, Setelah  menggelar tausiah pada Jumat malam di Masjid Nurul Islam, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Tim Safari Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali melanjutkan rangkaian dakwahnya pada Sabtu, 25 Oktober 2024, usai salat Subuh, di Masjid Raya Al-Hasanah, Pangururan.

Tim Safari Dakwah MUI Sumut yang terdiri dari Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, M.A., Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc., M.A., CWC, Ust. Hakkul Yakin Siregar, Lc., M.A., Ust. Arjan Syahputra Harahap, S.Pd., dan Ust. Syahrul, S.Pd. kembali disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus masjid. Antusiasme jamaah terlihat tinggi, menandakan besarnya harapan umat Islam Samosir terhadap kehadiran ulama dari MUI Provinsi.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Samosir mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas berlanjutnya program Safari Dakwah ini. “Kami berterima kasih kepada MUI Provinsi Sumatera Utara atas perhatian dan kunjungannya. Program seperti ini sangat berarti bagi kami karena umat Islam Samosir dapat berinteraksi langsung dengan para pengurus MUI Provinsi. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya

Mengawali tausiah, Prof. Hasan Bakti Nasution menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang berhalangan hadir karena agenda kegiatan yang telah terjadwal. “Ayahanda Ketua Umum menitipkan salam dan doa untuk seluruh umat Islam di Samosir. Beliau sangat ingin bertemu langsung, namun insya Allah di waktu lain MUI Sumut akan hadir kembali untuk bersilaturahim lebih luas,” ungkap Prof. Hasan.

Dalam pesannya, Prof. Hasan mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan sebagai modal utama kemajuan umat. “Kita harus memperkuat ukhuwah, saling mendukung, dan menghidupkan kegiatan keagamaan. Dengan kebersamaan, insya Allah umat Islam di Samosir akan semakin kuat dan maju,” tuturnya menegaskan

Sementara itu, Dr. H. M. Tohir Ritonga dalam tausiahnya menguraikan makna mendalam dari Surah At-Taubah ayat 18, tentang kewajiban umat Islam untuk memakmurkan masjid. “Allah menegaskan bahwa orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mari kita hidupkan masjid dengan salat berjamaah, pengajian, wirid yasin, peringatan hari besar Islam, dan berbagai kegiatan keumatan,” jelasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, pengurus MUI Sumatera Utara menyerahkan cenderamata berupa kain sarung, mushaf Al-Qur’an, dan jam dinding berlogo MUI Sumut kepada pengurus Masjid Raya Al-Hasanah sebagai bentuk tali kasih dan simbol silaturahim

Tim Safari Dakwah MUI Sumut Sampaikan Pesan Ukhuwah dan Keteguhan Iman di Kabupaten Samosir

muisumut.or.id, Samosir, 25 Oktober 2025, – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali melanjutkan rangkaian Safari Dakwah ke berbagai daerah. Pada Jumat malam, 24 Oktober 2024, Tim Safari Dakwah MUI Sumut hadir di Kabupaten Samosir dan menggelar tausiah di Masjid Nurul Islam, Kecamatan Pangururan, usai salat Isya.

Tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, M.A. ini turut beranggotakan Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc., M.A., CWC, Ust. Hakkul Yakin Siregar, Lc., M.A., Ust. Arjan Syahputra Harahap, S.Pd., dan Ust. Syahrul, S.Pd. Kehadiran para ulama dari MUI Provinsi Sumut ini disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus masjid setempat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Samosir menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kunjungan tersebut. “Kami dan seluruh umat Islam di Samosir merasa sangat senang dan termotivasi atas kehadiran Tim Dakwah MUI Provinsi. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus menghidupkan dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Nurul Islam, Bapak Jujur Samosir, turut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan dan perhatian MUI Sumut. “Kami sangat berterima kasih atas kedatangan para ulama dan oleh-oleh yang diberikan. Semoga para ulama selalu istiqamah dalam menyebarkan ajaran Islam,” ucapnya penuh haru.

Dalam tausiah utamanya, Prof. Hasan Bakti Nasution menegaskan bahwa kekuatan umat Islam terletak pada tiga pilar utama: masjid, majelis ilmu, dan ukhuwah Islamiyah. “Masjid harus dijaga, majelis ilmu harus dihidupkan, dan ukhuwah harus dirawat. Dari sinilah lahir kekuatan umat yang kokoh dan penuh berkah,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Tohir Ritonga mengingatkan pentingnya menghadirkan wajah Islam yang damai dan membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. “Kita harus menampilkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin agar masyarakat luas tidak salah memahami Islam, bahkan tersentuh hatinya untuk mencintai dan mengenal Islam lebih dekat,” pesannya.

Kemudian, Ust. Hakkul Yakin Siregar dalam tausiahnya menekankan pentingnya memperkuat keimanan melalui pengamalan rukun iman. “Keimanan harus diperkuat dengan menghadiri majelis ilmu dan dibuktikan melalui amal saleh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Prof. Hasan Bakti Nasution menyampaikan pesan agar semangat dakwah di daerah minoritas terus dijaga bersama oleh para ulama dan umat. “Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan tausiah, tetapi juga untuk mempererat silaturahim. Di manapun umat Islam berada, di situlah tanggung jawab dakwah harus terus hidup. Ulama dan umat harus bergandengan tangan agar cahaya Islam tetap menerangi setiap sudut Sumatera Utara, termasuk di Samosir yang kita cintai ini,” ungkapnya penuh semangat.

Safari Dakwah MUI Sumut di Kabupaten Samosir ini menjadi wujud nyata komitmen MUI dalam memperkuat dakwah, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat keislaman yang moderat, damai, dan membawa rahmat bagi seluruh masyarakat.

Safari Dakwah MUI Sumatera Utara Bangun Ukhuwwah dan Keteguhan Iman di Tarutung

muisumut.or.id., Tarutung, 25 Oktober 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara terus menebar semangat dakwah ke berbagai daerah, termasuk kawasan dengan populasi minoritas Muslim. Pada Sabtu (25/10/2025) subuh, Tim Safari Dakwah MUI Sumatera Utara melaksanakan kegiatan di Masjid Raya Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Rombongan Safari Dakwah kali ini dipimpin oleh Sekretaris Bidang Dakwah MUI Sumut, Buya Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., M.Ag., bersama para dai dan anggota tim lainnya, yakni Fadhlan Khairi, S.Th.I., M.Ag., Untung Auliya Syafri Sitorus, S.Ag., Dr. H. Amar Adly, Lc., M.A., serta Jalaluddin Nasution, S.I.Kom.

Dalam taushiyahnya seusai Shalat Subuh, Buya Sugeng Wanto menyampaikan tiga pesan utama bagi jamaah dan masyarakat Muslim Tarutung. Pertama, pentingnya membangun kekuatan ukhuwah dan silaturrahim di antara umat Islam, agar terwujud kehidupan yang damai dan membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Kedua, ia menekankan pentingnya menanamkan kekuatan iman dan takwa dalam menjaga akidah umat agar tidak mudah goyah. Merujuk pada QS. Ali Imran ayat 102, Buya Sugeng menjelaskan bahwa kekuatan iman dan takwa harus dibangun melalui tiga konsep dasar, yakni thoatsyukur, dan dzikir.

Ketiga, beliau mengingatkan agar setiap Muslim meluruskan niat dan arah hidup hanya untuk menggapai ridha Allah SWT, karena di sanalah letak kebahagiaan hakiki seorang mukmin.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan dialog bersama jamaah, di mana salah satu aspirasi yang muncul adalah pentingnya kaderisasi pemuda Islam di Tapanuli Utara, agar semangat dakwah dan pembinaan umat terus berlanjut di masa depan.

Kasubbag Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara sekaligus Sekretaris MUI Kabupaten Taput, Al-Ustadz Nazar Luthfi Tambunan, yang juga Ketua PCNU Kabupaten Taput, menyambut baik kehadiran rombongan MUI Sumut.

Kami sangat mengapresiasi Safari Dakwah ini. Kehadiran para dai dari MUI Sumut memberikan semangat baru bagi umat Islam di Tapanuli Utara untuk memperkuat ukhuwah dan menjaga keimanan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Nazar Luthfi Tambunan.

Safari Dakwah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MUI Sumatera Utara ke berbagai kabupaten dan kota dengan komposisi masyarakat Muslim minoritas. Selain di Tarutung, tim Safari Dakwah MUI Sumut juga melaksanakan kegiatan serupa di Kota Pematangsiantar, Kabupaten Toba (Balige), dan Kabupaten Samosir.

Melalui Safari Dakwah ini, MUI Sumatera Utara meneguhkan komitmennya untuk terus menguatkan peran ulama dan dai dalam pembinaan umat, serta membangun sinergi lintas daerah demi tegaknya Islam yang rahmatan lil ‘alamin di seluruh penjuru Sumatera Utara.

DSN MUI Sumut Jalin Silaturahim dengan OJK Sumut, Bahas Kolaborasi Penguatan Ekonomi dan Literasi Syariah

0
Medan, 24 Oktober 2025 — Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara melakukan silaturahim dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (24/10/2025) di kantor OJK, Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 180 Medan.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Koordinator DSN MUI Perwakilan Sumut, Dr. Ardiansyah, Lc., M.A., bersama anggota DSN, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., serta unsur sekretariat Dr. Amar Adly, Dr. Irwansyah, dan Fuadi, M.H.. Rombongan DSN MUI diterima oleh Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, bersama unsur pimpinan lainnya.

Dalam sambutannya, Khoirul Muttaqien menjelaskan bahwa OJK sebagai lembaga yang berdiri sejak 2013 kini memasuki tahun ke-14, memiliki mandat penting dalam perlindungan konsumen, edukasi keuangan, dan penguatan inklusi finansial. Ia menegaskan bahwa OJK terus berkomitmen menghadapi berbagai persoalan yang marak di masyarakat, seperti investasi ilegal, judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga skema umrah bermasalah.

“Selain pengawasan lembaga keuangan, kami juga berfokus pada pengembangan ekonomi daerah melalui pembentukan ekosistem produktif, misalnya di sektor sawit dan jagung, serta menjalin sinergi dengan akademisi dan Komite Daerah Keuangan Syariah (KDKS) untuk menggali potensi ekonomi daerah,” ujar Khoirul.

Sementara itu, Dr. Ardiansyah dalam paparannya menyampaikan bahwa DSN MUI Perwakilan Sumut merupakan salah satu dari delapan perwakilan DSN MUI di Indonesia yang berperan dalam penguatan implementasi fatwa syariah dan pengawasan terhadap lembaga keuangan syariah di daerah.

Ia menyoroti sejumlah permasalahan krusial di Sumatera Utara, antara lain maraknya pinjaman online dan judi online yang telah merambah kalangan pelajar, serta investasi bodong yang menjerat masyarakat. “Fenomena ini menghantam generasi muda kita, bahkan masuk ke sekolah. Ini masalah besar yang perlu kita tangani bersama. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan OJK, baik di daerah maupun pusat,” ujar Ardiansyah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengangkat persoalan Rumah Potong Hewan (RPH) yang belum memiliki sertifikat halal, terutama di kawasan Medan bagian utara, serta kondisi BPRS yang tengah menghadapi tantangan kesehatan keuangan. “Kami akan mengadakan kegiatan pada November mendatang untuk membahas posisi riil keuangan syariah di Sumatera Utara,” tambahnya.

Dalam pertemaun tersbut disampaikan  tingkat literasi keuangan syariah di Sumut lebih tinggi dibanding tingkat inklusi, artinya masyarakat sudah mengenal keuangan syariah, namun belum banyak yang menggunakan produk dan jasa keuangan syariah. Karena itu, DSN MUI Sumut mengajak OJK untuk bersama-sama meningkatkan inklusi keuangan syariah dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah.

Menanggapi hal tersebut, Khoirul Muttaqien menyambut baik inisiatif DSN MUI Sumut. “InsyaAllah, kita akan berkolaborasi dalam banyak hal, termasuk edukasi dan literasi keuangan syariah. Kami juga mengundang DSN MUI untuk hadir dalam program ‘Bincang Syariah’ di Podcast OJK Sumut sebagai sarana edukasi publik,” ujarnya.

Sebagai penutup, DSN MUI Sumut juga memperkenalkan program Zawiyah Muamalah Forum, sebuah wadah diskusi dan edukasi ekonomi syariah yang digagas untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait praktik muamalah sesuai prinsip syariah.

Pertemuan ini berlangsung penuh keakraban dan diakhiri dengan komitmen kedua pihak untuk memperkuat sinergi dalam mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah yang sehat, inklusif, dan berkeadilan di Sumatera Utara.

Safari Dakwah MUI Sumut di Siantar: Prof. Hatta Tekankan Pentingnya Penguatan Tauhid

muisumut.or.id., Pematangsiantar, 25 Oktober 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali melaksanakan kegiatan Safari Dakwah yang berlangsung pada Sabtu (25/10/2025) malam. Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di beberapa masjid di Kota Pematangsiantar dengan agenda shalat Maghrib berjamaah dan tausiyah yang diisi oleh para muballigh dari MUI Sumut.

Salah satu titik pelaksanaan kegiatan berlangsung di Masjid Istiqomah Kampung Banjar, di mana Prof. Dr. H. Mohd Hatta tampil sebagai muballigh utama. Dalam tausiyahnya, Prof. Hatta menekankan pentingnya menguatkan ketauhidan kepada Allah SWT di tengah berbagai ujian kehidupan.

Kita perlu meneladani keteguhan iman Bilal bin Rabbah. Walaupun tubuhnya tertindih batu besar dan mengalami penderitaan, ia tetap teguh mengatakan Allahu Ahad, Allah itu Esa, dan tidak berpaling dari keimanannya,” ujar Prof. Hatta dalam tausiyah yang diikuti antusias jamaah.

Menurutnya, kisah Bilal bin Rabbah menjadi simbol keistiqamahan seorang mukmin dalam menjaga keyakinan kepada Allah SWT. “Seberat apa pun ujian hidup, jangan sampai menggeser keyakinan kita kepada keesaan Allah. Tauhid yang kuat adalah fondasi utama kehidupan seorang muslim,” tambahnya.

Kegiatan Safari Dakwah ini merupakan program rutin yang digagas oleh Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Pematangsiantar, bekerja sama dengan MUI Provinsi Sumatera Utara. Tujuannya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, serta membumikan semangat dakwah yang santun dan mencerahkan.

Selain Prof. Hatta, kegiatan Safari Dakwah MUI Sumut di Pematangsiantar juga menghadirkan muballigh lainnya, di antaranya Drs. H. Arifin Umar di Masjid Al Ikhlas dan Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si di Masjid Al Hanif. Ketiganya membawa pesan yang sama, yaitu menyeru umat untuk memperkokoh keimanan, memperkuat ukhuwah, dan memperbanyak amal kebaikan di tengah masyarakat.

Dr. H. Arso, S.H., M.Ag: Bangun Silaturrahim Berbasis Masjid untuk Meraih Rahmat Allah

muisumut.or.id., Balige, 25 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Safari Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Balige, Kabupaten Toba, pada 24–26 Oktober 2025, Dr. H. Arso, S.H., M.Ag menyerukan pentingnya membangun dan memperkuat silaturrahim berbasis masjid dan mushalla sebagai jalan untuk menggapai rahmat Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, Dr. Arso menegaskan bahwa silaturrahim bukan hanya pertemuan sosial atau tradisi belaka, melainkan sarana spiritual yang memiliki dimensi ilahiah. “Kita sering bertemu dan bersilaturrahim dalam gaya hidup modern, namun belum memaksimalkan agar silaturrahim membawa turunnya rahmat Allah,” ujarnya.

Beliau mengingatkan bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada rahmat Allah SWT. “Kita hidup di bumi yang Allah hamparkan, menghirup udara yang Allah sediakan, menikmati lautan yang memberi kehidupan, serta menyaksikan pergantian siang dan malam — semua itu merupakan manifestasi dari rahmat Allah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Arso memaparkan lima golongan yang dijanjikan akan mendapatkan rahmat Allah SWT. Pertama, sebagaimana disebut dalam Surah At-Taubah ayat 71, yaitu golongan orang-orang beriman, yang menegakkan amar makruf nahi mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kedua, mereka yang hidup saling kasih sayang dan memelihara hubungan baik antar sesama. Ketiga, mereka yang bersikap sabar dan bertawakkal kepada Allah. Keempat, mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an dan memperhatikan maknanya. Dan kelima, mereka yang tekun berdoa, berzikir, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.

Sebaliknya, beliau juga mengingatkan tentang golongan yang dapat mengundang murka Allah SWT, yakni mereka yang saling bermusuhan, menyuruh kepada kemungkaran, menyia-nyiakan salat, enggan membayar zakat, serta mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.

Menurut Dr. Arso, masjid dan mushalla seharusnya menjadi pusat peradaban dan poros silaturrahim umat. Di tempat itu umat Islam memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kasih sayang, dan menegakkan nilai-nilai ketaatan. “Apabila masjid menjadi tempat bersemainya silaturrahim, maka rahmat Allah akan turun dan menyelimuti kehidupan umat,” tegasnya.

Safari Dakwah MUI Sumut di Balige menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan ulama dan umat serta memperkuat dakwah Islam di wilayah minoritas Muslim. Melalui kegiatan ini, MUI Sumut berharap nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

MUI Sumut Gelar Safari Dakwah 2025: Meneguhkan Aqidah dan Membina Umat di Daerah Minoritas

0

muisumut.or.id. 25 Oktober 2025, Medan — Dalam upaya memperkuat syiar Islam dan memperkokoh aqidah umat di wilayah-wilayah minoritas, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali melaksanakan program Safari Dakwah 2025. Kegiatan ini akan digelar pada 24–26 Oktober 2025 di empat kabupaten, yakni Siantar, Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara.

Program Safari Dakwah menjadi bentuk nyata peran MUI sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat), yang bertugas menjaga, membimbing, dan membina masyarakat agar tetap teguh dalam aqidah dan ibadah. Melalui kegiatan ini, MUI Sumut berkomitmen menghadirkan para dai untuk memberikan pencerahan dan pembinaan langsung kepada masyarakat di daerah yang masih sangat membutuhkan pendampingan keagamaan.

Ketua Panitia Safari Dakwah, Dr. Ardiansyah, Lc., MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab MUI untuk menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin hingga ke pelosok daerah.

Kami menemukan masih banyak masyarakat muslim di daerah-daerah minoritas yang memiliki semangat beragama, tetapi belum mendapatkan pembinaan yang memadai. Ada yang sudah lama muslim, namun belum memahami dasar-dasar ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau pelaksanaan fardhu kifayah,” ungkap Dr. Ardiansyah

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Safari Dakwah ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan program pembinaan yang dilakukan secara intensif. Para dai yang ditugaskan akan menginap dan berinteraksi langsung dengan masyarakat selama beberapa hari untuk memberikan pelatihan praktis keagamaan.

Kita ingin memastikan umat Islam di sana memiliki kemampuan untuk melaksanakan ajaran agamanya dengan baik dan benar. Pembinaan akan difokuskan pada penguatan aqidah, pemahaman ibadah, kemampuan khutbah, dan juga penyelenggaraan fardhu kifayah. Bahkan, kita ingin setiap peserta bisa memperbaiki bacaan Al-Fatihah mereka dengan benar,” tambahnya.

Selain pembinaan keagamaan, Safari Dakwah juga menjadi ajang mempererat silaturrahim antara MUI Sumut dan umat di berbagai daerah. MUI berharap kegiatan ini dapat memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kembali semangat dakwah di daerah-daerah yang medannya sulit dan jarang tersentuh kegiatan keagamaan.

Melalui Safari Dakwah ini, MUI hadir tidak hanya untuk berdakwah, tapi juga untuk mendengarkan, memahami, dan membantu umat. Ini adalah bagian dari pengabdian kita bersama untuk menjaga umat agar tetap kokoh dalam aqidah dan istiqamah dalam beribadah,” ujar Dr. Ardiansyah tutupnya

Dengan terselenggaranya Safari Dakwah 2025, MUI Sumatera Utara berharap lahir umat Islam yang kuat dalam aqidah, benar dalam ibadah, serta berakhlak mulia, sehingga mampu menjadi contoh kebaikan di tengah masyarakat multikultural Sumatera Utara.

MUI Sumatera Utara Hadiri Safari Kebangsaan Polda Sumut: Perkuat Sinergi Polri dan Ulama untuk Negeri Aman dan Damai

0

Medan, muisumut.or.id, 23 Oktober 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menghadiri kegiatan Safari Kebangsaan Polda Sumatera Utara yang digelar di Masjid Al-Hidayah, Polda Sumut, Kamis (23/10). Kehadiran MUI Sumut diwakili oleh Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., M.Ag, Sekretaris Bidang Dakwah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Polda Sumut dalam memperkuat hubungan baik antara Polri dan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, ormas, dan tokoh-tokoh keagamaan. Safari Kebangsaan mengangkat tema “Polri untuk Negeri”, dengan semangat mempererat persatuan dan membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dalam sambutan yang disampaikan melalui Wakapolda Sumut, Kapolda Sumatera Utara menegaskan bahwa Polri adalah pengayom masyarakat serta garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan dan kepercayaan masyarakat agar tugas-tugas Polri dapat berjalan dengan optimal.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan kepercayaan, doa, dan dukungan masyarakat agar Indonesia tetap aman, damai, dan sejahtera,” ujar Wakapolda dalam pesannya.

Mewakili Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Sugeng Wanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sumut yang terus membangun jembatan komunikasi dengan para ulama dan masyarakat. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga keharmonisan sosial di tengah tantangan zaman.

“Kami dari MUI Sumut sangat mendukung upaya Polri dalam mempererat sinergi dengan ulama dan masyarakat. Inilah bentuk nyata kebersamaan untuk menjaga negeri agar tetap damai dan berkeadaban,” ujarnya usai kegiatan.

Sebagai pesan universal yang mengiringi kegiatan tersebut, seluruh pihak diajak untuk terus berkolaborasi dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Mari sama-sama kita jaga bangsa Indonesia agar menjadi negeri yang aman, damai, dan sejahtera. Aamiin ya Allah,” demikian pesan penutup yang menjadi seruan kebersamaan pada kegiatan tersebut.