muisumut.or.id, Medan, Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara publikasikan Fatwa-fatwa MUI Pusat dan MUI sumatera Utara melalui Dialog Interaktif di TVRI Sumatera Utara. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Juni 2023 langsung sebagai narasumbernya adalah Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA dan Dr. Irwansyah, M.H.I selaku Sekretaris membidangi Fatwa.
Dalam penyampaiannya Ahmad Sanusi Luqman menyebut bahwa banyak sekali persoalan yang terjadi di tengah-tengah umat seputar kurban yang kerap kali ditanyakan di masyarakat. “Misalnya bagaimana hukum berkurban tanpa berakikah, bagaimana hukum orang yang berkurban atau panitia kurban menjual kulit hewan kurban. Padahal sejak lama Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara telah menerbitkan fatwa bahwa orang yang berkurban atau wakilnya (yakni panitia kurban) haram untuk menjual atau menjadikan upah kulit, daging atau bagian apapun dari hewan kurbannya.” Ujar Sanusi Luqman.
Disisi lain, Dr. Irwansyah juga dalam dialog interaktif menyampaikan bahwa selain itu, fatwa MUI Sumatera Utara juga menyebut hukum kurban dengan mencicil adalah boleh. “Hukumnya sesuai dengan niat orang yang berkurban, jika diniatkan kurban sunat, maka jatuh sebagai kurban sunat dan jika diniatkan kurban wajib, jatuh hukumnya wajib (kurban nazar maksudnya)” ujar Irwansyah. Sebeb menurutnya kurban nazar tidak boleh dimakan oleh orang yang berkurban, begitu juga dengan keluarganya.
Ahmad Sanusi juga mensosialisasikan Fatwa terbaru tentang kurban adalah diterbitkan oleh MUI Pusat yakni fatwa nomor : 34 tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Merebaknya Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan antisipasi penyakit Peste Des Petits Ruminants (PPR) pada hewan kurban.
Diakhir, Pimpinan Bidang Fatwa Ahmad Sanusi Luqman memberikan Apresiasi kepada TVRI Sumatera Utara yang telah berkenan menjadikan salah satu topik kajian Jumat tersebut adalah fatwa-fatwa MUI. TVRI sebagai media pemersatu bangsa, menjadi pilar dan salah satu media penyambung dakwah khususnya fatwa-fatwa MUI agar dapat diserap seluruh lapisan masyarakat khususnya pemirsa di rumah.
(Irwansyah)






