Sunday, March 15, 2026
spot_img

BidKom Seni Budaya MUI SU Gelar “Ramadhan Ceria , Ifthar Jama’i dan Ngaji Budaya” di PAB Medan

Medan, muisumut.or.id., 14 Maret 2026,  Ngaji Budaya adalah pendekatan dakwah yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kekayaan tradisi lokal seperti buka bersama untuk mencerdaskan nurani generasi muda dan menjaga warisan leluhur dalam harmoni. Bagaimana budaya dikemas dengan nilai nilai Islam.

Iftar Jama’i adalah tradisi berbuka puasa bersama-sama yang dilakukan oleh umat Muslim selama bulan Ramadan, baik bersama keluarga, teman, sekolah/madrasah maupun komunitas, untuk mempererat silaturahmi. Kegiatan sering disertai Sholat Maghrib berjamaah, taushiyah, dan berbagi makanan, mencerminkan nilai silaturahmi , kepedulian sosial, berkah, serta kebersamaan.

Berangkat dari pemikiran ini Bidang/Komisi Seni Budaya MUI SU yang Ketua Bidangnya Hj.Wan Khairunnisah dan sekretarisnya Nani Ayum Panggabean mengadakan kolaborasi dan kerja sama dengan Kepala Madrasah MA PAB Sarwedi Harahap yang berkebetulan juga anggota Komisi Seni Budaya dengan menggelar Giat “Ramadhan Ceria, Ifthar Jama’i dan Ngaji Budaya” pada hari Sabtu, 14 Maret 2026/ 24 Ramadhan 1447 H di Aula PAB Medan.

Tujuan kegiatan ini menunjukkan kepada generasi muda tentang konsep Islam dalam mengajarkan seni budaya kepada generasi muda yang berlandaskan pada prinsip tauhid (mengesakan Allah), akhlak karimah, dan kemaslahatan (dakwah amar ma’ruf nahi mungkar). Menyampaikan bahwa Islam tidak melarang kesenian, melainkan mengarahkan keindahan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan mengembangkan peradaban yang beradab.

Semua acara kegiatan dikemas dengan indah, menarik dan tetap dalam koridor nilai nilai islami yang dilaksanakan oleh Siswa MA PAB dimulai dari duet MC , pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan terjemahnya, tarian persembahan sederhana tidak vulgar sebagai tradisi melayu menyambut tamu, tak lupa sambutan Kepala Madrasah , Ketua Bidang Seni Budaya dan pembina Yayasan bahkan tausiah nya pun kami menyimak bersama dari 3 orang siswa yang dikemas dalam bentuk “Syarhil Qur’an (ada Qari ah, penerjemah dan Pendakwah yang mensyarahkan AlQur’an)

Nani Ayum Panggabean tak ketinggalan memberi pesan kepada generasi muda lewat pembacaan penggalan puisi Maulana Jalaluddin Rumi dan Alhamdulillah Nani pun sudah berziarah di makam Rumi yang terletak di dalam kompleks Museum Mevlana di Konya, Turki.
“Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan. Karena Tuhan, dalam rahmat-Nya, tetap menerima mata uang palsumu.” — Jalaluddin Rumi. Puisi dalam Matsnawi ini, Jalaluddin Rumi mengatakan “mata uang palsu” adalah metafora mendalam tentang kasih sayang Tuhan. Rumi menegaskan agar manusia tetap berdoa meski merasa tidak ikhlas, kering, atau munafik, karena Tuhan tetap menerima “mata uang palsu” (doa yang tidak sempurna) tersebut dengan rahmat-Nya. Rumi menyampaikan amanat:
“Rahmat Allah Tanpa Batas”

Hadir pada giat tersebut Pembina Yayasan H.Fauzi Sunara, Kepala Madrasah beserta guru dan jajarannya serta seluruh siswa Madrasah Aliyah PAB Medan sedangkan dari Bidang/Komisi Seni Budaya MUI SU hadir Ketua dan Sekertaris Bidang bersama anggota Komisi Sahril, Sakdiyah Rahman dan Nuraini Simangunsong.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles