muisumut.or.id, Medan -Suatu Focus Group Diskusi ( FGD) yang di selenggarakan Komisi Luar Negeri MUI SU, di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Gajah Mada Medan, tentang Tafsir Inspirasi Al Quran dalam bahasa Inggris, Selasa( 29/9) cukup mendapatkan perhatian peserta. Hal ini terlihat keseriusan peserta dalam mengikuti FGD itu.
Menurut Sekretaris MUI SU membidangi Komisi luar negeri, Dr Najamuddin, FGD ini berjumlah kitar 30 peserta, terdiri mahasiswa jurusan bahasa Inggris, dosen, guru tafsir hadis dari berbagai Perguruan tinggi dan pesantren di Medan . Tujuan dilaksanakannya FGD ini, untuk menyamakan persepsi dalam menterjemahkan dan penafsiran Al Qur,an kdalam bahasa Inggris sesuai dengan isi dan maknanya.
FGD dalam menterjemahkan dan tafsir Al Quran merupakan pertama kalinya dilaksanakan Komisi Luar Negeri MUI SU.
Disebut Najamuddin, adapun pemakalah yang ditampilkan Dr Rahmatsyah Rangkuti, Dosen Fakultas Satra USU, Dr Firman Maulana , Dekan PAI UISU, dan Rizal Syamsudin MA, dari kalangan da’i.
Dr Rahmatsyah yang tampil sebagai pemakalah dalam FGD itu menyebutkan bahwa untuk melakukan penterjemahan isi Al Qur’an kedalam bahasa Inggeris cukup sulit, mengingat kaidah bahasa Arab dan bahasa Inggris, selalu ada perbedaan . Belum lagi untuk tafsirnya . Bahkan ia memberi contoh untuk menterjemahkan dan menafsirkan surat Al Fatiha yang hanya tujuh ayat, cukup sulit dan perlu kehati-hatian. Bahkan ia menyebut tak jarang dari bahasa inggris ke bahasa lain juga selalu terjadi kesalahan dalam menterjemahkannya sehingga sehingga timbul kesalah faham. Ia memberi contoh dalam berbagai kasus yang pernah terjadi adanya kesalahan penerjmahan bahasa Inggris kepada bahasa lain sehingga salah pula dalam penafsiran. “ Jadi untuk menterjemahkan isi Al qur’an kebahasa Inggris dan penafsirannya adalah tugas yang penuh ketelitian agar makna dan isi Al Qur,an itu tetap sesuai “ ungkap Rahmatyah Rangkuti. ( husni.as)






