Monday, June 22, 2026
spot_img

 HIJRAH DAN KEPEMIMPINAN PROFETIK

Kita sudah berada di  tahun 1448 Hijriyah dan telah kita tinggalkan tahun 1447 Hijriyah dengan segala suka dan dukanya. Kiranya kita dapat mengambil pelajaran (ibroh) dari perjalanan hidup kita, khususnya setahun yang lalu. Ahli hikmah berkata: “Seorang mukmin tidak boleh masuk ke dalam lobang yang sama sebanyak dua kali”. Kata-kata tersebut mengisyaratkan agar kita lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan. Kehati-hatian adalah sikap hidup para nabi dan orang-orang yang bertakwa.

Hijrah mangandung makna pindah, berubah, dinamis dan meningkat. Nabi Muhammad Saw bersama sahabat dan kaum muslimin  melakukan hijrah dari Makkah  ke Madinah pada tahun 622 M. Pada waktu itu hijrah pada satu sisi merupakan pengorbanan dan pada sisi lain adalah  harapan dan kemajuan. Nabi dan kaum muslimin harus meninggalkan kampung halaman, keluarga dan bahkan harta benda demi memenuhi perintah hijrah dan ini adalah sebuah pengorbanan. Sementara di Madinah ada harapan hidup yang lebih baik dan berkemajuan, karena delegasi dari Madinah sudah datang ke Makkah menjumpai nabi sebanyak dua kali untuk meminta agar Nabi Muhammad Saw berkenan hijrah ke Madinah.

Setelah mendapat restu dari Allah melalui wahyu, Nabi menyuruh sahabat dan kaum muslimin untuk hijrah lebih dahulu, kemudian baru  beliau hijrah bersama Abu Bakar Shiddiq. Sebagai seorang pemimpin, Nabi menyelamatkan umat lebih dahulu dan terakhir beliau yang hijrah. Pada malam hijrah Nabi Muhammad Saw berhadapan dengan kematian, karena sekelompok pemuda bayaran mencari Rasulullah untuk dibunuh dengan bayaran yang mahal dari kafir Quraisy. Mereka punya rencana, tapi rencana Allah yang berlaku. Menjelang waktu subuh Nabi yang ditemani sahabatnya Abu Bakar Shiddiq keluar rumah menuju Gua Tsur dan setelah itu baru hijrah menuju Madinah dengan selamat.

Proses hijrah mengandung banyak pelajaran bagi kita saat ini, khususnya dalam konteks kepemimpinan. Mendahulukan kepentingan dan keselamatan umat atau rakyat itulah pemimpin yang sejati. Inilah karakter negarawan yang berbeda dengan karakter politisi. Dewasa ini, di negeri ini yang banyak adalah karakter politisi atau politikus. Mereka merayu rakyat ketika pemilu dengan berbagai iming-iming dan janji-janji manis agar rakyat mau memilihnya, tapi kemudian meninggalkan rakyat setelah terpilih. Mereka hanya mementing diri, kelompok dan partainya, karena mereka menamakan diri sebagai petugas partai. Hal ini berbeda dengan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.

Setelah Nabi sampai di Madinah setidaknya ada empat program utama yang beliau kerjakan. Pertama, membangun masjid, yaitu Masjid Quba (QS.At-Taubah [9]: 108) dan Masjid Nabawi. Kedua, mempersaudarakan antara Muhajirin dengan Anshor. Muhajirin adalah orang Makkah yang berhijrah sedangkan Anshor adalah penduduk Madinah yang membantu penduduk Makkah. Ketiga, mendirikan Baitul Mal, menghimpun dana untuk pembiayaan dalam membangun masyarakat dan negara Madinah. Keempat, membuat konstitusi, yaitu piagam Madinah, yang mengatur persoalan internal umat Islam dan hubungan dengan eksternal.

Nabi adalah pemimpin negara Islam yang pertama yaitu Madinah. Gaya kepemimpinannya adalah dengan musyawarah (QS. Ali Imran [3]: 159), dan juga demokratis karena selalu meminta pendapat sahabat dalam menyusun startegi. Untuk membangun kekuatan, Nabi berhasil menyatukan antara Muhajirin dan Anshor. Warna kehidupan penuh dengan kasih saying (QS. Ali Imran [3]: 159), saling membantu dan menyatu dalam ukhwah Islamiyah, karena tidak ada kelompok buzzer yang suka memancing di air keruh. Selanjutnya kas negara (Baitul Mal) digunakan antara lain untuk membantu kaum lemah (dhu’afa), dan tidak dijarah oleh pihak-pihak yang ingin memperkaya diri.

Negeri ini sedang “tidak baik-baik saja dalam berbagai lini”. Polarisasi sangat ngeri, keadilan sulit dicari, korupsi menjadi-jadi dan indek kebahagian masyarakat rendah sekali. Untuk mengatasi kerusakan multidimensi, maka perlu hadir pemimpin yang bijak bestari dan memimpin dengan hati agar turun rahmat serta keberkahan dari Ilahi.

 

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles