Thursday, September 17, 2026
spot_img

KPRK MUI Sumut Gelar Pengajian Rutin, Tekankan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Medan, muisumut.or.id. 18 Juli 2026 — Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali menggelar pengajian rutin bagi kaum ibu sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus meningkatkan peran keluarga dalam membangun generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

Pengajian yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, tersebut mengangkat tema “Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak”, dengan menghadirkan Dr. H. Muhammad Nasir, Lc. sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para ibu untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya pendidikan anak yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga mencakup pembentukan iman, akhlak, moral, dan keterampilan sosial.

Dalam ceramahnya, Dr. H. Muhammad Nasir, Lc. menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses panjang dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan anak yang dimulai sejak anak berada di lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi seorang anak. Di lingkungan keluarga, anak pertama kali belajar mengenal nilai-nilai kehidupan, agama, moral, etika, serta bagaimana berinteraksi dengan orang lain.

“Oleh karena itu, orang tua memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan anak dalam lingkungan keluarga akan sangat memengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara ayah dan ibu dalam mendidik anak. Keduanya memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi agar anak memperoleh pendidikan yang seimbang, baik dari aspek intelektual, moral, spiritual maupun sosial.

Dr. Muhammad Nasir juga mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik anak. Pendidikan yang sesungguhnya harus mencakup pembinaan iman, ibadah, akhlak, ilmu pengetahuan, serta keteladanan yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan anak merupakan amanah yang sangat mulia sekaligus tanggung jawab besar bagi setiap orang tua. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya dengan memberikan makan, pakaian, tempat tinggal dan fasilitas pendidikan. Anak juga membutuhkan pembinaan iman, ibadah, akhlak, ilmu pengetahuan dan terutama keteladanan dari orang tuanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah diharapkan mampu melahirkan generasi yang saleh, berilmu dan berakhlak mulia. Generasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

KPRK Dorong Penguatan Peran Keluarga
Ketua Bidang Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Sumatera Utara, Dra. Rusmini, MA, mengatakan bahwa pengajian rutin bagi kaum ibu merupakan bagian dari komitmen KPRK MUI Sumut untuk terus memberikan pembinaan dan penguatan terhadap peran keluarga.

Menurut Rusmini, persoalan pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan formal. Keluarga tetap memiliki posisi yang sangat menentukan karena sebagian besar proses pembentukan karakter anak berlangsung melalui interaksi sehari-hari di lingkungan rumah.

“Orang tua, khususnya ayah dan ibu, adalah pendidik pertama bagi anak. Karena itu, kita ingin para ibu semakin memahami bahwa mendidik anak bukan hanya tugas sekolah atau guru, tetapi merupakan amanah bersama yang dimulai dari rumah,” ujar Rusmini.

Ia juga menilai bahwa tantangan keluarga dalam mendidik anak semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Anak saat ini berhadapan dengan berbagai informasi dan pengaruh dari lingkungan yang tidak selalu sesuai dengan nilai agama.

“Karena itu, orang tua harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mendampingi anak. Jangan sampai anak lebih banyak mendapatkan pendidikan dari lingkungan luar dan media digital dibandingkan dari keluarganya sendiri,” katanya.

Rusmini berharap kegiatan pengajian rutin KPRK MUI Sumut dapat menjadi sarana bagi para ibu untuk saling belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat kesadaran tentang pentingnya membangun keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang sehat dan Islami.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan anak pada akhirnya tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari iman, akhlak, kemandirian, tanggung jawab dan kepedulian sosial yang tumbuh dalam diri anak.

“Harapan kita, melalui pembinaan seperti ini lahir keluarga-keluarga yang kuat, yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat, serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Pengajian rutin tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari gerakan pembinaan keluarga yang dilakukan KPRK MUI Sumatera Utara, khususnya dalam meningkatkan kapasitas kaum ibu sebagai salah satu pilar utama dalam membangun generasi dan ketahanan keluarga.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles