Kegiatan Monev tersebut dihadiri Prof. Dr. H. Faisal Nasar Bin Madi, MA., Ketua Bidang Pendidikan MUI, Buya Drs. H. Pasni Rusli, Ketua MUI Bidang Seni Budaya, serta Miftah Huda, S.Pd.I., M.E.Sy., Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat.
Dalam arahannya, Tim Monev MUI Pusat menyampaikan bahwa keberhasilan MUI di tingkat nasional tidak terlepas dari kualitas kinerja MUI di daerah.
“Baiknya MUI Pusat adalah dari baiknya MUI Sumatera Utara,” demikian pesan yang disampaikan Tim Monev MUI Pusat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan organisasi MUI secara nasional harus dibangun dari kinerja MUI di seluruh tingkatan, termasuk MUI Sumatera Utara. Karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi tidak semata-mata dimaknai sebagai penilaian, tetapi juga sebagai sarana untuk melihat perkembangan, mengidentifikasi tantangan, serta memperkuat program yang telah berjalan.
MUI Sumut Pernah Berada di Peringkat Ketiga Nasional
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa berdasarkan hasil penilaian tahun 2024, MUI Sumatera Utara berada pada peringkat ketiga secara nasional.
Posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan kinerja MUI Sumatera Utara yang perlu terus dipertahankan sekaligus dikembangkan melalui peningkatan program, administrasi, kelembagaan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah semakin luasnya jejaring kerja sama MUI Sumatera Utara melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan berbagai lembaga.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pendidikan, pembinaan umat, dunia usaha, pengembangan ekonomi umat, serta penguatan ekosistem halal.
Dengan semakin banyaknya MoU dan MoA yang dibangun, MUI Sumatera Utara memiliki peluang untuk memperluas implementasi program dan meningkatkan manfaat kerja sama bagi masyarakat.
Kunjungan Monev sebagai Silaturahmi Kekeluargaan
Tim Monev MUI Pusat juga menekankan bahwa kunjungan ke daerah hendaknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang membebani pengurus MUI Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut lebih ditekankan sebagai kunjungan kekeluargaan dan silaturahmi antara MUI Pusat dengan MUI Sumatera Utara.
Karena itu, proses monitoring dan evaluasi diharapkan berlangsung secara terbuka dan konstruktif, sehingga berbagai hal yang telah berjalan dengan baik dapat dipertahankan, sementara aspek yang masih perlu diperbaiki dapat dibahas bersama.
“Kunjungan dari pusat adalah kunjungan kekeluargaan, jadi jangan menjadi beban,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pendekatan kekeluargaan ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara MUI Pusat dan MUI Sumatera Utara, sekaligus membuka ruang untuk bertukar pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan organisasi.
MoU dan MoA Jadi Modal Penguatan Program
Dalam konteks penguatan kinerja ke depan, keberadaan berbagai MoU dan MoA yang telah dibangun MUI Sumatera Utara dinilai menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan program.
Kerja sama dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai lembaga lainnya dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan nyata yang mendukung tugas MUI dalam pembinaan umat.
Harapan yang disampaikan dalam kegiatan Monev tersebut adalah agar MUI Sumatera Utara yang pada 2024 berada di peringkat ketiga nasional dapat terus meningkatkan kinerjanya melalui berbagai program dan kolaborasi yang telah dibangun, termasuk melalui penguatan implementasi MoU dan MoA.
Dengan demikian, monitoring dan evaluasi tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara MUI Pusat dan MUI Sumatera Utara serta mendorong peningkatan kualitas kelembagaan dan program MUI di Sumatera Utara.





