Thursday, September 17, 2026
spot_img

MUI Sumut Gelar Pengajian Remaja, Bahas Kepemimpinan dari Sejarah Hijrah Nabawiyah

Medan, muisumut.or.id., 13 Juni 2026 — Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Sumatera Utara menggelar pengajian remaja dengan menghadirkan Prof. Dr. H. Ardiansyah, MA sebagai penceramah, Sabtu (13/6/2026). Kajian mengangkat tema “Remaja dan Kepemimpinan: Belajar dari Sejarah Hijrah Nabawiyah.”

Dalam kajiannya, Prof. Ardiansyah menekankan bahwa remaja yang diharapkan menjadi pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu menjaga diri dengan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Nilai-nilai kepemimpinan dapat dipelajari melalui berbagai kisah tokoh dalam sejarah Islam.

Ia antara lain mengangkat kisah Ashhab al-Kahfi, para pemuda yang mempertahankan keimanan dengan mengasingkan diri ke dalam gua. Kisah tersebut menggambarkan keteguhan generasi muda dalam mempertahankan keyakinan.

Selain itu, terdapat sejumlah tokoh perempuan yang dapat menjadi teladan bagi remaja, seperti Aisyah RA yang dikenal memiliki kecerdasan dan menjadi tempat bertanya para sahabat; Fatimah RA sebagai sosok perempuan salehah yang gemar bersedekah; Zainab binti Jahsy RA yang menjadi salah satu istri Nabi Muhammad SAW; serta Sumayyah, ibunda Ammar bin Yasir, yang dikenal sebagai syahidah pertama dalam Islam.

Menurutnya, pembentukan remaja sebagai calon pemimpin dan harapan umat membutuhkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya nilai-nilai Islam. Remaja perlu dibimbing untuk membangun suasana Islami dalam berbagai aspek kehidupannya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan budaya malu dan tradisi kebaikan di kalangan remaja. Pembinaan tidak semestinya hanya dilakukan melalui kemarahan dan tekanan, tetapi melalui contoh dan keteladanan yang dapat mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam proses pembinaan tersebut, orang dewasa juga perlu memberikan ruang kepada remaja untuk menyampaikan pendapat dan menghargai pandangan mereka. Prinsip ini, menurutnya, dapat dipelajari dari sejarah Nabi Muhammad SAW yang mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat para sahabat dalam berbagai persoalan, termasuk dalam peristiwa Perang Uhud dan Khandaq.

Selain mendengar dan menghargai pendapat, apresiasi terhadap perilaku positif juga penting dalam membentuk kebiasaan baik. Remaja perlu mendapatkan validasi dan penghargaan atas kebaikan yang mereka lakukan, seperti bersikap sopan, mengucapkan salam, menunjukkan empati kepada sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui pengajian remaja ini, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Sumut mendorong pembinaan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga ketakwaan, akhlak, kepedulian sosial, dan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal untuk berkontribusi bagi umat di masa mendatang.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles