Thursday, September 17, 2026
spot_img

MUI Sumut Gelar Pengajian Rutin, Bahas Hijrah Membangun Peradaban dengan Kolaborasi

Medan, muisumut.or.id., 20 Juni 2026 — Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Sumatera Utara menggelar pengajian rutin bagi ibu-ibu dengan menghadirkan Prof. Dr. H. M. Jamil, MA. sebagai penceramah, Sabtu (20/6/2026). Kajian mengangkat tema “Hijrah Membangun Peradaban dengan Kolaborasi.”

Dalam ceramahnya, Prof. M. Jamil menjelaskan bahwa secara etimologis, hijrah berarti meninggalkan sesuatu karena adanya ketidaksukaan terhadap sesuatu tersebut. Sementara secara terminologis atau syar’i, hijrah berarti berpindah dari sesuatu yang tidak baik menuju sesuatu yang baik, serta dari sesuatu yang baik menuju keadaan yang lebih baik.

Menurutnya, sejarah hijrah Rasulullah SAW memberikan pelajaran penting bahwa pembangunan dan kemajuan peradaban membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang terarah. Pembangunan peradaban juga tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai unsur yang diperlukan.

Kolaborasi menjadi penting karena membangun peradaban membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pendekatan yang bersifat one man show tidak cukup untuk menghadapi kompleksitas persoalan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa manusia dan agama merupakan dua unsur penting dalam pembangunan peradaban. Salah satu unsur yang sangat krusial adalah moral dan agama. Ketika terjadi kemunduran dalam nilai dan moral, masyarakat akan menghadapi berbagai persoalan yang dapat berkembang menjadi masalah dengan dampak yang lebih luas.

Dalam kajiannya, Prof. M. Jamil memaparkan empat unsur penting dalam kebangkitan peradaban Islam.

Pertama, iman atau tauhid. Keimanan semestinya menghadirkan kesadaran terhadap Allah SWT dalam seluruh aktivitas kehidupan. Tauhid menjadi prinsip dasar dalam pembangunan peradaban Islam sekaligus memberikan identitas bagi kehidupan masyarakat.

Kedua, amal. Amal menggambarkan pentingnya tindakan nyata dalam kehidupan seorang Muslim. Keimanan tidak berhenti pada keyakinan, tetapi diwujudkan melalui amal yang memberikan manfaat dalam kehidupan.

Ketiga, ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan untuk membangun berbagai bidang kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, politik, hukum, hingga budaya. Kemampuan menguasai teknologi dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kemajuan masyarakat.

Keempat, akhlak. Pembangunan masyarakat yang harmonis membutuhkan akhlak yang mampu membangun hubungan positif di tengah perbedaan. Sikap menerima kesatuan dalam keberagaman, serta membangun simpati dan empati terhadap orang maupun kelompok lain, menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama.

Melalui pengajian tersebut, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Sumut mendorong pemahaman bahwa makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Semangat hijrah dapat diwujudkan melalui penguatan iman, amal, ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak yang dibangun secara bersama melalui kolaborasi.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles