Tuesday, March 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 18

Mahasiswa PTKU MUI Sumut Jawab Pertanyaan Bijak Buya Anwar Abbas dalam Pengajian Akbar Milad 50 Tahun MUI

muisumut.or.id., Medan, 9 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengajian Akbar digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan menghadirkan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Dr. H. Anwar Abbas, MM. Acara yang berlangsung  menghadirkan momen menarik ketika Buya Anwar melontarkan sebuah pertanyaan kepada para jamaah.

Buya Anwar membagikan sebuah pesan bermakna yang ia terima dari KH. Alie Yafiei saat dirinya diangkat menjadi Sekretaris Jenderal MUI Pusat. Pesan tersebut berbunyi:

“Aʿṭi mā shiʾta fa-innaka amīr, wa-isʾal mā shiʾta fa-innaka asīr.”
(Berikanlah apa yang kau kehendaki karena engkaulah pemimpin; dan mintalah apa yang kau kehendaki karena engkaulah tawanan.)

Dari sekian banyak pesan yang saya terima, pesan ini sangat melekat dalam ingatan saya,” ungkap Buya Anwar. Ia kemudian menantang para peserta pengajian untuk menjelaskan makna pesan tersebut.

Salah satu mahasiswa dari Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut maju ke depan dan memberikan penjelasan yang tepat dan mendalam mengenai makna pesan tersebut. Atas kejelasan dan keberanian sang mahasiswa, Buya Anwar memberikan hadiah berupa uang tunai sebagai bentuk apresiasi.

Dalam kesempatan itu, Buya Anwar juga menyinggung kondisi ekonomi umat Islam, khususnya soal kebiasaan merokok yang berdampak besar pada keuangan umat. Ia menyatakan, “Umat Islam adalah mayoritas perokok, dan dari asumsi 1,2 triliun rupiah per hari uang umat Islam masuk ke kantong pengusaha rokok. Dari 10 orang terkaya saat ini, tidak ada satupun orang Indonesia asli, semuanya keturunan lain.

Ia menghitung secara sederhana, jika ada 60 juta orang yang merokok dan setiap bungkus rokok dihargai 20 ribu rupiah, maka dana yang terbuang sangat besar dan seharusnya dapat dialihkan untuk pemberdayaan umat.

Buya Dr. Anwar Abbas: Selain Ekonomi, Persatuan Umat Adalah Kunci Kekuatan Bangsa

muisumut.or.id., Medan, 9 Agustus 2025 – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., menegaskan bahwa selain kepemilikan kapital atau kekuatan ekonomi, persatuan umat merupakan kunci penting untuk memperkuat posisi Islam di Indonesia dan di kancah dunia. Pesan ini ia sampaikan dalam Pengajian Akbar Milad ke-50 MUI yang diselenggarakan MUI Sumatera Utara di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (9/8/2025).

Persatuan harus kita wujudkan, karena dapat menjadi penentu arah negeri ini. Syekh dari Iran pernah menyampaikan bahwa umat Islam akan kembali memimpin dunia, dan itu akan datang dari Indonesia. Saya titip pesan satu: tolong ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah dijaga,” kata Syekh kepada  Buya Anwar. Tapi pertanyaan besarnya kapan NU dan Muhammadiyah akan benar-benar bersatu, ia tersenyum sambil berkata, “Saya juga tidak tahu.”

Buya Anwar menyinggung hasil Ijtima’ Ulama di Ponorogo tahun 2008 yang merekomendasikan pentingnya taswiyatul manhaj, yaitu menyamakan persepsi terkait persoalan mendasar umat, seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan persatuan. Setelah persepsi disamakan, setiap ormas Islam dapat melanjutkan kerja sama melalui tansiqul harakah (sinkronisasi gerakan). Menurutnya, inilah strategi MUI yang bisa mempersatukan berbagai kekuatan Islam.

Ia memaparkan tiga prinsip kepengurusan MUI yang dapat menjadi resep penyatuan kekuatan umat:

  1. Kompetensi – pengurus harus memiliki kemampuan sesuai bidang, komisi, dan lembaga yang diemban.

  2. Integritas – tidak boleh ada pengurus yang memiliki cacat hukum, etika, atau akhlak.

  3. Representasi – kepengurusan harus mewakili kekuatan umat secara luas, bukan hanya dikuasai satu atau dua kelompok saja.

“Kalau tiga prinsip ini dijalankan, kita bisa bersatu karena semua unsur umat sudah merasa terwakili,” ujarnya.

Buya Anwar juga mengingatkan bahwa kelompok-kelompok sekuler sangat tidak menginginkan umat Islam bersatu. Ia mengutip nasihat dari Jenderal Sudirman, seorang panglima besar yang menjadi teladan dalam perjuangan kemerdekaan. “Jika ingin menang, maka harus kuat. Untuk kuat, harus bersatu. Dan untuk bersatu, harus rajin silaturahim,” tegasnya.

Pesan ini menjadi bagian penting dari rangkaian tausiyah Buya Anwar Abbas, sejalan dengan misi MUI untuk menjadi pemersatu umat, pengawal akidah, serta mitra kritis pemerintah demi kemaslahatan bangsa.

Buya Dr. Anwar Abbas: Umat Islam Harus Bangkit dari Kelemahan Ekonomi dan Mental Pegawai

muisumut.or.id. Medan, 9 Agustus 2025 – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berbagai faktor yang menyebabkan umat Islam di Indonesia menjadi lemah, khususnya dalam bidang ekonomi. Pesan ini disampaikan dalam Pengajian Akbar Milad ke-50 MUI yang digelar MUI Sumatera Utara di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (9/8/2025).

Menurut Buya Anwar, akhir-akhir ini terdapat kelompok sekuler radikal yang ingin menjauhkan agama dari kehidupan bernegara. “Mereka menginginkan negeri ini berjalan tidak sesuai konstitusi. Agama jangan dibawa-bawa dalam mengurus negara, dan mereka tidak mau kita berargumentasi dengan ajaran agama. Semua ingin diselesaikan hanya dengan rasio akal pikiran,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa meski umat Islam dulunya berjumlah 95 persen dari total penduduk, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 88 persen. Namun, yang menentukan kekuatan sebuah bangsa bukan hanya jumlah, melainkan penguasaan kapital ekonomi. “Ekonomi umat Islam saat ini lemah. Kita tidak memiliki mental entrepreneur, hanya mental pegawai. Padahal Nabi mengajarkan kita untuk berhijrah, termasuk berhijrah mental, dari mental pegawai menuju mental wirausaha,” ujarnya.

Mengutip pandangan pengusaha nasional almarhum Ciputra, Buya Anwar menjelaskan bahwa terbentuknya mental entrepreneur membutuhkan tiga pilar utama: orang tua, masyarakat, dan guru. Sayangnya, menurutnya, banyak orang tua pribumi yang tidak memiliki pola pikir kewirausahaan, masyarakat yang kurang mendukung, dan dunia pendidikan yang lebih fokus mencetak pekerja dibanding pembuat lapangan kerja.

Ia menilai peran pemerintah sangat penting dalam mengalokasikan sumber daya untuk mencetak wirausahawan baru. “Jika pemerintah dan kita semua tidak mengantisipasi, negeri ini tidak akan berada dalam kondisi aman. Tingginya pengangguran dan kemiskinan akan memicu meningkatnya kriminalitas,” tegasnya.

Buya Anwar juga menyoroti persoalan persatuan bangsa yang kian rapuh akibat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat banyak, melainkan hanya menguntungkan segelintir orang. “Untuk itulah MUI harus berperan menyatukan umat, memperkuat ekonomi, dan menjaga nilai-nilai agama agar bangsa ini tetap berada di jalan yang benar,” pungkasnya.

MUI Sumut Gelar Pengajian Akbar Milad 50 Tahun Hadirkan Buya Dr. Anwar Abbas: Tegaskan Peran MUI Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

0

muisumut.or.id., Medan, 9 Agustus 2025 – Dalam rangkaian peringatan Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUI Sumatera Utara menggelar Pengajian Akbar di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (9/8/2025). Acara ini menghadirkan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., yang menyampaikan tausiyah bertema “Berkhidmat untuk Umat dan Kemaslahatan Bangsa”.

Dalam paparannya, Buya Anwar Abbas mengungkapkan bahwa pada peringatan Milad MUI Pusat yang digelar 26 Juli lalu, banyak kesepakatan strategis yang telah dicapai. Ia menilai, kini MUI semakin mendapat pengakuan dan perhatian publik. “MUI semakin seksi dan menarik, perannya semakin diakui. Namun, meskipun demikian, masalah yang dihadapi semakin berat dan beragam. Jalan yang kita lalui pun semakin bergelombang. Jika MUI tidak pandai menjalankan bahteranya, bukan mustahil kapal besar ini akan bermasalah,” ujarnya.

Buya Anwar mengingatkan pentingnya MUI bersama umat mengarungi kehidupan sesuai sunnah Nabi dan, sebagai warga negara, tetap memperhatikan konstitusi dan UUD 1945. “Selamanya kita harus berpegang pada Al-Qur’an, sunnah, dan konstitusi. Insyaallah perjuangan kita akan diterima oleh siapa pun,” tegasnya.

Mengenai tema Berkhidmat untuk Umat dan Kemaslahatan Bangsa, Buya Anwar menjelaskan bahwa MUI adalah mitra pemerintah, tetapi bukan berarti selalu harus sejalan tanpa kritik. Konsep shodiqul hukumah (sahabat pemerintah) menurutnya harus dimaknai sebagai kemitraan yang berlandaskan kebenaran. “Kalau pemerintah berbuat benar, wajib kita dukung. Tapi kalau salah, wajib kita mengingatkan. Kita tidak boleh terlibat dukung-mendukung tanpa sikap kritis. Ukurannya jelas: kebenaran menurut agama dan konstitusi,” tegasnya.

Buya Anwar juga menegaskan sikap MUI yang menolak segala kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan ajaran agama. Ia mencontohkan penolakan terhadap legalisasi judi dan prostitusi. “Konstitusi kita menjunjung ajaran agama. Tidak boleh ada aturan pemerintah yang bertentangan dengan agama,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan adanya tantangan baru dari kelompok-kelompok sekuler radikal yang berupaya menjauhkan negeri ini dari agama. “Mereka tidak mau urusan negara dikaitkan dengan ajaran agama, dan hanya mau diselesaikan dengan logika rasional semata. Padahal, bagi kita, agama adalah sumber nilai yang tak boleh ditinggalkan,” pungkasnya.

Milad 50 Tahun MUI: MUI Sumut Gelar Dakwah dan Konseling Bahaya Narkoba di Kampus UMSU Lewat Siaran Radio

0

muisumut.or.id., Medan, 9 Agustus 2025 – Dalam rangka Milad 50 Tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUI Sumatera Utara melalui Lembaga Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANN) MUI Sumut bersama Bidang Informasi MUI Sumut kembali menggelar dakwah dan konseling bahaya narkoba. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Lapas Tanjung Gusta, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan, dan Pesantren Darul Quran. Kali ini, giliran kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang menjadi lokasi kegiatan, dengan format on air melalui Radio UMSU FM 91,6 MHz dan disiarkan langsung di kanal YouTube resminya, Sabtu (9/8/2025).

Mengangkat tema “Nilai-Nilai Islam dan Kampus Bersih Narkoba”, siaran berdurasi satu jam, mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WIB ini menghadirkan narasumber Dr. Zukarnein, MA., ICAP dan Dr. Akmaluddin Syahputra, dengan host Mesya, mahasiswa semester 2 UMSU.

Dr. Zukarnein menjelaskan bahwa Lembaga GANN MUI Sumut telah berdiri lebih dari lima tahun dengan tugas utama melaksanakan kampanye anti narkoba, memberikan bimbingan dan konseling bagi penyalahguna narkoba, serta menjalankan program rehabilitasi. “Kali ini kita masuk ke kampus UMSU yang telah meraih predikat unggul. Saya mendorong agar UMSU menjadi Kampus Bersinar (Bersih Narkoba). Ada 10 kriteria, salah satunya memasukkan mata kuliah terkait, dan itu sudah ada di UMSU dengan silabus yang saya susun,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Akmaluddin Syahputra menekankan pentingnya menjaga akal sebagai salah satu dari maqashid syariah yang wajib dilindungi. “Kita menjadi makhluk ciptaan Allah yang istimewa karena diberi akal, sehingga mampu belajar, memahami, dan mengajarkan ilmu. Akal menjadikan kita manusia yang menjadi subjek hukum sempurna atau dalam istilah Islam disebut mukallaf,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, MUI Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan kampus, agar terhindar dari bahaya narkoba, sejalan dengan misi dakwah Milad 50 Tahun MUI yang mengedepankan pembinaan umat secara berkelanjutan.

MUI Sumut Gelar Pengajian Akbar Milad ke-50 di Auditorium UMSU

0

muisumut.or.id., Medan, 9 Agustus 2025, — Dalam rangka Milad ke-50, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar Pengajian Akbar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Mukhtar Basri, Medan, Sabtu 9 Agustus 2925. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Milad MUI yang mengangkat semangat kebersamaan, kolaborasi, dan penguatan peran MUI di tengah umat.

Pengajian Akbar tersebut menghadirkan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Dr. Anwar Abbas, sebagai penceramah utama. Acara dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumut, Dewan Pimpinan MUI, Dewan Pertimbangan MUI Sumut, organisasi masyarakat Islam pendiri MUI, DP MUI kabupaten/kota, hingga tamu undangan lainnya, dengan jumlah peserta sekitar 500 orang.

Gubernur Sumatera Utara, yang diwakili oleh Drs. H. Basyarin Yunus Tanjung, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumut, dalam sambutannya mengucapkan selamat Milad ke-50 kepada MUI. Ia berharap MUI terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan umat di Sumatera Utara.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UMSU yang telah memfasilitasi acara. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMSU yang selalu terbuka mendukung kegiatan MUI, khususnya pada momentum penting Milad ke-50 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad ke-50 MUI Sumut, Prof. Dr. H. Hasan Bakti, MA, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Ia mengingatkan bahwa lahirnya MUI merupakan hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan, dan zu’ama dari berbagai penjuru tanah air.

Rektor UMSU Prof. Dr . Agussani, MAP sebagai tuan rumah menyampaikan bahwa UMSU dan segenap warga Muhammadiyah siap berkolaborasi dengan lembaga ataupun instansi serta ormas yang lain, dan kolaborasi dengan lembaga MUI Sumut sudah beberapa kali dilakukan.

Pengajian Akbar ini menjadi peneguh semangat MUI Sumut untuk terus berperan sebagai shodiqul hukumah (mitra pemerintah) dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

MUI Sumut Usulkan Program Strategis di Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025

muisumut.or.id., Jakarta, 9 Agustus 2025 – Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 selama tiga hari, 8–10 Agustus 2025, di Hotel Sultan Jakarta. Mengusung tema “Kedaulatan Pangan dan Energi untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”, forum ini dihadiri tokoh nasional, pimpinan lembaga, akademisi, pengusaha, hingga pakar di bidang pangan dan energi.

Kegiatan yang dibuka Wakil Ketua Umum MUI, Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., ini merupakan agenda tahunan KPEU yang membahas isu strategis ekonomi umat. Tahun ini, fokus diarahkan pada penguatan kedaulatan pangan dan energi sejalan dengan visi Presiden Prabowo. Forum menghadirkan 11 pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, ormas Islam, pelaku usaha besar, dan UMKM, untuk merumuskan rekomendasi strategis atau resolusi jihad ekonomi.

Wakil Ketua KPEU MUI sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Ekonomi Umat, Andi Djuwaeli, menyampaikan bahwa sidang ini menjadi wadah penyelarasan strategi dan literasi agar kebijakan pemerintah dapat didukung optimal oleh masyarakat. Ketua OC, H. Hazuarli Halim, menambahkan bahwa sejak 2022 sektor pangan dan energi telah menjadi prioritas pemerintah, dan MUI berperan menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk pemerataan ekonomi.

MUI Sumatera Utara yang diwakili Prof. Dr. Saparuddin Siregar memaparkan delapan program strategis untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi sekaligus pemberdayaan ekonomi umat di 2025. Program tersebut meliputi pelatihan pembuatan pupuk alami melalui KPSAUM, pengembangan tanaman hidroponik lewat P2WP, implementasi pembiayaan syariah di Koperasi Merah Putih, hingga usulan perubahan UU No. 23 Tahun 2011 agar zakat penghasilan ASN dan perusahaan muslim bersifat wajib pungut.

Selain itu, MUI Sumut juga mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh MUI kabupaten/kota dan masjid, pelatihan wirausaha muslim setiap tahun, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga ekonomi-bisnis Islam seperti MES, FOSIL, HEBITREN, KDEKS, dan pemerintah.

Sidang tahunan yang dijadwalkan ditutup oleh Sekjen MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, diharapkan menghasilkan rekomendasi yang memperkuat ekosistem kedaulatan pangan dan energi, berkeadilan, dan mengarusutamakan ekonomi syariah dalam pembangunan nasional.

Jakarta, 9 Agustus 2025
Prof. Dr. Saparuddin Siregar SE. Ak., MA., CA., SAS, QGIA

Konjen Jepang Melakukan Kunjungan Kehormatan ke MUI Sumut

0

muisumut.or.id, Medan, 09 Agustus 2025, Konsul Jenderal Jepang di Medan, Mr. FURUGORI Toru melakukan kunjungan kehormatan ke Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) pada hari Kamis pagi 09/08/2025. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan baik antara MUI Sumut dan masyarakat Jepang serta umat Islam khususnya di Sumatera Utara.
Kunjungan ini juga melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Konsul Jenderal Jepang sebelumnya Mr TAKONAI Susumu yang saat ini pindah tugas ke Surabaya.

Kedatangan Konjen Jepang ditemani oleh Mr. SUZUKI Yushi (Konsul), Mr. Furunobu Koichi, (Konsul Muda merangkap penterjemah Bahasa Jepang dan Indonesia)dan Ms. Mariati Sekretaris.

Rombongan Konsulat Jepang diterima dengan hangat oleh Ketua Umum MUI SU Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr. H. Asmuni, MA, Bandahara Umum Drs. H Sotar Nasution, M.HB, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri & Kerjasama Internasional (HLNKI) KH Akhyar Nasution, Sekretaris Bidang HLNKI Ahmad Azlisyah, S.Ag, M.Pd dan Kepala Tata Usaha Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Muhammad Puadi Harahap, SH., M.Pd

Dalam sambutannya Ketua Umum MUI-SU, DR. H. Maratua Simanjuntak menyambut baik kedatangan Konsul Jepang. MUI-SU, beliau merasa sangat terbantu dengan bantuan dan kerjasama Konsul Jepang dan Konsul Negara sahabat lainnya.
Dalam keterangannya beliau menjelaskan saat ini ada enam agama yang diakui di Republik Indonesia 1. Islam 2. Kristen Protestan 3. Katolik 4. Hindu 5. Budha dan 6. Konghucu.
Sebelum menjadi ketua umum MUI-SU Buya Maratua pernah selama tujuh belas tahun sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Sumatera Utara ke enam umat beragama tersebut dapat hidup rukun dan damai ujarnya.
Ketua Umum mengatakan bahwa pada tanggal 26 Juli 2025 yang lalu MUI baru saja memperingati Hari Lahirnya yang 50 tahun.
Beliau menjelaskan bahwa di Sumatera Utara, Majelis Ulama mempunyai 33 cabang se Kabupaten dan Kota.
Ketua Umumnya dipilih sekali dalam lima tahun melalui musyawarah.
Buya Maratua juga menegaskan tugas pokok MUI ada dua.
Pertama صادق الحكومة mitra pemerintah
Kedua حماية الأمة penjaga umat.
MUI-SU juga menyiapkan kader Ulama dengan membuka beasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama selama tiga tahun dan setelah itu mereka melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Washliyah (UNIVA) untuk mengambil gelar sarjana strata satu. Semua mahasiswa diasramakan katanya.

Pada pertemuan ini Konsul Jenderal Jepang Mr. FURUGORI Toru mengucapkan salam hormat.
Beliau baru bertugas sekitar dua bulan di Medan.
Menurutnya MUI merupakan penyelaras antara Islam dan negara di Indonesia.
Mr. Toru menjelaskan saat ini Negara Jepang mengalami penurunan angka kelahiran. Oleh sebab itu mereka sangat mengharapkan Negara sahabat dapat bekerja di Jepang.
Konsul Jendral juga mengatakan perkembangan Agama Islam dan masjid saat ini sangat baik di Jepang. Ada sekitar 200.000 muslim sekarang ini ucapnya
Wisata dan kuliner halal juga berkembang pesat. Indonesia sudah berpartisipasi dengan menyediakan gedung dan makanan halal di sana ujarnya lagi.
Kedutaan Jepang juga sudah pernah mengundang para tokoh agama dan pemuda dari berbagai ormas Islam untuk berkunjung ke Jepang.
Mr FURUGORI mengatakan meskipun mayoritas bangsa Jepang bukan beragama Islam, namun mereka sangat mengedepankan kejujuran, disiplin dan kebersihan. Meskipun berbeda agama, masyarakatnya bisa menyamakan visi dan misi untuk kebaikan dan kemajuan negara katanya.

Dalam pertemuan tersebut MUI SU dan Konsul Jepang juga membahas tentang peluang kerjasama. Hal ini disambut baik oleh ketua Umum MUI-SU. Untuk kelanjutannya silakan dibicarakan dengan Ketua Bidang HLNKI KH Akhyar Nasution ujar Buya Maratua.

Di sela pembicaraan, kedua pihak juga membahas masalah korupsi dan kebersihan di Indonesia. Menurut Prof DR. H Asmuni Sekretaris Umum MUI-SU meskipun dalam setiap kesempatan khutbah, pengajian dan acara tokoh agama dan pemerintah selalu mengingatkan hal tersebut. Namun sangat disayangkan hal ini masih sering terjadi dan masalah kebersihan belum terlaksana sepenuhnya ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung sekitar empat puluh menit diakhiri dengan bertukar cendramata dan photo bersama

Kontributor Akhyar Nasution Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara

Komisi Fatwa Sidangkan Enam Produk Sertifikasi Halal, Satu Diminta Lengkapi Berkas Tanpa Sidang Ulang

0

muisumut.or.id., Medan, 5 Agustus 2025 — Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali menggelar sidang penetapan kehalalan terhadap enam entitas produk dari berbagai pelaku usaha pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sidang ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan jaminan halal bagi konsumen Muslim atas produk yang beredar di pasaran.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. Amar Adly, Lc., M.A., menetapkan bahwa lima dari enam produk dapat dilanjutkan ke tahap penerbitan sertifikat halal. Sementara itu, satu entitas usaha atas nama Rumah Makan Sawah Kita dengan jenis usaha Restoran/Cafe diminta untuk segera melengkapi dokumen pendukung yang masih kurang, tanpa harus melalui proses sidang ulang.

Pelaksanaan sidang juga dihadiri oleh Direktur LPPOM MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Baysaruddin, M.S., yang langsung memimpin tim dari LPPOM dalam memberikan klarifikasi teknis dan administratif terhadap dokumen yang diajukan pelaku usaha. Selain itu, turut hadir dalam sidang tersebut Ketua Bidang Fatwa, Ust. Sanusi Lukman, Lc., M.A., serta Sekretaris Bidang, Dr. Irwansyah, M.H.

Produk-produk yang disidangkan meliputi berbagai kategori usaha, seperti minuman olahan dari PT. Ophir Makmur Bestari dan PT. Tirta Alpin Makmur, olahan daging dan ikan dari Grosir Dimsum Qoqom, serta produk minyak dari Sumber Era Nabati. Seluruh pelaku usaha berasal dari sektor mikro hingga menengah, dengan pengajuan sertifikasi dilakukan secara mandiri.

Dalam keterangannya, Dr. Amar menekankan bahwa sidang ini adalah bagian dari upaya MUI untuk memastikan produk yang beredar di tengah masyarakat telah memenuhi standar kehalalan sesuai syariat Islam. “Kami mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap standar halal, bukan hanya sebagai persyaratan administratif, tapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual,” ujarnya.

Komisi Fatwa MUI Sumut berharap agar pelaku usaha yang belum lengkap dokumennya dapat segera melengkapi persyaratan yang diminta, sehingga proses sertifikasi dapat segera dituntaskan tanpa harus menunggu sidang berikutnya.

Urban Farm MUI Sumut Tampil di Dialog RRI Bahas Transformasi Digital UMKM

0

muisumut.or.id., Medan, 6 Agustus 2025 — Urban Farm Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam Dialog Luar Studio Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Medan bertajuk Transformasi Digital UMKM, yang digelar langsung dari studio lapangan di Kantor MUI Sumut, Rabu (6/8).

Dalam dialog yang berlangsung selama satu jam tersebut, Aidil Harbi Ritonga selaku perwakilan pelaku UMKM Urban Farm MUI Sumut memaparkan kiprah usaha mereka yang telah hadir dan aktif sejak tahun 2021. Ia menjelaskan bahwa Urban Farm MUI Sumut fokus pada sektor pertanian urban yang produktif, dengan menyediakan bibit sayuran, hasil panen segar, serta pupuk AB Mix baik dalam bentuk cair maupun bahan baku.

“Kami juga membuka pelatihan gratis bagi siapa saja yang ingin belajar urban farming. Tujuannya agar masyarakat bisa mulai mandiri dalam memproduksi bahan pangan sehat di lingkungan masing-masing,” ungkap Aidil dalam dialog tersebut.

Sementara itu, Ketua PINBAS (Pusat Inkubasi Bisnis Syariah) MUI Sumut, Drs. Putrama Alkhairi, menegaskan pentingnya proses transformasi digital dalam pengembangan UMKM saat ini. Menurutnya, digitalisasi merupakan keniscayaan yang harus dihadapi meskipun di awal terasa berat, terutama dalam hal kesiapan sumber daya manusia dan kebutuhan finansial.

“Awalnya memang butuh penyesuaian, pelatihan, dan juga biaya. Tapi ketika proses transformasi digital ini sudah berjalan, justru akan membuat operasional UMKM lebih efisien dan murah dalam jangka panjang,” jelas Putrama.

Dialog yang dipandu oleh Ricky Subandi ini disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial RRI Pro 1 Medan dan mendapat antusiasme dari para pelaku UMKM serta pendengar setia RRI. Kehadiran Urban Farm MUI Sumut dalam forum ini menjadi bukti bahwa UMKM berbasis keumatan dapat menjadi pionir dalam inovasi dan transformasi digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.