Sunday, April 19, 2026
spot_img
Home Blog Page 27

Kuliah Umum PTKU MUI Sumut: Prof. Dr. H. Hasballah Thaib, MA Kupas Tantangan Ulama di Era Globalisasi

0

muisumut.or.id – Senin, 14 Juli 2025 / 19 Muharram 1447 H
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) kembali menggelar Kuliah Umum yang kali ini menghadirkan Prof. Dr. H. Hasballah Thaib, MA sebagai narasumber utama. Kuliah umum bertajuk “Ulama dan Tantangan Globalisasi” ini berlangsung di Aula MUI Sumut dan dihadiri langsung oleh Dr. KH. Arso, Lc, M.Ag selaku Wakil Ketua Umum MUI Sumut sekaligus Wakil Direktur PTKU.

Dalam paparannya, Prof. Hasballah menegaskan bahwa globalisasi telah mempersempit batas antar bangsa melalui perdagangan, investasi, budaya, hingga politik global yang berdampak luas terhadap umat Islam. “Globalisasi bukan hanya fenomena ekonomi, tapi juga budaya, politik, dan agama. Tantangannya adalah bagaimana ulama bisa tetap menjaga identitas umat di tengah arus global,” ujarnya.

Beliau menyoroti bahwa globalisasi memunculkan pertukaran budaya, inovasi teknologi, hingga peluang ekonomi, namun juga membawa dampak negatif seperti mengikis keberagaman budaya, mengancam pemahaman agama yang autentik, serta memicu kesenjangan sosial dan ekonomi.

Tantangan Ulama di Era Globalisasi:

Prof. Hasballah menguraikan sejumlah tantangan konkret yang dihadapi umat Islam di Sumatera Utara dan Indonesia secara umum, di antaranya:

1. Banyaknya organisasi Islam yang seringkali terfragmentasi tanpa kesepakatan substansial.

2. Beberapa Peraturan Daerah di Sumut tidak sejalan dengan Fatwa MUI.

3. Geopolitik yang mempersamakan antara Syiah dengan Israel sebagai kekuatan lawan.

4. Minimnya fatwa MUI yang mencakup aspek ekonomi dan syariah, lebih dominan di ranah fikih dan akidah.

5. Tantangan pragmatisme berorganisasi yang lebih berorientasi pada kepentingan material, khususnya menjelang Pemilu.

6. Krisis identitas umat akibat arus globalisasi.

7. Kebiasaan memperbesar masalah khilafiyah yang tidak relevan dengan kondisi umat saat ini.

8. Munculnya pertentangan baru seperti antara Wahabi dan Syiah, sebagaimana dahulu ilmu kalam lahir akibat pertentangan dengan Kristen.

9. Kemajuan teknologi melahirkan fitnah dan hoaks yang masif.

10. Pentingnya menegaskan identitas keislaman di tengah masyarakat global.

11. Globalisasi seringkali diikuti jika sesuai kepentingan politik atau ekonomi.

12. Toleransi yang kebablasan karena pemerintah menciptakan narasi toleransi yang tidak jelas batasannya.

13. Perebutan pengaruh masjid antar kelompok seperti Jamaah Islamiyah dan Jamaah Tabligh.

Prof. Hasballah juga mengutip pesan Prof. Dhiya Al Hasan yang berpesan, “Jangan tanyakan lagi pada orang bodoh kenapa tidak belajar, tapi tanyakan pada orang alim kenapa malas mengajar.” Ini menjadi pengingat bagi para ulama untuk terus aktif mengajar dan membimbing umat.

Ulama Masa Depan: Ahli dan Multidisipliner

Di akhir paparannya, Prof. Hasballah menekankan bahwa di era globalisasi, ulama yang dibutuhkan adalah yang ahli di bidangnya namun juga memiliki wawasan multidisipliner. Hal ini harus menjadi perhatian utama dalam kurikulum pendidikan ulama agar mereka tidak hanya piawai dalam satu disiplin ilmu, tetapi juga peka terhadap perkembangan zaman.

 

Meriahkan Muharram 1447 H, BAZNAS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Serahkan Pembinaan untuk Juara Pildacil

muisumut.or.id, Medan – 12 Juli 2025, Dalam rangka memeriahkan Peringatan Muharram 1447 Hijriah, MUI Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan berbagai kegiatan bernuansa islami dan kemasyarakatan. Salah satu kegiatan utama yang sukses digelar adalah gerak jalan sehat yang diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Usai kegiatan gerak jalan sehat, panitia bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Utara mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta, tercatat 132 orang memanfaatkan layanan ini sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan umat.

Pelayanan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim medis yang terdiri dari: dr. Fitri Hafianty (Dokter Umum), dr. Elman BoyAde Rahayu (Perawat), Putri Lia Darmi (Bidan), Ida Wahyuni (Bidan). Jenis layanan yang diberikan meliputi: Cek tekanan darah (tensi), Cek gula darah, cek asam urat,  Konsultasi kesehatan umum, Pemeriksaan metabolik, Pemberian obat sesuai indikasi medis

Masyarakat khususnya peserta gerak jalan terlihat sangat terbantu dengan layanan ini, terutama para peserta lanjut usia dan ibu rumah tangga,

BAZNAS Serahkan Uang Pembinaan Juara Pildacil

Tak hanya fokus pada bidang kesehatan, BAZNAS Sumut juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda Islami. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp9.000.000 kepada para juara lomba Pildacil (Pemilihan Dai Cilik) yang  digelar sebagai bagian dari rangkaian acara Muharram.

Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. Muhammad Hatta,  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk nyata kehadiran BAZNAS di tengah umat, tidak hanya dalam bentuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pembinaan generasi muda.

Muharram adalah momentum hijrah untuk lebih baik, dan kami ingin berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya. Kami berharap pemeriksaan kesehatan ini dan dukungan kepada anak-anak dai cilik menjadi langkah kecil yang berarti besar bagi umat,” ujar Prof. Hatta.

Peringatan Muharram 1447 H tahun ini menjadi lebih bermakna dengan kolaborasi aktif antara MUI Sumut dan BAZNAS, yang tidak hanya menghadirkan semangat religius, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat.

UPZ MUI Sumut Hantarkan Dai Binaan ke Masjid Al Azmi Langkat: Warga Sambut Hangat, Masjid Siap Dihidupkan Kembali

0

muisumut.or.id – Ahad, 13 Juli 2025 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali melaksanakan program dakwah dengan mengantarkan dua dai binaan ke wilayah pelosok Sumatera Utara. Pada Minggu, 13 Juli 2025, UPZ MUI Sumut resmi memberangkatkan Darmansyah Sitompul dan Hanafi Maarif sebagai dai yang akan bertugas di Masjid Al Azmi, Dusun Perteguhan, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

Dalam prosesi pengantaran dai tersebut, turut hadir Dr. M. Thohir Ritonga, Lc., M.A selaku Sekretaris UPZ MUI Sumut, Prof. Dr. Saparuddin Siregar, M.Ag sebagai Bendahara UPZ MUI Sumut, serta Ali Suman Daulay sebagai anggota UPZ.
Kedatangan dai disambut hangat oleh Kepala Dusun dan warga setempat, yang memang menantikan adanya pembinaan keagamaan di kampung mereka.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi kondisi Masjid Al Azmi, satu-satunya masjid yang ada di Dusun Perteguhan. Namun, masjid ini sudah lama sepi tanpa aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan karena tidak adanya pengelola dan pembimbing tetap.

Prof. Dr. Saparuddin Siregar dalam sambutannya berharap besar kepada kedua dai agar berkomitmen maksimal memakmurkan masjid dan membina masyarakat sekitar.

“Kami berharap para dai mampu menjalankan amanah ini dengan kesungguhan. Daerah seperti ini membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan keikhlasan untuk membimbing umat agar masjid kembali hidup dengan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pesan Prof. Sapar.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Thohir Ritonga, yang menegaskan bahwa peran dai tidak hanya sebatas memberi ceramah, tetapi juga menjadi pencerah dan pendamping umat dalam membangun kualitas kehidupan beragama.

“Tugas utama dai adalah memberikan pencerahan. Bukan sekadar mengajar, tetapi juga membina, merangkul, dan memotivasi masyarakat agar lebih dekat dengan ajaran Islam dan memakmurkan masjid,” ujar Dr. Thohir.

Program pengiriman dai ini merupakan bagian dari strategi UPZ MUI Sumut dalam memberdayakan dana zakat untuk memperkuat dakwah di daerah terpencil, yang selama ini belum mendapatkan perhatian dakwah secara berkelanjutan.

Dengan hadirnya Darmansyah Sitompul dan Hanafi Maarif, masyarakat Desa Telagah diharapkan kembali menjadikan Masjid Al Azmi sebagai pusat ibadah, pendidikan Islam, dan penguatan sosial keagamaan. Warga setempat pun optimis, masjid yang selama ini sepi akan kembali semarak dengan kegiatan yang membina iman dan takwa mereka.

Tiga Dai dan Satu Alumni PTKU MUI Sumut Terima Hadiah Umrah pada Puncak Muharram 1447 H

muisumut.or.id, Medan – 12 Juli 2025, Dalam momentum Puncak Peringatan Muharram 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, berkolaborasi dengan Yayasan Hufaz Centre dan Gadika Mandiri Islam Travel, menyerahkan hadiah umrah kepada  yakni imam masjid, bilal mayit laki-laki, bilal mayit perempuan, dan alumni terbaik Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut.

Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa mereka dalam pelayanan umat Islam, khususnya di daerah-daerah marginal, dan dalam profesi yang sering luput dari perhatian.

1. Yahya – Dai Minoritas Muslim di Kabupaten Karo

Yahya, berdomisili di Desa Sugihen, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, telah berdakwah sejak tahun 2016 di wilayah minoritas Muslim. Ia dikenal sebagai bilal jenazah, guru mengaji, khatib, dan nazir masjid yang mengabdikan dirinya tanpa pamrih. Dengan menetap di rumah nazir masjid, Yahya juga membina kegiatan dakwah di empat desa binaan: Sugihen, Sukababo, Nageri, dan Batu Mamak.

Gaji dari profesinya sebagai guru agama PNS di SD Negeri 040577 Kutagerat pun turut digunakan untuk membiayai kegiatan dakwah, termasuk menyenangkan hati anak-anak dan remaja agar mereka mau belajar agama dan meramaikan masjid.

2. Muhammad Azizi – Imam Masjid dan Pembina Tahfiz di Batubara

Muhammad Azizi, seorang imam masjid asal Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, telah lebih dari 10 tahun mengabdi sebagai imam masjid dan pengajar Al-Qur’an. Ia membina program tahfiz, tilawah, dan pelatihan bilal jenazah. Dahulu, Azizi juga pernah berdakwah di Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, dan berhasil mengembalikan puluhan keluarga yang sebelumnya murtad kembali ke Islam.

Meski belum memiliki tempat tinggal sendiri, dan masih menumpang, Azizi tetap istiqamah mengabdi. Ia menempuh pendidikan hingga pascasarjana yang dibiayai oleh jamaah masjid di Medan, dan mengabdikan ilmunya sepenuh hati di daerah-daerah yang membutuhkan.

3. Rismawati MS, S.Ag – Bilal Mayit Perempuan dari Medan

Rismawati MS, S.Ag, warga Jalan Garu III, Kecamatan Medan Amplas, merupakan bilal mayit perempuan yang memulai peran sosialnya sejak 2018. Awalnya ia hanya membantu seorang bilal lansia dalam menyelenggarakan fardhu kifayah di lingkungan sekitar tanpa pamrih, bahkan tanpa tahu bahwa pekerjaan itu mendapatkan honorarium.

Atas usulan warga dan STM, Rismawati diangkat resmi sebagai bilal mayit tahun 2022 dan menerima honor dari Pemerintah Kota Medan sejak 2024. Lulusan Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Medan ini tinggal menumpang di rumah mertuanya dan terus mengabdi dengan penuh keikhlasan, meski di tengah keterbatasan ekonomi bersama suami dan dua anaknya.

4. Alfi Syahri Dalimunte, S.Pd – Alumni PTKU MUI Sumut

Alfi Syahri Dalimunte, S.Pd, sebagai salah satu alumni terbaik PTKU MUI Sumut, turut menerima hadiah umrah. Ia menyampaikan rasa syukur mendalam atas penghargaan yang diterimanya. “Saya sangat bersyukur atas pemberian hadiah ini, terutama kepada DP MUI Sumut, Pimpinan Gadika Mandiri Islam Travel, serta seluruh donatur yang telah dengan ikhlas memberikan hadiah yang tak pernah saya bayangkan ini,” ujarnya.

Penghargaan atas Ketulusan Mengabdi

Ketua Umum MUI Sumatera Utara menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk nyata apresiasi kepada mereka yang berjuang di garis depan dakwah Islam dengan keikhlasan, ketekunan, dan kesungguhan, sering kali tanpa sorotan.

“Hadiah umrah ini adalah bentuk penghormatan atas ketulusan mereka, dan motivasi bagi kita semua agar terus mendukung syiar Islam di mana pun berada, termasuk di wilayah minoritas,” ujarnya.

Pemprov Sumut Siap Dukung Pembangunan Gedung LPPOM dan PTKU-P MUI Sumut

muisumut.or.id, Medan – 12 Juli 2025, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan komitmennya untuk mendukung kelanjutan pembangunan Gedung LPPOM dan Pendidikan Tinggi Kader Ulama Perempuan (PTKU-P) MUI Sumatera Utara. Hal ini ditegaskan dalam Puncak Peringatan Muharram 1447 Hijriah yang digelar di pelataran Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama No. 3 Medan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Sumut, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, kembali menegaskan urgensi penyelesaian pembangunan gedung yang menjadi pusat penguatan layanan keummatan strategis ini. “Kalau tahun lalu kita telah meletakkan batu pertama, maka tahun ini kita berharap gedung tersebut sudah dapat berdiri dan dimanfaatkan,” ujarnya dengan penuh semangat di hadapan para tokoh dan peserta yang hadir.

Gedung yang sedang dibangun ini dirancang sebagai pusat layanan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM MUI Sumut), sekaligus sebagai kampus Pendidikan Tinggi Kader Ulama Perempuan (PTKU-P), dan Laboratorium Astronomi Islam. Pada bagian atas bangunan akan disiapkan sarana rukyatul hilal, yang dapat digunakan untuk penetapan awal bulan Hijriah, Idulfitri, dan Iduladha secara ilmiah dan terpadu oleh tim falakiyah lintas sektoral, termasuk Kanwil Kementerian Agama, Pemprov Sumut, dan unsur organisasi keislaman.

Pernyataan Ketua Umum MUI Sumut ini langsung disambut positif oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang dalam hal ini diwakili oleh Drs. H. Basyarin Yunus Tanjung, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Gubernur Sumut. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi siap mendukung pembangunan gedung tersebut sebagai bentuk sinergi dan kepedulian terhadap upaya penguatan institusi keagamaan di Sumatera Utara.

Ajakan Keterlibatan Umat dan Dermawan

Selain menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah, Ketua Umum MUI Sumut juga mengimbau kepada para aghniya, donatur, dan para pemangku kepentingan untuk turut serta mendukung proses pembangunan ini melalui kontribusi yang bersifat sukarela dan tidak mengikat.

Sumbangan dapat diberikan dalam bentuk material bangunan seperti semen, pasir, dan batu bata, maupun berupa dana tunai yang dapat disalurkan melalui:

🔹 Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI)
Atas nama: Panitia Pembangunan Gedung MUI Sumut
Nomor rekening: 7237 0932 07

Atau dapat langsung diantar ke Bendahara Pembangunan di Gedung LPPOM MUI, Lantai 2, Jalan Majelis Ulama No. 3, Medan.

Pembangunan Gedung LPPOM dan PTKU-P ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kualitas pelayanan keislaman, pengawasan halal, kaderisasi ulama perempuan, dan pengembangan ilmu falak di Sumatera Utara. MUI Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan proyek ini sebagai amal jariyah kolektif demi kemaslahatan umat yang lebih luas.

Ketua Umum MUI Sumut: Muharram Momentum Hijriyah Sepanjang Tahun, Bukan Sekadar Seremonial

muisumut.or.id., Medan, 16 Muharram 1447 H/ 12 Juli 2025– Puncak peringatan Muharram 1447 Hijriah yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menjadi ruang penting bagi konsolidasi pemikiran dan penguatan arah perjuangan umat. Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Sumut, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, menekankan bahwa peringatan tahun baru Islam ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi harus menjadi pijakan awal bagi gerakan hijriyah—yakni transformasi nilai secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa jumlah bulan itu ada dua belas. Di dalamnya juga ditegaskan bahwa bila umat Islam diperangi, maka wajib membela diri. Saya ingin mengingatkan bahwa peringatan bulan Muharram ini tidak cukup hanya hari ini. Harus menjadi semangat yang menyala sepanjang tahun,” tegasnya.

Buya Maratua juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya kasus pelecehan terhadap umat Islam yang saat ini masuk dalam ranah hukum. Ia menyatakan bahwa dirinya telah menandatangani banyak surat sebagai saksi ahli untuk membela kehormatan umat yang direndahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Umat Islam ini memiliki kekuatan besar. Hari ini kita mungkin hanya berkumpul seribu orang, tapi mereka adalah simpul-simpul kekuatan: ada pemerintah, anggota DPD, DPR RI, kepolisian, TNI, ormas-ormas Islam, dan elemen muda yang bersemangat memainkan drumband. Ini baru sebagian dari kekuatan kita. Tapi mengapa kita diam ketika Islam dinistakan?” ujarnya dengan nada tegas.

Ia pun menyampaikan apresiasi khusus kepada Komisi Fatwa MUI Sumut dan pihak kepolisian yang menjadi pilar utama dalam menegakkan kehormatan Islam melalui jalur hukum.

Hijriyah sebagai Gerakan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Buya Maratua juga menyampaikan bahwa kemiskinan dapat membawa kekufuran, dan karena itu penguatan ekonomi umat menjadi bagian penting dari misi hijriyah.

“Saya sering berdiskusi dengan BAZNAS. Kita tidak cukup hanya berpindah secara fisik (hijrah), tapi harus bergerak secara nilai, secara sistem. Hijrah adalah satu hari, tetapi hijriyah adalah proses tanpa batas,” jelasnya.

 

Ketua Umum MUI Sumut juga menegaskan bahwa MUI akan terus mendorong kaderisasi ulama, dimulai dari jenjang usia dini seperti lomba Pildacil, hingga ke jenjang akademik melalui Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU).

Selain itu, MUI juga akan memfokuskan perhatiannya pada kebangkitan ekonomi Islam sebagai bagian dari pilar kekuatan umat yang tak terpisahkan dari nilai hijriyah.

Dalam kesempatan yang sama, Buya Maratua menyampaikan bahwa peringatan Muharram ini adalah bagian dari rangkaian panjang kegiatan MUI Sumut yang telah berjalan sejak akhir tahun lalu. Di antaranya Pidato Akhir Tahun, Zikir Kebangsaan, dan Talbiyah Kebersamaan, yang semuanya merupakan bentuk konsolidasi ruhiyah dan sosial umat Islam di Sumatera Utara.

Menutup sambutannya, Ketua Umum MUI Sumut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi atas kesuksesan peringatan Muharram 1447 Hijriah.

“Semoga apa yang kita mulai hari ini menjadi bagian dari perjalanan hijriyah yang terus berlanjut, tidak hanya dalam hitungan bulan, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan kita sebagai umat,” pungkasnya.

Dialog Publik Umat Islam MUI Sumut: Rumuskan 10 Rekomendasi Strategis Sambut Tahun Baru Islam 1447 H

Medan, muisumut.or.id – Sabtu, 12 Juli 2025 Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Dialog Publik Umat Islam, Sabtu (12/07/2025) di Medan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, merefleksikan kondisi umat, sekaligus merumuskan langkah menghadapi tantangan internal dan eksternal umat Islam di era globalisasi.

Dialog publik yang berlangsung dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan komunitas umat Islam. Prof. Dr. Mustapa Kamal Rokan, MA berperan sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Dalam dialog tersebut, sejumlah narasumber turut ambil bagian, di antaranya Sugiat Santoso, SE dari DPR RI, Muhammad Nuh, M.SP dari DPD RI, serta Prof. Fachruddin Azmi dari MUI Sumatera Utara. Selain itu, hadir juga Prof. Moch. Hatta dari BAZNAS Sumatera Utara, Dr. dr. Delyuzar dari KAHMI, dan AKBP Aswin Noor, SH, MM yang berasal dari Dit Intelkam Polda Sumut.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perjalanan umat Islam di tengah arus perubahan zaman, khususnya di tengah gempuran globalisasi, ancaman sekularisme, liberalisme, hingga berbagai problematika sosial seperti narkoba, judi online, serta krisis identitas keislaman.

Hasil dari dialog ini dituangkan dalam 10 Poin Memorandum Rekomendasi sebagai panduan strategis dalam membangun kekuatan umat di berbagai sektor kehidupan.

10 Poin Rekomendasi Dialog Publik MUI Sumut 2025

1. Penguatan Spiritual & Gerakan Anti-Maksiat
Memprioritaskan pembinaan keimanan dan ketakwaan melalui penguatan majelis taklim, pesantren kilat, serta gerakan bersama memberantas korupsi, narkoba, dan judi online.

2. Literasi Agama di Era Digital
Meningkatkan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi melalui pendidikan akidah berbasis kekinian, serta kontra-narasi terhadap radikalisme dan liberalisme.

3. Peran Umat dalam Pembangunan
Mendorong keterlibatan umat Islam dalam pembangunan nasional khususnya di bidang pendidikan, penguatan ekonomi syariah, dan pengembangan riset teknologi.

4. Pemberdayaan Ekonomi Umat
Mengoptimalkan peran UMKM dan ekonomi berbasis komunitas syariah sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat.

5. Advokasi Kebijakan Publik
Memperkuat peran serta ulama dan cendekiawan Muslim dalam merumuskan dan mengawal kebijakan publik yang berpihak pada umat dan nilai-nilai keislaman.

6. Harmonisasi Sosial Berbasis Nilai Islam
Menyinergikan kesalehan individu dengan tanggung jawab sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan hidup.

7. Gerakan Anti-Narkoba & Judi Online
Menggalang kampanye masif di masjid, kampus, sekolah, dan media sosial untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dan perjudian daring.

8. Reformasi Sistem Pernikahan
Mendorong sinkronisasi antara hukum agama dan negara dengan mewajibkan pencatatan nikah sebagai perlindungan bagi hak-hak perempuan dan anak.

9. Penyatuan Kalender Hijriah
Menguatkan upaya penyatuan kalender hijriah untuk mengurangi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri demi memperkuat ukhuwah Islamiyah.

10. Hijrah Menuju Peradaban Mulia
Menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai ajakan revolusi mental, intelektual, dan sosial umat menuju peradaban yang bermartabat.

Dialog publik ini menegaskan komitmen kolektif umat Islam Sumatera Utara untuk mewujudkan rekomendasi yang telah disepakati. Implementasi rekomendasi ini akan dikawal secara kolaboratif oleh MUI Sumut bersama elemen umat, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara

Lebih dari 1.000 Peserta Meriahkan Semarak Muharram MUI Sumut, 153 Doorprize dan 40 Hadiah Langsung Dibagikan

muisumut.or.id., Medan, 19 Muharram 1447 H/ 12 Juli 2025, Lebih dari seribu peserta dari berbagai elemen masyarakat memadati halaman Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam peringatan Semarak Muharram 1447 Hijriah. Acara yang berlangsung semarak ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan syiar Islam, tetapi juga dimeriahkan dengan pembagian 153 hadiah doorprize dan 40 hadiah langsung yang disiapkan panitia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat. Kemeriahan ini menjadi simbol kuatnya semangat hijrah dan kolaborasi umat Islam Sumatera Utara dalam menyambut tahun baru Islam dengan penuh suka cita, kebersamaan, dan nilai keummatan.

Kegiatan dibuka dengan gerak jalan sehat keluarga yang mengambil titik start dan finish di halaman kantor MUI. Para peserta, mulai dari ulama, pimpinan lembaga, aktivis ormas, mahasiswa, hingga masyarakat umum, tampak antusias mengikuti rute jalan sehat yang mengelilingi sejumlah ruas jalan protokol Kota Medan. Suasana menjadi semakin meriah dengan iringan atraktif dari grup drumband MAN 2 Medan dan Madrasah Aliyah Swasta Proyek UNIVA Medan yang memompa semangat peserta sepanjang perjalanan.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen umat Islam yang selama ini menjadi bagian penting dalam gerak langkah MUI Sumatera Utara. Mereka datang dari ormas-ormas Islam, lembaga pendidikan, yayasan sosial, perguruan tinggi, bank syariah, dan mitra strategis lainnya. Semua hadir dengan satu semangat: memperkuat nilai-nilai hijrah sebagai landasan membangun peradaban umat yang lebih unggul, maju, dan religius.

Setelah jalan sehat, suasana kebersamaan dilanjutkan dengan pembagian hadiah doorprize. Berbagai hadiah menarik dibagikan kepada peserta, mulai dari perlengkapan rumah tangga, perlengkapan ibadah, hingga hadiah utama berupa sepeda. Kegembiraan terlihat jelas di wajah para peserta yang menerima kejutan ini sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dan dukungan mereka.

Rangkaian acara kemudian beralih ke forum Diskusi Publik yang menghadirkan sejumlah tokoh penting Sumatera Utara. Hadir dalam forum tersebut perwakilan dari kepolisian, lembaga zakat, parlemen daerah dan pusat, serta para akademisi dan pemikir umat. Diskusi yang dipandu oleh Prof. Dr. Mustafa Kamal Rokan ini menggali persoalan-persoalan aktual umat dan menghasilkan gagasan strategis yang dirangkum dalam Memorandum Muharram, sebagai panduan sikap dan arah langkah umat ke depan.

Dalam momen tersebut, MUI Sumut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah lembaga yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap umat Islam dan penguatan nilai-nilai keislaman di Sumatera Utara. Lembaga media (TVRI dan Harian Waspada), Lembaga Peduli Umat lainya seperti Yayasan H Anif, Rahmat Galery Medan, Perwakilan Bank Indonesia, Yayasan Hufaz Centre, dan Gadikah Travel  menjadi penerima apresiasi atas kontribusi mereka yang nyata dalam membangun masyarakat.

Pada saat yang sama, MUI Sumut juga meluncurkan produk-produk strategis yang menjadi bagian dari program keummatan berkelanjutan, seperti kalender hijriah terbaru, edisi terbaru majalah Media Ulama, dan buku panduan majelis taklim yang dirancang untuk mendukung kegiatan dakwah di tingkat akar rumput.

Yang tak kalah menggugah, panitia juga menyerahkan hadiah umrah kepada empat tokoh keumatan yang mewakili pengabdian di berbagai lini, seperti bilal jenazah, imam masjid, dan alumni lembaga kaderisasi ulama. Penyerahan ini menjadi simbol penghormatan terhadap mereka yang bekerja dalam senyap namun penuh ketulusan bagi umat.

Sebagai penutup, digelar babak final lomba Pildacil yang diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai daerah. Dengan gaya ceramah yang khas anak-anak, para finalis menyampaikan pesan-pesan dakwah yang menyentuh dan menyegarkan, menjadi penanda bahwa estafet dakwah akan terus berlanjut di tangan generasi muda yang cerdas dan berakhlak.

Ketua Panitia, Prof. Dr. H. Fachruddin, MA, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi umat dalam menyambut tahun baru Islam, bukan hanya dengan semangat seremonial, tetapi juga dengan konsolidasi visi dan penguatan program keumatan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Sumut menyampaikan bahwa hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga berpindah sikap, cara pandang, dan strategi menuju kondisi yang lebih baik. Hijriah adalah momentum perubahan. Dan perubahan hanya mungkin terjadi jika umat Islam bersatu, bersinergi, dan berjalan bersama dalam keikhlasan serta tanggung jawab kolektif.

DPR RI Kunjungi UMKM Binaan PINBAS MUI Sumut: Pedagang Senang Dagangan Laku di Semarak Muharram 1447 H

Medan, muisumut.or.id – Sabtu, 12 Juli 2025 Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Sugiat Santoso, berkesempatan mengunjungi stand-stand UMKM binaan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumatera Utara dalam rangkaian kegiatan Semarak Muharram 1447 H di Medan. Kehadirannya disambut hangat para pelaku UMKM yang tampak antusias karena produk mereka laris manis selama acara berlangsung.

Sugiat memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif PINBAS MUI Sumut dalam membina dan mendampingi UMKM berbasis syariah. Menurutnya, penguatan UMKM umat berbasis nilai-nilai Islam merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan ekonomi nasional yang berkeadilan.

“Saya bangga melihat langsung geliat UMKM binaan MUI Sumut yang tidak hanya mengusung nilai syariah, tapi juga berhasil menarik minat masyarakat. Ini bukti nyata ekonomi umat bisa maju jika didukung dengan serius,” ujar Sugiat di sela kunjungannya.

Sementara itu, Ketua PINBAS MUI Sumut, Drs. Putrama Alkhairi, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap UMKM terus diperkuat agar mereka bisa naik kelas dan bersaing dengan pelaku usaha konvensional.

“Konsep syariah yang kita terapkan membuat ekonomi umat tidak hanya tumbuh, tapi juga membawa berkah dan keberlanjutan. Kami senang karena para UMKM yang bergabung dalam kegiatan ini mengaku dagangannya laku dan diminati,” kata Putrama.

Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari kuliner halal, minuman herbal, fashion muslim, hingga kerajinan khas Sumatera Utara. Para pelaku UMKM juga mendapatkan akses pendampingan manajemen bisnis, pemasaran, hingga literasi keuangan syariah yang menjadi fokus utama PINBAS.

Dengan dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah dan DPR RI, PINBAS MUI Sumut optimis penguatan UMKM syariah akan semakin berdampak bagi kebangkitan ekonomi umat di masa depan.

Peluncuran Kalender Hijriah 1447 H, MUI Sumut Kukuhkan Komitmen Lestarikan Peradaban Islam

muisumut.or.id – Sabtu, 12 Juli 2025 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara resmi meluncurkan Kalender Hijriah 1447 H sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. Kalender ini disusun oleh tim khusus MUI Sumut yang diketuai oleh Dr. KH. Arso, SH, M.Ag, sekaligus menjadi momentum pelestarian peradaban Islam melalui sistem penanggalan hijriah yang akurat dan terstandar.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Arso menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan penerbitan kalender hijriah oleh MUI Sumut yang telah memasuki tahun ke-16. “Alhamdulillah, ini bentuk komitmen kita melestarikan warisan peradaban Islam. Kalender Hijriah bukan sekadar penanda waktu, tetapi bagian dari identitas umat,” ujar KH. Arso.

Ia menambahkan, penyusunan kalender kali ini dirancang sebagai kalender zona, yang relevan untuk wilayah Indonesia yang terbagi dalam tiga zona waktu: WIB, WITA, dan WIT. “Kalender zona ini menjadi penting karena di tengah wacana kalender global tunggal, kita tetap memerlukan kalender yang kontekstual dengan zona waktu nasional,” jelasnya.

KH. Arso menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam penyusunan kalender ini berbasis hisab dengan perhitungan ephemeris yang akurat. Penetapan awal bulan Hijriah juga mengikuti Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Selain itu, kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) digunakan sebagai standar dengan ketinggian hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

“Khusus untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, kita tetap menunggu keputusan resmi pemerintah meskipun perhitungan hisab sudah tersedia dalam kalender,” tambahnya.

Peluncuran kalender ini juga menjadi kelanjutan dari Seminar Terbatas bertema ‘Urgensi Kalender Hijriah dalam Islam’ yang telah dilaksanakan pada 24 Juni 2025 lalu. Dalam seminar tersebut, dirumuskan sejumlah rekomendasi terkait pentingnya kalender hijriah sebagai instrumen penguatan peradaban dan pengingat identitas umat Islam di era global.

Sebagai Ketua Tim Penyusun Kalender, KH. Arso turut menyerahkan kalender hijriah tersebut kepada Ketua Umum MUI Sumut secara resmi. “Ini adalah bentuk dedikasi kami untuk terus menghadirkan kalender hijriah yang terpercaya dan sesuai dengan tuntunan syariat,” ujarnya menutup laporan.

Dengan peluncuran ini, MUI Sumut berharap masyarakat Muslim di Sumatera Utara semakin akrab dan bangga menggunakan kalender hijriah dalam aktivitas sehari-hari, sebagai bagian dari penguatan budaya dan peradaban Islam di tanah air.