Tuesday, March 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 8

Ketua MUI Simalungun Apresiasi Tim Safari Dakwah MUI Sumut Saat Menutup Kegiatan

Simalungun, muisumut.or.id — 23 November 2025 — Menjelang berakhirnya rangkaian Safari Dakwah MUI Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Simalungun, Ketua MUI Simalungun menyampaikan apresiasi  kepada seluruh rombongan yang telah melaksanakan pembinaan keagamaan di sejumlah masjid sejak satu hari terakhir.

Dalam momen penutupan menjelang kepulangan tim, Ketua MUI Simalungun mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran para dai serta pimpinan MUI Sumut yang telah mengisi dakwah dan silaturahmi di tengah masyarakat.
Kami sangat berterima kasih kepada Tim Safari Dakwah MUI Sumut. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan jalinan silaturahmi di antara kita tetap kuat,” ujarnya.

Tim Safari Dakwah MUI Sumut dipimpin oleh Prof. Dr. Ardiansyah selaku Ketua Tim, dengan Dr. Sugeng Wanto, M.A. sebagai Sekretaris, serta didampingi para narasumber: Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Dr. Amar Adly Lc., M.A., dan Dr. Irwansyah, M.H.I., ikut serta juga Rustam, MA yang merupakan anggota Infokom (Kegiatan Infokom berlangsung pada saat bersamaan)

Selama kegiatan, rombongan telah mengunjungi delapan masjid, baik pada waktu Magrib maupun Subuh, untuk menyampaikan dakwah, penguatan akidah, dan pesan moderasi beragama.

Setelah seluruh agenda terselesaikan, Tim Safari Dakwah MUI Sumut bersiap kembali ke Medan. Kehangatan penyambutan masyarakat serta apresiasi dari MUI Simalungun menjadi penutup manis rangkaian safari kali ini, yang diharapkan semakin mempererat kolaborasi kelembagaan dan memperluas jangkauan dakwah ke daerah-daerah minoritas.

Ketua Bidang Infokom MUI Sumut Dorong Optimalisasi Podcast sebagai Sarana Dakwah dan Informasi Publik

Simalungun, muisumut.or.id — 23 November 2025 — Usai menjadi narasumber dalam kegiatan Komisi Informatika dan Komunikasi (Infokom) MUI Kabupaten Simalungun, Ketua Bidang Infokom MUI Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, memberikan sejumlah arahan strategis terkait penguatan peran media digital sebagai sarana dakwah dan layanan informasi bagi masyarakat.

Kehadiran beliau dalam program podcast Infokom MUI Simalungun disambut hangat oleh tim dan para pengelola. Dalam sesi bincang santai tersebut, Dr. Akmaluddin mengapresiasi langkah MUI Simalungun yang mulai mengembangkan podcast sebagai wadah dakwah dan penyebaran informasi digital.
Walaupun baru dimulai, tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Podcast adalah sarana penting untuk menyampaikan pesan, kegiatan, dan peran MUI kepada masyarakat,” ujarnya.

Podcast sebagai Pusat Informasi Umat

Menurutnya, peran Infokom sangat strategis karena menjadi penyambung informasi antara MUI, masyarakat, dan pemerintah. Ia menekankan bahwa podcast bukan hanya ruang ceramah, tetapi kanal resmi yang dapat mengemas informasi kelembagaan, dakwah hukum Islam, hingga edukasi publik.
Infokom itu penyambung lidah umat. Podcast bisa menjadi pusat informasi, bukan sekadar tempat bertanya dan menjawab, tetapi juga menyampaikan kegiatan MUI dan kondisi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa model dakwah digital seperti podcast memiliki keunggulan karena terdokumentasi dengan baik, dapat diedit, dan dapat ditonton kapan saja—membuatnya lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Penguatan Fatwa sebagai Ruh MUI

Dalam pesan berikutnya, Dr. Akmaluddin menekankan pentingnya memanfaatkan podcast untuk membahas fatwa-fatwa MUI, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Ruh MUI itu salah satunya fatwa. Di sini bisa dibahas fatwa per pekan, digilir temanya. Semakin sering diulang, semakin kuat pemahamannya,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat mengakses fatwa melalui berbagai preferensi; ada yang membaca di website, ada yang menonton penjelasan panjang di kanal YouTube, dan ada yang lebih menyukai konten pendek. Karena itu, diversifikasi konten sangat dibutuhkan.

Peran MUI sebagai Penjembatan Masyarakat dan Pemerintah

Dalam perbincangan tersebut, Dr. Akmaluddin juga menggambarkan peran MUI sebagai khādimul ummah wa shadīqul ḥukūmah pelayan umat dan mitra pemerintah. Ia menekankan bahwa MUI harus mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
“Kadang pemerintah maunya A, masyarakat maunya B. Di situlah ulama mengharmonisasikan. Jika A yang benar menurut Islam, kita yakinkan masyarakat. Jika B yang benar, kita meyakinkan pemerintah,” tuturnya.

Menutup pertemuan, Dr. Akmaluddin mendorong agar podcast dijalankan secara rutin. Ia mencontohkan mengapa Allah mewajibkan wasiat takwa setiap Jumat untuk membangkitkan semangat yang mulai melemah.
Kalau podcast ini konsisten tiap minggu, masyarakat juga akan menunggu. Ketika tidak muncul, mereka bertanya: ‘Mana sapaan pekan ini?’” ucapnya.

Pengelola podcast MUI Simalungun menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas kehadiran dan arahan dari Ketua Bidang Infokom MUI Sumut tersebut. Kehadiran beliau dinilai sebagai energi baru untuk memperkuat dakwah digital di wilayah Simalungun.

MUI Sumut Sampaikan Tahniah atas Terpilihnya KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI Pusat 2025–2030

Jakarta — muisumut.or.id | 23 November 2025 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyampaikan tahniah dan dukungan atas terpilihnya kembali KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI Pusat untuk masa khidmat 2025–2030 melalui Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang digelar di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Ucapan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyusul keputusan sidang formatur Munas XI.

“Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara mengucapkan selamat dan tahniah kepada KH Anwar Iskandar atas amanah besar ini. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada beliau untuk memimpin MUI secara profesional, moderat, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa. MUI Sumut siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah strategis MUI Pusat dalam periode khidmat 2025–2030,” ujar Dr. Maratua.

Selain menetapkan Ketua Umum, Munas XI juga menetapkan Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-13 RI, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

Penetapan struktur lengkap dilakukan dalam Rapat Pleno XII dan diumumkan oleh Ketua SC Munas, KH Masduki Baidlowi.

STRUKTUR DAN PERSONALIA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PUSAT MASA KHIDMAT 2025–2030

A. DEWAN PERTIMBANGAN

Ketua

Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin

Wakil Ketua

Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar

Dr. KH Afifuddin Muhajir

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie

Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H.

Prof. Dr. Syafiq Mughni

H. Basri Bermanda, MBA

KH Abdullah Jaidi

Tamsil Linrung

Prof. Dr. Kamaruddin Amin

Prof. Dr. Hj Amany Lubis

Dr. Hj Badriyah Fayumi

Dr. H. Yusnar Yusuf

Prof. Dr. Masykuri Abdillah

Dr. KH Jeje Zaenudin, M.A.

Prof. Dr. Masnun Tahir

Dr. KH Muhyiddin Junaidi, Lc., M.A.

H. Muhammad Syarfi Hutauruk, MM.

Dr. KH Sa’ad Ibrahim

Sekretaris

Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si.

Wakil Sekretaris

Dr. KH Zulfa Mustofa

Prof. Dr. Nadratuzzaman Hosein

Prof. Dr. Ahmad Muzakki

Dr. Hj Sabriati Aziz

Siti Aisyah

Prof. Dr. Hj Valina Singka Subekti

Prof. Dr. H. Moh Mukri, M.Ag.

Dr. KH M. Sodikun

KH Nasirul Haq

Anggota

Ketua umum dan sekjen ormas Islam yang belum terwakili, serta berbagai tokoh nasional lainnya.

B. DEWAN PIMPINAN MUI

Ketua Umum

KH M. Anwar Iskandar

Wakil Ketua Umum

KH M Cholil Nafis, Ph.D.

Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag.

Dr. KH Marsudi Syuhud, M.M.

Ketua Bidang

1. Fatwa – Prof. Dr. KH M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A.

2. Fatwa Metodologi – Gusrizal Gazahar

3. Infokom – KH Masduki Baidlowi

4. Dakwah – KH Abdul Manan Ghani

5. Kerukunan – Abdul Moqsith Ghozali

6. Ekonomi – M. Azrul Tanjung

7. Luar Negeri – Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim

8. Ekonomi Syariah – Sholahudin Al Aiyub

9. Kesehatan – Prof. Fasli Jalal

10. Seni Budaya – H. Pasni Rusli

11. Pendidikan – Prof. Dr. Faisol Nasar Bin Madi, M.A.

12. PRK – Dr. Siti Ma’rifah

13. Kajian – Prof. Utang Ranuwijaya

14. Hukum – Prof. Dr. Wahiduddin Adams, S.H., M.A.

15. Ukhuwah – Muhammad Zaitun Rasmin

16. Pesantren – KH Fahrur Rozi Burhan

17. Penanggulangan Bencana – Nusron Wahid

18. Halal – Masyhuril Khomis

19. Filantropi – Prof. Dr. Noor Achmad

Sekretaris Jenderal

H. Amirsyah Tambunan

Wakil Sekretaris Jenderal

1. Fatwa – Aminudin Yakub

2. Fatwa Metodologi – Drs. H. Muhammad Ziyad, M.A.

3. Infokom – Asrori S. Karni

4. Dakwah – Dr. KH Arif Fahrudin

5. Kerukunan – Sarmidi Husna

6. Ekonomi – Hazuarli Halim

7. Luar Negeri – Safira Machrusah, M.A.

8. Ekonomi Syariah – Dr. KH Bukhori Muslim, M.A.

9. Kesehatan – Dr. dr. Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT

10. Seni Budaya – Dr. H. Erick Yusuf, SSy., M.Pd.

11. Pendidikan – Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag.

12. PRK – Nilmayetti Yusri

13. Kajian – Dr. KH Ali M. Abdillah

14. Hukum – Dr. H. Ihsan Tanjung

15. Ukhuwah – Dr. Syamsul Qomar

16. Pesantren – KH Chaerul Shaleh Rasyid, S.E., M.Si.

17. Penanggulangan Bencana – Mabroer M.S.

18. Halal – Rofiqul Umam Ahmad

19. Filantropi – Rahmat Hidayat

Bendahara Umum

H. Misbahul Ulum

Bendahara

Rudi Mas’ud

Diana Dewi

Trisna Ningsih Yuliati

Dr. Yayat Sujatna, S.E., M.Si.

Jojo Sutisna

Idy Muzayyad, M.Si.

Mahsin

Dr. Erni Juliana Al Hasanah, S.E., M.Ak.

Safari Dakwah MUI Sumut di Masjid Al-Amin Gunung Malela: Ustadz Sugeng Wanto Ajak Umat Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Gunung Malela, Simalungun — muisumut.or.id | 23 November 2025 Rangkaian Safari Dakwah Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara kembali berlanjut di Masjid Al-Amin, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri jamaah setempat yang antusias mengikuti tausiyah sebelum rombongan Safari Dakwah melanjutkan perjalanan pulang ke Medan.

Sebagai penceramah, hadir Al-Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag., yang menyampaikan pesan penting tentang urgensi menguatkan Ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan umat. Beliau menegaskan bahwa minimal umat Islam harus saling menguatkan, saling membesarkan, serta saling membantu, agar cita-cita bersama dapat terwujud.

Ustadz Sugeng memperingatkan agar umat tidak terjebak dalam sikap saling menjatuhkan atau mencari aib sesama Muslim. Hal tersebut bertentangan dengan pesan Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 10, yang menegaskan bahwa kaum beriman adalah bersaudara.

Beliau juga mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:
“Tidak beriman seseorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR. Muslim).
Hadis ini, ujarnya, menjadi pedoman moral agar umat membangun hubungan sosial yang dilandasi kasih sayang, kepedulian, serta niat untuk saling menguatkan.

Kegiatan ditutup dengan salat Isya berjemaah, dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dari MUI Sumatera Utara kepada pengurus masjid sebagai bentuk apresiasi dan penguatan silaturahmi.

MUI Simalungun Mantapkan Strategi Dakwah Era Media Sosial Bersama Infokom MUI Sumut

Simalungun, muisumut.or.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun pada Sabtu, 22 November 2025, menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan media sosial untuk dakwah di Gedung MUI Simalungun. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus MUI kecamatan, perwakilan ormas Islam, para penyuluh agama Islam, serta sejumlah perwakilan pesantren se-Kabupaten Simalungun. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas dai dan lembaga keagamaan dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.

Ketua MUI Kabupaten Simalungun, Drs. Ki. H. Darjat Purba, SH., MM., dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pesan dakwah, terutama di ruang digital yang bersifat terbuka. “Kita harus berhati-hati, karena Allah menyukai orang yang berhati-hati. Dakwah harus disampaikan dengan bijaksana. Cara penyampaiannya bisa beragam, dan salah satu sarana penting hari ini adalah media sosial,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Infokom MUI Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin, yang menyampaikan materi mengenai dinamika dakwah digital dan strategi penguatan konten keagamaan di media sosial. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa ruang digital telah menjadi pusat konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi muda. “Dakwah digital menuntut respons cepat, akurasi, dan kemampuan adaptasi. Dai harus hadir di ruang digital dengan konten yang kredibel, meneduhkan, dan sesuai prinsip moderasi beragama,” jelasnya.

Dr. Akmal juga menegaskan bahwa profesionalitas dalam pengelolaan media sosial merupakan kebutuhan strategis bagi lembaga keagamaan. Menurutnya, penguatan kualitas konten dakwah harus menjadi prioritas agar pesan keagamaan tidak tenggelam oleh arus informasi yang tidak terverifikasi.

Melalui pelatihan ini, MUI Simalungun berharap dapat membangun kemandirian digital para dai dan memperkuat jangkauan dakwah ke masyarakat yang semakin terhubung melalui teknologi. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi dakwah yang modern, responsif, dan tetap selaras dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Safari Dakwah MUI Sumut di Simalungun: Ustadz Sugeng Wanto Tekankan Penguatan Iman dan Takwa sebagai Pondasi Hidup

Simalungun — muisumut.or.id | 23 November 2025 Safari Dakwah Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara kembali menyapa masyarakat Muslim Simalungun, kali ini di Masjid Raya Al-Ikhlash Perumnas Batu Anam, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi salah satu rangkaian akhir dari lawatan dakwah MUI Sumut sebelum seluruh tim kembali ke Medan.

Sebagai penceramah, hadir Al-Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag, Sekretaris Bidang Dakwah MUI Sumut. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa fondasi utama dalam menjalani kehidupan adalah iman dan takwa, karena keduanya menjadi penopang keselamatan manusia di dunia sekaligus akhirat.

Ustadz Sugeng menguraikan kandungan Surat Ali Imran ayat 102, yang memerintahkan umat Islam untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Beliau menjelaskan bahwa hakikat ketakwaan dapat diwujudkan melalui penguatan ketaatan, memperbanyak syukur, dan menghidupkan zikrullah dalam keseharian.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa cita-cita besar umat Islam hanya dapat tercapai jika landasan iman dan takwa terus diperkuat. “Dengan iman dan takwa, umat mampu menghadapi berbagai persoalan zaman, sekaligus menjaga persatuan serta kekuatan spiritual,” ujarnya dalam tausiyah yang disimak penuh perhatian oleh jamaah.

Safari Dakwah MUI Sumut terus menjadi ruang silaturahmi dan edukasi keagamaan bagi masyarakat, sekaligus menghidupkan semangat dakwah yang teduh dan mencerahkan di berbagai daerah Sumatera Utara.

Buya Anwar Abbas Sampaikan Materi Strategis pada Hari Kedua Munas XI MUI

muisumut.or.id., JAKARTA, 21 November 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menghadiri rangkaian hari kedua Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang berlangsung di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Jumat (21/11/2025). Rombongan MUI Sumut dipimpin oleh Ketua Umum, Dr. H. Maratua Simanjuntak, didampingi Sekretaris Umum, Prof. Dr. Asmuni, M.Ag, Bendahara Umum, H. Sotar Nasution, M.HB, serta Ketua Bidang Fatwa, Drs. Ahmad Sanusi Lukman, Lc., MA.

Pada sesi pleno, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Dr. Anwar Abbas, menyampaikan materi mengenai penguatan ekonomi umat melalui pembentukan entrepreneur mentality di kalangan generasi muda Muslim. Dalam paparannya, Buya Anwar menegaskan bahwa kemajuan ekonomi nasional sangat ditopang oleh pola pikir kewirausahaan, sebagaimana ditunjukkan oleh etnis Tionghoa yang memiliki karakter proaktif, berani mengambil risiko, dan berorientasi pada inovasi.

“Umat Islam harus bangkit dan menanamkan entrepreneur mentality sejak dini, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Selama ini, sebagian besar umat masih berada pada employee mentality, yaitu mentalitas yang hanya menunggu perintah, menghindari risiko, serta fokus pada kenyamanan dan rutinitas,” ujar Buya Anwar.

Beliau menjelaskan bahwa employee mentality ditandai dengan pola pikir jangka pendek, enggan keluar dari zona nyaman, dan mengutamakan stabilitas. Sementara entrepreneur mentality dicirikan oleh keberanian melihat peluang, kesiapan mengambil risiko, serta kemampuan berpikir jangka panjang.

Employee mentality bukan sesuatu yang salah. Namun jika umat ingin maju dan kompetitif, mentalitas kewirausahaan harus diperkuat,” tambahnya

MUI Sumut Apresiasi Materi Buya Anwar

Usai sesi pleno, Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan apresiasinya terhadap materi tersebut. Menurutnya, pesan Buya Anwar sangat relevan dengan kondisi ekonomi umat saat ini.

“Pemaparan Buya Anwar memberi dorongan kuat bagi MUI daerah untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi. Perubahan pola pikir adalah langkah awal untuk membangun kemandirian umat,” ujar Dr. Maratua.

Beliau menegaskan bahwa MUI Sumut akan menindaklanjuti gagasan tersebut melalui program pembinaan ekonomi, sinergi pendidikan, serta kerja sama dengan lembaga-lembaga strategis

Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. Asmuni, M.Ag, juga menekankan pentingnya memasukkan pembinaan kewirausahaan ke dalam proses pendidikan Islam.

“Entrepreneur mentality harus menjadi bagian dari kurikulum keumatan. Anak-anak perlu dikenalkan pada keberanian berinovasi dan membangun usaha sejak dini,” jelas Prof. Asmuni.

Ia menyebutkan bahwa MUI Sumut siap memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk mendorong lahirnya generasi Muslim yang kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing global

KH Anwar Iskandar di Munas XI MUI: Sinergi Ulama dan Pengusaha Kunci Kebangkitan Ekonomi Umat

muisumut.or.id., JAKARTA, Kamis, 20 November 2025 — Penguatan ekonomi umat menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang dihadiri delegasi MUI Sumatera Utara, terdiri dari Ketua Umum Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr. Asmuni, M.Ag, Bendahara Umum H. Sotar Nasution, M.HB, dan Ketua Bidang Fatwa Drs. Ahmad Sanusi Lukman, LC, MA.

Dalam pidatonya, Ketua Umum MUI Pusat, KH Anwar Iskandar, menyampaikan bahwa kesejahteraan umat Islam tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi kuat antara ulama dan pengusaha muslim. Ia menegaskan bahwa ekonomi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban Islam yang mandiri.
Omong kosong kita bicara soal kesejahteraan umat tanpa sinergitas yang utuh antara kekuatan bisnis dan kekuatan moral ulama,” tegas Kiai Anwar.

Ia menekankan bahwa sejarah Islam menunjukkan peran besar aktivitas ekonomi dalam pembentukan karakter Rasulullah SAW melalui pengalaman berdagang dan mengelola pasar. Hal ini menjadi dasar bahwa kekuatan ekonomi umat harus dibangun secara terstruktur, terorganisir, dan kompetitif.
Kiai Anwar mengajak MUI di seluruh Indonesia, termasuk para pengurus daerah seperti MUI Sumut, untuk memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha muslim demi menghadirkan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
Kesejahteraan umat Islam sejatinya adalah kesejahteraan bangsa Indonesia. Karena itu, umat Islam tidak boleh hanya kuat secara spiritual, tetapi juga harus kuat secara ekonomi,” ujarnya.

Pembukaan Munas XI juga diwarnai penyampaian arahan dari KH Ma’ruf Amin, yang menekankan pentingnya kontinuitas semangat perjuangan ulama meskipun Presiden Prabowo Subianto tidak hadir seperti yang dijadwalkan

Pembukaan Munas XI juga diwarnai penyampaian arahan dari KH Ma’ruf Amin, yang menekankan pentingnya kontinuitas semangat perjuangan ulama meskipun Presiden Prabowo Subianto tidak hadir seperti yang dijadwalkan.

Selain itu, berbagai tokoh nasional turut memeriahkan pembukaan Munas, termasuk Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najmudin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN, dan sejumlah pemimpin kementerian serta tokoh publik lainnya.

Kehadiran delegasi MUI Sumut menjadi bagian penting dalam menyuarakan pandangan daerah terkait penguatan ekonomi umat dan peran ulama dalam menghadapi tantangan global. Munas XI MUI diharapkan menghasilkan gagasan strategis yang memperkuat ulama sebagai motor penggerak kebangkitan ekonomi umat secara berkelanjutan

MUI Sumut Hadiri Pembukaan Munas XI MUI: Ulama Didorong Perkuat Kemandirian Bangsa

muisumut.or.id., JAKARTA, Kamis 20 November 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara hadir dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang berlangsung di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Delegasi MUI Sumut dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, didampingi Sekretaris Umum, Prof. Dr. Asmuni, M.Ag, Bendahara Umum, H. Sotar Nasution, M.HB, serta Ketua Bidang Fatwa, Drs. Ahmad Sanusi Lukman, LC, MA.

Pembukaan Munas XI diwarnai arahan penting dari Ketua Umum MUI Pusat, KH Anwar Iskandar, yang menegaskan bahwa ulama memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian bangsa. Ia menekankan bahwa tema besar Munas, “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi seluruh ulama Indonesia.

Kemandirian bangsa tidak serta-merta menjadi tanggung jawab pemerintah. Ulama dan para cendekiawan harus ikut memikul tanggung jawab itu,” tegasnya.

Menurut Kiai Anwar, hingga kini Indonesia masih menghadapi ketergantungan besar di berbagai sektor. Karena itu, ulama harus menjadi moral force yang memberikan pandangan, arahan, dan gagasan kebangsaan untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Ma’ruf Amin, yang juga hadir, menanggapi ketidakhadiran Presiden RI Prabowo Subianto yang semula dijadwalkan membuka Munas. Ia menegaskan bahwa para ulama tidak boleh melemah hanya karena perubahan agenda tersebut.
Justru kita tidak boleh lemas. Tugas kita adalah meneguhkan peran ulama untuk bangsa,” ujar KH Ma’ruf

Pembukaan Munas turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najmudin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta tokoh pemerintahan dan akademisi lain.

Kehadiran delegasi MUI Sumut dalam forum nasional ini menjadi bagian dari kontribusi provinsi terhadap arah kebijakan keumatan dan kebangsaan yang dirumuskan dalam Munas XI MUI

Tim Perumus; Dr. H. Arso, M.Ag Bacakan dan Serahkan Rumusan Hasil Pertemuan Silaturrahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim 2025

muisumut.or.id., Medan, 1 November 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara secara resmi menutup Pertemuan Silaturrahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Tahun 2025 pada Sabtu, 1 November 2025, di Grand Inna Hotel Medan. Penutupan diawali dengan penyanyian lagu “Padamu Negeri” secara bersama-sama oleh seluruh peserta, sebagai simbol kebersamaan dan kecintaan pada tanah air.

Pada acara penutupan, Tim Perumus yang diwakili Dr. H. Arso, M.Ag didampingi Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi dan Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA membacakan rumusan dan rekomendasi hasil pertemuan dan menyerahkannya kepada Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Sekretaris Panitia, Dr. T. Darmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan selama dua hari, 31 Oktober – 1 November 2025, berjalan lancar sesuai rencana dan mendapat sambutan sangat baik dari para peserta.

Pertemuan ini didasarkan pada arahan dan bimbingan dari Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Drs. H. Basarin Yunus Tanjung, M.Si, serta arahan Ketua Umum MUI Sumut mengenai urgensi silaturahim dalam memperkuat soliditas umat dan membangun peradaban Islam yang maju dan berkah.

Beberapa narasumber menyampaikan paparan strategis masing-masing, antara lain:

  • Hj. Anita Lubis, ST, M.IP.: Pemberdayaan perempuan dan partisipasi dalam pembangunan.

  • Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA: Pendidikan dan ekonomi umat.

  • Dr. H. Dedy Iskandar Batu Bara, SH., MSP: Penguatan keluarga dan masyarakat Islam.

  • Dr. H. Abd Hamid Ritonga, MA: Sinergi organisasi dan kelembagaan umat Islam.

  • Dr. H. Hasnan Syarif Panggabean, M.Pd: Dakwah dan pembinaan moral.

  • Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I: Institusi sosial dan budaya Islami.

  • H. Muhammad Nuh, M.SP: Politik dan peran umat Islam dalam pembangunan.

Berikut hasil rumusannya

A. RUMUSAN

1. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan Silaturahim Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim MUI Sumatera Utara tahun 2025 dengan tema “Memperkuat soliditas umat untuk membangun peradaban Islam yang maju dan berkah”. Melalui kegiatan ini diharapkan akan terwujud sinergitas antar ulama, tokoh dan cendekiawan pada satu sisi dan pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada sisi lain sehingga menjadi sebuah kekuatan yang dapat sebagai pendorong terwujudnya visi Sumatera Utara yaitu, “Kolaborasi Sumut berkah menuju Sumatera Utara yang unggul, maju dan berkelanjutan”.
2. Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara sebagai Tenda Besar Umat Islam Sumatera Utara memiliki peran strategis dalam memperkuat soliditas umat untuk membangun peradaban Islam yang maju dan berkah melalui berbagai program kegiatan. Dalam rangka mensukseskan berbagai kegiatan tersebut khususnya memperkuat hasil-hasil fatwa yang telah diputuskan MUI perlu dukungan penuh (full support) dari Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, Ormas Keislaman dan masyarakat (umat) secara keseluruhan. Lebih lanjut diharapkan fatwa tersebut memiliki kekuatan hukum yang formal sehingga dapat menutupi kekosongan hukum.
3. Dalam rangka “Memperkuat soliditas umat untuk membangun peradaban Islam yang maju dan berkah”, dapat dilakukan :
a. Melalui pemberdayaan perempuan dan partisipasinya dalam pembangunan, dengan melibatkan perempuan tidak hanya sebatas peran pembinaan ketahanan rumah tangga secara sektoral, sosial, pendidikan, dan ekonomi melainkan juga melalui keterlibatan perempuan dalam kebijakan politik dengan melibatkan mereka sebagai bagian dari legislator di semua tingkatan. Melalui keterlibatan ini diharapkan akan menghasilkan kebijakan yang fungsional bagi pemberdayaan perempuan dan partisipasinya dalam pembangunan.
b. Melalui sinergi organisasi dan kelembagaan umat Islam, dengan membangun kolaborasi dan koordinasi sinergis antar ormas, lembaga pendidikan, pesantren dan institusi dakwah agar tercipta kesatuan gerak dan langkah (tansiqul harakah) dalam memperjuangkan kepentingan dan kemaslahatan umat. Sinergi organisasi dan kelembagaan kunci memperkokoh ukhuwah Islamiyah, sehingga disharmoni internal umat dapat dihindari.
c. Melalui penguatan pendidikan, ekonomi umat dan lembaga pendidikan Islam khususnya pesantren harus diperkuat agar melahirkan generasi yang berilmu termasuk ilmu-ilmu numerik, berakhlaq mulia, dan berdaya saing. Sementara itu, ekonomi umat perlu dikembangkan melalui peningkatkan semangat enterpreneuer di kalangan umat di satu sisi. Di sisi lain, ekonomi umat perlu dikembangkan melalui penguatan dan pemberdayaan Lembaga-lembaga keuangan Islam seperti Koperasi Syariah, BMT, dan BPRS dan usaha produktif bebasis masjid, pesantren dan melaksanakan gerakan infak untuk mewujudkan kemandirian umat.
d. Melalui Penguatan Keluarga dan Masyarakat Islam, keluarga Muslim harus menjadi pusat pembinaan iman, akhlak, dan karakter generasi penerus. Masyarakat Islam hendaknya menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama (ta’awun), sehingga tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan berperadaban mulia.
e. Melalui Politik dan Peran Umat Islam dalam Pembangunan, umat Islam perlu berpartisipasi aktif dan cerdas dalam kehidupan politik dan kebangsaan, dengan menjunjung tinggi nilai keadilan, moral, dan integritas. Politik Islam hendaknya menjadi sarana memperjuangkan kemaslahatan umum, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
f. Melalui Dakwah dan Pembinaan Moral, dakwah Islam harus menjadi sarana pencerahan dan pemersatu umat dengan pendekatan yang santun, moderat (washatiyah), dan berorientasi pada pembinaan akhlakul karimah. Para Dai dan ulama diharapkan memanfaatkan media digital secara bijak sebagai sarana dakwah yang produktif dan edukatif.
g. Melalui Institusi Sosial dan Budaya Islami, perlu dikembangkan lembaga sosial dan budaya yang berperan aktif dalam melestarikan nilai-nilai keislaman, memperkuat karakter bangsa, serta memadukan budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam sebagai identitas peradaban umat.
h. Melalui Kerjasama terpadu antar ormas Islam di satu sisi dan dengan institusi penegak hukum pada sisi lain dapat mencegah dan meminimalisir terjadinya penyakit masyarakat seperti narkoba, judi online, prostitusi, perdagangan manusia(trafficking).

B. Rekomendasi

Kepada Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sumatera Utara :
a. Diharapkan memperkuat sinergi dan dialog kebijakan dengan MUI serta ormas Islam dalam penyusunan program pembangunan daerah, khususnya dalam bidang Agama, politik, pendidikan, moral, dan kesejahteraan sosial.
b. Mendorong terciptanya kebijakan publik yang berkeadilan dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, moral masyarakat dan kearifan lokal.
c. Mendukung program pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan, akses permodalan, dan memfasilitasi usaha syariah berbasis komunitas.
d. Mendorong penegak hukum untuk bertindak tegas menuntaskan pemberantasan penyakit masyarakat dan pelanggaran norma dan hukum di Wilayah Sumatera Utara.

C. Kepada Ormas dan Lembaga Islam
a. Diharapkan memperkuat kolaborasi lintas organisasi dan menghindari perpecahan dalam tubuh umat Islam dengan membentuk Forum Lintas Ormas Islam Sumatera Utara untuk merespon berbagai persoalan umat khususnya bidang Agama, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang melaksanakan pertemuan rutin setiap bulan secara bergantian.
b. Menjalankan kaderisasi kepemimpinan dan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.
c. Bersinergi dalam bidang dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi untuk memperkuat kesejahteraan dan keutuhan umat.
d. Melaksanakan gerakan infak secara bersama-sama yang akumulasi dananya dimanfaatkan sepenuhnya untuk pemenuhan kebutuhan umat forum lintas orma Islam Sumatera Utara.

D. Kepada MUI Sumatera Utara dan MUI Kabupaten/Kota
a. Menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui pembentukan tim sinergi umat lintas bidang/lembaga untuk menyusun langkah konkret.
b. Melaksanakan program penguatan dakwah, pendidikan Islam, dan ekonomi umat secara terpadu dan berkelanjutan.
c. Mengadakan pertemuan silaturahim ulama dan tokoh Islam secara berkala sebagai forum komunikasi, evaluasi, dan konsolidasi keumatan.
d. Menyelenggarakan Program Pendidikan Tinggi Kader Ulama pada semua tingkatan MUI Kab/Kota se Sumatera Utara sebagai upaya konkret untuk mempersiapkan generasi penerus ulama dan memperkuat soliditas umat.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk: “Memperkuat Soliditas Umat Islam Sumatera Utara dalam Membangun Peradaban Islam yang Maju, Bermartabat, dan Berkah.”
Semoga hasil pertemuan ini menjadi panduan moral, spiritual, dan sosial bagi seluruh komponen umat Islam dalam mewujudkan masyarakat yang adil, berkeadaban, dan diridhai Allah SWT.

Tim Perumus:

1. Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA 1.

2. Dr. H. Arso, SH, M.Ag 2.

3. Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA 3.

4. Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA 4.

5. Dr. Irwansyah, M.H.I 5.

 

Mengetahui,
DEWAN PIMPINAN
MUI PROVINSI SUMATERA UTARA
Ketua Umum,

 

(Dr. H. Maratua Simanjuntak)