Wednesday, July 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 82

Sosben MUI SU Sumbang Desa Binaan DAS Sungai Deli

Medan, muisumut.or.id, Momentum Hari Tasu’a dan Asyura Bulan Muharram 1446 H, Bidang Komisi Sosial dan Bencana (Sosben) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) menggelar kegiatan sosial di Desa Binaan DAS Sungai Deli, yang terletak di bawah kolong jembatan Jalan Palang Merah Medan, pada Senin, 15 Juli 2024 pukul 14.00 WIB.

Pada Jumat malam, 12 Juli 2024, hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan Gang Jembatan Jalan Palang Merah Medan. Akibatnya, beberapa atap rumah warga terlepas dan beterbangan, sementara kayu-kayu atap jatuh dan terbawa angin. Kondisi ini membuat sejumlah warga tidak bisa tidur semalaman karena peralatan rumah tangga mereka terendam air.

Melihat kondisi tersebut, warga menyampaikan keluh kesahnya kepada Ketua Komisi Sosial dan Bencana MUI SU, Hj. Amelia Zuliyanti Siregar. Amelia kemudian mengusulkan kepada para anggota grup WhatsApp pengurus Sosben MUI SU untuk menyumbangkan dana guna membeli seng bekas sebagai bantuan kepada warga terdampak.

Tidak hanya itu, Ketua Bidang Sosben, Hj. Laila Rohani, juga mengusulkan untuk memberikan bantuan beasiswa kepada anak Ibu Rina, seorang guru mengaji yang tengah menguliahkan anaknya di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Perwakilan Sosben MUI SU yang terdiri dari Nani Ayum Panggabean (Sekretaris Bidang Sosben), Amelia Zuliyanti Siregar (Ketua Komisi), dan Sakdiyah Rahman, berangkat membawa bantuan berupa dana untuk membeli kayu dan seng bekas, serta beasiswa kuliah untuk anak Ibu Rina. Selain itu, mereka juga memberikan sedikit buah tangan berupa gula dan teh.

“Alhamdulillah ‘ala kulli hal, semoga berkah dan bermanfaat di hari Tasu’a Muharram 1446 H ini,” ujar Nani Ayum Panggabean.

Rapat Evaluasi Koperasi Syariah Amanah Ulama: Ide-Ide Besar untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat

Medan, muisumut.or.id, 15 Juli 2024 – Koperasi Syariah Amanah Ulama menggelar rapat evaluasi yang dihadiri oleh sejumlah petinggi koperasi di ruang rapat DP MUI Sumatera Utara. Rapat yang berlangsung santai ini dihadiri oleh Ketua Koperasi, Dr. Indra Utama, Sekretaris, Ali Suman Daulay, Wakil Ketua, Putrama Alkhairi dan Akmaluddin Syahputra, Bendahara Koperasi, Dr. Saparuddin, SE, serta Dr. Salman.

Dalam rapat tersebut, Putrama Alkhairi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas), menyampaikan beberapa ide dan gagasan terkait pemberdayaan ekonomi umat, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pemasaran produk. “Koperasi kita adalah koperasi produsen, jadi beberapa produk akan dihasilkan. Pupuk organik telah kita mulai dan ini sedang dirintis, serta beberapa usaha seperti parfum Alkhairi,” ujar Putrama.

Ketua Koperasi, Dr. Indra Utama, menegaskan komitmen koperasi dalam usaha pertanian organik. “Usaha pertanian organik kita, seperti memproduksi pupuk organik, terus kita jalankan dan semoga dalam waktu dekat membuahkan hasil,” katanya.

Rapat evaluasi tersebut menghasilkan beberapa ide besar yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja koperasi dan memberdayakan ekonomi umat:

  1. Pembuatan Marketplace Amanah Ulama: Koperasi akan membuat marketplace bernama Amanah Ulama untuk memasarkan produk-produk UMKM.
  2. Kerjasama dengan Universitas Muslim Nusantara (UMN): Koperasi akan menjalin kerjasama dengan UMN untuk pengembangan usaha pertanian organik.
  3. Pembentukan Usaha Simpan Pinjam: Ada wacana untuk membentuk usaha simpan pinjam yang akan memberikan layanan keuangan syariah kepada anggota koperasi.

Dr. Saparuddin, SE, Bendahara MUI Sumut, menambahkan bahwa keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuan ini membutuhkan dukungan dari lembaga penjamin untuk memotong setiap bulan. “Kita bisa melakukannya jika ada lembaga penjamin yang dapat memastikan kelancaran pemotongan setiap bulan,” ujarnya.

Koperasi Syariah Amanah Ulama terus berupaya untuk menggandeng berbagai pihak dalam mengembangkan usaha dan memberdayakan ekonomi umat. Dengan langkah-langkah strategis yang telah direncanakan, koperasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan UMKM dan pertanian organik di Sumatera Utara.

Mahasiswa PTKU Angkatan ke-7 Akan Menghadapi Ujian Akhir Besok

0

Medan, 15 Juli 2024 – Mahasiswa angkatan ke-7 dari Pendikikan  Tinggi Kader Ulama (PTKU) siap menghadapi ujian akhir yang akan digelar besok, Selasa, 16 Juli 2024. Persiapan yang matang telah dilakukan, termasuk rapat koordinasi yang digelar hari ini, Senin, 15 Juli 2024, oleh Penguji Munawaayah Risalah PTKU untuk menyatukan persepsi terkait penilaian, waktu ujian, dan sistem rekapitulasi nilai.

Dalam rapat yang dihadiri oleh 19 penguji tersebut, berbagai aspek teknis ujian dibahas dengan seksama. Penilaian ujian ini mencakup metodologi, materi, dan wawasan keagamaan, yang menjadi tolok ukur kemampuan para mahasiswa. Selain itu, sistem rekapitulasi nilai juga menjadi fokus utama untuk memastikan transparansi dan keakuratan hasil ujian.

Mahasiswa angkatan ke-7 ini telah menyelesaikan risalah mereka, menunjukkan dedikasi dan kerja keras selama tiga tahun masa studi. PTKU, dengan visinya yang kuat untuk melahirkan calon ulama yang ahli dalam ilmu agama, pengamal ajaran agama, dan pembela agama dengan wawasan luas, merasa bangga dengan pencapaian ini.

Ketua Panitia Ujian, Dr. Arifinsyah, yang juga merupakan Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Sumatera Utara, menyatakan kesiapan untuk melaksanakan ujian akhir ini. Ujian akan dimulai besok Selasa, dari pukul 08.30 hingga 17.00 di Aula MUI Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Majelis Ulama Indonesia/Sutomo Ujung No. 3. “Kami telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang untuk memastikan ujian berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Dr. Arifinsyah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Kita bersyukur bahwa PTKU akan menyelesaikan angkatan ke-7 dalam waktu tiga tahun. Kepada para asatizah yang telah mengajarkan ilmunya, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Dr. Maratua juga menekankan pentingnya pengujian yang komprehensif, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an dan tahsin, untuk memastikan para mahasiswa memiliki dasar agama yang kuat. “Ada baiknya kita menguji agar kita tahu kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an dan memperbaiki bacaan (tahsin) sesuai dengan ayat-ayat yang diujikan,” tambahnya.

Dengan 19 orang penguji yang berkompeten, ujian ini akan menguji 20 orang mahasiswa. Penguji Munawaayah Risalah PTKU berkomitmen untuk melaksanakan ujian dengan adil dan objektif, memberikan kesempatan terbaik bagi setiap mahasiswa untuk menunjukkan kemampuannya.

Kesuksesan mahasiswa dalam ujian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang solid dalam perjalanan mereka menjadi ulama yang mumpuni, siap mengamalkan dan membela ajaran agama dengan wawasan yang luas dan mendalam. PTKU terus berupaya untuk menjaga standar pendidikan yang tinggi, mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dan kebutuhan umat di masa depan.

Sistem penilaian yang diterapkan dalam ujian ini menggunakan rentang nilai sebagai berikut:

  • A: 85 dan ke atas
  • B: 75 – 84
  • C: 65 – 74
  • Di bawah 65 diharuskan mengulang.

Musyawarah Kerja (Mukerda) II MUI Kab Asahan: Memperkuat Akidah dan Kesadaran Politik Ummat

Asahan, muisumut.or.id,  Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan berlangsung dengan sukses pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 bertempat di Hotel Antariksa, Kisaran, Asahan. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari MUI Sumatera Utara, termasuk Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak, dan Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. Asmuni. Selain itu, Mukerda II juga dihadiri oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dengan tema “Memperkuat Akidah dan Kesadaran Politik Ummat untuk Kemajuan Masyarakat Kabupaten Asahan”, Mukerda II ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan serta kesadaran politik umat Islam di Kabupaten Asahan. Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menekankan pentingnya peran ulama dalam membimbing umat agar memiliki pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam serta aktif dalam kehidupan berpolitik yang sehat dan konstruktif.

Mukerda II ini melaksanakan tiga kali sidang paripurna dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Setiap sidang paripurna membahas berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi program kerja, penyusunan program kerja baru, hingga diskusi mengenai isu-isu strategis yang dihadapi oleh umat Islam di Kabupaten Asahan.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan bantuan untuk Palestina dari umat Islam di Kabupaten Asahan melalui Dewan Pimpinan MUI Kab Asahan kepada MUI Sumatera Utara. Bantuan tersebut berupa dana sebesar Rp 20.254.000, yang merupakan wujud kepedulian dan solidaritas umat Islam Asahan terhadap saudara-saudara mereka di Palestina yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

Bupati Asahan, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif MUI Kab Asahan dalam menyelenggarakan Mukerda II ini. Beliau berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Asahan dapat semakin maju dan sejahtera dengan landasan akidah yang kuat serta kesadaran politik yang tinggi.

Mukerda II MUI Kab Asahan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi program kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan komitmen bersama dalam memajukan Kabupaten Asahan. Acara ini diakhiri dengan doa bersama, berharap agar seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan umat dan masyarakat Asahan secara keseluruhan.

LKAAM Pasaman dan Pinbas MUI Sumut Jalin Kerjasama Melalui Kunjungan Silaturrahim

0

Medan, muisumut.or.id – Lembaga Adat Minang Pasaman (LKAAM) yang dipimpin oleh Ketua Chairul Dt Bagindo Kali mengadakan kunjungan ke Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara pada hari Kamis (11/7). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturrahim sekaligus untuk melihat dari dekat kegiatan inkubasi bisnis yang dijalankan oleh Pinbas.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan LKAAM Pasaman disambut baik oleh Ketua Pinbas Drs. Putrama Alkhairi, Dr. Akmaluddin Syahputra, Wakil Ketua Pinbas, Dr. Indra, dan perwakilan dari Pinbas MUI Sumut. Drs. Putrama Alkhairi mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas kunjungan ini, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga untuk mencapai kemajuan bersama.

“Ini hakikatnya kita saling bertukar pengalaman untuk besar bersama,” ujar Drs. Putrama Alkhairi. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara LKAAM Pasaman dan Pinbas MUI Sumut, serta membuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa mendatang.

Ketua LKAAM Pasaman, Chairul Dt Bagindo Kali, mengapresiasi sambutan hangat dari Pinbas MUI Sumut. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal bagi kedua lembaga untuk saling mendukung dalam mengembangkan usaha dan kegiatan berbasis syariah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai program inkubasi bisnis yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pinbas MUI Sumut. Selain itu, rombongan LKAAM Pasaman juga berkesempatan untuk melihat langsung fasilitas dan aktivitas di Pinbas, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha di Pasaman.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerjasama antara lembaga adat dan lembaga ekonomi syariah, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Khutbah Jumat: Keistimewaan Bulan Muharram dan Hikmah Hijrah

0

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. أما بعد:

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Marilah kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba yang taat, ikhlas, dan penuh rasa syukur kepada-Nya.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Hari ini kita akan membahas tentang keistimewaan bulan Muharram dan hikmah dari peristiwa hijrah. Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini termasuk dalam empat bulan yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai bulan haram, yaitu bulan yang diharamkan untuk berperang, kecuali untuk membela diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*

Salah satu keutamaan bulan Muharram adalah puasa Asyura, yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa setahun yang lalu.”

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, ia berkata:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya: “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan dari hari yang lainnya kecuali hari ini (Asyura) dan bulan ini (Ramadhan).”

*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*

Selain keutamaan bulan Muharram, kita juga akan mengkaji hikmah hijrah Rasulullah SAW. Hijrah adalah peristiwa monumental dalam sejarah Islam, yang menandai perpindahan Rasulullah SAW dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa ini bukan sekedar perjalanan fisik, tetapi juga merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Hijrah mengajarkan kita banyak hal, di antaranya:

1. *Kesabaran dan ketabahan:* Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai rintangan dan cobaan selama hijrah. Mereka tetap sabar dan teguh dalam keyakinan mereka kepada Allah SWT.

2. *Pengorbanan:* Hijrah memerlukan pengorbanan besar, baik harta, keluarga, maupun kenyamanan. Para sahabat rela meninggalkan semua demi menjaga keimanan dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

3. *Strategi dan perencanaan:* Hijrah dilakukan dengan strategi dan perencanaan yang matang. Rasulullah SAW memilih waktu yang tepat dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

4. *Pentingnya persaudaraan:* Di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Hal ini menunjukkan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 72:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٲلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada mereka), mereka itu satu sama lain saling melindungi.”

*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*

Dengan memahami keistimewaan bulan Muharram dan hikmah dari peristiwa hijrah, marilah kita berusaha untuk mengambil pelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita tingkatkan ketakwaan, kesabaran, dan ukhuwah Islamiyah kita, serta selalu siap untuk berkorban demi menjaga keimanan dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

*Khutbah Kedua*

نَحْمَدُ اللهَ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِٰلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةْ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ النَّهْضَةْ . أَمَّا بَعْدُ. أَيُّهَا النَّاسُ! أُوْصِيْكُمْ بتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

فَقَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَأٰمِرًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّ

يْتَ وَبَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْراهَيْمَ فِي الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمْؤُمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحاَجاَتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الِإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ الِإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا أتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّءْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا أتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهْ! إِنَّ اللهَ يَعْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاۤءِ ذِي اْلقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ اْلفَخْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمٍ يَّزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْا مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Optimalisasi Program: Rapat Pleno MUI Sumut Bahas Kegiatan Antar Komisi

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar rapat pleno pada Rabu (10/07/24) di Aula Kantor MUI Sumut. Rapat Pleno yang dihadiri oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara, Wakil Ketua Umum, serta para Ketua/Sekretaris Bidang dan Ketua/Sekretaris Komisi. Rapat ini diikuti oleh 12 komisi dengan tujuan agar kegiatan antar bidang/komisi dapat bersinergi dan harmonis sehingga MUI Sumut dapat lebih bermanfaat di tengah umat Islam.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua, menyampaikan bahwa pembahasan kegiatan ini sangat penting agar kegiatan MUI Sumut lebih terarah, memiliki sinergitas, dan harmonitas. “Ini juga menjadi bahan evaluasi rancangan kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan,” ujarnya.

Komisi Fatwa MUI Sumut secara konsisten melaksanakan sidang rutin setiap hari Selasa dari pukul 10.00 hingga 12.00. Sidang ini bertujuan untuk membahas berbagai isu keagamaan yang memerlukan fatwa. Selain itu, setiap akhir bulan, kecuali pada bulan Ramadhan, Komisi Fatwa juga mengadakan muzakarah pada setiap Ahad. Untuk memperkuat kompetensi komisi fatwa di tingkat kabupaten/kota, Komisi Fatwa mengadakan pelatihan khusus pembuatan fatwa. Mereka juga berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Halal untuk memastikan semua kegiatan sesuai dengan standar halal yang berlaku.

Komisi Dakwah MUI Sumut berfokus pada penelitian pemetaan dakwah di Sumatera Utara, dengan tujuan menciptakan dakwah yang religius dan bermartabat. Mereka juga menyediakan dai untuk daerah-daerah minoritas, memastikan bahwa pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan ke seluruh penjuru wilayah.

Komisi Ukhuwah Islamiyah aktif dalam melaksanakan program Kader Penggerak Ukhuwah yang bertujuan mempererat persaudaraan antar umat Islam. Mereka juga melakukan pembinaan Ukhuwah Islamiyah untuk pelajar Islam serta mengadakan kampanye ukhuwah di kalangan pelajar, menanamkan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan sejak dini.

Komisi Pendidikan, Pemuda dan Kaderisasi MUI Sumut mengadakan berbagai pelatihan dan pembelajaran dengan metode fun & active learning, serta lokakarya pemberdayaan manajemen MDTA di seluruh Sumatera Utara. Mereka juga menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi wirausaha bagi pemuda dan remaja, mendorong generasi muda untuk menjadi lebih mandiri dan kreatif.

Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan  MUI Sumut melakukan penelitian terhadap ajaran dan paham yang menyimpang, serta pengkajian masalah-masalah aktual yang relevan dengan kondisi masyarakat. Hasil dari penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Al Kaffah, menjadi referensi bagi umat Islam di Sumatera Utara.

Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama berperan penting dalam memfasilitasi dialog moderasi beragama, serta meneguhkan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui berbagai dialog dan diskusi, mereka berupaya menciptakan keharmonisan antar umat beragama.

Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga secara rutin mengadakan pengajian bulanan setiap Sabtu ketiga pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Mereka juga mengadakan pengajian bersama remaja, serta pengajian di Lembaga Pemasyarakatan. Selain itu, mereka berfokus pada peningkatan akses, mutu, dan relevansi pendidikan bagi perempuan, serta mengadakan rapat koordinasi dengan Komisi Perempuan di tingkat kabupaten/kota.

Komisi Informatika dan komunikasi MUI Sumut berkomitmen untuk menerbitkan majalah edisi 8 dan 9 pada tahun ini, serta mendukung seluruh kegiatan DP MUI dan komisi lainnya. Mereka mempublikasikan berita di website muisumut.or.id, melakukan live streaming di YouTube, dan memfasilitasi podcast di studio Kewa MUI Sumut, memastikan informasi dapat diakses oleh masyarakat luas.

Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI Sumut mengadakan Pameran Internasional Teknologi Pertanian, pelatihan entrepreneur muslim, serta seminar ekonomi. Mereka juga menyelenggarakan pameran produk unggulan UMKM Sumut, mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Komisi Hukum, HAM, dan Perundang-undangan MUI Sumut aktif dalam sosialisasi penyuluhan hukum wakaf dan undang-undang haji dan umrah. Mereka juga mengadakan rapat koordinasi untuk memastikan semua program berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) menjajaki peluang kerjasama dengan Pusat Informasi Pendidikan Luar Negeri dan mengadakan pelatihan bahasa asing, membuka kesempatan bagi umat Islam di Sumatera Utara untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.

Bidang Sosial dan Bencana MUI Sumut memberikan pelatihan keagamaan kepada pengelola panti asuhan, serta penyuluhan tanggap bencana dari perspektif agama. Mereka juga mengadakan seminar tentang kebencanaan dan membuat media promosi sadar lingkungan, mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup di Sumatera Utara.

Dengan adanya rapat pleno ini, diharapkan seluruh komisi dan bidang di MUI Sumut dapat bekerja lebih sinergis dan harmonis untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat Islam di Sumatera Utara.

Tanaman Hidroponik Jadi Primadona di Bazar UMKM Peringatan Muharram 1446 H

0

Medan, muisumut.or.id – Dalam rangka memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan bazar UMKM selama dua hari, dari Ahad hingga Senin, 7-8 Juli 2024. Bazar yang berlangsung di pelataran Kantor MUI Sumut ini menampilkan berbagai produk unggulan dari para pelaku UMKM, namun tanaman hidroponik atau urban farm milik Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut menjadi primadona.

Tanaman hidroponik yang dipamerkan dan dijual di bazar ini menarik perhatian pengunjung dengan kualitasnya yang tinggi dan harga yang terjangkau. Sayuran segar dijual dengan harga hanya Rp 5.000, sementara bibit daun seledri dan daun mint juga sangat diminati oleh pengunjung. Direktur P2WP, Akmaluddin Syahputra, menyatakan komitmennya untuk terus memajukan bisnis wakaf produktif di MUI Sumut.

“Kami berkeinginan untuk terus memajukan bisnis wakaf produktif di MUI Sumut. Insya Allah, ke depan kita akan mengembangkan bisnis wakaf ini di luar kompleks MUI Sumut,” ujar Akmaluddin.

Urban farm milik MUI Sumut yang berlokasi di lantai 4 gedung Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) memiliki 6.600 lubang tanam. Program urban farming ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan sayuran segar dan sehat bagi masyarakat, tetapi juga memberdayakan wakaf produktif sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Selain tanaman hidroponik, P2WP juga mengakomodir UMKM yang tergabung dalam “Komunitas 99 UMKM”. Dalam komunitas ini, telah tergabung 19 UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kerajinan peci, aksesoris, makanan ringan, minuman, hingga sabun. Keberagaman produk yang ditampilkan semakin menambah semarak bazar dan memberikan banyak pilihan bagi pengunjung.

Para pengunjung bazar terlihat antusias dengan berbagai produk yang ditawarkan. Salah satu pengunjung, Siti, mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan tanaman hidroponik karena selain segar, juga mudah untuk ditanam di rumah. “Saya membeli bibit daun seledri dan daun mint karena praktis dan bisa ditanam di pekarangan rumah. Harganya juga sangat terjangkau,” kata Siti.

Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh MUI Sumut ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan inovasi pertanian modern kepada masyarakat. Tanaman hidroponik yang ditampilkan oleh P2WP menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pertanian bisa diterapkan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan biaya terjangkau.

Manager Urban Farm MUI Sumut, Adil Ritonga, SH, menyatakan bahwa urban farm ini juga menjadi wadah pelatihan kewirausahaan bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda/i Islam. “Melalui program pelatihan kewirausahaan ini, kami berharap dapat membekali generasi muda dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah,” ujar Adil Ritonga.

Dengan adanya dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan bisnis wakaf produktif seperti yang dikembangkan oleh P2WP MUI Sumut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat. Kegiatan bazar ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga dan mengembangkan wakaf produktif sebagai sumber kesejahteraan bersama.

Puncak Peringatan Tahun Baru Islam MUI Sumut Ditandai Peletakan Batu Pertama Gedung LPPOM, PKU Wanita, dan Laboratorium Astronomi

Medan, muisumut.or.id – Pada kegiatan puncak peringatan Gebyar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara di pelataran Kantor MUI Sumut, Senin (8/7/2024), selain peluncuran Kalender Hijriah, juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru. Gedung ini akan menjadi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), Pendidikan Kader Ulama (PKU) Wanita, serta Laboratorium Astronomi MUI Sumut.

“Dengan Bismillah, gedung berlantai empat di atas lahan seluas 200 meter persegi ini akan mulai dibangun dengan perkiraan biaya sebesar Rp 5 miliar. Semoga Allah memberikan kemudahan agar niat ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ketua Pembangunan, Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin MS, kepada Tim Infokom MUI Sumut, Senin (8/7).

Prof. Basyaruddin mengakui bahwa pembangunan gedung baru ini bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan niat tulus dan keyakinan bahwa MUI sebagai pengayom umat, pembangunan ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dalam beberapa waktu ke depan.

Beliau juga menekankan bahwa pembangunan gedung ini sangat mendesak, terutama terkait dengan produk halal. Konsumsi umat seringkali dikelilingi oleh produk yang samar atau syubhat status kehalalannya. Oleh karena itu, laboratorium makanan dan minuman yang memadai sangat dibutuhkan untuk melindungi umat dari produk yang meragukan.

Selain itu, MUI Sumut yang telah melaksanakan Pendidikan Tinggi Kader Ulama untuk pria, kini melihat kebutuhan yang mendesak untuk pendidikan kader ulama wanita secara intensif. “Targetnya adalah agar kader ulama wanita ini dapat menguasai ilmu keislaman secara komprehensif, sekaligus sebagai proses regenerasi ulama wanita dan menjawab kebutuhan ulama wanita di tengah masyarakat,” jelas Prof. Basyaruddin.

Di lantai atas gedung ini juga akan dibangun fasilitas rukyatul hilal yang bisa digunakan untuk penetapan awal Hijriah, Idulfitri, dan Iduladha, yang setiap tahun dilaksanakan secara rutin oleh Kanwil Kementerian Agama Sumut bersama Pemprovsu dan lintas sektoral terkait.

“Semoga Allah memberikan kemudahan dalam proses pembangunan gedung ini agar dapat dimanfaatkan demi kemajuan serta kemashlahatan umat,” harap Prof. Basyaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengimbau para aghniya, donatur, dan pejabat pemerintah untuk berpartisipasi dalam mendukung proses pembangunan ini melalui sumbangan tidak mengikat, baik berupa material seperti semen, pasir, batu bata, maupun sumbangan dana yang dapat ditransfer ke rekening Panitia Pembangunan Gedung MUI Sumut di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7237 0932 07, atau diantar langsung ke Bendahara Pembangunan di Gedung LPPOM MUI Lantai-2, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan.

(S. Ramadhan)

Ketua Umum MUI Sumut Kunjungi Kompleks Nasyrul Quran di Putrajaya

muisumut.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, bersama rombongan dari Rahmat Foundation, melakukan kunjungan ke Kompleks Nasyrul Quran di Presint 14, Putrajaya. Kunjungan selama tiga hari ini dimulai pada Jumat, 5 Juli hingga Ahad, 7 Juli 2024. Kompleks ini merupakan pusat pencetakan Al-Quran terbesar kedua di dunia, setelah Pusat Percetakan Al-Quran Al-Malik Fahd di Madinah.

Nama ‘Nasyrul Quran’ diilhamkan dari bahasa Arab yang berarti ‘Penyebaran Al-Quran’. Kompleks ini menargetkan pencetakan satu juta naskah Al-Quran per tahun, dengan 70 persen untuk kebutuhan domestik dan sisanya diwakafkan ke negara-negara yang memerlukannya. Fasilitas di kompleks ini mencakup galeri pameran, ruang latihan keterampilan, bilik rapat, surau, kafeteria, galeri untuk melihat proses pencetakan, serta kantor administrasi dan manajemen.

Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap fasilitas dan efisiensi dari Kompleks Nasyrul Quran. “Kompleks ini adalah contoh luar biasa dari bagaimana teknologi dan dedikasi dapat digabungkan untuk menyebarkan firman Allah ke seluruh dunia. Kami menerima Al-Quran yang ditashih oleh Kementerian Agama RI dan berbahasa Indonesia, namun dicetak di sini, serta dalam 30 bahasa lainnya,” ujarnya kepada Tim Infokom MUI Sumut

Dr. Maratua juga mewakafkan seluruh Al-Quran yang diperolehnya dari kunjungan tersebut kepada MUI Sumut pada peringatan 1 Muharram 1446 di pelataran MUI Sumut.

Dalam rombongan tersebut, turut serta beberapa ulama Sumatera Utara, termasuk Dr. Mohd. Hatta, Ketua Baznas sekaligus salah satu Ketua MUI Sumut, serta Dr. Hasan Matsum, Ketua Umum MUI Kota Medan.

Kunjungi Replika Sejarah Rasulullah

Selain mengunjungi Kompleks Nasyrul Quran, rombongan juga mengunjungi Kompleks Seni Islam Antarabangsa Selangor di Shah Alam, yang terkenal di kalangan pelancong lokal dan internasional sebagai pusat perkembangan seni Islam berlandaskan nilai-nilai ajaran Al-Quran.

Kompleks Seni Islam Antarabangsa Selangor, yang berlokasi di tengah kota Shah Alam dan bersebelahan dengan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, kaya akan nilai warisan ketamadunan dan seni Islam. Kompleks ini tidak hanya memamerkan seni Islam tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai ajaran Al-Quran melalui berbagai kegiatan dan pameran.

“Kunjungan ke Kompleks Seni Islam Antarabangsa Selangor memberikan wawasan berharga tentang bagaimana warisan seni dan budaya Islam dapat dipertahankan dan dikembangkan dalam konteks modern,” kata Dr. Maratua. Ia menambahkan bahwa pengalaman dari kunjungan ini akan membawa inspirasi baru bagi upaya MUI Sumut dalam memperkuat penyebaran Al-Quran dan pengembangan seni Islam di Sumatera Utara.

Kunjungan ini diharapkan dapat membawa inspirasi dan semangat baru bagi MUI Sumatera Utara dan Rahmatsyah Foundation dalam upaya mereka untuk meningkatkan penyebaran Al-Quran dan pengetahuan Islam di Indonesia.