Wednesday, July 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 83

15 Tahun Konsistensi: MUI Sumut Luncurkan Kalender Hijriah 1446 H

 

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) kembali meluncurkan Kalender Hijriah untuk tahun 1446 H. Peluncuran kalender ini merupakan tradisi yang telah berlangsung selama 15 tahun, sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Tim Kalender Hijriah, Dr. H. Arso, SH, MH.

Acara peluncuran yang digelar pada Senin (8/7) ini merupakan bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Dr. H. Arso yang menyerahkan kalender tersebut kepada perwakilan Pj Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/BB, Kapoldasu, Kajatisu, Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi, Ketua Baznas Sumut, ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Arso mengungkapkan bahwa peluncuran kalender Hijriah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya MUI Sumut untuk terus memberikan manfaat bagi umat Islam di Sumatera Utara. “Selama 15 tahun, kami telah berupaya menyediakan kalender Hijriah yang tidak hanya sebagai penanda waktu, tetapi juga sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.

Peluncuran kalender Hijriah ini juga diharapkan dapat menjadi doa dan harapan agar umat Islam selalu diberikan umur panjang, keberkahan, dan kesehatan untuk terus beramal dan berbuat kebaikan. “Kalender ini kami harapkan dapat menjadi panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang lebih baik dan lebih terarah sesuai dengan ajaran Islam,” tambah Dr. H. Arso.

Pj Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. A. Fatoni M.Si, melalui Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Ir. Muhammad Effendy Pohan MSi, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif MUI Sumut ini. “Kami sangat mendukung peluncuran kalender Hijriah ini dan berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk introspeksi diri dan melakukan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Effendy.

Ketua Umum MUI Sumut, KH Dr. Maratua Simanjuntak, dalam kesempatan yang sama, menegaskan pentingnya semangat Tahun Baru Islam untuk mendorong umat Islam di Sumatera Utara agar bangkit menjadi lebih maju dan lebih baik. “Kami berharap kalender Hijriah ini dapat menjadi inspirasi bagi umat untuk terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebajikan,” tuturnya.

Dengan peluncuran kalender Hijriah 1446 H ini, MUI Sumut berharap dapat terus melanjutkan tradisi yang telah berjalan selama 15 tahun, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kehidupan beragama yang lebih baik di Sumatera Utara.

Puncak Peringatan Tahun Baru Islam MUI Sumut: Pj Gubsu Ajak Umat Bertransformasi Menjadi Lebih Baik dari Masa Lalu

Medan, muisumut.or.id,  – Pj Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. A. Fatoni M.Si, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Ir. Muhammad Effendy Pohan MSi, mengajak seluruh umat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momen introspeksi diri serta melakukan transformasi untuk menjadi lebih baik dari masa sebelumnya. Ajakan ini disampaikan dalam puncak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Sumut pada Senin (8/7).

Dalam sambutannya, Gubsu menekankan bahwa esensi dari transformasi diri adalah bagaimana keberadaan diri kita dapat memberikan manfaat, terutama kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Peluncuran kalender Hijriah diharapkan menjadi doa agar umat Islam diberikan umur panjang dan keberkahan untuk melakukan hal-hal bermanfaat, serta diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beramal dan berbuat kebaikan.

“Saya mengajak umat untuk menjadikan semangat Tahun Baru Hijriah ini sebagai ajang mempertebal iman, memperbanyak ibadah, serta membiasakan diri berbuat baik untuk meraih ridha Allah SWT,” ujar Gubsu.

Puncak peringatan ini ditandai dengan peluncuran Kalender Hijriah oleh Ketua Tim, Dr. H Arso SH., MH, yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan PJ Gubsu, Pangdam I/BB, Kapoldasu, Kajatisu, Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi, Ketua Baznas Sumut Porh. Dr. H. Mohd Hatta, ulama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Ketua Umum MUI Sumut, KH Dr. Maratua Simanjuntak, menyampaikan harapannya agar semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah menjadi spirit bagi umat untuk bangkit menjadi lebih maju, lebih baik, dan lebih mulia dibandingkan masa sebelumnya.

Ketua MUI juga meminta umat untuk memberikan dukungan pada dua agenda besar yang akan segera dilaksanakan di Sumatera Utara, yaitu tahun politik dengan akan digelarnya pesta demokrasi dan tahun olahraga melalui pesta olahraga dimana Sumut bersama Aceh akan menjadi tuan rumahnya. “Untuk PON, insya Allah dukungan pemerintah akan menjadikan pesta olahraga tersebut berjalan dengan baik,” ungkap Maratua.

Khusus untuk tahun politik ini, diharapkan Sumut tetap kondusif pada Pilkada Sumut maupun kabupaten/kota, berkat partisipasi aktif umat agar prosesnya berjalan jujur, aman, lancar, dan kondusif untuk melahirkan pemimpin yang beriman, bertakwa, serta berpihak kepada rakyat.

“Semoga Allah menentukan takdirnya untuk terpilihnya pemimpin yang melaksanakan amanah sesuai ridha Allah,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Ketua MUI mengajak umat untuk berdoa agar Islam semakin jaya dan kokoh berkat dukungan orang berilmu yang konsisten mengamalkan ajaran agama sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah semaksimal mungkin.

Tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Salman Tanjung, MPd, yang juga Ketua MUI Kabupaten Asahan. Ia menyampaikan harapan dan doa agar umat Islam secara istikamah melaksanakan kebaikan demi mencapai kebaikan hidup di dunia dan akhirat kelak. (S. Ramadhan)

Tiga Ekonom Sumut Narsum Talkshow Gebyar Muharram 1446 H MUI Sumut

0

muisumut.or.id, Medan, 7 Juli 2024 – Tiga ekonom terkemuka dengan latar belakang berbeda dari Sumatera Utara menjadi narasumber dalam Talkshow memeriahkan Gebyar Muharram 1446 Hijriah MUI Sumut, Ahad (7/7/2024). Mereka adalah Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Sumut, Drs. Putrama Alkhairi; Wakil Ketua Kadin Sumut, Isfan F. Fachruddin; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, HM Husni.

Perhelatan yang digelar di halaman Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan, mendapat perhatian besar dari peserta talkshow. Sesi diskusi dipenuhi dengan banyak pertanyaan dari peserta terkait program pengembangan ekonomi Islam secara konkret, terpadu, dan berkelanjutan.

Ketua PINBAS Sumut, Putrama Alkhairi, mengajak umat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah sebagai semangat dan tenaga dorong besar umat dalam meraih keunggulan di bidang ekonomi serta bidang penting lainnya. “Sangat banyak peluang kemajuan yang harus dimanfaatkan umat demi tercapainya kemajuan, kejayaan, serta kesejahteraan umat yang hakiki,” ujar Putrama.

Wakil Ketua Kadin Sumut, Isfan F. Fachruddin, berbagi pengalamannya dalam proses pembangunan Rusunawa di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Ia menjelaskan bahwa kemitraan yang saling menguntungkan dengan pelaku UMKM sangat membantu, terutama dalam pengadaan kebutuhan makan (katering), laundry, token listrik, dan kebutuhan penting lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa peluang usaha kecil menengah untuk maju dan berkembang sangat besar, sepanjang kita secara aktif meningkatkan kompetensi diri di segala bidang, khususnya IT, manajemen, dan lainnya.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan yang juga Ketua Tani Merdeka Indonesia Sumut, HM Husni, meminta umat untuk menjadikan momentum hijrah sebagai tekad bersama umat Islam untuk meraih kejayaan serta kemajuan di segala bidang. “Kita menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. Namun dengan tekad untuk terus memperbaiki diri dan terus berkolaborasi demi kemajuan, kita berkeyakinan umat Islam harus bangkit dari segala bentuk ketertinggalan,” kata Husni.

Salah satu penanya, Dra. Hj Rusmini MA, yang juga Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Sumut, menyampaikan harapannya agar umat bersatu dalam menggali potensi ekonomi yang halal, berkah, dan berkelanjutan. “Sejatinya ini adalah peluang emas kita untuk maju. Karena itu, mari kita bersatu dan berkolaborasi agar kebutuhan pokok umat dapat kita penuhi dengan kemampuan sendiri,” kata Rusmini.

S. Ramadhan

Detik-Detik Penggantian Kiswah Ka’bah malam 1 Muharram 1446 H. Sabtu, 06 Juli 2024 | 23:30 WAS

 

Detik-detik penggantian kiswah Ka’bah pada malam 1 Muharram 1446 Hijriah pada Sabtu (06/7/2024). :Liputan dari Makkah: KH. Akhyar, Nasution, LC, MA, Ketua Bidang Luar Negeri MUI Sumut

Sejak dari sebelum maghrib persiapan pencucian dan penggantian kiswah Ka’bah sudah dimulai. Terlihat beberapa petugas kebersihan membersihkan atap Ka’bah.

Beberapa kali electric scissor lift atau tangga gunting elektrik naik-turun di sisi-sisi Ka’bah.
Kain kiswah pun mulai tersingkap sedikit demi sedikit. Namun, lima jam berlalu, dinding Ka’bah tak kunjung telanjang meski sorot mata dan rekaman video dari ponsel ribuan jamaah tertuju padanya dengan penuh rasa penasaran.

Dari pantauan Ketua HLNKI yang juga Ketua KBIHU Dhuyufur Rahman KH Akhyar Nasution, Ketua Kloter 25-KNO, H Yakhman Hulu dan Ahmad Zacky Nasution sekitar pukul 18.00 WAS, prosesi pembukaan kiswah atau penutup Ka’bah sudah dilakukan. Beberapa tali simpul dilonggarkan sehingga membuat empat sudut dinding Ka’bah terlihat oleh orang-orang yang tawaf di sekelilingnya.
Pada pukul 22.00 WAS, penjagaan area sekitar Baitullah semakin diperketat. Ratusan personel Pasukan Khusus Haji dan Umrah tampak berjajar lalu menggiring sebagian jamaah keluar mathaf (area tawaf) untuk mensterilkan jalan dari lalu-lalang orang. Pagar portabel pun dipasang melingkar dalam dua lapis dengan jarak sekira tiga dan enam meter dari Ka’bah. Petugas juga menutup sejumlah pintu masuk ke lantai dasar dan tingkat satu.
Di halaman Masjid Haram terlihat kereta kencana membawa kiswah Ka’bah yang baru didorong oleh petugas dan dikawal oleh pasukan tentara baret merah kerajaan Arab Saudi

Di wilayah mathaf jamaah yang sudah berada di dekat Ka’bah bisa melanjutkan ritual tawaf sembari menikmati detik-detik penggantian kiswah Ka’bah itu dari dekat.
Sementara mereka yang terlanjur keluar dari sana, jangan berharap bisa kembali ke tempat semula saat itu juga.

Lebih dari 20 orang berompi petugas berada di atap Ka’bah ketika jam menunjukkan pukul 00.00 WAS. Mereka bertugas menarik kiswah baru sebelum kiswah lama benar-benar dilepas.
Dengan kata lain, Ka’bah tidak sampai tampak telanjang karena kain penutup yang baru dipasang terlebih dahulu sebelum akhirnya para petugas menurunkan kain penutup yang lama.

Selama Musim Haji Direktur Jenderal Urusan Lembaga Raja Abdul Aziz untuk Industri Kiswah Ka’bah, Sulthan bin Athi al-Qurashi dalam situs resmi pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengatakan, kiswah baru terdiri dari empat sisi terpisah, ditambah tirai pintu Ka’bah.
Satu per satu sisi dipasang secara bergilir, lalu masing-masing sisi dipertemukan untuk kemudian dijahit. ​​​

Tradisi Baru Prosesi penggantian kiswah hampir rampung hingga Rabu dini hari, sekitar pukul 02.30 WAS, tinggal merapikan dengan menjahit antarsisi. Sekilas tak ada perubahan warna dan ornamen antara kiswah lama dan kiswah baru.
Seperti sebelumnya, kaligrafi berisikan ayat-ayat Al-Qur’an disulam dengan benang emas di atas kain sutra hitam. Hiasan bingkai warna perak juga tetap mempercantik kaligrafi Arab yang ditulis dengan gaya khath tsuluts itu.

Meski tampak sama, di sela-sela naskah kaligrafi itu tertulis jelas ‘sanah 1445’ yang berarti naskah itu dibuat tahun 1445 Hijriah. Hal ini menegaskan bahwa kiswah baru telah menggantikan kiswah lama yang bertahun 1445 Hijriah. Tahun pembuatan kaligrafi selalu tertinggal satu digit dari tahun pemasangan kiswah yang memang dilakukan pada awal pergantian tahun.
Upacara penggantian kiswah pada 1 Muharram merupakan tradisi baru bagi pemerintah Arab Saudi, persisnya sejak dua tahun lalu, 1 Muharram 1444 H atau 30 Juli 2022. Sebelumnya, kiswah diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji sedang menunaikan wukuf di Arafah. Tradisi ini berubah setelah Raja Salman memerintahkan penggantian kiswah pada tiap awal tahun baru Hijriah. Presiden Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdur Rahman bin Abdul Aziz As-Sudais turut mengawasi langsung upacara penggantian kiswah kali ini. Ia memuji pihak kerajaan atas tradisi pembaruan kiswah ini sebagai bentuk penghormatan atas Baitullah yang amat dimuliakan umat Islam seluruh dunia.

Sementara ketika ditanya kepada petugas kenapa yang digunakan adalah khat Tsulutsi? Syekh Mukhtar menjelaskan bahwa Tsulutsi adalah jenis khat (font) yang paling tua, sejak abad 3 H. Khat Tsulutsi juga paling bagus dan rumit.

“Khat ini membantu para penulis untuk berkreasi lebih bebas, bisa menyesuaikan dengan tempat, bisa lebih besar atau kecil,” jelasnya dalam Bahasa Arab.

Syekh Mukhtar menambahkan bahwa Kiswah Kabah dibuat hingga selesai dalam rentang waktu 8 – 10 bulan.

Pemerintah Arab Saudi memperlakukan secara spesial kiswah Ka’bah. Ia mendirikan lembaga khusus untuk memproduksi kiswah baru tiap tahun dengan melibatkan ratusan pekerja. Tak hanya itu, kiswah lama disimpan dan dipotong-potong sebagai hadiah kepada organisasi, tokoh, atau ulama penting, katanya

12 Kelompok Marhaban Meriahkan Peringatan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah MUI Sumut

muisumut.or.id, Medan, 7 Juli 2024 – Sebanyak 12 kelompok Marhaban turut serta dalam perlombaan Marhaban yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Acara ini memperebutkan trophy dan total hadiah sebesar Rp. 7.750.000,- guna memeriahkan Peringatan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah di halaman Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan.

Ketua Panitia kegiatan, Dra Hj Laila Rohani M.Hum, didampingi Sekretaris Dra Hj Nani Ayum Panggabean MPd., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme kelompok Marhaban di Sumut. Karena banyaknya pendaftar, panitia membatasi hanya 12 kelompok yang bisa ikut serta.

“Begitu pendaftaran dibuka, peserta dari Tebingtinggi segera mendaftar, diikuti oleh peserta dari Simalungun, Binjai, Deliserdang, dan Kota Medan,” kata Nani Ayum.

Menurut Nani, sebenarnya banyak juga kelompok Marhaban pria yang ingin berpartisipasi, namun karena lomba kali ini khusus untuk kelompok wanita, permintaan mereka harus ditolak.

Nani Ayum menjelaskan bahwa lomba Marhaban ini merupakan bagian dari kegiatan Gebyar Tahun Baru Islam MUI Sumut, yang bertujuan untuk mengagungkan syiar Islam dan meningkatkan ketakwaan umat.

Selain lomba Marhaban, rangkaian Gebyar Tahun Baru Islam juga akan diisi dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ustaz Irwanto Al Rasyid SHI SPdI.

“Dengan Tahun Baru Islam ini, semoga umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan dan menggelorakan semangat baru untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui amal kebajikan sebagai wujud orang yang bertakwa,” kata Nani.

S. Ramadhan

DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara Apresiasi Empat Fatwa Baru dalam Rapat Pleno ke-58

0

Medan, muisumut.or.id, 7 Juli 2024 – Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengadakan Rapat Pleno ke-58 di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, pada Rabu (3/7/2024). Acara ini menghasilkan empat fatwa penting yang telah lama dinantikan, seiring dengan perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Dr. Ardiansyah, LC, MA, selaku koordinator DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil rapat tersebut.

Empat fatwa yang dihasilkan ini diharapkan menjadi panduan yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. DSN MUI, sebagai lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan fatwa, merupakan mitra utama Pemerintah dalam menetapkan panduan dan pedoman untuk memenuhi prinsip syariah di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. Setiap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN MUI selalu menjadi rujukan penting dalam pengembangan industri dan ekonomi syariah, sesuai dengan motto mereka: “Memasyarakatkan Ekonomi Syariah dan Mensyariahkan Ekonomi Masyarakat.”

Berikut adalah empat fatwa yang menjadi bahasan utama dalam Rapat Pleno ke-58 DSN MUI:

  1. Fatwa Aspek Syariah Dana Perlindungan Pemodal DSN MUI menilai pentingnya adanya fatwa terkait Dana Perlindungan Pemodal (DPP) di Indonesia, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Fatwa ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar modal syariah.
  2. Fatwa Akad I‘arah dan Perjanjian Pinjam Pakai Fatwa ini membahas tentang akad i‘arah, atau perjanjian pinjam pakai, yang memberikan panduan syariah terkait perjanjian pinjam pakai dalam konteks ekonomi syariah.
  3. Hukum Pinjam Pakai dalam Peraturan Perundang-Undangan Indonesia Fatwa ini mengkaji hukum pinjam pakai dalam konteks peraturan perundang-undangan Indonesia. Pada dasarnya, pinjam pakai merupakan sebuah perjanjian yang harus memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata.
  4. Perbuatan Hukum terhadap Harta Milik Bersama (Al-Mal Al-Musytarak) Fatwa ini membahas tentang al-mal al-musytarak, yakni harta yang dimiliki bersama oleh beberapa pihak secara proporsional. Fatwa ini mencakup penjualan dan penyewaan harta bersama, memberikan panduan syariah terkait perbuatan hukum terhadap harta milik bersama.

Dr. Ardiansyah mengungkapkan bahwa fatwa-fatwa ini sangat dinantikan oleh masyarakat dan pelaku industri keuangan syariah. Ia berharap dengan adanya fatwa-fatwa baru ini, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

4o

MUI Terbitkan Buku Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia VIII secara Digital

Medan, muisumut.or.id, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan buku hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII secara digital. Kamis, (4/7/24)

Kegiatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII telah digelar pada 28-31 Mei 2024 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut, Ahmad Sanusi Lukman, LC, yang pada saat Ijtima hadir menyampaikan rasa syukurnya atas diterbitkannya buku tersebut secara digital. “komisi fatwa MUI Sumut  memang sangat membutuhkan hasil ijtima yang resmi diterbitkan, agar kami bisa mensosialisasikannya segera mengingat banyak hal penting dan strategis di dalam hasil ijtima ini” ujarnya

Hasil Ijtima ini juga akan diangkat menjadi tema utama di majalah media ulama yang diterbtkan MUI Sumut pada edisi ke 7. Dengan terbitnya buku hasil ijtima komisi fatwa se-Indonesia VII secara digital ini tentunya mempermudah kita mengakses informasi.

Sekretaris Bidang  fatwa MUI Sumatera Utara, Dr. Irwansyah telah mengirimkan buku digital tersebut keseluruh grup yang berafiliasi dengan MUI Sumut, misalnya grup MUI se Sumatera Utara bahkan juga kepada pengurus BKM Masjid, jamaah, dan lainnya.

“ini adalah langkah awal kita untuk mensosialisasikan buku hasil ijtima ulama komisi fatwa, meskipun kami sudah mensosialisasikan hasil ijtima tersebut sebelum buku ini terbit, misalnya pada acara Muzakarah yang dilaksanakan pada 30 Juni lalu, dan insyaAllah akan terus mensosialilasikan agar umat Islam khusunya di Sumatera Utara tercerahkan” uangkapnya

Dikutip dari situs resmi MUI Prof. Asorun Niam mengatakan buku tersebut menghimpun keputusan-keputusan dari hasil ijtihad kolektif (ijtihad jama’) yang dilakukan oleh para ulama, zu’ama, dan cendekiawan Muslim se-Indonesia yang hadir dalam forum terhormat tersebut.

Buku tersebut diberi nama “Konsensus Ulama Fatwa Indonesia”. Prof Niam menjelaskan, penamaan tersebut sengaja disematkan untuk memberikan gambaran bahwa apa yang dihasilkan dalam buku ini merupakan hasil ijtihad kolektif dari para ulama fatwa di Indonesia.

Dari sisi partisipasi kepesertaan, Forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII itu diikuti oleh lembaga fatwa Islam tingkat pusat, pimpinan Komisi Fatwa MUI Provinsi se-Indonesia, pimpinan pondok pesantren, pimpinan Fakultas Syariah PTKI.

Kemudiaan, diikuti oleh dewan pengawas syariah di lembaga amil zakat dan keuangan syariah, perwakilan lembaga fatwa negara sahabat, ahli syariah dan hukum Islam, serta para peneliti yang hadir sebagai peninjau.

“Melihat representasi kepesertaan dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia, forum Ijtima’ ulama merupakan pertemuan nasional dari ahli-ahli fatwa keagamaan dari berbagai institusi, dan hasilnya bisa menjadi Ijma Wathani,” kata Prof Ni’am

“Konsensus ulama fatwa nasional dalam menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan dan keumatan, baik skala nasional, regional, maupun global,” imbuhnya.

Di samping buku ini, Prof Ni’am mengungkapkan, pihaknya juga sedang mempersiapkan buku yang memuat prosiding dan transkripsi utuh jalannya sidang-sidang Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII.

Sehingga, bisa diikuti secara utuh terkait dinamika perdebatan, pembahasan, dan pengkajian atas berbagai masalah yang kemudiaan menyepakati himpunan keputusan ini.

“Atas terwujudnya buku himpunan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, terutama tim pengarah, tim materi, dan tim singkronisasi yang menindaklanjuti hasil keputusan sidang pleno,” kata Prof Ni’am yang juga pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat.

Lebih lanjut, Prof Ni’am menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dewan Pimpinan MUI yang telah memberikan dukungan atas terwujudnya naskah ini. Prof Ni’am juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini berharap, kehadiran buku ini dapat mendatangkan manfaat dalam memberikan panduan keagamaan dan praktek bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara guna mencapai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Berikut buku Konsensus Ulama Fatwa Indonesia Hasil Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII:

download KONSENSUS-ULAMA-FATWA-INDONESIA_KEPUTUSAN-IJTIMA-VIII-2024.pdf

 

Khutbah Jumat: Tahun Baru Islam Sebagai Momentum Memperbaiki Silaturrahim

Khutbah Pertama

الحمدلله، الحمدلله الذي أوصل المقبلين اليه بفضله الي المراتب العلية.

وبلغهم ببركة نبيه كل أمنية. وصلي الله عبد الصالح القائم بما استطاع من حق الربوبية. وعلي آله، وصحبه، خير البرية

أشهد أن لا اله الا الله، و أشهد أن سيدنا محمد عبده ورسوله، الذي لا نبي بعده

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلي آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان الي يوم القيامة.

فياأيها الحاضرون، أوصني و إياكم بتقوي الله، فقد فاز المتقون.

فقال الله تعالى في كتابه الكريم، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ  ٢٢ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ  ٢٣

Puji Syukur kita ucapkan kehadirat Allah Swt. Yang mana Allah masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, Nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan, sehingga kita masih diizinkan oleh Allah untuk sholat jum’at secara berjama’ah dihari jum’at yang berbahagia ini.

Sholawat bertangkaikan salam, mari kita hadiahkan kepada junjungan Alam, manusia yang tiada tanding dan tiada banding, yaitu baginda Rasulullah Saw. Semoga kita semua yang berada di masjid yang kita cintai ini In Syaa Allah akan mendapatkan syafa’at dari Rasulullah Saw. Di hari kiamat kelak. Aamiin ya rabbal ’alamiin.

Jama’ah sidang sholat jum’at rahimakumullah…

Tidak terasa sebentar lagi kita memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah. Momentum Tahun baru Islam ini merupakan momentum bagi kita untuk intropeksi diri kita, diantaranya berkaitan dengan silaturrahim kita terhadap saudara-saudara kita. Sepanjang tahun lalu, bisa kita ingat bagaimana kualitas silaturrahim kita terhadap saudara-saudara kita. Rasulullaah Saw. Bersabda:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحمه

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah Silaturrahim.” (HR. Imam Bukhari-Muslim)

Jama’ah sidang sholat jum’at rahimakumullah…

Dari hadits tersebut dapat kita ambil Pelajaran bahwa menjaga dan menyambung Silaturrahim merupakan sesuatu yang sangat penting hingga disandarkan dengan keimanan. Maksudnya, belum menjadi sempurna keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir apabila ia tidak menjaga dan tidak menyambung silaturrahim.

Syaikh Sulaiman Al-Bujairomi didalam kitabnya Hasyiyah Al-Bujairomi menuliskan ada 10 keutamaan menjaga Silaturrahim:

  1. Silaturrahim bisa mendatangkan ridho Allah Swt.
  2. Membuat kerabat yang dikunjungi merasa Bahagia.
  3. Membuat malaikat Bahagia karena malaikat menyukai orang yang menjaga Silaturrahim
  4. Menciptakan kesan baik atau positif dari orang beriman terhadap mereka yang melakukan silaturrahim
  5. Membuat hati dan pikiran iblis resah, sebab iblis menginginkan perpecahan
  6. Memberi keberkahan umur
  7. Menambah keberkahan rejeki
  8. Membuat orang tua kita yang sudah wafat menjadi senang karena kita masih menjaga silaturrahim dengan orang-orang yang dikenalnya
  9. Menambah kewibaan/kehormatan
  10. Menambah pahala setelah orang yang menjaga silaturrahim wafat karena para kerabatnya menyebutkan kebaikan-kebaikannya saat masih hidup.

Jama’ah sidang sholat Jum’at rahimakumullah…

Imam Adz-Dzahabi didalam kitabnya Al-Kaba’ir, yang dimana isi kitab tersebut merupakan daftar perbuatan dosa yang  digolongkan dosa besar. Dan salah satu dari perbuatan dosa besar yang disebutkan didalam kitab tersebut adalah memutus Silaturrahim. Orang memutus Silaturrahim merupakan pelaku dosa besar, sehingga ia mendapatkan laknat dari Allah Swt. Allah Swt. Berfirman didalam QS. Muhammad Ayat 22-23:

فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ  ٢٢ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ  ٢٣

Artinya:  ”Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”

Jelas didalam ayat tersebut bahwa orang yang memutus Silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah Swt. Rasulullaah Saw. Juga bersabda:

لا يدخل الجنة قاطع

Artinya: ”Tidak akan masuk surga orang yang memutus.”

Didalam kitab Fawa’idul Mukhtarah dituliskan, Imam Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan bahwa makna kata ” قاطع” atau “Memutus disini ialah memutus Silaturrahim. Didalam kitab tersebut juga dituliskan, Rasulullah Saw. Bersabda :

إن الرحمة لا تنزل على قوم فيهم قاطع رحم

Artinya: “Sesungguhnya Rahmat tidak akan turun atas satu kaum, yang di dalam kaum tersebut ada pemutus silaturrahim.” (HR. Imam Bukhari dan Baihaqi)

Jama’ah sidang sholat Jum’at rahimakumullah…

Perlu kita renungkan hadits tersebut. Bahwa rahmat Allah tidak akan turun kepada satu kaum yang didalam nya ada pemutus silaturrahim. Satu orang yang memutus silaturrahim, tapi yang terkena akibatnya adalah satu kaum. Lalu coba kita bayangkan, bagaimana keadaan pemutus silaturrahim itu sendiri? Ia adalah penyebab putusnya rahmat satu kaum tersebut, maka betapa luar biasanya murka Allah yang datang pada dirinya. Allaah cabut rahmat darinya, Allah cabut darinya kebaikan. Bayangkan wahai para jama’ah sekalian, bagaimana jika pemutus silaturrahim itu adalah diri kita sendiri? Ancaman  tidak masuk surga, bahkan laknat dari Allah lah yang kita dapatkan. Na’udzubillahi min dzalik.

Jama’ah sidang sholat jum’at rahimakumullah…

Oleh karenanya, mari kita jadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijiryah ini sebagai momentum memperbaiki hubungan kita dengan keluarga kita, saudara kita, teman kita, serta tetangga kita. Kita intropeksi hubungan kita dengan saudara-saudara kita ditahun-tahun yang lalu. Mungkin ditahun-tahun sebelumnya silaturrahim kita kurang baik dengan saudara-saudara kita. Mari kita turunkan ego kita, dengan penuh kerendahan hati, kita mohon maaf kepada mereka, kita harapkan maafnya, sehingga hubungan kita yang dulunya sempat renggan atau bahkan rusak, dapat diperbaiki kembali. Hal itu kita lakukan agar silaturrahim tetap terjaga, dengan tujuan agar rahmat Allah senantiasa tercurahkan kepada kita.

Jama’ah sidang sholat Jum’at rahimakumullah…

Demikian khutbah ini saya sampaikan. Semoga bisa menjadi motivasi bagi diri saya dan untuk kita semua, agar senantiasa menjaga silaturrahim dengan orang-orang terdekat dan disekitar kita.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، و نفعني و اياكم بما فيه من الآيات و ذكر الحكيم، وتقبل الله منا و منكم تلاوته، انه هو الغفور الرحيم

MUI Sumut Perkuat Amaliyah Umat Islam di Sumatera Utara

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengambil langkah untuk memperkuat kebenaran dan keabsahan amaliyah umat Islam di seluruh wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap keresahan banyak umat Islam akibat maraknya aliran-aliran yang menyimpang di Sumatera Utara, seperti ajaran kaifiyat yang baru-baru ini viral.

Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA Sekretaris Tim, yang diwawancaai tim Infokom Rabu, 7 Juli di Ruang Rapat MUI Sumut menyatakan bahwa penguatan kebenaran dan keabsahan amaliyah umat Islam ini menjadi prioritas mengingat banyaknya kelompok masyarakat yang resah. “Kami menerima banyak laporan dari masyarakat yang merasa tidak nyaman karena adanya kelompok-kelompok yang menyalahkan, membid’ah bahkan menyatakan sesat amaliyah mereka, seperti salam-salaman setelah shalat berjamaah, maulid Nabi, kenduri dan lain-lain ” jelasnya.

Dr. Tohir Ritonga, menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah dan toleransi sesama umat Islam. “Kami berharap dengan adanya langkah-langkah ini, umat Islam di Sumatera Utara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan damai, tanpa merasa ragu dengan amaliah yang dilakukan selama ini atau merasa disalahkan oleh kelompok lain,” tambahnya.

Salah satu langkah konkret untuk memperkuat amaliyah umat Islam dengan berencana menerbitkan buku yang membahas secara mendalam tentang kebenaran dan keabsahan amaliyah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

“Kami menyadari pentingnya memberikan panduan yang jelas dan terpercaya bagi umat Islam, terutama dalam menghadapi berbagai ajaran yang menyimpang dan tuduhan-tuduhan yang tidak benar serta menimbulkan keresahan,” jelasnya.

Buku ini akan mencakup berbagai topik penting, termasuk praktik ibadah sehari-hari, tata cara beribadah yang benar, serta penjelasan tentang amaliyah-amaliyah yang sering disalahkan dan dianggap bid’ah.

Ketua Tim Drs. H. Ahmad Sanusi Lukman, Lc. MA mennjelaskan bahwa menambahkan bahwa buku ini nantinya akan disusun oleh tim dari MUI Sumut yang berkolaborasi antara Komisi Fatwa, Komisi Penelitian, Komisi Hukum yang berkompeten di bidangnya, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi yang akurat dan dapat diandalkan.

Rencana Penerbitan buku ini merupakan salah satu dari serangkaian langkah yang diambil MUI Sumut untuk memberikan perlindungan dan bimbingan kepada umat Islam khususnya di Sumatera Utara

MUI Sumut juga mengimbau kepada seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk tetap waspada terhadap ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam. “Kami mengajak seluruh umat untuk tetap melaksankan amaliyah yang selama ini dikerjakan tanpa harus ragu dan berpedoman kepada ajaran Islam yang murni serta mengikuti petunjuk ulama yang terpercaya,” ungkap Ustadz Sanusi.

MUI Sumut Dukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia & Bangga Berwisata di Indonesia

0

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Dukungan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Sumut, Akmaluddin Syahputra, saat mengikuti acara Harvesting Gerakan Bangga Buatan Indonesia & Bangga Berwisata di Indonesia yang diprakarsai Bank Indonesia pada Rabu, 3 Juli 2024, di Istana Maimun.

Dalam kesempatan tersebut, Akmaluddin Syahputra mengunjungi beberapa stand, khususnya Herbitran Infratani UMKM Hijau, yang diikuti oleh lima pesantren. Pesantren Darul Arafah, misalnya, membawa bibit cabai keriting yang dikelola oleh Ustaz Zikri. Pesantren ini memiliki 1.200 pohon cabai yang ditanam di Lau Bakeri, serta memproduksi beberapa jenis sabun. “Kami juga menjualnya dengan harga pasaran,” jelas Zikri.

Pendiri Pondok Pesantren Tahfiz Quran Taruna Alqolam, Ustaz Ari Andoko, memilih kedelai sebagai komoditas bisnisnya, mulai dari pembuatan tempe hingga minyak kedelai. Selain itu, stand tersebut juga memamerkan berbagai bibit tanaman dari Pesantren Darussalam, lele asap dari Pesantren Hidayatullah, dan air mineral dari Pesantren Raudhatul Hasanah.

Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut memiliki wadah UMKM yang disebut “Komunitas 99 UMKM”, yang salah satu fungsinya adalah membantu pemasaran produk UMKM. Akmaluddin Syahputra, yang juga merupakan bagian dari P2WP, menjajaki beberapa produk pesantren untuk dipasarkan melalui P2WP. Salah satunya adalah rencana kerja sama dengan Pesantren Kuala Madu terkait pemasaran air mineral bermerek Barakah. Manager Barakah, Ustaz Suhardi, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami juga menerima pesanan dari UIN Sumatera Utara. Insya Allah kami sangat senang bisa bekerja sama dengan P2WP,” ujarnya.

Akmaluddin Syahputra juga memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus konsisten membantu perekonomian, khususnya di lingkungan pesantren-pesantren.

4o