Wednesday, July 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 81

P2WP MUI Sumut Apresiasi Gerakan Wakaf Produktif

Asahan, muisumut.or.id – MUI Sumatera Utara mengapresiasi gerakan wakaf produktif yang diinisiaisi oleh Mayor Laut H Nabil Panjaitan, Pesantren Wakaf Darunnajah Asahan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, pada saat peresmian dan pembukaan kegiatan Pendidikan Pesantren Wakaf Darunnajah, Sabtu, 20 Juli 2024.

“Dulu, Umar bin Khattab mewakafkan kebun terbaiknya di Khaibar, dan hari ini kita berjumpa dengan seorang Mayor Laut bernama Nabil Panjaitan yang telah mewakafkan tanahnya seluas hampir 9 hektar lebih,” ujar Akmaluddin Syahputra. Beliau menambahkan bahwa tanah tersebut tidak hanya akan dijadikan sarana pendidikan, tetapi juga akan menjadi wakaf produktif.

Akmaluddin yang juga merupakan Direktur Pusat Pengembagan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Serawak, Malaysia, pada tahun 2010. “Di sana, mereka sudah memiliki pusat perbelanjaan mall tujuh lantai yang berstatus wakaf. Ini bukan hanya mimpi seorang, tapi mimpi kita semua. Oleh sebab itu, kita butuh orang seperti Mayor Nabil yang berani memegang komando dalam pengembangan wakaf produktif,” ungkapnya.

Mayor Nabil Panjaitan, dalam sambutan sebelumnya, menyampaikan bahwa dari lebih 9 hektar tanah yang diwakafkan, 4 hektar di antaranya merupakan kebun kelapa. Di area tersebut, akan dibangun wisata religi, sebuah ide yang terinspirasi dari pengalaman Mayor Nabil saat berkunjung ke berbagai negara. “Ide untuk membuat wisata di samping sungai ini berasal dari renungan ketika saya berada di Prancis,” ungkap Mayor Nabil, yang saat ini bertugas di Manado.

Mayor Nabil berkomitmen penuh untuk menjadikan Pesantren Wakaf Darunnajah sebagai lembaga pendidikan berskala nasional bahkan internasional. Komitmennya ini diharapkan dapat membawa pesantren tersebut menjadi pusat pendidikan agama yang tidak hanya unggul di bidang akademik tetapi juga berkontribusi secara ekonomi melalui pengembangan wakaf produktif.

Pesantren Wakaf Darunnajah, yang baru diresmikan, terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 8,5, Dusun X, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan. Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, serta dihadiri oleh tokoh agama dan pejabat setempat.

Muhammad Ihsan, SH, selaku Direktur Pesantren, menyampaikan harapannya agar pesantren ini dapat menjadi “rumah yang sukses” sesuai dengan namanya, “Darunnajah”. “Kami mengharapkan ada kesuksesan dan keberkahan di sini. Semoga apa yang disampaikan guru-guru kami hari ini dapat mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.

Pada acara peresmian tersebut, para santri juga menampilkan kemampuan bermuhadasah dalam bahasa Arab dan Inggris, serta seorang santri menunjukkan kemampuan berceramah yang biasa disebut Pildacil. Penampilan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang unggul dan berwawasan luas.

Dengan peresmian ini, diharapkan Pesantren Wakaf Darunnajah dapat menjadi pusat pendidikan agama yang berkualitas dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.

 

4o

Pesantren Wakaf Darunnajah Asahan Diresmikan oleh MUI Sumatera Utara

Asahan, muisumut.or.id – Pesantren Wakaf Darunnajah Asahan diresmikan oleh MUI Sumatera Utara pada Sabtu, 20 Juli 2024. Hadir dalam acara tersebut Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Ali Suman Daulay, Sekretaris Komisi Infokom, Ketua Umum MUI Kab. Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, LC, MA, Unsur pemerintahan, Lantamal, serta beberapa pimpinan Pesantren.  Acara peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh para tokoh agama dan pejabat setempat di lokasi pesantren, Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 8,5, Dusun X, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Muhammad Ihsan, SH, selaku Direktur Pesantren, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pesantren ini dapat menjadi “rumah yang sukses” sesuai dengan namanya, “Darunnajah”. “Kami mengharapkan ada kesuksesan dan keberkahan di sini. Semoga apa yang disampaikan guru-guru kami hari ini dapat mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.

Pesantren Wakaf Darunnajah menerima santri perdana sebanyak sembilan orang yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Kota Balam, Provinsi Riau. Ihsan menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah yang diberikan oleh para wali santri. “InsyaAllah kami menjaga amanah seluruh wali santri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ihsan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga yang berperan dalam pendidikan agama. Salah satu momen penting dalam peresmian adalah penyerahan sertifikat tanah seluas 9 hektar 4 rante setengah oleh Mayor Nabil Panjaitan. Meskipun ikrar wakaf belum diresmikan secara resmi, Nabil menyatakan, “Kita tidak tahu apakah saya besok bisa menyerahkannya, tetapi saya berkomitmen untuk melakukannya.”

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur, termasuk Hj. Najhah boru Panjaitan, yang telah berkontribusi dalam pembangunan pesantren. Selain itu, lima asatizah alumni Pesantren Raudhatul Hasanah akan mendidik sembilan santri perdana di Pesantren Wakaf Darunnajah ini.

Pada acara peresmian tersebut, para santri juga menampilkan kemampuan bermuhadasah dalam bahasa Arab dan Inggris, serta seorang santri menunjukkan kemampuan berceramah yang biasa disebut Pildacil. Penampilan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang unggul dan berwawasan luas.

Dengan peresmian ini, diharapkan Pesantren Wakaf Darunnajah dapat menjadi pusat pendidikan agama yang berkualitas dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.

Seratus Lebih Peserta Hadiri Pengajian Rutin KPRK MUI Sumut

Medan, muisumut.or.id,  Seratusan lebih ibu ibu pengajian, majelis taklim, mahasiswa dan undangan lainnya menghadiri pengajian rutin yang dilaksanakan Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Provinsi Sumatera Utara di Aula MUI Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan, Sabtu (30/7/2024).

Ketua Bidang KPRK Dra Hj Rusmini MA nelalui Sekretaris Bidang, Drs Hj Wan Khairunnisa MAg dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya melihat tingginya animo peserta yang hadir pada pengajian yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pekan ketiga setiap bulannya tersebut.

“Alhamdulillah, animo sangat tinggi terbukti ada yang hadir naik becak bernotor, angkutan umum, sepeda motor dan lainnya yang semuanya biaya sendiri,” kata Hj Wan Khairunnisa seraya menyebut jumlah peserta kali ini meningkat 100 persen lebih dari jumlah sebelumnya, sehingga panitia harus menggandakan makalah karena banyaknya peserta.

Disebutkan Hj Wan, pengajian ini merupakan program tetap KPRK untuk mengawal moral generasi bangsa khususnya melalui upaya meningkatkan kualitas ibu dan perempuan, mengingat peran strategis ibu sangat penting sebagai madrasah terbaik generasi muda.

“Karena itu kami secara aktif menyebarluaskan undangan pengajian ini melalui media sosial kepada ibu pengajian, majelis taklim dan lain lain,” kata Wan Khairunisa.

Sedangkan materi kajian yang disampaikan, sebut dia tidak monoton dan sangat variatif sesuai perkembangan zaman yang sangat dinamis dan disampaikan pakar di bidangnya masing-masing untuk membuka wawasan para ibu guna membuka wawasan sesuai tuntutan perubahan zaman.

Pemateri dalam pengajian KPRK disampaikan Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumut, Prof. Dr. H Muzakkir, MA yang menjelaskan urgensi umat untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka.

Dijelaskannya inti dari menjaga diri dan keluarga dimaksud diaplikasikan dengan menjaga agama yakni menjaga akidah berupa tauhid dan keimanan sebagai wujud dari Rukun Iman. Kemudian menjaga syariat yang diimplementasikan dengan mengamalkan ajaran Islam secara benar atau disebut juga dengan Rukun Islam.

Selanjutnya adalah menjaga akhlak dengan menjalani aktivitas kehidupan dunia dengan memegang teguh moralitas yang terpuji, jelas Prof Muzakkir

Dia juga mengungkapkan substansi menjaga diri dan keluarga dimaksud dengan menjaga akal, menjaga kemuliaan keturunan, menjaga harta yang halal serta bersih sesuai dengan tuntunan Alquran dan Sunnah.

Dalam uraiannya Prof Muzakkir juga menjelaskan fenomena krisis moral generasi muda yang kondisinya semakin memprihatinkan saat ini. (S.Ramadhan)

Khutbah Jumat: Muharram Bulan Memuliakan Anak Yatim

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, yang artinya bulan yang dimuliakan dan dihormati. Empat bulan itu adalah Bulan Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram” (QS At-Taubah: 36).
Untuk itulah, umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan ini dengan penuh suka cita dengan melakukan berbagai amalan yang dianjurkan, salah satunya dengan menyantuni anak yatim.

Salah satu bentuk kepedulian Islam terhadap anak yatim adalah tidak membiarkan mereka hidup tanpa bantuan dan dukungan orang lain. Dalam Islam, semua umat Islam dianjurkan untuk memperlakukan anak yatim dengan baik dan benar, memuliakan dirinya, menyantuninya, dan memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

Khutbah Pertama

الحمد لله واسع الفضل والإحسان، ومضاعف الحسنات لذوي الإيمان والإحسان، الغني الذي لم تزل سحائبه تسح الخيرات كل وقت وأوان، العليم الذي لا يخفى عليه خواطر الجنان، الحي القيوم الذي لا تغيض نفقاته بمر الدهور والأزمان، الكريم الذي تأذن بالمزيد لذوي الشكران. أحمده حمداً يفوق العد والحسبان، وأشكره شكراً ننال به منه مواهب الرضوان. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له دائم الملك والسلطان، ومبرز كل من سواه من العدم إلى الوجدان، عالم الظاهر وما انطوى عليه الجنان. وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وخيرته من نوع الإنسان، نبي رفع الله به الحق حتى اتضح واستبان. صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أهل الصدق والإحسان.
أما بعد، أيها الإخوان، أوصيكم وإياي بتقوى الله وطاعته، بامتثال أوامره واجتناب نواهيه. قال الله تعالى في كتابه الكريم:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ)

Hadirin rahimakumullah,
Puji syukur Alhamdulillah merupakan pembuka dalam kesempatan siang hari ini, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita semua, khususnya nikmat iman dan sehat, sehingga dengan keduanya kita bisa terus istiqamah untuk bersama-sama menunaikan ibadah shalat Jumat. Semoga ibadah yang kita lakukan ini diterima oleh-Nya, dan menjadi bukti bahwa kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, panutan kita, dan teladan kita, yaitu Nabi Muhammad SAW. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala alih wa sahbih, yang telah mengangkat manusia dari lembah kenistaan yang gelap menuju tempat yang terang benderang dan berada dalam ridha-Nya. Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semua umatnya.

Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, khatib mengajak diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat wajib ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena tidak ada bekal terbaik yang bisa kita persiapkan untuk dibawa menuju akhirat selain bekal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 197:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ

Artinya: “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat” (QS Al-Baqarah: 197).
Hadirin rahimakumullah,
Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT adalah dengan cara membahagiakan anak yatim, yaitu anak kecil yang belum baligh yang ditinggal wafat oleh ayahnya. Islam menganjurkan semua umat Islam untuk memberikan kasih sayang kepada mereka, memuliakan dan menyantuni mereka, serta memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

Hal ini merupakan warisan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW selama hidupnya. Ia merupakan sosok seorang Nabi yang sangat cinta dan sayang pada anak yatim. Maka tidak heran jika kita sebagai umatnya dianjurkan oleh Nabi untuk merawat dan mencintai mereka dengan sepenuh hati.

Oleh karenanya, bulan Muharram ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi kita semua untuk membahagiakan anak-anak yatim. Sebab, Muharram merupakan bulan yang dianjurkan oleh Nabi untuk memuliakan dan menyantuni mereka, sebagai bentuk kepedulian umat Islam dan memberikan semangat kepada mereka untuk terus belajar dan berjuang dalam meraih cita-citanya.

Anjuran menyantuni dan membahagiakan anak yatim sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 220:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ)

Artinya: “Mereka menanyakan kepadaMu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!’ Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan” (QS Al-Baqarah: 220).

Merujuk pendapat Imam at-Thabari dalam kitab Tafsir at-Thabari, ia menjelaskan bahwa Allah menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang-orang yang hidup bersama anak yatim yang telah mencampur hartanya dengan harta mereka. Kemudian ayat ini menjelaskan bahwa yang terpenting dalam hal ini adalah pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak yatim, tidak menyia-nyiakan hidupnya, tidak menelantarkannya, serta terjamin ketentraman dan kesejahteraannya.

Dengan demikian, pelajaran penting dalam ayat ini adalah mengajak kepada kita semua untuk senantiasa membahagiakan anak-anak yatim, dengan cara memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan menjaga kesejahteraan dan ketentramannya.
Hadirin rahimakumullah,

Keberadaan anak yatim dalam suatu rumah yang diperlakukan dengan baik menjadi keberkahan tersendiri bagi penghuninya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Nabi dalam salah satu haditsnya, yaitu:

خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ. وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ رواه أبو هريرة

Artinya: “Sebaik-baiknya rumah di kalangan umat Islam adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruknya rumah di kalangan umat Islam adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan buruk” (HR Abu Hurairah).

Hadirin rahimakumullah,
Tidak hanya berupa anjuran merawat dan menyantuni anak yatim saja, namun Allah juga menjanjikan pahala yang sangat istimewa kepada orang-orang yang merawat anak yatim. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Aku dan orang yang merawat anak yatim seperti ini dalam surga. Kemudian Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, seraya sedikit merenggangkannya” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits Nabi di atas kiranya sudah cukup bagi kita semua perihal kemuliaan anak yatim dan orang-orang yang merawatnya. Kemuliaan yang akan didapatkan oleh mereka sangat istimewa, yaitu akan ditempatkan di dalam surga berdekatan dengan Rasulullah.
Terdapat tiga alasan kenapa kita diharuskan menjaga dan merawat anak yatim, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh ‘Alauddin al-Baghdadi dalam kitab Tafsir Lubabut Ta’wil fi Ma’ani at-Tanzil, yaitu; (1) karena anak yatim masih sangat kecil dan tidak bisa mengatur pola kehidupannya; (2) karena kesendiriannya (ditinggal seorang ayah); dan (3) karena tidak adanya orang yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hadirin rahimakumullah,

Selain balasan istimewa berupa surga yang berdekatan dengan Nabi di akhirat, merawat dan menyantuni anak yatim juga memiliki balasan yang sangat istimewa ketika di dunia, yaitu akan dilunakkan hatinya oleh Allah SWT.

Hal ini sebagaimana diceritakan dalam salah satu riwayat sahabat Abu Hurairah, bahwa suatu saat ia mendengar seorang laki-laki yang mengadu kepada Rasulullah perihal hatinya yang keras, kemudian Nabi menyuruhnya untuk memberi makan orang miskin dan mengusap kepala anak yatim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى النَّبِيِّ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ: امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ

Artinya: “Dari Abu Hurairah, bahwa terdapat seorang laki-laki mengadu kepada Nabi tentang hatinya yang keras, maka Nabi bersabda: Berilah makanan kepada orang miskin, dan usaplah kepala anak yatim.”

Hadirin rahimakumullah,
Demikian khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, baik yang mendengarkan, maupun yang membaca.
Semoga, kita digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمداً كما أمر. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، إله لم يزل على كل شيء وكيلاً. وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وحبيبه وخليله، أكرم الأولين والآخرين، المبعوث رحمة للعالمين. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن كان لهم من التابعين، صلاة دائمة بدوام السماوات والأرضين.
أما بعد، فيا أيها الحاضرون، اتقوا الله حق تقاته، وذروا الفواحش ما ظهر منها وما بطن. وحافظوا على الطاعة وحضور الجمعة والجماعة والصوم وجميع المأمورات والواجبات. واعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ بنفسه، وثنى بملائكته المسبحة بقدسه. قال الله تعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، في العالمين إنك حميد مجيد.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات. اللهم ادفع عنا البلاء والغلاء والوباء والفحشاء والمنكر والبغي والسيوف المختلفة والشدائد والمحن، ما ظهر منها وما بطن، من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة، إنك على كل شيء قدير. عباد الله، إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم ولذكر الله أكبر.

MUI Deli Serdang Ikut Meriahkan Pekan Kuliner KHAS ke III

Medan, muisumut.or.id – MUI Deli Serdang turut memeriahkan Pekan Kuliner KHAS ke III yang diselenggarakan oleh MUI Kota Medan pada 17-21 Juni 2024. Ketua Umum MUI Kabupaten Deli Serdang, K.H. Amir Panatagama, menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan kegiatan yang bertujuan untuk keumatan ini.

Dalam rangka ikut memeriahkan Pekan Kuliner KHAS ke III, MUI Deli Serdang menampilkan produk unggulan dari Rumah Tempe Pondok Pesantren Taruna Alqolam yang dipimpin oleh H. Ari Handoko, MA. Rumah Tempe ini memproduksi berbagai kuliner berbahan baku kedelai, antara lain:

  • Susu Kedelai: Minuman sehat yang kaya akan protein dan cocok untuk berbagai kalangan.
  • Tempe: Makanan tradisional Indonesia yang kaya akan gizi dan serbaguna.
  • Keripik Tempe: Camilan renyah yang digemari oleh banyak orang.
  • Minyak Kedelai: Minyak sehat yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan memasak.
  • Kecap: Bumbu dapur yang esensial dan serbaguna dalam berbagai masakan.
  • Tauco Kedelai: Bumbu khas yang digunakan dalam berbagai masakan tradisional.

Ketua Umum MUI Deli Serdang, K.H. Amir Panatagama, menekankan pentingnya partisipasi dalam kegiatan seperti ini untuk mendukung perkembangan ekonomi umat. “Kami siap mensukseskan kegiatan ini karena tujuan utamanya adalah untuk keumatan. Dengan menghadirkan produk-produk berkualitas dari Rumah Tempe Pondok Pesantren Taruna Alqolam, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya

K.H. Amir Panatagama juga memberikan apresiasi kepada MUI Kota Medan yang telah menginisiasi kegiatan Pekan Kuliner KHAS ke III. “Ini adalah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk-produk halal dan berkualitas dari pesantren kami kepada masyarakat luas. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung setiap tahun dan semakin meriah,” tambahnya.

Pekan Kuliner KHAS ke III menjadi ajang penting bagi masyarakat Medan dan sekitarnya untuk menikmati berbagai kuliner halal serta mendukung produk-produk lokal. Dengan partisipasi aktif dari MUI Deli Serdang, diharapkan acara ini dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan ekonomi umat dan semakin mempererat tali persaudaraan antar daerah.

Kunjungi stand Rumah Tempe Pondok Pesantren Taruna Alqolam di Pekan Kuliner KHAS ke III dan nikmati berbagai produk kedelai berkualitas tinggi yang diproduksi dengan penuh dedikasi dan cinta.

4o

Pekan Kuliner Khas III Dibuka: Medan Kota Kuliner

Medan, muisumut.or.id – Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum bersama Wakil Walikota Medan, H. Aulia Rahman, SE, dan unsur Muspika secara resmi membuka Pekan Kuliner KHAS III pada Rabu, 17 Juli 2024. Kegiatan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari Kota Medan dan Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Dr. H. Hasan Matsum menyatakan bahwa acara ini adalah refleksi dari peringatan tahun baru Islam, Muharram. Ia berharap agar kegiatan ini terus mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Medan.

Hasan Matsum menjelaskan bahwa MUI sebagai mitra pemerintah (shodiqul hukumah) memiliki dua tugas utama. Pertama, mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal global, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden. “Target 10 juta sertifikat halal belum tercapai, baru sekitar 3 juta yang sudah disertifikasi. Oleh karena itu, bagi yang membutuhkan sertifikat halal, MUI Medan siap membantu, dengan dukungan bantuan gratis selama dua tahun ke depan,” ujarnya.

Kedua, MUI Kota Medan bersama Pemko Medan berupaya mensukseskan program masjid mandiri. Program ini mengedepankan muamalah atau kegiatan ekonomi di sekitar masjid sesuai dengan fatwa MUI Kota Medan tentang kebolehannya. Beberapa masjid seperti Masjid Nurul Ihsan di Karang Berombak menjadi contoh penerapan program ini.

Pekan Kuliner KHAS III ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti bazar yang diikuti oleh 67 peserta UKM kuliner dan 4 UMKM non-kuliner. Stand bazar ini direkomendasikan untuk mengisi area masjid-masjid, sehingga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di sekitar tempat ibadah.

Wakil Walikota Medan, H. Aulia Rahman, SE, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam memperingati Muharram. “Dengan momentum tahun baru Islam 1446 Hijriah, mari kita satukan kekuatan, tegakkan keadilan, wujudkan kebersamaan, raih kemakmuran, hindari perpecahan, dan eratkan persaudaraan,  Tema ini sangat Pancasilais”katanya. Ia juga menegaskan bahwa acara ini menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh MUI Kota Medan dan Pemko Medan.

Apresiasi dan Harapan

Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin Syahputra, memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang telah mendukung kegiatan ini. “Inilah bentuk kemitraan sejati antara MUI dan pemerintah dalam mengembangkan dan membesarkan umat,” ujarnya.

Medan sebagai kota kuliner, menurutnya, membutuhkan sertifikasi halal untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar kehalalan. Dengan percepatan informasi dan dukungan dari masyarakat, diharapkan program sertifikasi halal ini dapat segera terealisasi.

Pekan Kuliner KHAS III menjadi ajang penting bagi masyarakat Medan untuk menikmati kuliner halal dan mendapatkan informasi mengenai sertifikasi halal. Diharapkan acara ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi warga Medan, serta mendukung visi Medan sebagai kota kuliner halal.

MUI Kota Medan Gelar Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III

Medan, muisumut.or.id,  Medan kembali menggelar acara tahunan yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yaitu Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III. Acara ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 21 Juli 2024 di Jalan Masjid Raya Medan dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Pekan Kuliner ini merupakan program kerja MUI Kota Medan yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharram untuk memeriahkan suasana.

Ketua Panitia Dra. Burhanuddin Damanik, MA menyampaikan bahwa Pekan Kuliner ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan kuliner khas Medan tetapi juga untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi makanan halal. Dalam kesempatan ini, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi lengkap tentang proses sertifikasi halal.

Kegiatan Utama

  1. Transaksi Jual Beli: Diikuti oleh 67 peserta UKM kuliner dan 4 UMKM non-kuliner, para pengunjung dapat menikmati berbagai makanan halal yang lezat sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
  2. Festival Marhaban dan Sholawat: Menampilkan lantunan sholawat dan puji-pujian yang menambah keberkahan acara.
  3. Lomba Masak Ikan Arsik: Diikuti oleh MUI Kecamatan, lomba ini menampilkan keahlian dalam memasak ikan arsik, salah satu kuliner khas Sumatera Utara.
  4. Talkshow Keagamaan: Dengan narasumber Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI, anggota komisi LPH, serta diskusi tentang bahaya narkoba. Talkshow ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya makanan halal dan isu-isu keagamaan lainnya.
  5. Hiburan Musik Kasidah: Menampilkan grup kasidah lokal yang membawakan lagu-lagu religius.
  6. Demonstrasi Masak: Acara demonstrasi masak bubur pedas pada hari Kamis dan Jumat serta bubur asyura pada hari Sabtu dan Minggu pukul 16.00-18.00 WIB. Bubur ini akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung.
  7. Donor Darah: Bekerjasama dengan PMI Medan, acara donor darah diadakan untuk mendukung kebutuhan darah di kota Medan.
  8. Konsultasi Sertifikasi Halal dan NIB:  acara ini menyediakan layanan konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dra. Burhanuddin Damanik, MA menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana edukasi dan sosialisasi tentang makanan halal. “Melalui Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengonsumsi makanan halal dan mendukung usaha lokal yang telah mendapatkan sertifikasi halal,” ujarnya.

Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III ini diharapkan menjadi ajang yang bermanfaat bagi masyarakat Medan, baik dalam menikmati kuliner halal, mendapatkan informasi penting, maupun mendukung pelaku usaha lokal. Dengan berbagai kegiatan menarik yang diselenggarakan, acara ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berkesan dan edukatif bagi semua pengunjung.

Datang dan nikmati berbagai hidangan halal serta ikuti kegiatan menarik di Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III, Medan Kota Kuliner!

4o

Pembukaan Ujian Sidang Munaqasyah Mahasiswa PTKU MUI Sumut

Medan, muisumut.or.id, 16 Juli 2024 – Pembukaan Ujian Sidang Munaqasyah Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara berlangsung dengan khidmat. Acara yang dilaksanakan di Aula MUI Sumut berlangsung  satu hari ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, serta pengurus MUI Sumut.

Dr. Arifinsyah, Ketua Panitia, melaporkan bahwa proses pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. “Ujian sidang munaqasyah ini diikuti oleh 20 mahasiswa dari total 24 peserta awal. Beberapa mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian karena telah diterima melanjutkan studi di Timur Tengah,” ungkapnya.

Proses ujian ini diikuti dengan baik oleh para mahasiswa yang sebelumnya telah menempuh ujian semester. Para dosen yang menguji adalah mereka yang juga mengajar mata kuliah terkait, sehingga memastikan keselarasan antara pengajaran dan penilaian.

Mahasiswa yang mengikuti ujian telah menulis risalah dengan minimal 30 halaman, meskipun beberapa dari mereka menulis lebih dari itu. Penulisan risalah ini telah dibimbing dengan ketat dan menggunakan sistem yang telah diajarkan dalam mata kuliah Metodologi Penelitian, termasuk penggunaan catatan kaki (footnote) yang sesuai.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan para mahasiswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun bersama MUI Sumut. “Menuntut ilmu adalah perjalanan yang singkat namun juga bisa panjang untuk meraih gelar. Kalian akan menulis dua kali, risalah dan skripsi, sehingga kematangan dalam mencapai gelar S1 sudah terpenuhi. Bersyukurlah karena kalian telah mendapatkan ilmu dan nama mulia sebagai kader ulama, yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Dr. Maratua juga menekankan bahwa ujian ini adalah muhasabah bagi para mahasiswa untuk menambah wawasan keagamaan mereka. “kalian adalah yang terpilih untuk mengikuti sidang risalah. Ini adalah kesempatan berharga untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri,” tambahnya.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak sedang menguji mahasiswa PTKU

Setelah pembukaan, Dr. Maratua menyempatkan diri untuk menguji tiga mahasiswa kader ulama. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan perhatian khusus terhadap perkembangan akademis para mahasiswa tersebut. Ujian yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum MUI Sumut ini menambah motivasi dan semangat para peserta untuk memberikan yang terbaik.

Acara pembukaan ujian sidang munaqasyah ini ditutup dengan doa oleh Dr. H. Arso, menandai dimulainya ujian yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi para peserta.

 

4o

Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut Sidangkan 20 Mahasiswa

Medan, muisumut.or.id,16 Juli 2024 – Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara menyelenggarakan Sidang Munaqasyah bagi 24 mahasiswa kader ulama. Acara ini berlangsung di Aula MUI Sumut pada Selasa, 16 Juli 2024.

Ketua Panitia, Dr. Arifinsyah, menyampaikan bahwa dalam sidang ini, ada 20  mahasiswa kader ulama diuji oleh 19 penguji yang berkompeten di bidangnya. Setiap mahasiswa akan menghadapi tiga penguji yang akan menilai kemampuan dan pengetahuan mereka dalam menguasai isi risalah baik materi, metodologi, serta berbagai aspek keagamaan

Sidang Muanqasah di PTKU MUI Sumut ini menjadi momentum penting dalam mencetak kader ulama yang berkualitas, yang diharapkan dapat berkontribusi secara positif bagi perkembangan agama dan masyarakat di Sumatera Utara.

Dengan berakhirnya sidang ini, para mahasiswa yang berhasil melewati ujian ini akan melanjutkan langkah berikutnya dalam proses pendidikan mereka, yang pada akhirnya akan menjadikan mereka ulama yang siap terjun ke masyarakat untuk memberikan bimbingan dan pencerahan.

Berikut adalah daftar nama penulis dan judul risalah yang  diujikan:
1. Fahrul Azmi Siregar
– Peran Khidmat Majelis Ulama Sumatera Utara dalam Membentengi Akidah Umat (Analisis Fatwa MUI Nomor 72 Tahun 2023 Tentang Pemahaman bahwa Muhammad adalah Allah)
2. Fatih Rahmat Habib
– Kritik terhadap Theologi Wahhabiyyah dalam Beragama Perspektif Said ‘Aqil Siradj
3. Ahmad Fauzi Panjaitan
– Konsep Al-Qur’an tentang Toleransi sebagai Nilai-nilai Dasar Pendidikan
4. Muhammad Saidal Arifin Harahap
– Konsep Zuhud Menurut Imam Ahmad Bin Hanbal
5. Sahmana Abdullah Siregar
– Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Kitab Mukhtasar Syaikh Abdullah Al-Harary
6. Sukhron Ependi Harahap
– Peranan Taubat sebagai Pemurnian Akhlak Perspektif Imam Al-Ghazali (Studi Klasik Kitab Minhaj Al-Abidin)
7. Roy Ismail Gajah
– Pendidikan Akhlak Sejak Dini Membentuk Karakter Anak dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam
8. Ismail Sa’i Dalimunthe
– Konsep Syafa’at Menurut Muhammad Quraish Shihab (Analisis Terhadap Tafsir Al-Misbah)
9. Kholid Jamhuri Harahap
– Implementasi Nilai-nilai Akhlak dalam Pendidikan Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan
10. Alpin Akbar Hasibuan
– Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al-Faruqi
11. Muhammad Imron Alfaridzi Julmi
– Konsep Jihad Menurut Yusuf Qardhawi
12. Hapijuddin Dalimunthe
– *Nilai-nilai Pendidikan Sosial dalam Surah At-Taubah Ayat 71 dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam
13. Hanan Asrowi Harahap
– Pendidikan Akhlak dalam Rumah Tangga Menurut Buya Hamka
14. Faiz Ikhwan Nasution
– Transaksi Jual Beli Menggunakan Kode QRIS Menurut Hukum Islam
15. Anas Arifin Tambunan
– Peran Pendidikan Jiwa dalam Membina Kesehatan Mental Remaja Perspektif Prof. Dr. Zakiah Daradjat
16. Taufik Ismail Pohan
– Mendidik Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad
17. Abdiorlan Zoki Syahputra Harahap
– Etika Bermedia Sosial (Telaah Alquran Surah Al-Hujurat Ayat 6)
18. Ahmad Yasir Sitorus
– Kepemimpinan Nabi Muhammad Perspektif Michael Hart
19. Jikki Madasa Lingga
– Konsep Pendidikan Akhlak dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Lil Abna’ Karya Syeikh Muhammad Syakir Al-Iskandari
20. Yudi Maulana
– Konsep Tobat dalam Kitab Syarah Hadis Jibril

MUI Kab. Batu Bara Luncurkan Pendidikan Tinggi Kader Ulama

Batubara, muisumut.or.id, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batu Bara mengambil langkah strategis dengan membuka Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) untuk tahun akademik 2024/2025. Langkah ini disampaikan Ketua Umum MUI Kab Batu Bara, H.M. Hidayat, Lc., MA., kepada Tim Infokom MUI Sumatera Utara pada Senin, 15 Juli 2024, bertepatan dengan jadwal ujian masuk calon mahasiswa baru.

Hidayat, yang menjabat sebagai Mudir (Direktur) PTKU Kabupaten Batu Bara, menjelaskan bahwa pendirian PTKU ini didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah penerus ulama. “Ada kekhawatiran akan kurangnya ulama di masa mendatang. Oleh karena itu, PTKU ini didirikan sebagai hasil Rapat Kerja Daerah,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan bahwa “pihaknya telah melakukan studi banding ke PTKU Sumatera Utara dan  PTKU Binjai. Dengan memanfaatkan potensi ulama/guru yang mampu mengajarkan program PTKU kami memberanikan diri”

PTKU Kabupaten Batu Bara menargetkan penerimaan 12 mahasiswa untuk tahun ini, dengan seluruh fasilitas diberikan secara beasiswa penuh. Artinya, mahasiswa tidak perlu membayar biaya pendidikan. Selain itu, MUI Batu Bara telah menjalin kerja sama dengan  pesantren di Batu Bara untuk menyediakan penginapan dan fasilitas belajar bagi para mahasiswa.

Sepertihalnya PTKU MUI Sumatera Utara yang berlangsung selama 6 semester atau 3 tahun, PTKU Kab. Batu Bara juga menerapkan hal yang sama, bahkan para mahasiswa kader ulama akan di daftarkan ke Perguruan Tinggi untuk bisa mendapat gelar strata satu

Dalam rangka mendukung keberlanjutan PTKU, MUI Batu Bara juga telah menerima wakaf tanah untuk kampus PTKU di Dusun 3 Sei Udang, Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan penuh dari berbagai pihak, PTKU Kabupaten Batu Bara diharapkan dapat mencetak ulama-ulama baru yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Kami berharap PTKU ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin mendalami ilmu agama dan menjadi ulama yang mumpuni. Dengan demikian, keberadaan ulama di Kabupaten Batu Bara dan sekitarnya akan terus terjaga dan berkembang,” pungkas Hidayat.