Tuesday, March 10, 2026
spot_img
Home Blog Page 87

Pj Gubsu Hadiri Peringatan Maulid Nabi di MUI Sumut

muisumut.or.id. Medan, Pelaksana jabatan (Pj) Gubernur Sumatera Utara, H. Hasanuddin menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Sumatera Utara di Aula Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan, Sabtu (7/10).

Hadir pada itu Sekretaris Dewan Kehormatan MUI Sumut H. Muin Isma Nasution, Wakil Ketua Umum Dr. H. Arso SH. MH, Bendahara Umum Drs. H. Sotar Nasution MHB dan pengurus lainnya dengan penceramah Wakil Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA.

Dalam sambutannya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan eksistensi MUI sebagai tempat berkumpulnya para ustaz dan ustazah untuk melaksanakan kewajiban yang diemban sebagai shodiqul hukumah dan immayatul ummah.

Buya Maratua juga memberikan apresiasi dengan dilaksanakannya dua acara penting secara bersamaan, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelantikan Lembaga Ukhuwah Umat Islam Sumatera Utara.

Peringatan Maulid yang dilaksanakan setiap bulan Rabi’ul Awal menjadi momen terbaik bagi seluruh umat untuk selalu mengenang dan mengevaluasi sudah sejauh mana umat dapat mengikuti dan melaksanakan ajaran yang telah disampaikan Baginda Rasulullah SAW. Sedangkan pelantikan lembaga ukhuwah menjadi komitmen kuat kita bersama untuk mengejewantahkan maksud diturunkannya syariah, di antaranya untuk menjaga agama, akal, keturunan dan harta.

Ketua MUI menegaskan refleksi penting dari peringatan Maulid sebagai momen terbaik bagi ulama dan cendikiawan untuk mengintropeksi secara menyeluruh dalam melaksanakan amanah untuk mewariskan ajaran Rasul agar dapat dilaksanakan umat sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah.

Maulid menjadi seruan kepada umat untuk selalu membesarkan Rasulullah dan menjadikannya sebagai contoh terbaik dengan melaksanakan seluruh ajarannya untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.

Karena itu, kata Maratua melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad ini sama-sama kita makin memperkuat keyakinan serta keimanan kita bahwa Nabi Muhammad itu adalah Rasulullah utusan Allah yang mana kita selalu berharap untuk mendapatkan syafaat dari Rasul kelak.

Ketua MUI juga menegaskan bahwa menanamkan keyakinan ini menjadi salah satu tugas utama dari ulama dan cendikiawan Islam, sehingga diharapkan umat semakin kuat keyakinannya bahwa Nabi Muhammad hanya sebagai Rasul dan manusia biasa yang dipilih oleh Allah.

Karena itu kita sebagai umatnya secara tegas dilarang untuk menyebut Nabi Muhammad sebagai Allah, tegas Ketua MUI.

“Tentunya kita tidak dapat membiarkan begitu saja kalau ada yang menafsirkan ajaran itu secara liberal dan menyesatkan umat,” ungkapnya seraya berpesan kepada umat untuk bersatu.

Dia mengingatkan bahwa tujuan dibentuknya lembaga ukhuwah ini menjadi dorongan besar untuk menyatukan diri dan melakukan yang terbaik serta menjadikan perbedaan sebagai warna yang makin memperkuat ukhuwah juga persatuan umat.

Pj Gubernur Sumatera Utara H. Hasanudin dalam kesempatan mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya dapat hadir memenuhi undangan ulama yang berhimpun di MUI untuk meningkatkan hubungan harmonis ulama dengan umara.

“Mari kita bersatu dalam perbedaan dan keragaman dengan tujuan luhur untuk meraih kemajuan dan kesejahteraan bersama,” kata Gubsu.

Hasanudin juga mengungkapkan kekhawatiran akan tingginya peredaran narkoba yang sudah sampai pada level sangat membahayakan generasi muda, bahkan ternyata Sumut menjadi peringkat pertamanya.

Karena itu Gubsu berharap kepada MUI Sumut dapat selalu memberikan pencerahan, bimbingan dan pengajaran yang menyentuh generasi muda, sehingga menjadi komitmen kuat kita bersama untuk peran terhadap narkoba, juga secara tegas dan bersama-sama mengatakan tidak pada narkoba. (Rmd)

Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumut Bahas Fikih Lingkungan di TVRI

muisumut.or.id, Medan, Dalam Acara Mimbar Agama Islam TVRI Sumatera Utara, yang berlangsung pada Kamis, 5 Oktober 2023, Ustaz Irwansyah bahas fikih lingkungan. Fikih Lingkungan atau disebut dengan Fiqh al-Bi’ah tergolong kajian baru dalam dunia fikih.

Irwansyah sebut bahwa Yusuf al-Qarhdawi dan KH. Ali Yafie sejak lama telah mengenalkan fikih lingkungan hidup. Jika as-Syathibi dalam al-Muwafawat menyebut maqhashid as-syariah ada lima hal yang mesti dipelihara, seperti hifz ad-din (memelihara agama), hifz an-nafs (memelihara jiwa) termasuk harta. Maka ilmuan hari ini coba untuk memasukkan lingkungan sebagai sesuatu yang juga mesti dipelihara (Hifz al-bi’ah).

Dalam paparannya menyebut bahwa fikih lingkugan ini mengatur berbagai aspek aturan dan ketentuan agama yang berkaitan dengan lingkungan manusia dimana mereka tinggal. Pelestarian alam, menjaga lingkungan bersih dan sehat, tidak merusak udara, tanah dan air adalah bagian yang tak terpisahkaan dari aturan syariat. Islam tidak hanya sebatas mengurusi masalah-masalah ibadah mahdhah saja, tidak hanya sebatas urusan ibadah, muamalah, munakahat saja, akan tetapi Islam mengatur lingkungan hidup seperti tidak boleh mengotori sungai, sumber air, buang sampah semabarangan yang mengotori lingkungan. Begitu juga dengan penebangan hutan secara liar untuk eksploitasi kepentingan pribadi yang mengakibatkan dampak negatif terhadap alam dan keberlangsungan makhluk hidup, bahkan berakibat banjir misalnya, jelas ini bertentangan dengan syariat Agama, ungkap Irwansyah.

Al Quran dalam Surah Al A’raf : 56 sudah menjelaskan bahwa larangan Allah untuk membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah menciptakannya dengan sempurna. Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat lain misalnya Surah Ar Rum : 41 bahwa Allah sudah menggambarkan bahwa “Kerusakan yang ada di darat dan di air itu adalah akibat dari ulah tangan manusia”.

Hasil Ijtimak Ulama Komisi Fatwa

Ustaz Irwansyah juga menyampaikan, bahwa jika dikembangkan lebih jauh, lingkungan juga harus disikapi dengan memperhatikan aturan syar’i. Misalnya fenomena hari ini dimana terkadang demi untuk kepentingan pribadi, mengorbankan kepentingan umum. Tidak jarang pesta pernikahan yang sifatnya hanya sunah muakkadah saja, namun harus mengorbankan hak umum seperti penutupan jalan umum. Tahun 2022, MUI Sumatera Utata dalam Ijtimak Ulama se SUmatera Utara telah menerbitkan fawa bahwa menutup jalan umum hukumnya haram. Kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan untuk menutup jalan karena alasan darurat atau hajat. Namun itupun harus memperhatikan bebrapa hal seperti harus menyisakan jalan untuk orang berlalu lintas, tidak ditutup secara totalitas, ada izin pemerintah dll.

Lanjut Irwansyah bahwa seharusnya fikih lingkungan ini menjadi topik menarik untuk dibahas dan diangkat hari ini mengingat lingungan kita semakin memprihatinkan, lapisan ozon sudah mulai rusak karena teknologi, efek rumah kaca dan lainnya. Asap industri juga tak luput mencemari lingkungan udara sehingga terjadi polusi udara yang ini juga berdampak kepada kesehatan manusia. Inilah kedepan yang harus benar-benar diperhatikan agar keberlangsungan hidup manusia di bumi bisa hidup sehat dan steril dengan alam yang baik sebagaimana Allah ciptakan, tidak rusak dan kotor sebagaimana harini ini kita lihat. Karena itu, kebersihan lingkungan ini juga adalah bagian adri ajaran Islam.

Mimbar Agama Islam TVRI itu menjadi semakin hangat ketika Pemandu Acara Dr. Hotmatua Paralihan Harahap, M.Ag mengelaborasi dialog dengan apik sehingga persoalan-persoalan kekinian menjadi bahasan yang menyentuh kehidupan modern dengan lingkungan yang semakin memprihatinkan.

Diakhir acara Irwansyah mengingatkan bahwa mulailah dari rumah sendiri masing-masing keluarga untuk menjaga lingkungan mulai dari tidak mencemari air, seperti sungai, membuang sampah secara teratur ditempat pembuangan sampah, tidak merusak fasilitas umum, melestarikan alam dan banyak lagi hal-hal lain dalam lingkungan hidup yang harus ditata dan dikelola. Umat manysu diciptakan dandiberi kebebeasan untuk mengelola bumi dan isinya, asal jangan merusaknya ujar Ustaz muda itu.

Irwansyah apresiasi acata TVRI Mimbar Agama Islam ini paling tidak menjadi media pencerahan kepada masyarakat. Kedepan kami dari Komisi Fatwa akan coba kerjasama dengan TVRI dalam hal sosialiasi fatwa-fatwa MUI kepada masyarakat melalui TVRI harapan Irwansyah kepada Tarmizi selaku pengelola acara.- (irw)

Khutbah Jumat di Masjid Ar-Rahmah, Dr. Akmaluddin Syahputra M. Hum: Pesan Akhlak Mulia

0

muisumut.or.id-Medan, Pada Jumat, tanggal 6 Oktober 2023, Dr. Akmaluddin Syahputra M. Hum, yang menjadi penceramah Khutbah Jumat di Masjid Ar-Rahmah Komplek MUI Sumatera Utara, menyampaikan pesan penting kepada jamaah yang hadir dalam khutbahnya.

Dr, Akmaluddin, dalam awal khutbahnya, mengucapkan Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Taala atas kesempatan untuk memberikan khutbah pada hari itu. Ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kualitas keimanan dan ketakwaan mereka, serta memahami bahwa takwa harus dijalankan dengan sepenuh hati, mengikuti perintah Allah Subhanahu wa Taala, dan menjauhi larangan-Nya.

Dr. Akmaluddin menekankan pentingnya takwa dalam mencapai kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Ia mengingatkan bahwa takwa disebutkan lebih dari 50 kali dalam Al-Qur’an, dan Allah sangat menghargai orang yang menerapkannya dalam hidup mereka.

Setelah mengucapkan puji-pujian kepada Allah, penceramah juga mengajak seluruh jamaah untuk berselawat kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Ia mendorong agar seluruh aktivitas kita dianggap sebagai bentuk ibadah sesuai dengan ajaran agama.

Penceramah juga merangsang semangat untuk meniru akhlak mulia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan berdoa agar Allah Subhanahu wa Taala tidak memanggil kita kecuali dalam keadaan tunduk dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam konteks bulan Rabi al-Awwal, Dr. Akmaluddin menyoroti tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Ia menekankan bahwa peringatan ini penting untuk memupuk cinta kepada Rasulullah dan mengambil contoh dari akhlaknya.

Penceramah menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah, dan kita, sebagai umatnya, harus menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ia mengajak untuk menjadikan akhlak karimah sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.

Selain itu, Dr. Akmaluddin menyampaikan pesan tentang pentingnya sedekah dalam Islam. Ia mengingatkan bahwa sedekah adalah tindakan yang mendekatkan kita kepada rahmat Allah. Namun, ia juga menekankan bahwa sedekah harus diberikan dengan akhlak yang baik, tanpa menyakiti penerima sedekah.

Penceramah mengutip hadis tentang pentingnya tersenyum sebagai bentuk sedekah kepada sesama. Ia menggarisbawahi bahwa Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam, dan kita harus berusaha untuk menjadi rahmat bagi semua ciptaan Allah.

Dr. Akmaluddin menutup khutbahnya dengan mengingatkan jamaah tentang pentingnya memuliakan tamu, merawat tetangga, dan berperilaku baik dalam sehari-hari. Ia meyakini bahwa dengan akhlak yang baik, kita dapat mengembangkan cinta dan kasih sayang, serta menjadi rahmatan lil alamin, sesuai dengan ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Khutbah Jumat ini memberikan pesan penting tentang pentingnya takwa, akhlak yang baik, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pesan ini dapat menginspirasi jamaah untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan mereka, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana ajaran agama Islam yang mulia. (Yogo Tobing)

Menjelang Peringatan Maulid Nabi, Dr. Akmaluddin Syahputra Bahas Rahmatan Lil Alamin pada Khutbah Jumat

0

muisumut.or.id-Medan, Sumatera Utara, 6 Oktober 2023 – Masjid Ar Rahmah, yang terletak di Komplek MUI Sumatera Utara, menjadi saksi pelaksanaan khutbah Jumat yang menginspirasi oleh Dr. Akmaluddin Syahputra, M. Hum, pada hari ini. Khutbah tersebut memfokuskan pada dua aspek penting dalam Islam: akhlak yang baik dan pentingnya sedekah sebagai wujud rahmat kepada sesama.

Dalam khutbahnya, Dr. Akmaluddin mengawali dengan mengingatkan jamaah tentang peran Rasulullah Muhammad SAW sebagai “rahmatan lil alamin” atau rahmat bagi seluruh alam. Beliau menjelaskan bahwa menuju ke arah rahmatan lil alamin ini, setiap individu harus memiliki akhlak yang baik. “Perlu kita ingat bahwa Rasul diutus untuk memperbaiki akhlak manusia,” kata Dr. Akmaluddin dengan penuh semangat. Beliau menegaskan bahwa akhlak yang baik adalah salah satu tujuan utama ajaran Islam.

Dalam konteks sedekah, Dr. Akmaluddin memberikan pandangan yang mendalam. “Sedekah begitu dekat dengan rahmat Allah,” ujar beliau. “Ketika ada orang mati dihidupkan kembali, ibadah apa yang ingin dilakukannya? Yakni mereka menjawab sedekah. Karena sedekah sejatinya kita sedang mencurahkan rahmat kita kepada sesama kita.” Pesan ini menggarisbawahi pentingnya tindakan baik dan kedermawanan dalam agama Islam.

Namun, Dr. Akmaluddin juga menekankan bahwa sedekah harus dilakukan dengan memperhatikan akhlak yang baik. “Jangan sampai orang yang menerima sedekah merasa tersakiti,” pesannya. Ini mencerminkan prinsip Islam yang menuntut pemberi sedekah untuk memberikan dengan tulus dan penuh perhatian, tanpa menyakiti hati penerima.

Selanjutnya, Dr. Akmaluddin menguraikan prinsip Islam tentang menyayangi sesama dengan sebaik-baiknya. “Sebagaimana panutan kita, Rasul kita, selalu mengedepankan akhlak dalam melakukan sesuatu,” katanya. Menurutnya, sikap empati dan kasih sayang terhadap sesama adalah indikator baiknya iman seseorang.

Pesan yang disampaikan dalam khutbah ini merupakan pengingat bagi jamaah Masjid Ar Rahmah tentang pentingnya mengembangkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan sedekah dengan penuh rahmat serta perhatian kepada sesama. Pesan tersebut menginspirasi umat Muslim untuk menjalani hidup dengan penuh kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Sementara itu, MUI Sumatera Utara juga akan mengadakan peringatan maulid nabi bersama PJ Gubernur Sumatera Utara yang akan dilaksanakan pada Sabtu 7 Oktober 2023. Acara ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan dalam masyarakat Sumatera Utara. Maulid nabi merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mengambil inspirasi dari kehidupan beliau dalam mempraktikkan akhlak yang baik dan kedermawanan kepada sesama.

Ketua MUI Sumut Resmi Buka Musda ke IV dan PTKU Kabupaten Batubara

0

muisumut.or.id-Batubara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, secara resmi membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) ke IV MUI dan Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Kabupaten Batubara. Acara berlangsung di aula rumah dinas Bupati Batubara, Tanjung Gading Sei Suka, pada Rabu (4/10).

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua MUI Sumut DR. H. Maratua Simanjuntak, Bupati Batubara Ir. H. Zahir MAP, Ketua DPRD Batubara Safii SH, Assisten II Kabupaten Batubara Rusian Herri, Kepala Kantor Kementerian Agama Batubara H. Sakoanda Siregar S.Ag, serta sejumlah pemimpin Pondok Pesantren dan perwakilan ormas Islam.

Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menjelaskan bahwa MUI merupakan tenda besar bagi umat Islam yang berasal dari berbagai ormas Islam. Ia menekankan pentingnya kesatuan pikiran dalam menjalankan tugas sebagai pengurus MUI, agar tidak terjebak dalam kepentingan ormas dan fokus sepenuhnya pada kemajuan Islam.

“Kita harus Marhazun Fikri (satu pemikiran), sehingga MUI bisa lebih efektif dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi berbagai fenomena yang mengarah pada penyimpangan terhadap ajaran Islam,” ujar Maratua.

Lebih lanjut, Maratua Simanjuntak menegaskan bahwa banyak kegiatan umat Islam yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Oleh karena itu, tugas berat Majelis Ulama adalah memberikan panduan dan pemahaman yang benar kepada umat Islam.

Sebelumnya, Bupati Batubara Ir. H. Zahir MAP juga memberikan sambutan. Ia mengapresiasi peran aktif MUI dalam menjalankan tugasnya di Kabupaten Batubara dan dalam kehidupan masyarakat. Zahir menyebutkan beberapa tugas yang harus dihadapinya dalam upaya menjaga moralitas dan ketertiban masyarakat, termasuk tindakan tegas seperti membongkar bangunan warung esek-esek di pinggir jalan.

“Banyak tugas yang saya hadapi, namun saya yakin bahwa MUI selalu ada bersama saya dalam menjaga moralitas dan keadilan,” ungkapnya.

Bupati Zahir juga berharap agar pengurus MUI Batubara yang akan datang dapat menyusun laporan yang lengkap tentang aktivitas MUI di daerah tersebut, sehingga semua tugas yang telah dilakukan dapat terekam dengan baik dan menjadi referensi dalam mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan. (Yogo Tobing)

Sikap Kaum Muslimin terhadap pemimpin yang dzhalim.

0

Konsultasi Syariah Oleh: Hj. Asmawita Abdullah Manaf, Lc., MA
(Anggota Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara)

Deskripsi masalah:
Surah An-nisa ayat 59:
يا ايها الذين امنوا اطيعوا الله واطيعوا الرسول و اؤلي الامر منكم فان تنازعتم في شيء فردوه الي الله والرسول
………..

Kebanyakan kata ulil amri diartikan sebagai penguasa ataupun pemerintah, meskipun ada juga yg mengatakan bahwa maksudnya adalah Ulama.

Ada pendapat yg mengatakan bahwa rakyat tidak boleh (mungkin haram ?) berontak ataupun melawan pemerintahan yg sah dan pemimpinnya adalah muslim. Apabila pemerintah atau pemimpin melakukan kesalahan menurut syar’iyi seperti berlaku dzalim, maka kewajiban ulama untuk menasihati

Pertanyaan:
1. Siapa yang dimaksud dengan ulil amri pada Surah An-nisa, ayat 59 tsb ?
2. Bagaimana sikap kaum muslimin ketika mendapati pemerintah atau pemimpin mereka melakukan sesuatu yg melanggar Syarii’ah ?
3. فان تنازعتم في شيء فردوه الي الله والرسول
Siapa yg disuruh kembali kepada ALLAH dan Rasul ? Bagaimana caranya ?

Jawaban:
1. Pendapat kebanyakan Ulama yang dimaksud dengan Ulil Amri adalah penguasa atau pemerintah (djjelaskan di dalam Tafsir Al-qurtubi dan tafsir As-sya’rawi).
2. Ketaatan kepada ulil amri hanya apabila mereka mentaati Rasul. Firman ALLAH pada Surah Al-hasyar (59):7

وما اتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا واتقوا الله ان الله شديد العقاب

Apabila penguasa atau pemerintah berbuat tidak sesuai dengan tuntunan Rasul, maka sikap umat Islam terutama Ulama adalah menasihati dan atau menjauh dari mereka, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللّٰهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَ عْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَّهُمْ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ قَوْلًاۢ بَلِيْغًا

“Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu, berpalinglah kamu dari mereka dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 63).

3. Maksud dari perintah kembali kepada ALLAH dan Ar-rasuul pada ayat فردوه الي الله و الرسول tsb adalah perintah kepada ulama dan pemerintah. Surah An-nisaa, ayat 83 menjelaskan hal tsb.
ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا جَآءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَ مْنِ اَوِ الْخَـوْفِ اَذَا عُوْا بِهٖ ۚ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِ لٰۤى اُولِى الْاَ مْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِۢطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَا تَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا

“Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulilh amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ulil amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 83)

Generasi Berkarakter: Mendidik Anak Sesuai Ajaran Rasulullah SAW di Acara Maulid

0

muisumut.or.id-Panyabungan Timur, 03 Oktober 2023 – Desa Huta Bangun menjadi saksi pelaksanaan kegiatan yang sarat makna dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang penuh antusiasme, di mana Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal, KH. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I, turut serta sebagai narasumber utama. Kegiatan yang meriah ini digelar di Depan Kantor Desa Huta Bangun, menciptakan suasana yang khidmat.

Dalam pidatonya, Wakil Ketua MUI MADINA, Drs. H. M. Yusuf Nasution, M.Si., memberikan motivasi kepada hadirin untuk giat mengejar ilmu, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan umat Islam, dan harus menjadi fondasi utama dalam mendidik generasi muda agar menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan agama.

Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, memimpin doa dalam acara tersebut, mengharapkan agar Allah SWT memberikan petunjuk dan rahmat kepada semua yang hadir, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramahnya, Ketua MUI Kabupaten Mandailing Natal, KH. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I, menegaskan pentingnya Nabi Muhammad SAW sebagai teladan uswatun hasanah bagi umat Islam. Beliau menekankan perlunya mengambil teladan dari ajaran dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, acara peringatan Maulid Nabi ini juga membahas metode mendidik anak sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, memberikan panduan berharga bagi para orang tua dalam membentuk karakter anak-anak mereka. Pesan moral dan etika yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi pedoman dalam mencetak generasi yang saleh dan bertakwa.

Sebagai tambahan, kegiatan ini juga melibatkan Mahasiswa KPI STAIN MADINA sebagai pembawa acara dan pendidik bagi anak-anak di desa binaan dalam membaca Al-Qur’an dan mengulang pelajaran di sekolah.

Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya sebuah momen bersejarah, melainkan juga momentum untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semangat kebaikan yang ditanamkan dalam acara ini dapat terus menginspirasi masyarakat Desa Huta Bangun dan sekitarnya. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Minta Pemerintah Perhatikan Kehidupan Warga Pulau Rempang Kepri

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi kehidupan warga di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Permintaan ini muncul seiring dengan berkurangnya pasokan pangan dan sembako bagi penduduk Pulau Rempang, terutama setelah kabar mengenai potensi pengosongan wilayah tersebut pada tanggal 28 September lalu.

Dalam rangka menindaklanjuti perkembangan tersebut, Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro, menyatakan niatnya untuk berkoordinasi dengan perwakilan Ombudsman di Kepulauan Riau. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan dan sembako penduduk Pulau Rempang dapat tetap terpenuhi.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simajuntak, bersama dengan Wakil Ketua, Dr. Ardiansyah, yang juga merupakan juru bicara MUI Sumut, mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap situasi tersebut dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada hari Senin (2/10).

Dr. Ardiansyah mengingatkan tentang pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan, mengacu pada riwayat Shahih Al-Bukhari yang menggambarkan bahwa memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan saja dapat menjadi sebab seseorang masuk surga Allah. Sebaliknya, menyiksa atau mengurung kucing hingga mati kelaparan karena alasan pribadi dapat membawa konsekuensi buruk.

“Kisah hadis ini memberi kita pelajaran bahwa menyelamatkan jiwa makhluk hidup, termasuk manusia, adalah tindakan mulia yang akan mendatangkan pahala yang besar,” ungkap Dr. Ardiansyah.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nyawa manusia, mengutip ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa jika seseorang membunuh satu jiwa, itu seolah-olah ia telah membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya, jika seseorang memelihara satu jiwa, itu seolah-olah ia telah memelihara seluruh umat manusia.

“Oleh karena itu, adalah kewajiban kita semua untuk saling membantu dalam kebaikan. Terutama, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan dan kelangsungan hidup rakyatnya, karena mereka dipilih dan diberikan kepercayaan oleh rakyat,” tambah Dr. Ardiansyah.

Dalam penutupannya, Dr. Ardiansyah mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu tangan dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudara sebangsa di Pulau Rempang yang sedang menghadapi kesulitan, khususnya karena persediaan pangan mereka semakin menipis. Ia berharap bahwa upaya kolaboratif ini akan membantu meringankan beban yang dihadapi oleh warga Pulau Rempang yang terancam kelaparan. (Yogo Tobing)

Hari Batik Nasional: Kedai Wakaf Coffe Shop MUI Sumut Tawarkan Diskon 20 Persen Bagi Pelanggan Yang Mengenakan Batik

0

muisumut.or.id-Medan, Medan, 2 Oktober 2023 – Peringatan Hari Batik Nasional, sebuah momen yang berharga dalam budaya Indonesia, telah kembali tiba. Momen ini tak hanya menjadi kesempatan untuk merayakan kekayaan warisan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi titik fokus bagi MUI Sumatera Utara (MUI Sumut) untuk memberikan penghormatan yang istimewa kepada batik, simbol identitas budaya yang kaya dan indah.

Pada hari bersejarah ini, Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) yang berada di bawah naungan MUI Sumut, memutuskan untuk mengambil bagian dalam merayakan warisan batik. Dalam sebuah wawancara dengan direktur P2WP MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M. Hum., beliau dengan antusias menyatakan, “Batik adalah jati diri budaya Indonesia yang tak ternilai. Kami di MUI Sumut berkomitmen untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya ini, dan Hari Batik Nasional adalah saat yang sempurna untuk melakukannya.”

Pada tanggal 2 Oktober, Kedai Wakaf MUI Sumut, salah satu entitas di bawah P2WP, mempersembahkan sebuah tawaran khusus yang tak boleh dilewatkan. Mereka memberikan diskon istimewa sebesar 20 persen untuk semua pelanggan setia Kedai Wakaf yang mengenakan Batik.

“Kami merasa bangga untuk merayakan Hari Batik Nasional dengan tawaran istimewa ini,” ungkap beliau dengan senyum di wajahnya. “Seluruh produk yang ada di Kedai Wakaf Coffe Shop kita diskon khusus pada hari ini, dengan syarat pelanggan mengenakan batik,” ungkapnya.

Inisiatif ini bukan hanya sebuah tanda penghormatan kepada warisan budaya, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya memelihara dan menghargai warisan yang telah diberikan oleh batik, sebuah karya seni yang melekat dalam sejarah dan budaya Indonesia. (Yogo Tobing)

Kajian Kitab Kuning Perdana Dilaksanakan oleh Komisi Dakwah MUI Kota Siantar

0

muisumut.or.id-Siantar, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar menggelar Kajian Rutin Kitab Kuning perdana pada Minggu, 1 Oktober 2023. Acara ini berlangsung di Aula DP MUI Kota Siantar yang terletak di Jalan Kartini, setelah Ketua DP MUI Kota Siantar, Drs. H. M. Ali Lubis, melakukan peluncuran resmi pada Minggu sebelumnya, tepatnya pada tanggal 24 September 2023.

Kajian Kitab Kuning ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang berasal dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan Islam (Ormas Islam), Perguruan Tinggi, serta para Dai dan Ustadz yang berpusat di Kota Siantar. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memperkaya khazanah keilmuan serta mengembangkan minat terhadap Kitab Kuning.

Ketua Komisi Dakwa MUI Kota Siantar, Dr. M. Zein M. Pdi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya diadakan. Kajian berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan nara sumber yang berkaitan dengan Tafsir, yaitu Ikhwanuddin Nasution dan Fiqih Mawaris Faraid, yang dipimpin oleh Drs. H. M. Ali Lubis.

Dr. M. Zein SPdi menambahkan bahwa Komisi Dakwah akan mengadakan kegiatan serupa secara rutin setiap minggu. Kajian akan mendalam tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis, menjadi fokus utama dalam setiap pertemuan. Selanjutnya, Minggu depan, kajian Kitab Kuning akan berlangsung di tempat yang sama.

Salah satu peserta dari perwakilan Nahdatul Ulama (NU) Kota Siantar, Cut Hasbalah, menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, baik bagi para dai, mubaligh, maupun tenaga pengajar. Ia juga menekankan bahwa kajian ini masih dalam tahap perdana dan diharapkan dapat memperkenalkan lebih banyak materi ilmiah kepada masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, Ketua DP MUI Kota Siantar pada saat peluncuran Kajian Kitab Kuning sebelumnya menegaskan pentingnya berdakwah sebagai tugas bersama. Harapannya, kajian rutin Kitab Kuning ini dapat memberikan manfaat besar bagi kaum Muslimin dan Muslimat serta dapat menjadikan mereka orang yang berilmu atas pengetahuan yang diperoleh.

Ketua Umum DP MUI Kota Siantar juga menyampaikan bahwa dalam berdakwah, terdapat tiga metode yang disebutkan dalam Surat An Nahl ayat 125. Pertama, adalah metode Bil Hikmah yang dianggap sebagai metode yang paling utama dalam segala hal, baik pengetahuan maupun perbuatan. Metode ini menggunakan hikmah untuk mencegah terjadinya kerusakan. Kedua, adalah Metode Maw’izhah Al-Hasanah, yaitu pengajaran yang baik yang dapat diterapkan di masyarakat, lembaga pendidikan, dan rumah tangga. Terakhir, adalah Metode Mujadalah yang dilakukan dengan cara memahami pokok persoalan dan berdialog dengan mitra dengan bukti dan alasan yang kuat.

Kajian Kitab Kuning perdana ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya meningkatkan pemahaman agama dan keilmuan di Kota Siantar serta memperkuat dakwah Islam dalam masyarakat. (Yogo Tobing)