Monday, March 9, 2026
spot_img

MUI Sumut Dukung Pelestarian Manuskrip Islam, Menteri Kebudayaan Resmikan Tata Pamer Museum Al-Qur’an

Medan, muisumut.or., 8 Maret 2026, Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr.Fadli Zon, MSc meresmikan Ruang Tata Pamer Museum AlQur’an Sumut di Jalan Willem Iskandar Kabupaten Deli Serdang pada Hari Ahad, 8 Maret 2026/18 Ramadhan 1447 H.

Pada peresmian itu dilaksanakan peluncuran penulisan Mushaf AlQur’an Juz 3 ditandai dengan pembubuhan tanda baca oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggunakan tulisan tangan. Sebelumnya sudah dimulai penulisan Mushhaf Juz satu dan dua oleh Kaligrafer Ustadz Abdurrahman Hasibuan anggota Komisi Seni Budaya MUI SU.

Ustadz Abdurrahman Hasibuan mengatakan khusus penulisan tangan ini menggunakan kertas Muqohad (kertas dari serat kayu) yang dilapisi putih telur agar tahan lama hingga ratusan tahun. Harga kertasnya mahal apalagi yang dari Turki.

Penulisan Mushhaf ini bertujuan melestarikan naskah kuno beriluminasi di media kertas serat kayu agar tahan ratusan tahun. demi melestarikan warisan naskah kuno Sumut. Prof Dr Sabrina Ketua Pembina museum mengatakan penulisan ini bagian dari upaya pelestarian artefak peradaban Islam, dengan koleksi mushaf kuno yang juga dipamerkan di Museum Nasional Indonesia. Biaya penulisan satu juz memakan biaya mahal 35 jutaan dan ini masih infaq pribadi ketua pembina.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyarankan tata pamer Museum Sejarah Al-Qur’an ini yang modern dan tematik untuk menarik generasi muda yang menuntut pengalaman belajar interaktif dengan memanfaatkan teknologi, pencahayaan yang tepat, serta narasi yang jelas.

Menurutnya, tata pamer merupakan aspek yang penting agar generasi muda dapat merasakan pengalaman belajar yang menarik, mendalam, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Fadli Zon juga mengajak sejumlah pihak untuk bergotong-royong menghidupkan satu ruang publik yang mengangkat tentang manuskrip jejak agama Islam di Indonesia.

“Kita harapkan suatu saat kita memiliki museum manuskrip yang kuat, hasil dari kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, swasta, filantropis, dan juga komunitas,” ucapnya.”

Kegiatan dilanjutkan dengan memasuki ruang tata pamer, penjelasan langsung dipandu oleh Ketua Yayasan Museum AlQur’an Prof. Ichwan Azhari.

Hadir pada kegiatan peresmian itu Dr. Rahmat Shah pemilik Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery , Kadispora Sumut mewakili Gubsu , Para Akademisi, Bidang/Komisi Seni Budaya MUI SU yang diwakili Nani Ayum Panggabean Sekretaris Bidang Dewan Pimpinan Harian MUI SU, Ketua Komisi Prof Syafrufdin Syam dan Wakil Ketua Komisi Dr. Awaluddin.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles