Thursday, April 16, 2026
spot_img

MUI Sumut Ikuti Halal Bihalal Nasional MUI, Lahirkan 10 Poin Taujihat untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia

muisumut.or.id., Medan, 15 April 2026,— Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengikuti kegiatan Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan MUI Pusat melalui Zoom Meeting, Rabu (15/4/2026). Kegiatan berskala nasional tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan MUI dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Ardiansyah, LC, MA, menyampaikan bahwa kegiatan nasional tersebut sangat penting karena menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus melahirkan taujihat (arahan keumatan) yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan global maupun nasional.

Menurutnya, forum silaturahim ulama dan ormas Islam tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat persatuan umat serta menyuarakan nilai-nilai keadilan dan perdamaian dunia.

“Silaturahim nasional dan halal bihalal ini bukan hanya mempererat ukhuwah di antara komponen umat, tetapi juga melahirkan taujihat yang penting sebagai panduan umat dalam menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan di tengah dinamika global,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut diikuti oleh sejumlah Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara melalui Zoom Meeting. Di antaranya Wakil Ketua Umum MUI Sumut Prof. Dr. Asmuni, MA, Prof. Dr. M. Jamil, MA, Ketua Bidang Halal MUI Sumut Prof. Dr. Basyaruddin, MS, serta beberapa pengurus lainnya yang mengikuti kegiatan secara daring dari Medan

Sementara itu, kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahim Nasional Ormas Islam tersebut dilaksanakan secara langsung di The Sultan Hotel, Jakarta, dan dihadiri sekitar seribu peserta dari unsur ulama, tokoh ormas Islam, serta pejabat pemerintah.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran pimpinan MUI dan tokoh-tokoh ormas Islam tingkat nasional.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia” tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antar elemen umat Islam dan bangsa.

Ketua Pelaksana Silaturahim Nasional, KH Muhammad Zaitun Rasmin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa momentum halal bihalal menjadi sarana strategis untuk memperkuat persatuan umat di tengah berbagai tantangan global.

“Dari tempat yang penuh berkah ini, kita dipertemukan dalam silaturahmi Ormas Islam dan halal bihalal MUI. Tema yang diangkat mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, MUI juga mengeluarkan 10 poin taujihat yang dibacakan oleh perwakilan ormas Islam pendiri MUI. Pembacaan taujihat dilakukan oleh perwakilan ormas Islam, yakni Prof KH Nizar Ali (Nahdlatul Ulama), KH Sahad Ibrahim (Muhammadiyah), Buya Syarfi (PERTI), Rusydy Zakaria (GUPPI), Rahmat Hidayat (DMI), Oke Setiadi Affedi (Mathla’ul Anwar), Ruswanto (PTDI), Musyhuril Khamis (Al Washliyah), Inayatullah A. Hasim (Al Ittihadiyah), dan Hamdan Zoelva (Syarikat Islam).

Pembacaan taujihat tersebut dipandu oleh Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, bersama Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud.

10 Poin Taujihat MUI

  1. Menegakkan keadilan dan menolak kezaliman
    Setiap umat manusia memiliki tanggung jawab menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman sebagai wujud pengamalan ajaran agama. Oleh karena itu umat manusia wajib menolak dan menghentikan peperangan sebagai bentuk kezaliman serta memperkuat ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan) dalam menegakkan keadilan dan melindungi manusia dari penjajahan dan agresi militer.
  2. Memperkuat ukhuwah kebangsaan. Ukhuwah wathaniyah menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan kemerdekaan sejati, keadilan, dan perdamaian dunia. Karena itu seluruh elemen umat dan bangsa diharapkan memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta berhati-hati dalam menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan.
  3. Menolak kesewenang-wenangan global. Dunia saat ini menghadapi ketidakpastian akibat tindakan sewenang-wenang negara tertentu terhadap negara lain. Karena itu MUI mendorong peran lebih optimal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menegakkan Piagam PBB dan menjaga tatanan dunia yang adil dan damai.
  4. Mengutuk agresi militer terhadap negara-negara Muslim. MUI mengutuk keras agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Libanon, serta penjajahan yang telah lama terjadi di Palestina. Agresi tersebut telah menimbulkan korban sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, serta menghancurkan fasilitas umum.
  5. Mendorong perundingan damai. Perundingan damai dinilai sebagai jalan terbaik untuk menghentikan konflik dan perang. Karena itu MUI menyerukan agar perundingan yang sedang berlangsung terus dilanjutkan hingga tercapai kesepakatan yang mampu menghentikan agresi militer dan menciptakan perdamaian kawasan.
  6. Mendukung kemerdekaan Palestina. Bangsa Palestina memiliki hak konstitusional dan historis untuk merdeka sebagaimana amanat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. Oleh karena itu MUI menyerukan kepada semua negara agar terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
  7. Reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk mewujudkan tatanan dunia yang demokratis dan berkeadilan, MUI mendorong reformasi fundamental di tubuh PBB, termasuk penghapusan hak veto di Dewan Keamanan yang dianggap diskriminatif dan tidak adil.
  8. Memperkuat solidaritas negara-negara Muslim. MUI menyerukan negara-negara Muslim untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan guna menjaga kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global.
  9. Peran organisasi internasional. Organisasi internasional seperti PBB, OKI, ASEAN, BRICS, dan lainnya diharapkan meningkatkan komitmen dalam menjaga kedaulatan negara serta mencegah tindakan unilateral dan agresi militer terhadap negara lain.
  10. Mendorong politik bebas aktif Indonesia. MUI berharap pemerintah Indonesia terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia, termasuk mendukung kemerdekaan Palestina serta memperjuangkan keadilan bagi pasukan perdamaian Indonesia yang gugur dalam misi internasional.

Melalui kegiatan ini, MUI berharap sinergi antara ulama, umara, serta seluruh komponen umat dapat semakin kuat dalam memperjuangkan keadilan, menjaga persatuan bangsa, serta mewujudkan perdamaian dunia.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles