Medan, muisumut.or.id. 29 Agustus 2026 — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof. Dr. M. Jamil, MA, menghadiri kegiatan Olimpiade Bahasa Arab se-Sumatera Utara yang digelar di Pesantren Tahfiz Darul Quran, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti hampir 200 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Olimpiade ini menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong peningkatan minat dan kemampuan generasi muda dalam menguasai bahasa Arab.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Jamil mengajak seluruh peserta tidak menjadikan olimpiade semata-mata sebagai ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi sebagai momentum awal sekaligus penguatan kemampuan bahasa Arab yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, setidaknya terdapat tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian para pelajar dalam mendalami bahasa Arab.
Pertama, kemampuan membaca kitab, khususnya kitab-kitab turats. Penguasaan aspek ini penting agar generasi muda mampu mengakses, memahami, dan mendalami khazanah keilmuan Islam yang diwariskan para ulama terdahulu.
“Bahasa Arab harus menjadi pintu bagi kita untuk membaca dan memahami kitab-kitab turats. Dengan kemampuan tersebut, kita tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menjadi ahli dalam menggali khazanah keilmuan Islam,” pesannya.
Kedua, kemampuan berbicara (speaking). Prof. Jamil menekankan bahwa bahasa Arab tidak cukup hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga harus digunakan sebagai alat komunikasi. Kemampuan berbicara akan membuka ruang interaksi yang lebih luas dengan masyarakat dan dunia Islam internasional.
Ketiga, kemampuan menulis dalam bahasa Arab. Menurutnya, keterampilan menulis merupakan bagian penting dalam membangun tradisi keilmuan. Dengan kemampuan tersebut, para pelajar dan generasi muda Muslim dapat menghasilkan karya yang tidak hanya dibaca di Indonesia, tetapi juga memiliki peluang untuk dibaca dan diapresiasi di dunia Islam yang menggunakan bahasa Arab.
“Kalau kita mampu membaca kitab, mampu berbicara, dan mampu menulis dalam bahasa Arab, maka kita memiliki bekal untuk memasuki dunia keilmuan Islam yang lebih luas,” ujarnya.
Prof. Jamil berharap Olimpiade Bahasa Arab se-Sumatera Utara dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap bahasa Arab dan menjadikannya sebagai instrumen untuk memperkuat keilmuan, komunikasi, serta kontribusi umat Islam dalam percaturan global.
Ia juga mengapresiasi penyelenggara dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun generasi Muslim yang berilmu, berwawasan luas, dan mampu berinteraksi dengan dunia Islam secara lebih luas.
“Jadikan olimpiade ini bukan sebagai akhir dari perlombaan, tetapi sebagai awal untuk terus belajar, membaca, berbicara, dan menulis dalam bahasa Arab,” pesannya.





